Kesehatan

7+ Penyebab Mata Sensitif Terhadap Cahaya atau Fotofobia

/

by Shaffi Kareem


Saat pergi ke pantai, kamu akan melihat deburan ombak, pasir putih, dan burung-burung yang berterbangan di langit. Tahukah kamu kalau semua pemandangan itu bisa kamu nikmati berkat peran cahaya?

Seringkali terlupakan, cahaya berperan penting dalam proses melihat, mulai dari masuknya cahaya melalui kornea hingga pengiriman sinyal oleh saraf optik ke otak.

Tapi, cahaya yang berlebihan juga tidak baik untuk mata sehingga membuat mata sensitif terhadap cahaya.

Selain karena cahaya yang terlalu kuat, mata sensitif terhada cahaya juga bisa diakibatkan oleh beberapa gangguan mata.

Ingin tahu apa saja penyakit mata yang menyebabkan mata sensitif terhadap cahaya? Simak ulasan di bawah ini, ya!

Mata Sensitif Terhadap Cahaya

Kalau kamu berada di suatu tempat yang cahayanya terlalu terang, kamu pasti otomatis memicingkan mata karena mata terasa silau.

Begitulah kiranya yang dirasakan oleh penderita mata sensitif terhadap cahaya atau yang disebut juga dengan fotofobia.

Penderita fotofobia akan mengeluhkan cahaya terlalu silau bahkan di saat cahaya tidak bersinar terlalu terang sekalipun. Selain mengganggu aktivitas, mata akan terasa sangat perih dan menyakitkan setiap kali ada cahaya.

Bagaimanapun, mata sensitif terhadap cahaya bukan nama suatu penyakit, namun lebih tepatnya masuk ke dalam kategori gejala pada beberapa gangguan mata.

Oleh karenanya, kalau kamu mengalami fotofobia, itu bisa berarti bahwa kamu menderita suatu penyakit mata tertentu.

Penyebab Mata Sensitif terhadap Cahaya

Fotofobia atau mata sensitif terhadap cahaya merupakan gejala penyakit mata. Kondisi ini sangat menyakitkan dan menyebabkan kamu kesulitan untuk melihat benda-benda di sekitarmu bahkan saat cahaya tidak begitu kuat sekalipun.

Melansir dari laman Healthline, fotofobia tidak hanya gejala penyakit-penyakit mata saja, namun beberapa penyakit yang berhubungan dengan otak dan sebagainya. Adapun uraian nama penyakitnya, antara lain seperti:

1. Encephalitis

Encephalithis adalah peradangan yang terjadi pada jaringan otak. Penyebab yang paling umum adalah infeksi virus, dan memungkinkan juga terjadinya infeksi mikroorganisme lain seperti bakteri dan jamur.

Encephalithis adalah penyakit yang dapat mengancam nyawa yang memiliki gejala mata senisitif terhadap cahaya.

2. Meningitis

Meningitis adalah infeksi yang terjadi pada membran di sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Umumnya, meningitis disebabkan oleh infeksi bakteri yang apat memicu komplikasi seperti kerusakan otak, kehilangan pendengaran, kejang, bahkan kematian.

Perlu kamu tahu bahwa mata sensitif terhadap cahaya atau fotofobia adalah salah satu gejala penyakit meningitis.

3. Perdarahan Subarachnoid

Subarachnoid hemorrhage atau perdarahan subarachnoid adalah suatu kondisi di mana terjadi pendarahan di antara otak dan lapisan-lapisan di sekitarnya.

Salah satu penyakit yang ditandai dengan fotofobia ini bisa merupakan kondisi serius yang bisa menyebkan kerusakan otak bahkan stroke sekalipun.

4. Migrain

Migrain adalah rasa pusing teramat sangat yang menyerang salah satu sisi kepala saja. Selain sakit kepala, kamu yang menderita migrain mungkin akan mengeluhkan mual, muntah, mati rasa, serta mata senitif terhadap cahaya dan suara.

Biasanya, kondisi ini diturunkan dalam keluarga dan lebih banyak menyerang wanita daripada pria.

5. Abrasi Kornea

Abrasi kornea adalah luka atau cedera pada kornea yang merupakan bagian terluar mata. Adanya gangguan mata ini terjadi akibat partikel-partikel asing yang masuk ke dalam mata seperti pasir, partikel logam berukuran sangat kecil, debu, dan lain-lain.

Baca Juga Yuk: Ulkus Kornea, Bisa Sebabkan Kebutaan, Ketahui!

Apabila kondisi ini bertambah parah, maka dapat memicu terjadinya ulkus kornea (infeksi kornea). Bagaimanpun, penderitanya akan mengalami mata sensitif terhadap cahaya.

6. Konjungtivitis

Kongjungtiva merupakan selaput tipis yang melindungi sklera atau bagian mata yang berwarna putih. Bagian ini bisa mengalami peradangan atau inflamasi yang disebut juga dengan konjungtivitis.

Penderitanya akan mengalami beberapa gejala seperti mata mengeluaran belek, mata merah, gatal, berair, dan mata sensitif terhadap cahaya.

7. Skleritis

Skleritis adalah suatu kondisi di mana sklera atau bagian putih mata mengalami inflamasi atau peradangan. Hampir separuh kasus sleritis disebabkan oleh penyakit sistem kekebalan tubuh, misalnya lupus.

Di samping mata sensitif terhadap cahaya, penderita skleritis juga mengalami nyeri mata, mata merah, berair, dan penglihatan kabur.

8. Sindrom Mata Kering

Sindrom Mata kering merupakan gangguan mata yang paling umum terjadi dan bisa menyerang siapapun tanpa memandang usia.

Mata kering disebabkan oleh beberapa faktor, seperti lingkungan, penyakit, obat-obatan tertentu, usia, bahkan kebiasaan buruk penggunaan gadget.

Gangguan mata kering terjadi akibat dua kondisi, yaitu ketika produksi cairan mata menurun dan penguapan cairan mata terjadi secara berlebihan. Biasanya, penderitanya akan mengalami fotofobia atau mata sensitif terhadap cahaya.

Apakah Mata Bayi Sensitif Terhadap Cahaya?

Ketika dilahirkan, bayi belum mampu untuk melihat sekitarnya dengan baik. Penglihatannya masih kabur, berwarna hitam putih, dan belum bisa memfokuskan ke satu benda saja sebab otot matanya cenderung lemah.

Baca Lainnya: Mata Bayi Belekan Terus, Bahaya Gak Ya? Simak Yuk!

Tapi tenang! Mata bayi akan terus mengalami perkembangan seiring dengan pertambahan usianya hingga nantinya penglihatannya sempurna pada usia sekitar 3 sampai 5 tahun.

Kalau kamu perhatikan, bayi akan memicingkan atau bahkan menutup matanya ketika mereka berada di ruangan dengan cahaya yang cukup kuat. Mungkin para mom and dad penasaran apakah hal tersebut masih dalam batas normal?

Jawabannya adalah ya, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Mata bayi memang cenderung sensitif terhadap cahaya yang terang dan akan membuka mata sepenuhnya apabila berada di lingkungan atau ruangan dengan cahaya redup.

Namun, jangan lupa untuk terus melakukan stimulasi otot mata sesuai dengan usianya ya, moms!

Cara Mengatasi Mata Sensitif Terhadap Cahaya

Tak hanya membuat matamu nyeri, fotofobia juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Agar tidak bertambah parah, kondisi ini harus segera diatasi sesuai dengan penyebab fotofobia, seperti penyakit mata atau penyakit yang berhubungan dengan otak.

Cara mengobati mata sensitif terhadap cahaya bisa dilakukan dengan perawatan mandiri di rumah ataupun melalui prosedur medis yang dilakukan oleh ahli medis. Ada beberapa cara mengobati fotofobia yang kamu perlu tahu, antara lain seperti:

1. Perawatan mandiri di rumah

Cara ini terbilang efektif untuk meredakan gejala fotofobia yang biasanya disebabkan oleh penyakit mata ringan. Tanpa obat-obatan tertentu, mata kamu akan berfungsi seperti sedia kala.

Selama kamu mengalami fotofobia, usahakan untuk menghindari sinar matahari langsung. Apabila ada suatu hal yang mengharuskan kamu untuk keluar rumah, pakailah kacamata hitam agar tidak silau. Selain itu, redupkan cahaya di dalam ruangan juga ya, bestie.

2. Tindakan medis

Perawatan medis hanya dapat dilakukan dengan pendampingan ahli medis karena melibatkan obat-obatan dan prosedur medis.

Untuk memilih pengobatan yang tepat, dokter mungkin akan melakukan beberapa tes terelbih dahulu.

Dokter juga akan mengajukan beberapa pertanyaan perihal tingkat keparahan dan frekuensi terjadinya fotofobia atau mata sensitif terhadap cahaya guna melakukan pengobatan sesuai penyebabnya.

Ada beberapa tindakan medis yang dilakukan, di antaranya adalah:

  • Pemberian obat-obatan dan istirahat total akibat migrain
  • Obat tetes mata untuk meredakan skleritis
  • Antibiotik untuk menangani konjungtivitis
  • Air mata buatan untuk mata kering ringan
  • Tetes mata antibiotik untuk menangani abrasi kornea
  • Obat-obatan anti peradangan, istirahat total, dan penambahan cairan untuk menangani encephatlithis ringan
  • Antibiotik untuk menangani penyakit meningitis
  • Tindak bedah operasi untuk menghilangkan pendarahan dan mengurangi tekanan pada otak guna mengatasi perdarahan subarachnoid

Bagaimanapun, benar kata orang-orang bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Kasus mata sensitif terhadap cahya memang sangat bervariasi penyebabnya, tapi semua itu bisa kita cegah dengan menerapkan pola hidup sehat.

Mulai dari makan makanan yang bergizi tinggi, banyak minum air putih, istirahat cukup, kelola stress dengan baik, serta bijak dalam menggunakan gadget. Tapi, ada satu cara mencegah fotofobia yang sering terlupa yaitu mengonsumsi vitamin mata seperti Eyebost.

Vitamin mata Eyebost mengandung vitamin A, C, senyawa ltein, serta antioksidan yang berasal dari ekstrak wortel, buah bilberry, bunga marigold, dan madu asli. Kebayang kan gimana dahsyatnya manfaat dari Eyebost?

Kamu gak perlu khawatir lagi tentang mata kering, mata lelah, mata iritasi, bahkan penyakit mata serius seperti katarak dan glaukoma. Cukup dengan mengonsumsi 2 sendok Eyebost setiap hari, kamu bisa memperoleh mata yang sehat bebas penyakit mata. Ingat mata, ingat Eyebost!


Share on:

ISFJ type of human.

Tinggalkan komentar

logo eyebost

Eyebost adalah vitamin mata alami yang diracik menggunakan bahan pilihan terbaik, eyebost membuat mata jadi jernih.

Kontak Kami

eyebostofficial@gmail.com

+6281327850411

Jl. Raya Mayjen Sungkono No.KM 5, Dusun 1, Blater, Kec. Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53371

Jam Pelayanan

Senin – Jum'at: 08.00 am – 16.00 pm

Sabtu: 08.00 am – 14.00 pm

Minggu: Slow Respon

Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Kamel
Online
|
//
Konsultasi