Kesehatan

5+ Penyebab Mata Bayi Berair, Ibu dan Ayah Wajib Tahu!

/

by Shaffi Kareem


Mata merupakan salah satu dari five senses yang berfungsi sebagai organ tunggal dalam penglihatan. Di samping itu, mata menunjang pengetahuan seseorang sebab mata adalah pintu masukya infromasi secara visual. Sayangnya, mata sangat rentan terhadap iritasi atau inflamasi.

Berbagai partikel, debu, serta mikroorganisme mengancam mata setiap waktu. Oleh karenanya, kejadian mata iritasi merupakan hal yang wajar terjadi pada siapapun, tidak terkecuali bayi. Pada beberapa kasus, ditemukan bayi dengan masalah mata. salah satunya adalah mata bayi berair.

Faktanya, mata bayi berair merupakan sebuah tanda yang diberikan sebagai respon tubuh bahwa terjadi peradangan pada mata bayi. Karena bayi tidak dapat mengkomunikasikan rasa tidak nyaman yang dia rasakan, maka para ibu dan ayah harus mengetahui gejala, penyebab, dan cara mengatasi mata bayi berair. Mari kita ulas bersama!

Mata Bayi Berair

Mata bayi berair adalah suatu kondisi dimana salah satu atau kedua mata bayi memproduksi cairan lebih banyak dari biasanya. Hal ini menjadi salah satu sign atau tanda bahwa mata bayi mengalami peradangan, infeksi, atau kondisi medis lainnya.

dr. Sutjipto, Sp.M(K) mengatakan bahwa mata bayi berair harus segera diatasi dengan cara mencari tau penyebab terjadinya mata berair, sebab ada dua kemungkinan yang menjadi penyebab mata bayi berair yaitu terhambatnya saluran air mata dan produksi cairan mata berlebih.

Nahasnya, kedua penyebab tersebut seringklai mengacu pada berbagai gangguan mata yang mengancam kesehatan mata bayi. Oleh karenanya, para orangtua harus meningkatkan awareness tentang kesehatan mata bayi serta penyakit mata yang terjadi. Salah satunya adalah mata bayi berair.

Gejala Mata Bayi Berair

Gangguan mata pada bayi menjadi kecemasan tersendiri bagi para orangtua. Pasalnya, bayi belum dapat menyampaikan dengan baik perihal rasa sakit yang timbul pada matanya sebab satu-satunya hal yang dapat dia lakukan adalah menangis.

Kendati demikian, sebagai orangtua, ibu dan ayah harus belajar untuk memahami berbagai hal yang mungkin dapat mengganggu kesehatan bayi. Mata bayi berair salah satunya. Namun, mata bayi berair memiki berbagai gejala yang akan membantu orangtua memahami bayi mereka. Adapun beberapa mata bayi berair yang mungkin muncul, di antaranya adalah:

  • Produksi air mata berlebih
  • Mata mengeluarkan mucus atau belek
  • Mata agak kemerahan
  • Kepekaan terhadap cahaya meningkat
  • Peradangan pada kelopak mata (pada beberapa kasus)

Penyebab Mata Bayi Berair

Air mata yang keluar dari mata merupakan hal yang wajar terjadi pada semua manusia, tidak terkecuali pada bayi. Apabila merasa tidak nyaman seperti lapar, buang air besar dan kecil, serta sakit pada bagian tubuhnya, bayi akan menangis.

Kendati demikian, air mata yang keluar dari mata bayi secara berlebihan tanpa disertai dengan tangisan, menjadi sebuah gejala adanya gangguan mata pada bayi. Bagaimana pun, terdapat enam penyebab terjadinya mata bayi berair menurut kesehatan, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Penyumbatan nasolacrimal duct

Pada dasarnya, mata dilumasi oleh cairan mata setiap kali kita berkedip agar kita mudah untuk membuka dan menutup mata. Kemudian, cairan mata akan dikeluarkan lagi menuju saluran pernapasan melalui beberapa bagian, nasolacrimal duct.

Nasolacrimal duct atau yang biasa disebut juga dengan tear duct merupakan saluran yang berfungsi untuk membawa air mata dari kantung air mata menuju ke saluran pernapasan. Sayangnya, pada beberapa kasus, terjadi penyumbatan saluran air mata atau nasolacrimal duct.

Terjadinya penyumbatan tersebut membuat air mata yang seharusnya dialirkan ke rongga pernapasan atau nasal cavity akan terhambat sehingga air mata terjebak dan membuat mata berair. Di samping itu, penyumbatan nasolacrimal duct dapat terjadi pada bayi. Hal inilah yang membuat mata bayi berair disertai dengan belek atau mucus.

2. Penyumbatan puncta

Puncta adalah dua lubang kecil yang berada di mata bagian dalam (atas dan bawah) yang berfungsi untuk memengeluarkan air mata menuju kantung air mata, saluran air mata, serta rongga pernapasan. Akan tetapi, puncta dapat mengalami beberapa masalah salah satunya adalah penyumbatan yang turut mengancam kesehatan mata bayi.

Puncta yang tesumbat membuat air mata terjebak di dalam mata dan membuat mata bayi berair. Sekilas, penyumbatan puncta mirip dengan penyumbatan saluran air mata, namun yang membedakan adalah penyumbatan jenis ini tidak disertai dengan produksi mucus berlebih.

3. Glaukoma kongenital

Glaukoma adalah gangguan mata yang terjadi akibat adanya tekanan pada bola mata sehingga memimbulkan kerusakan pada saraf mata. Penyakit glaukoma tidak dapat disembuhkan bahkan dengan operasi sekalipun.

Terdapat dua jenis glaukoma, yaitu glaukoma yang diperoleh (acquired) dan glaukoma kongenital atau bawaan. Glaukoma yang diperoleh biasanya terjadi seiring bertambanya usia, sedangkan glaukoma kongenital merupakan glaukoma yang diperoleh sejak ia dilahirkan., contohnya pada bayi.

Glaukoma kongenital pada bayi biasanya diperoleh karena faktor keturunan. Selain memeriksa riwayat kesehatan keluarga, ibu dan ayah juga bisa memperhatikan gejala-gejala yang ditimbulkan antara lain seperti kepekaan terhadap cahaya meningkat, kornea buram, kornea kusan, serta maya bayi berair.

4. Bacterial keratitis

Bacterial keraititis adalah infeksi pada kornea mata (selaput terluar mata berwarna bening) yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit mata ini cukup serius, bahkan pada beberapa kasus acterial keratitis  menyebabkan kehilanga penglihatan atau kebutaan.

Pada orang dewasa, penyakit mata keratitis oleh baktri mungkin disebabkan oleh pengunaan lensa kontak yang kurang higienis. Akan tetapi, bacterial keratitis dapat juga diderita oleh bayi. Salah satu gejalanya adalah mata bayi berair.

5. Trichiasis

Bulu mata merupakan bagian mata yang sangat penting bagi bayi yang berfungsi untuk menghalangi masuknya keringat, air, debu, serta partikel yang mengancam kesehatan mata. Kendati demikian, bulu mata dapat menyebabkan gangguan pada mata bayi, yaitu trichiasis.

Apa itu trichiasis? Trichiasis adalah tumbuhnya bulu mata secara abnormal. Pada keadaan normal, bulu mata tumbuh keluar menghindari bola mata, sedangkan pada trichiasis, bulu mata tumbuh menuju ke dalam mata sehingga terjadi gesekan antara bulu mata dan bola mata.

Hal tersebut tentu menimbulkan ketidaknyamanan pada mata bayi, antara lain seperti mata bayi berair, nyeri pada mata, produksi lendir mata atau mucus secara berlebihan, serta mnghindari apabila terkena cahaya. Untuk itu, ibu dan ayah perlu melakukan pemeriksaan mata secara mandiri di rumah secara berkala.

6. Alergi

Reaksi terhadap alergi merupakan salah satu penyebab maya bayi berair. Terkadang, bayi menunjukkan reaksi alergi terhadap beberapa hal di sekitarnya, antara lain seperti serbuk sari (mayoritas pada musim semi) atau bulu hewan peliharaan.

Gejala yang muncul pun beragam, seperti mata bayi berair, gatal-gatal pada kulit, bengkak pada wajah, dan demam. Apabila muncul gejala seperti di atas, sebaiknya ibu dan ayah membawa adik bayi ke dokter guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut serta pengobatan yang mungkin dilakukan untuk menyembuhkannya.

Cara Mengatasi Mata Bayi Berair

Mata bayi berair mengakibatkan ketidaknyamanan pada mata bayi. Hal tesebut dapat membuat bayi terus menerus menangis sebab hanya cara itulah yang dapat ia lakukan untuk menyampakan rasa tidak nyaman yang ia rasakan kepada ibu dan ayahnya.

Gangguan mata bayi berair merupakan suatu tanda bahwa ada gangguan pada mata. Sehingga, untuk mengatasi hal tersebut, kita harus tahu apa penyebab mata bayi berair. Setelah itu, barulah kita memikirkan perihal cara mengatasinya. Adapun cara mengatasi mata bayi berair antara lain seperti:

  • Lakukan pijatan lembut pada sudut bola mata menuju ke pangkal hidung

Pemijatan ini bertujuan untuk melancarkan saluran air mata yang tersumbat. Untuk hasil yang maksimal, lakukan pemijatan sebanyak 4x dalam sehari.

  • Pemberian salep atau tetes mata

Salah satu penyebab maya bayi berair atau watery eyes in babies adalah infeksi bakteri. Oleh karenanya, diperlukanteatment berupa pemberian obat tetes mata atau salep yang mengandung anti-bakteri.

  • Obat-batan

Obat yang dikonsumsi melalui mulut merupakan salah satu cara mengatasi mata bayi berair. Obat oral yang mengandung antibiotik dapat menyembuhkan adanya infeksi sistem pernapasan.

  • Pemberian antihistamine

Salah satu penyebab mata bayi berair adalah alergi yang menimbulkan rasa tidak nyaman seperti mata bayi berair, pilek, bersin, dan lain sebagainya. Dokter anak mungkin akan merekomendasikan untuk pemberian antihistamine yang biasanya digunakan untuk menyembuhkan reaksi alergi.

Mata bayi berair merupakan hal yang wajar terjadi. Meskipun demikian, mata bayi berair tidak boleh disepelekan sebab apabila dibiarkan akan mengakibatkan gangguan mata yang lebih parah, bahkan dapat berisiko kehilangan penglihatan atau kebutaan.

Oleh karenanya, mata bayi harus selalu diperlihara, dibersihkan, serta diperiksa secara rutin guna menghindari gangguan mata. Di samping itu, ibu dan ayah sebagai orangtua juga harus turut mmelihara kesehatan mata sebab jika mata ibu dan ayah sehat, pasti akan lebih maksimal dalam menjaga buah hati.

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan seperti mengonsumsi makanan bergizi, olahraga rutin, cukupi asupan cairan harian, serta dapat ditambah dengan mengonsumsi suplemen mata. Eyebost hadir dengan kandungan lutein tinggi dari ekstrak wortel, bilberry, blueberry, dan bunga marigold. Senyawa ini dapat membantu memelihata kesehatan mata lho! Ingat mata, ingat Eyebost!


Share on:

ISFJ type of human.

Tinggalkan komentar

logo eyebost

Eyebost adalah vitamin mata alami yang diracik menggunakan bahan pilihan terbaik, eyebost membuat mata jadi jernih.

Kontak Kami

eyebostofficial@gmail.com

+6281327850411

Jl. Raya Mayjen Sungkono No.KM 5, Dusun 1, Blater, Kec. Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53371

Jam Pelayanan

Senin – Jum'at: 08.00 am – 16.00 pm

Sabtu: 08.00 am – 14.00 pm

Minggu: Slow Respon