6+ Penyebab Selulitis Orbita, Infeksi Serius pada Orbit Mata

Tahukah kalian bahwa mata merupakan organ tubuh yang memiliki bentuk bak bola pingpong?

Bola mata kemudian ditempatkan di sebuah tempat bernama orbit yang mana orbit merupakan bagian dari tengkorak yang berbentuk cekung ke dalam dan pembuluh darah, jaringan lemak, kelenjar air mata, serta otot dan saraf mata.

Bisa dikatakan bahwa orbit adalah tempat bola mata bersarang. Sayangnya, bagian mata yang satu ini juga dapat mengalami gangguan seperti bagian mata yang lain.

Adapun salah satu gangguan pada orbit mata bernama selulitis orbita atau orbital celullitis.

Selulitis orbita adalah infeksi serius yang menjangkit bagian orbit mata. Meskipun gangguan mata yang satu ini dapat menjangkit orang di segala usia, namun perlu diketahui bahwa selulitis orbita lebih banyak menyerang anak-anak.

Nah, sebagai orangtua, moms and dads harus mengetahuinya nih, supaya kesehatan mata anak selalu terjaga. Untuk tahu kelanjutannya, simak terus ulasan berikut, ya!

Apa Itu Selulitis Orbita?

Mata memegang peran penting dalam proses penyerapan visual, terutama pada anak-anak. Baik di sekolah maupun di rumah, anak-anak akan menyerap segala bentuk infromasi secara optimal, salah satunya berkat fungsi mata yang baik. Namun, kesehatan mata anak terancam oleh gangguan mata seperti orbital cellulitis.

Cari Tahu Juga: Penyebab Dan Cara Mengatasi Mata Perih, Penting!

Selulitis orbita adalah suatu kondisi di mana bagian orbita mata mengalami infeksi serius yang melibatkan otot dan lemak yang berada di dalam orbit, dan infeksi yang terjadi sama sekali tidak melibatkan bola mata (eyeball).  Kondisi ini seringkali disebut juga dan selulitis postseptal.

Agaknya para orangtua harus wasapada sebab gangguan mata ini banyak terjadi pada anak-anak, meskipun remaja, orang dewasa, hingga orang berusia lanjut dapat terkenaa infeksi orbit juga.

Dikategorikan sebagai infeksi serius, selulitis orbita harus segera ditangani sebab apabila dibiarkan begitu saja dapat mengancam nyawa dan kebutaan.

Penyebab Selulitis Orbita

Dalam menganalisis suatu penyakit, mengetahui penyebabnya menjadi suatu hal yang sangat penting sebab dapat menentukan pengobatan yang tepat, begitu juga dengan selulitis orbita. Infeksi serius yang terjadi pada bagian orbit mata umumnya terjadi akibat infeksi bakteri.

Menurut American National Institutes of Health, kebanyakan kasus selulitis orbita disebabkan akibat infeksi bakteri akibat rhinosinusitis atau peradangan hidung dan sinus.

Namun, dalam sebuah studi berjudul Periorbital Cellulitis in Paediatric Emergency Meicine Department Patients disebutkan bahwa penyebab lainnya adalah:

1. Infeksi gigi, bagian dalam telinga, atau wajah

Infeksi merupakan suatu kondisi di mana bakteri masuk dan tumbuh pada suatu bagian tubuh. Hal ini akan mengakibatkan matinya jaringan pada bagian tubuh yang terinfeksi. Adapun beberapa bagian tubuh yang dapat mengalami infeksi seperi gigi, telinga, dan wajah.

Perlu diketahui bahwa apabila infeksi tersebut tidak segera ditangani dengan baik, maka bakteri penyebab infeksi tersebut dapat menyebar dan menginfeksi orbit mata atau yang disebut dengan orbital cellulitis.

2. Dacryocystitis

Dacryocystitis merupakan inflamasi atau peradangan yang terjadi pada kantung lakrimal yang menuju ke kelenjar air mata. Apabila sistem air mata lancar, maka seharusnya air mata mengalir menuju kelenjar dan melalui saluran hidung.

Namun, dacryocystitis terjadi saat saluran tersebut tersumbat dan mengakibatkan cairan tersebut menggenang dan menyebabkan terjadinya infeksi. Sayangnya, infeksi tersebut dapat mengakibatkan infeksi pada selulitis orbita.

3. Luka atau trauma pada orbit mata

Selain penyebaran bakteri akibat infeksi pada bagian tubuh tertentu, infeksi yang menyebabkan selulutis orbita juga diakibatkan oleh infeksi bakteri atau virus akibat adanya luka atau trauma pada bagian orbit mata.

Apabila terjadi luka atau trauma khususnya pada bagian orbit mata, sebaiknya konsultasilah ke dokter supaya dapat segera diberi penanganan apabila membutuhkan dan menghindari terjadinya infeksi serius seperti orbital cellulitis.

4. Operasi mata

Pada dasarnya, operasi mata dilakukan untuk menangani suatu gangguan mata. Akan tetapi, tidak jarang bahwa operasi mata dapat menimbulkan komplikasi yang cukup serius seperti yang terjadi pada selulitis orbita (infeksi serius pada orbit mata). Terdapat beberapa jenis operasi mata yang memungkinkan terjadinya selulutis orbita, seperti:

  • Operasi strabismus atau mata juling
  • Blepharoplasty (operasi untuk menghilangkan kulit kendur pada kelopak mata)
  • Radial keratotomy (operasi untuk mengoreksi kelainan mata minus atau miopi)
  • Operasi retina

5. Peribulbar anaesthesia

Peribulbar anaesthesia adalah suatu prosedur yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat anestesi ke dalam orbit di sekitar bola mata. Biasanya, prosedur ini dilakukan sebelum melakukan operasi mata seperti pada operasi katarak.

Pada kasus ini, anestesi peribulbar dapat mengalami efek samping atau komplikasi berupa terjadinya infeksi pada bagian orbit mata seperti pada selulitis orbita.

6. Mukokel yang terinfeksi

Mucocele atau mukokel adalah benjolan berisi cairan yang muncul pada bibir bagian dalam. Terdapat berbagai penyebab mukokel antara lain seperti robekan kelenjar ludah, pemasangan piercing atau tindik, atau kebiasaan menggigit bibir.

Pada umumnya, mukokel akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari, namun benjolan tersebut juga dapat bertambah parah apabila terinfeksi bakteri. Sekalinya mukokel mengalami infeksi, bukan tidak mungkin bahwa bakteri tersebut akan menginfeksi bagian tubuh yang lain seperti pada selulitis orbita.

7. Imunodefisiensi

Imunodefisiensi adalah suatu kondisi ketika salah satu atau kedua sel darah putih bernama limfosit T atau B mengalami gangguan dan menyebabkan tubuh tidak mampu memproduksi antibodi yang cukup, sehingga tubuh rentan terkena infeksi akibat bakteri, virus, jamur, dan lain sebagainya.

Oleh karenanya, terjadinya imunodefisiensi sangat memungkinkan seseorang terkena selulitis orbita atau infeksi serius pada orbit mata. Hal ini diakibatkan karena tubuh tidak mampu menghalau bakteri yang masuk dan menginfeksi mata.

Gejala Selulitis Orbita

Meskipun kasus selulitis orbita lebih banyak menyerang anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan bahwa para remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia dapat terserang penyakit mata yang satu ini. Oleh karenanya, penting bagi kita semua untuk mengetahui gejala yang ditimbulkan.

Dengan mengetahui gejalanya, kita dapat segera melakukan pengobatan guna mencegah penyakit tersebut bertambah parah bahkan menyebabkan kebutaan. Dilansir dari laman Healthline, adapun beberapa gejala selulitis orbita, di antaranya adalah:

  • Proptosis (mata menonjol dari lubang atau orbit mata)
  • Nyeri di sekitar mata
  • Nyeri hidung
  • Bengkak di area mata
  • Peradangan dan kemerahan pada mata
  • Sulit untuk membuka mata
  • Nyeri saat menggerakkan mata
  • Penglihatan kabur
  • Penglihatan terganggu
  • Keluarnya cairan dari mata atau hidung
  • Demam
  • Sakit kepala

Cara Mengobati Selulitis Orbita

Selulitis orbita merupakan infeksi serius yang dapat mengancam nyawa penderitanya. Gangguan mata ini harus segera dilakukan pengobatan oleh ahli medis supaya infeksi tidak bertambah parah dan menghindari risiko terjadinya kehilangan penglihatan atau kebutaan.

Pada saat proses penanganan, ada beberapa cara untuk mengobati gangguan mata orbital cellulitis yang mungkin akan dilakukan oleh dokter spesialis mata, antara lain seperti:

1. Antibiotik

Orbital cellulitis merupakan infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri. Oleh sebab itu, pemberian antibiotik dilakukan untuk menghentikan terjadinya infeksi bakteri penyebab selulitis orbital. Biasanya, antibiotik intravenous (IV) diberikan sesaat setelah terdiagnosis.

Apakah itu antibiotik intravenous? Jadi, intravenous antibiotik adalah antibiotik yang diberikan langsung ke dalam pembuluh darah (vein) dengan menggunakan suntikan atau infus. Apabila antibiotik tidak menunjukkan perubahan, dokter mungkin akan mengubah prosedur pengobatan.

2. Operasi

Operasi untuk menangani selulitis orbita dilakukan apabila pemberian antibiotik tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Operasi bertujuan untuk menghentika perkembangan infeksi dengan cara mengalirkan cairan yang tersumbat dari sinus atau rongga mata yang terinfeksi.

Selain itu, prosedur ini juga bertujuan untuk membedah abses (penumpukan cairan atau nanah). Di samping itu, prosedur pembedahan atau operasi mungkin akan lebih dibutuhkan oleh orang dewasa daripada anak-anak.

Gangguan mata ini termasuk ke dalam infeksi serius yang harus segera dilakukan penanganan. Selain itu, pencegahan juga harus dilakukan agar mata senantiasa sehat dan terhindar dari ancaman selulitis orbita. Adapun beberapa cara yang dapat kita lakukan, salah satunya adalah mengonsumsi vitamin mata.

Tahukah kalian apa fungsi vitamin mata? Seperti halnya pada Eyebost, vitamin mata berfungsi untuk menjaga penglihatan tetap sehat, jernih, tajam, fokus, dan terhindar dari berbagai penyakit mata, sebab vitamin mata Eyebost mengandung berbagai bahan yang sangat baik untuk mata seperti ekstrak wortel, bilberry, bunga marigold, dan madu asli.

Selain itu, vitamin mata Eyebost sangat aman dikonsumsi oleh segala usia mulai dari anak-anak (di atas usia 2 tahun), remaja, dewasa, hingga lansia. Ingin mata selalu sehat? Jangan lupa rutin mengonsumsi Eyebost, ya! Ingat mata, ingat Eyebost!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Anggie
Online
|
//
Konsultasi