Seiring bertambahnya umur, mata pasti ikut mengalami penuaan. Namun, banyak yang tidak sadar ketika muncul tanda lansia butuh vitamin mata tambahan. Padahal, tanda ini sering terlihat tetapi banyak yang mengabaikannya.
Di artikel ini, MiBost akan menjelaskan lebih jauh tanda mata butuh vitamin tambahan. Yuk simak baik-baik artikelnya!
Tanda-Tanda Lansia Butuh Tambahan Vitamin Mata

Ada beberapa tanda lansia butuh tambahan vitamin mata, yaitu:
1. Penglihatan Kabur saat Membaca
Salah satu kondisi mata yang sering dialami oleh lansia adalah penglihatan kabur saat membaca. Biasanya, masalah ini ditandai dengan kesulitan membaca dan menjauhkan bacaan hingga sejauh lengan.
Dalam dunia medis, penglihatan kabur saat membaca pada lansia disebut sebagai presbiopia atau mata tua. Kondisi ini terjadi karena lensa mata menjadi kurang fleksibel seiring bertambahnya usia. Akhirnya, seseorang akan mengalami rabun dekat di usia senja.
Umumnya, lansia yang mengalami ini tidak hanya mengalami penglihatan kabur saat membaca, tetapi juga lebih butuh banyak cahaya, sakit kepala, dan mata yang tegang. Masalah ini sangat umum terjadi dan dapat dibantu dengan kacamata maupun lensa kontak.
2. Mata Cepat Lelah dan Silau
Masalah lain yang sering dihadapi lansia adalah mata terasa cepat lelah dan silau. Ketegangan mata biasanya muncul saat melakukan kegiatan dengan penggunaan mata yang intensif, contohnya membaca atau memakai perangkat digital.
Tidak hanya mata yang cepat lelah, lansia juga merasa lebih silau jika terkena cahaya. Biasanya, lansia yang mengalami masalah ini memiliki kondisi mata tertentu, seperti katarak atau mata kering.
3. Muncul Bintik Melayang
Saat melihat langit atau benda yang kosong, kita akan melihat bintik melayang atau floaters. Seiring bertambahnya usia, bintik-bintik ini akan terlihat semakin banyak. Bahkan, ada beberapa lansia yang mengalami floaters menetap di mata akibat penuaan.
Kondisi ini tidak berbahaya meskipun tidak dapat hilang sendiri tanpa penanganan khusus. Namun, lansia yang muncul floaters secara tiba-tiba, melihat kilatan cahaya, atau muncul tirai abu-abu. Soalnya, floaters dengan gejala khusus bisa menjadi tanda retina robek.
4. Kesulitan Melihat di Malam Hari
Orang yang sudah lansia biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan fokus mata di tempat gelap. Tidak hanya itu, pada kegiatan yang membutuhkan fokus, lansia membutuhkan cahaya lebih banyak daripada biasanya.
Keadaan ini terjadi karena sel batang cahaya yang berguna untuk penglihatan malam menjadi lebih lemah saat tua. Oleh karena itu, di banyak negara, lansia dilarang untuk mengemudi, terutama di malam hari atau ketika cuaca buruk.
5. Mata Kering
Apakah Teman Mata menyadari kalau lansia matanya lebih kering daripada orang dewasa? Mata lansia yang kering terjadi karena produksi air mata menurun akibat penuaan alami dan perubahan hormon.
Apalagi, kondisi ini lebih sering terjadi pada perempuan yang sudah melewati masa menopause. Meskipun kondisi ini tidak berbahaya, namun mata kering menjadi tanda mata butuh nutrisi.
Tips Memilih Vitamin Mata yang Aman untuk Lansia

Kalau Teman Mata ingin memilih vitamin mata yang aman untuk lansia, coba perhatikan tips berikut ini:
1. Perhatikan Interaksi dengan Obat Rutin
Untuk lansia yang sedang sakit atau memiliki kondisi tertentu, biasanya mereka rutin mengonsumsi obat dari dokter. Kalau ingin mengonsumsi vitamin dan obat, kamu harus memperhatikan interaksinya.
Interaksi obat dapat bermacam-macam yaitu obat berhenti bekerja, kurang efektif, terlalu kuat, atau memicu efek samping. Jadi, untuk lansia yang ingin mengonsumsi vitamin mata dan sedang rutin konsumsi obat, cobalah untuk berkonsultasi dulu dengan dokter.
2. Pilih yang Sudah Bersertifikat BPOM
Langkah kedua yang harus dilakukan kalau ingin mengonsumsi vitamin mata adalah cek izin edarnya. Meskipun terdengar sepele, namun izin edar dari BPOM sangat penting dan harus ada dalam vitamin mata.
BPOM adalah lembaga resmi dari pemerintah Indonesia yang mengawasi peredaran obat, makanan, kosmetik, dan suplemen kesehatan. Jadi, BPOM memberikan standar yang ketat agar suatu produk aman digunakan atau dikonsumsi masyarakat.
Vitamin mata yang sudah mendapatkan izin BPOM memiliki nutrisi yang tepat, bebas dari kontaminasi, tidak ada campuran bahan berbahaya, dan tidak overclaim. Selain itu, BPOM tidak menjamin keselamatan dan keamanan konsumen yang mengonsumsi vitamin mata non-BPOM.
3. Perhatikan Nutrisi dalam Suplemen
Ketika ingin mengonsumsi vitamin mata, coba perhatikan nutrisi yang ada dalam produk. Lansia disarankan untuk minum suplemen yang mengandung lutein, zeaxanthin, vitamin (A, C, E), dan omega-3.
Lutein dan zeaxanthin berperan sebagai antioksidan yang melindungi mata dari dampak buruk sinar biru (blue light). Lalu untuk vitamin A dan omega-3, nutrisi ini mampu menunjang produksi air mata untuk mencegah mata kering.
Sementara itu, vitamin C dan E berguna sebagai antioksidan yang melindungi mata dari radikal bebas. Dua vitamin ini juga dapat mencegah penyakit usia tua seperti katarak dan degenerasi makula terkait usia (AMD).
Kalau Teman Mata ingin mengonsumsi vitamin mata untuk lansia, Eyebost Essential Pro jawabannya! Vitamin mata terbaik ini mengandung multivitamin, mineral, dan antioksidan yang baik untuk mata.
Selain itu, Eyebost terbuat dari bahan alami yang diproses dengan teknologi modern. Soal keamanan, tak perlu khawatir karena semua produk Eyebost sudah memiliki izin edar dari BPOM dan sertifikat halal MUI.
Rekomendasi Kebiasaan Pendukung Selain Vitamin

Selain mengonsumsi vitamin, lansia bisa melakukan beberapa ini untuk mendukung kesehatan mata:
1. Pemeriksaan Mata Rutin
Bagi orang yang sudah berusia di atas 65 tahun, sebaiknya melakukan pemeriksaan mata lengkap dengan dokter spesialis mata. Check up mata lengkap bisa dilakukan setiap 1-2 tahun sekali.
Jika dilakukan secara teratur, dokter mata dapat mencegah dan mendeteksi masalah penglihatan sejak dini. Seseorang yang sudah lansia rentan terkena berbagai penyakit mata, seperti AMD, glaukoma, retinopati diabetik, dan katarak.
2. Pola Makan Kaya Antioksidan
Untuk menjaga kesehatan mata, lansia bisa rutin mengonsumsi makanan kaya antioksidan. Beberapa antioksidan yang bisa dikonsumsi antara lain vitamin C, vitamin E, lutein, zeaxanthin, dan omega-3.
Berbagai nutrisi ini bisa kamu dapatkan dari sayuran berdaun hijau, buah-buahan, hingga protein hewani seperti ikan tuna, kembung, dan salmon. Pastikan juga makanan ini diolah dengan cara yang sehat setiap harinya.
3. Olahraga Rutin
Walaupun sudah tua, namun lansia harus tetap berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuh dan mata. Cobalah untuk fokus pada latihan low-impact seperti jalan kaki, senam, sepeda statis, hingga yoga.
Lansia bisa melakukan olahraga ringan ini selama 15-30 hari per menit disertai dengan pemantauan kondisi fisik. Aktivitas fisik seperti olahraga dapat meningkatkan aliran darah ke mata dan mencegah komplikasi penyakit, terutama di mata.


