Cegah Buram, Ini Vitamin Mata untuk Lansia agar Pandangan Jernih

Memasuki usia lanjut, mata membutuhkan nutrisi ekstra agar penglihatannya terjaga dan tidak cepat kabur. Nah, nutrisi ini bisa Teman Mata dapatkan kalau rutin mengonsumsi vitamin mata untuk lansia.

Di artikel ini, MiBost akan mengulas vitamin mata terbaik untuk lansia yang ampuh menjaga kesehatan retina. Dengan asupan vitamin yang tepat, lansia bisa tetap nyaman beraktivitas harian tanpa terganggu masalah penglihatan.

Yuk, simak pilihan vitamin terbaiknya untuk menjaga kualitas hidup di usia emas!

Kenapa Mata Lansia Lebih Rentan Bermasalah?

Peran Vitamin Mata untuk Lansia

Sama seperti bagian tubuh lainnya, mata kita secara alami juga mengalami penuaan seiring bertambahnya usia. Akibatnya, kesehatan mata dan penglihatan sedikit banyak akan terpengaruh.

Namun, Teman Mata sudah tahu belum, kalau penuaan pada mata ternyata terjadi sebelum memasuki masa lansia? Pada usia pra-lansia, tepatnya 40 tahun, produksi air mata cenderung menurun dan membuat mata kering.

Setelah itu, ketika memasuki masa lansia, protein lensa di mata lebih rentan rusak. Di sisi lain, cairan di tengah mata yaitu vitreous mulai menyusut dan menyebabkan bintik melayang (floaters) muncul lebih banyak.

Tidak hanya itu, lensa mata menjadi kurang fleksibel dan menyebabkan rabun jauh akibat usia (presbiopia). Kondisi ini memang umum terjadi pada lansia dan cenderung tidak berbahaya. Namun, ada beberapa masalah lain yang harus lebih diperhatikan oleh lansia.

Penurunan Fungsi Retina Seiring Usia 

Retina merupakan lapisan sel di bagian belakang bola mata manusia. Bagian ini memiliki peran penting dalam penglihatan kita. Retina mengubah cahaya menjadi sinyal saraf lalu mengirimkannya ke otak lewat saraf optik.

Retina mengandung jutaan sel peka cahaya dan sel saraf yang menerima dan mengatur fungsi visual. Namun, memasuki usia lanjut, sel-sel pada retina secara alami mengalami penurunan fungsi.

Kemampuan sel memperbaiki diri menjadi lebih lambat dan kerja jaringan pada retina sudah tidak lagi efisien seperti ketika muda. Perubahan ini memang normal dan menjadi bagian dari proses penuaan alami.

Salah satu perubahan akibat penurunan fungsi retina terjadi saat melihat dalam kondisi minim cahaya. Lansia biasanya merasa kesulitan melihat di malam hari dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan penglihatan.

Tidak hanya itu, sel yang bertugas mengantarkan nutrisi dan membersihkan sisa metabolisme retina menjadi kurang optimal. Akibatnya, sisa-sisa ini menumpuk dan retina lebih rentan terkena stres oksidatif.

Padahal, stres oksidatif yang terjadi terus menerus dapat merusak sel-sel dalam retina. Akibatnya, mata tidak hanya cepat menua, tetapi juga muncul risiko penyakit mata yang terjadi pada usia tua.

Risiko Katarak, Glaukoma, dan Degenerasi Makula pada Lansia

Setidaknya, ada tiga penyakit mata yang paling umum terjadi pada lansia yaitu katarak, glaukoma, dan degenerasi makula. Ketiga penyakit ini perlu penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis mata agar penglihatan tetap terjaga.

1. Katarak

Katarak adalah kekeruhan lensa mata yang terjadi akibat protein yang rusak dan membentuk bercak-bercak. Seiring berjalannya waktu, bercak ini bisa membesar hingga membuat penglihatan penderitanya kabur.

Penyakit ini sangat umum terjadi pada orang di atas usia 65 tahun dan tidak menimbulkan komplikasi. Beberapa gejala katarak yang sering dirasakan adalah warna terlihat pudar, sensitif dengan cahaya, kesulitan melihat di malam hari, hingga penglihatan ganda.

Meskipun tidak dapat menyebabkan komplikasi, namun katarak hanya dapat disembuhkan melalui operasi. Nantinya, dokter akan mengangkat lensa yang sudah keruh dan menggantinya dengan lensa buatan agar pasien dapat melihat dengan jelas lagi.

2. Glaukoma

Glaukoma merupakan penyakit yang menyebabkan penumpukan tekanan di dalam bola mata. Apabila dibiarkan terus menerus, kondisi ini dapat merusak mata dan memicu kehilangan penglihatan permanen.

Sayangnya, penyakit ini bersifat progresif atau berkembang secara bertahap hingga benar-benar memburuk. Selain itu, pada tahap awal, glaukoma tidak menimbulkan gejala sampai kondisinya sudah cukup parah.

Glaukoma adalah penyebab kebutaan terbesar kedua di dunia dan di Indonesia, 4-5 orang dari 1.000 orang menderita glaukoma. Oleh karena itu, lansia harus waspada dengan penyakit mata yang satu ini.

3. Degenerasi Makula Terkait Usia

Degenerasi makula terkait usia (AMD) adalah penyakit mata kronis akibat kerusakan pada bagian tengah retina atau makula. Masalah ini memengaruhi penglihatan sentral dan membuat penderitanya kesulitan melihat benda yang ada tepat di depannya.

Mirip seperti glaukoma, AMD termasuk penyakit progresif dan memburuk seiring bertambahnya usia. Ditambah, penyakit ini tidak menunjukkan gejala hingga kondisinya sudah semakin parah.

Kondisi ini adalah penyebab utama kehilangan penglihatan permanen pada orang di atas usia 50 tahun. Untuk mengobatinya, AMD tipe kering dapat mengandalkan suplemen sementara pasien AMD basah dianjurkan mengonsumsi obat-obatan.

Peran Vitamin Mata untuk Lansia

Mata Lansia Lebih Rentan Bermasalah

Untuk mencegah penurunan fungsi mata dan penglihatan, ada berbagai cara yang bisa dilakukan. Lansia bisa memulai untuk menjaga kesehatan mata dengan mengelola kadar gula darah dan tekanan darah, menggunakan kacamata hitam, dan berhenti merokok.

Namun, ada satu hal penting dan sering dilupakan yaitu mengonsumsi makanan bergizi. Untuk lansia, mengonsumsi makanan kaya vitamin (A, C, E), lutein, zeaxanthin, zinc, dan omega-3 perlu dilakukan untuk mencegah penyakit mata terkait usia.

Nutrisi untuk Mata yang Dibutuhkan Lansia

Vitamin A berperan untuk membantu tubuh dalam membuat rhodopsin, pigmen khusus di retina yang peka terhadap cahaya. Bagi lansia, nutrisi ini dapat menjaga kesehatan retina dan mencegah AMD.

Sementara itu, vitamin C dan E memiliki sifat antioksidan yang sangat kuat. Keduanya telah teruji dalam studi AREDS untuk mengurangi risiko perkembangan AMD dan menurunkan risiko katarak.

Untuk lutein dan zeaxanthin, keduanya merupakan pigmen yang secara alami ada di retina mata manusia. Dua antioksidan ini berfungsi untuk melindungi mata dari radikal bebas sekaligus menyaring cahaya biru (blue light) yang berbahaya.

Lalu lansia juga membutuhkan zinc dan antioksidan lain untuk memperlambat AMD. Tidak hanya itu, mineral ini berguna untuk mengangkut vitamin A dari hati ke mata untuk menghasilkan melanin, pigmen yang melindungi mata dari kerusakan sinar matahari.

Selain vitamin dan mineral, lansia memerlukan asam lemak omega-3 untuk membantu produksi air mata dan mencegah mata kering. Apabila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, omega-3 mampu membantu melindungi dan menjaga kesehatan retina.

Suplemen Mata untuk Jaga Kesehatan Mata Lansia

Nah, sekarang Teman Mata sudah tahu kalau lansia butuh banyak nutrisi yang seimbang agar mata tetap sehat. Sayangnya, terkadang tidak semua nutrisi bisa kita penuhi kebutuhannya setiap hari.

Padahal, lansia sangat membutuhkan tujuh zat gizi ini agar mata tetap sehat dan penglihatan terjaga. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, mendukung fungsi visual, dan melindungi mata dari risiko penyakit mata tua, lansia membutuhkan vitamin mata.

Lalu, vitamin mata seperti apa yang dibutuhkan oleh lansia? Seperti penjelasan MiBost sebelumnya, lansia membutuhkan suplemen yang mengandung multivitamin, mineral, dan antioksidan.

Berbagai zat gizi ini sebaiknya ada dalam produk vitamin yang akan dikonsumsi lansia. Pastikan juga kandungan nutrisi yang ada dalam suplemen dapat memenuhi kebutuhan gizi bagi lansia.

Eyebost Essential Pro, Vitamin Mata Terbaik untuk Lansia

Eyebost Essential Pro, Vitamin Mata Terbaik untuk Lansia

Soal rekomendasi, Eyebost Essential Pro adalah vitamin mata terbaik untuk lansia. Suplemen ini terbuat dari tiga bahan alami (ekstrak bilberry, wortel, dan marigold) yang mengandung vitamin (A, C, E), lutein, dan zeaxanthin.

Kelima nutrisi ini sangat dibutuhkan oleh lansia untuk menunjang kesehatan mata dan membantu melindungi mata dari risiko penyakit usia tua. Apalagi, Eyebost dilengkapi dengan antioksidan alami yang baik untuk mendukung kesehatan retina dan lensa mata.

Soal keamanannya, Teman Mata nggak perlu khawatir. Semua produk dari Eyebost sudah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikat halal Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ditambah, Eyebost Essential Pro dikemas dalam kapsul dengan dosis yang lebih tinggi sehingga efektivitasnya juga lebih tinggi. Apalagi, vitamin mata kapsul ini sangat praktis dan bisa dibawa kemanapun Teman Mata pergi.

Untuk aturan konsumsinya sangat mudah. Eyebost Essential Pro dapat diminum 3 kali sehari sebanyak 1 kapsul sesudah makan. Jika mata sudah membaik namun tetap ingin sehat, kamu juga bisa menurunkan dosisnya menjadi 2 kali sehari sebanyak 1 kapsul di pagi dan malam sebelum tidur.

Bagi lansia dengan diabetes, Eyebost Essential Pro aman dikonsumsi karena tidak mengandung pemanis tambahan. Cara konsumsinya juga mudah, cukup diminum 1 jam setelah obat lain, mata akan tetap sehat di usia senja.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Assistant Avatar
CS Anggie
Online
Halo! 👋 Aku Mibost. Ada yang bisa saya bantu tentang vitamin mata Eyebost?

Silakan isi data diri untuk memulai konsultasi dengan AI Chatbot kami:

Scroll to Top