Kesehatan

5 Tahap Perkembangan Trakoma Menurut WHO yang Kamu Harus Tahu!

/

by Shaffi Kareem


Agaknya, infeksi mata merupakan hal yang umum terjadi di masyarakat kita. Hal ini dikarenakan saking banyaknya kasua terjadinya infeksi mata yang dipicu oleh bebagai faktor seperti polusi, sinar biru akibat gadget, atau bahkan kebiasaan yang mengganggu kesehatan mata.

Di samping itu, banyak juga kasus infeksi mata yang disebabkan oleh infektan oleh berbagai jenis mikroorganisme seperti jamur, virus, dan bakteri.

Salah satu contoh infeksi akibat bakteri adalah trakoma. Pernahkah kalian mendengar tentang trakoma?

Jadi, gangguan mata trakoma adalah gangguan mata yang terjadi akibat infeksi bakeri. Gangguan mata yang satu ini tergolong menular sehingga kita harus meningkatkan kesadaran kita akan kesehatan mata.

Untuk tahu selengkapnya perihal trakoma, simak terus ulasan berikut, ya!

Apa Itu Trakoma?

Trachoma atau trakoma adalah suatu infeksi yang terjadi akibat infeksi bakteri bernama Chlamydia trachomatis. Bakteri Chlamydia trachomatis berkembang pada area yang memiliki sistem sanitasi dan air minum yang aman.

Selain itu, trakoma masuk ke dalam penyakit menular dan sangat mudah ditularkan melalui kontak fisik seperti jari melalui handuk dan baju bersama, atau bagian tubuh yang lain seperti mata, kelopak mata, hidung, atau cairan sekresi penderitanya.

Meskipun dapat dicegah, gangguan mata ini sangat berisiko mengakibatkan kehilangan penglihatan atau kebutaaan terutama apabila kondisi ini dibiarkan tanpa ada penanganan yang tepat.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, setidaknya sebanyak 1,9 juta orang di dunia mengalami kebutaan akibat trakoma.

Penyebab Trakoma

Di dunia ini, ada banyak sekali jenis gangguan mata yang memiliki beragam penyebab. Salah satu penyebab yang paling umum adalah infeksi bakteri seperti halnya yang terjadi pada trakoma.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa trakoma merupakan gangguan mata yang disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Chlamydia trachomatis.

Generally, bakteri tersebut menyebar melalui kontak langsung dengan cairan sektresi dari mata atau hidung oleh penderitanya.

Selain itu, bakteri Chlamydia trachomatis menular juga tangan, baju, handuk, dan serangga yang hinggap dan membawa bakteri dari penderitanya seperti lalat.

Selain trakoma, bakteri yang sama juga dapat menyebabkan penyakit menular seksual chlamydia yang menular melalui proses senggama, penggunaan kondom yang tidak higienis, dan lain sebagainya.

Pahami Juga: Penyebab Selulitas Orbita, Infeksi Serius pada Orbit Mata

Penyakit ini harus segera ditangani oleh ahli medis untuk menghindari risiko terjadinya komplikasi.

Gejala Trakoma

Traoma dapat meyerang salah satu atau kedua mata sekaligus. Meskipun proses perkembagan infeksi belangsung lama, namun sangat penting bagi kita untuk mengetahui gejalanya guna mengcegah terjadinya gangguan mata tersebut.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, adapun beberapa gejalanya di anatara lain seperti:

  • Mata gatal ringan
  • Iritasi mata dan kelopak mata
  • Keluarnya cairan eksudat mata seperti belek atau nanah
  • Bengkak pada kelopak mata
  • Sensitif terhadap cahaya atau fotofobia
  • Nyeri pada mata
  • Mata merah
  • Kehilangan penglihatan, pada kasus trakoma akut

Tahap Perkembangan Trakoma

Selain mengetahui gejalanya, kita juga harus mengetahui tahap atau stages pada trakoma ang mengacu pada perkembangan penyakit tersebu.

World Health Organization (WHO) telah mendentifikasi sebanyak lima tahap perkembangan trakoma, seperti:

1. Peradangan follicular

Pada tahap awal trakoma, terjadilah peradangan follicular yang ditandai dengan adanya lima folikel atau  lebih. Tahukah kalian apa itu folikel?

Jadi, folikel adalah benjolan atau kantung kecil yang mengandung limfosit atau suatu jenis sel darah putih.

Folikel-folikel tersebut berada pada bagian dalam permukaan kelopak mata atas atau konjungtiva yang dapat dilihat dengan jelas melalui proses pembesaran oleh alat khusus.

2. Peradangan intens

Tahap kedua trakoma adalah adanya peradangan yang sudah mulai terjadi secara intens. Setelah adanya folikel atau kantung berisi cairan, mata kita mengalami iritasi dan menjadi sangat menular karena bakteri sudah berkembang.

Selain menularkan bakteri, kondisi fisik mata kita juga agak berubah dengan mengalami gejala seperti kelopak mata yang bengkak dan cenderung agak keras.

3. Jaringan parut pada kelopak mata

Tahap trakoma yang ketiga adalah munculnya jaringan parut pada kelopak mata. Kendati demikian, tahapan ini terjadi karena infeksi yang terjadi secara berulang sehingga memicu munculnya jaringan parut pada kelopak mata bagian dalam.

Luka atau jaringan parut tersebut ditandai dengan garis-garis putih yang akan nampak dengan bantuan lensa pembesar.

Di samping itu, luka tersebut berisiko mengakibatkan mata mengalami entropion atau kelopak mata terbalik atau masuk ke dalam mata.

4. Bulu mata tumbuh ke dalam

Adapun tahap trakoma yang keempat adalah tumbuhnya bulu mata ke bagian dalam. Kondisi ini disebut juga dengan trichiasis yang diakibatkan oleh adanya luka pada kelopak mata secara terus menerus sehingga kelopak mata megalami perubahan bentuk dan membuat bulu mata tumbuh ke dalam.

Kondisi ini tentu akan mengakibatkan rasa tidak nyaman pada mata karena bulu mata akan bergesekan dan melukai permukaan terluar mata yang berwarna trasparan atau yang disebut juga dengan kornea mata.

5. Kornea buram

Kornea merupakan bagian mata terluar yang berwarna transparan yang berfungsi sebagai tempat masuknya cahaya serta selanjutnya meneruskan ke bagian dalam mata. Kendatipun, kornea mata sangat berisiko terkena infeksi karena posisinya yang berada di area terluar mata.

Pada tahap akhir trakoma, kornea mengalami peradangan yang dapat terlihat pada kelopak mata bagian atas. Adanya jaringan parut dan bulu mata yang melukai kornea, akan menyebabkan kornea menjadi buram sehingga fungsi penglihatan terganggu.

Apakah Trakoma Dapat Disembuhkan?

Kabar baiknya adalah trakoma dapat disembuhkan apabila gangguan mata tersebut segera ditangani sesaat setelah diagnosis dokter dikeluarkan.

Perlu kita ketahui bersama bahwa kasus ini merupakan salah satu concerns WHO karena banyaknya kasus trakoma di dunia dan menyebabkan kebutaan.

Pada tahun 2021, setidaknya 136 juta orang hidup di daerah endemik trakoma dan berisiko mengalami kebutaan akibat trakoma.

Oleh karenanya, WHO mengeluarkan strategi kesehatan masyarakat yang dinamai dengan strategi SAFE. Apa itu SAFE? Kita coba kupas bersama, ya!

  • Surgery

Operasi dilakukan untuk menangani tahap lanjutan pada trakoma seperti trichiasis yang akan menghentikan gesekan bulu mata terhadap permukaan mata atau kornea sehingga risiko berkembangnya risiko kebutaan.

  • Antibiotis

Pemberian antibiotik bertujuan untuk menghentikan infeksi yang berkembang secara aktif. Misalnya, antibiotik Zithromax yang digunakan pada program trachoma. Pemberian obat ini secara masal akan tetap dilakukan hingga tingkat trachoma turun pada tingkat yang direkomendasikan oleh WHO.

  • Facial cleanliness

Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan wajah untuk mencegah bakteri masuk dan menginfeksi mata, terutama anak-anak. Mereka sering menyentuh area mata tanpa mencuci tangan sehingga kita perlu saling mengingatkan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum menyentuh area mata.

  • Environmental improvements

Perbaikan lingkungan harus dilakukan untuk mendukung sanitasi dan air bersih yang layak dan memenuhi standard, sebab lingkungan yang tidak higienis akan mengundang serangga seperti lalat.

Selain itu, sebaiknya pisahkan antara tempat tinggal manusia dan hewan untuk memastikan kebersihan lingkungan.

Tidak heran apabila WHO sangat fokus pada kasus trachoma, ya. Ternyata risiko yang dihadapi bukan main-main yaitu kehilangan penglihatan atau kebutaan.

Oleh karenanya, kita harus senantiasa menjaga kesehatan mata dengan menerapkan pola hidup sehat, baik dari makanan, minuman, penggunaan gadget yang bijak, dan olahraga.

Selain itu, usaha menjaga kesehatan mata juga dapat dibarengi dengan pengonsumsian vitamin mata seperti Eyebost.

Terbuat dari bahan pilihan yang kaya akan betakaroten, antioksidan, senyawa lutein, vitamin A dan C, tidak heran apabila Eyebost menjadi satu paket komplit menuju mata yang lebih sehat.

Bukan sembarang bahan, Eyebost diracik dari ekstrak wortel, bilberry, bunga marigold, madu asli, serta diperkaya dengan flavour blueberry yang disukai anak-anak.

Apalagi zaman serba digital seperti sekarang, memelihara kesehatan mata menjadi sebuah keharusan. Ingat mata, ingat Eyebost!


Share on:

ISFJ type of human.

Tinggalkan komentar

logo eyebost

Eyebost adalah vitamin mata alami yang diracik menggunakan bahan pilihan terbaik, eyebost membuat mata jadi jernih.

Kontak Kami

eyebostofficial@gmail.com

+6281327850411

Jl. Raya Mayjen Sungkono No.KM 5, Dusun 1, Blater, Kec. Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53371

Jam Pelayanan

Senin – Jum'at: 08.00 am – 16.00 pm

Sabtu: 08.00 am – 14.00 pm

Minggu: Slow Respon

Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Kamel
Online
|
//
Konsultasi