Memasuki usia lansia, tubuh memang harus dijaga lebih ekstra untuk terhindar dari penyakit mata seperti katarak. Salah satu langkah penting utnuk mencegah penyakit mata akibat usia adalah dengan mengonsumsi vitamin mata.
Nah, agar tidak keliru ketika memilih suplemen, kamu harus memperhatikan 5 kandungan vitamin mata berikut yang penting untuk lansia. Yuk simak penjelasannya di artikel ini!
Lutein dan Zeaxanthin untuk Cegah Degenerasi Makula

Apakah Teman Mata pernah mendengar kandungan lutein dan zeaxanthin? Kedua zat gizi ini memang kurang populer dibandingkan vitamin A. Namun, lutein dan zeaxanthin ternyata punya peran yang penting untuk mencegah degenerasi makula terkait usia (AMD).
Lutein, Sunscreen Alami untuk Mata
Lutein merupakan salah satu jenis pigmen organik yang ada dalam tumbuhan, sayuran, maupun produk hewani. Bukan cuma itu, ternyata secara alami, lutein ada di mata kita lho, tepatnya di makula dan retina.
Ketika tubuh mengonsumsi lutein, zat gizi ini akan terkumpul di lensa, retina, dan makula. Kemudian, mata menyimpan lutein dan mengubahnya menjadi nutrisi penting lain yaitu meso-zeaxanthin.
Nutrisi inilah yang nantinya melindungi mata dari kerusakan akibat sinar biru (blue light) dari matahari maupun gadget. Penelitian juga menunjukkan, konsumsi lutein dan zeaxanthin selama bertahun-tahun dapat mengurangi risiko terkena AMD yang lebih parah.
Untuk dosis tepatnya, hingga saat ini belum ada ukuran yang pas untuk angka kecukupan gizi (AKG) lutein per hari. Namun, kandungan ini dapat diminum dalam dosis yang cukup tinggi, yaitu sekitar 10-20 mg per hari.
Kandungan Zeaxanthin untuk Melawan Radikal Bebas
Serupa dengan lutein, zeaxanthin adalah pigmen organik golongan karotenoid yang ada dalam sayuran, buah, dan produk hewan berwarna kuning sampai merah. Kandungan ini termasuk sebagai zat gizi yang larut dalam lemak.
Zeaxanthin sangat mirip dengan vitamin A dan secara alami terdapat di makula dan retina mata manusia. Fungsinya pun mirip yaitu untuk melindungi mata dari kerusakan akibat sinar matahari yang mengandung blue light.
Tidak hanya itu, nutrisi ini dapat melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan stres oksidatif. Apabila dikonsumsi bersama dengan lutein, zeaxanthin dapat meningkatkan penglihatan pasien AMD dan katarak.
Kalau Teman Mata ingin mengonsumsi suplemen zeaxanthin, dosisnya cukup 2 mg per hari saja. Namun, untuk batas amannya, zat gizi ini kemungkinan aman jika dikonsumsi hingga 10 mg per hari.
Vitamin C dan E sebagai Antioksidan

Selama ini, vitamin C dikenal sebagai salah satu vitamin yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Di sisi lain, vitamin E sering dipakai untuk menjaga kesehatan dan melembapkan kulit. Padahal, keduanya juga memiliki peran yang penting untuk indra penglihatan kita.
Vitamin C untuk Melindungi Mata dari Sinar UV
Teman Mata sudah tahu belum kalau vitamin C ternyata ada di mata kita? Yup, vitamin C dalam konsentrasi tinggi ternyata ada dalam humor aqueous, lapisan berupa cairan bening di mata. Bahkan, kandungan vitamin C humor aqueous lebih tinggi daripada dalam plasma darah.
Jenis vitamin ini berperan dalam melindungi mata dari kerusakan akibat sinar UV yang menyebabkan stres oksidatif. Padahal, kerusakan oksidatif merupakan faktor utama penyebab katarak.
Sayangnya, konsentrasi vitamin C dalam mata berkurang seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, lansia perempuan disarankan mengonsumsi 75 mg vitamin C per hari sementara lansia pria membutuhkan 90 mg vitamin C per hari untuk kebutuhan nutrisi harian.
Vitamin E
Salah satu jenis vitamin E berupa alpha-tocopherol memiliki sifat antioksidan yang sangat kuat. Zat gizi ini membantu melawan radikal bebas yang merusak jaringan dan protein di seluruh tubuh, termasuk di mata.
Padahal, kerusakan protein pada mata dapat memunculkan area keruh pada lensa berupa katarak. Tidak hanya itu, kekurangan vitamin E yang parah dapat menyebabkan degenerasi retina hingga kebutaan.
Oleh karena itu, lansia perlu vitamin E yang cukup untuk mencegah penyakit mata terkait usia. Bagi lansia perempuan, disarankan untuk mengonsumsi 20 mcg vitamin E per hari. Lalu utnuk lansia laki-laki, vitamin E dengan dosis 15 mcg sudah mencukupi AKG harian.
Zinc untuk Menjaga Fungsi Retina

Zinc atau seng adalah mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menambah imun, metabolisme, hingga menjaga kesehatan mata. Kandungan ini membantu vitamin A menciptakan melanin, pigmen yang dapat melindungi mata.
Selain itu, semua jenis sel saraf di mata mengandung seng dan memicu reaksi biokimia. Proses ini membantu mengendalikan neurotransmiter yang bergerak di antara sel-sel saraf retina mata kita.
Suplemen zinc yang dikonsumsi dengan antioksidan lain juga bermanfaat untuk memperlambat perkembangan AMD. Oleh karena itu, lansia harus menjaga asupan seng untuk membantu mata tetap sehat.
Untuk lansia laki-laki, kelompok ini disarankan mengonsumsi seng sebanyak 11 mg per hari. Sementara itu, seng dapat dikonsumsi dengan dosis 8 mg per hari untuk memenuhi AKG harian.
Eyebost Mengandung Multivitamin dan Mineral

Sekarang, Teman Mata sudah tahu ada lima kandungan vitamin mata yang penting untuk lansia. Karena semuanya sangat penting, lansia disarankan untuk mencukupi semua nutrisi ini tiap harinya.
Berbagai multivitamin dan mineral ini bisa didapatkan lewat sayuran, buah, hingga produk hewani seperti daging, susu, dan telur. Namun, apabila kamu ingin perlindungan ekstra, konsumsi vitamin mata jadi solusinya.
Ngomongin soal vitamin mata, Eyebost mengandung multivitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh lansia. Eyebost terbuat dari bahan alami berkualitas tinggi berupa ekstrak blueberry, marigold, dan wortel.
Ekstrak bilberry mengandung antioksidan yang mampu melindungi mata dari radikal bebas. Selain itu, ekstrak wortel mengandung beta-karoten, zeaxanthin, vitamin E dan C yang baik untuk mata.
Ditambah, ada kandungan lutein dalam marigold yang menjadi sunscreen alami untuk mata kita. Tidak hanya lengkap, Eyebost 100% aman dikonsumsi karena sudah memiliki izin edar BPOM dan sertifikat halal MUI.
Yuk cegah katarak sedini mungkin dengan rutin konsumsi Eyebost!


