Kesehatan

Ditandai Dengan Benjolan, Ketahui 3+ Cara Mengobati Kalazion

/

by Shaffi Kareem


Setiap bagian mata, baik mata bagian dalam maupun bagian luar memegang fungsinya masing-masing. Semua bagiannya harus bekerjasama karena satu bagian terhubung dengan bagian yang lain.

Apabila terjadi gangguan pada salah satunya saja, maka sebagian atau seluruh fungsinya akan terganggu.

Parahnya lagi, beberapa gangguan mata juga turut mengganggu fungsi penglihatan. Salah satunya adalah kalazion.

Tahukah kalian apa itu kalazion? Gangguan mata ini merupakan gangguan yang terjadi pada kelopak mata yang ditandai dengan benjolan.

Gangguan mata tersebut merupakan suatu peradangan yang terjadi akibat tersumbatnya kelenjar minyak yang berada di kelopak mata dan harus segera diberi penanganan.

Ingin mengetahui lebih lanjut tentang kalazion? Ikuti terus ulasan berikut, ya!

Apa Itu Kalazion Mata?

Chalazion atau kalazion adalah gangguan mata yang melibatkan kelopak mata yang ditandai dengan tumbuhnya benjolan pada kelopak mata atas atau bawah.

Gangguan mata ini diakibatkan oleh tersumbatnya kelenjar meibomian yang memproduksi minyak. Kerap kali dianggap sebagai bintitan, nyatanya kalazion berbeda dengan gangguan mata tersebut.

Pada bintitan, benjolan pada kelopak mata terisi dengan cairan eksudasi berupa nanah yang diakibatkan oleh infeksi bakteri. Berbeda dengan kalazion yang disebabkan oleh tersumbatnya kelenjar minyak.

Biasanya, pembengkakan pada chalazion disebut dengan kista meibomian (meibomian cyst) yang tidak menimbulkan nyeri.

Meskipun dapat hilang seiring dengan berjalannya waktu, kita perlu waspada apabila gangguan mata tersebut mempengaruhi penglihatan.

Apa Penyebab Kalazion?

Tubuh kita memiliki banyak kelenjar yang berfungsi untuk menghasilkan zat tertentu yang berguna untuk mengatur fungsi tubuh melalui enzim, hormon, atau cairan. Kelenjar meibomian adalah salah satunya.

Kelenjar meibomian adalah kelenjar yang menghasilkan minyak yang berperan untuk melumasi mata dan mencegah mata kering.

Apabila kelenjar tersebut tersumbat, maka akan menimbulkan inflamasi atau peradangan berupa benjolan bernama kalazion.

Secara umum, kondisi ini tidak berbahaya namun kasus ini lebih sering terjadi pada orang berusia dewasa daripada anak-anak.

Selain itu, ada sekelompok orang yang berisiko terkena kalazion. Dilansir dari laman Helathline, adapun beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang terkena chalazion, di antaranya seperti:

  • Konjungtivitis akibat infeksi virus

Gangguan mata konjungtivitis akibat virus biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 1 minggu. Gangguan mata ini tergolong menular dan memiliki gejala seperti mata merah yang disertai dengan kotoran mata berwarna bening.

  • Infeksi pada kelopak dan bagian dalam mata

Infeksi kelopak mata biasanya disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri, atau jamur. Sayangnya, kondisi ini dapat menyebar ke bagian dalam mata apabila kebersihan area mata kurang terjaga dan sangat memungkinkan memicu terjadinya kalazion.

  • Dermatitis seboroik

Drmatitis seboroik adalah gangguan kulit yang disebabkan oleh jamur yang tumbuh akibat produksi minyak pada kulit kepala.

Penyakit ini memiliki gejala seperti kulit kepala merah, gatal, kulit bersisik, ketombe, ruam, dan kulit kepala nampak seperti sisik.

  • Rosacea

Rosacea merupakan gangguan pada kulit yang ditandai dengan kemerahan pada kulit dan bintik yang nampak seperti jerawat kecil.

Hal ini umumnya menyerang area wajah dan terjadi selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan.

  • Peradangan kelopak mata dalam jangka waktu panjang

Blefaritis adalah salah satunya. Gangguan mata ini disebabkan oleh banyak hal, seperti infeksi bakteri, reaksi alergi, ketombe yang jatuh, infeksi kutu, dan sebagainya.

Selain itu, peradanga pada kelopak mata dalam jangka waktu yang panjang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit mata chalazion.

Bagaimana Gejala Kalazion?

Seringkali, penyakit bertambah parah dikarenakan kita tidak menaruh kewaspadaan atau kesadaran akan gejala yang ditimbulkan, sehingga saat penyakit terdeteksi, ternyata penyakit tersebut sudah mencapai derajat keparahan tinggi dan beberapa di antaranya membutuhkan penanganan serius.

Sama halnya dengan kalazion. Penyakit mata ini ditandai oleh beberapa gejala yang membedakannya dengan gangguan mata yang lain.

Menurut American Academy of Ophthalmlogy, gejala chalazion yang harus kita ketahui di antaranya adalah:

  • Benjolan pada kelopak mata. Benjolan ini dapat terjadi pada kelopak mata bagian atas atau bawah. Biasanya, benjolan ini tidak terasa sakit jika ditekan.
  • Kelopak mata bengkak. Pada beberapa kasus, seluruh kelopak mata membengkak.
  • Penglihatan buram. Fungsi penglihatan terganggu apabila benjolan semakin membesar.

Perbedaan Kalazion dan Bintitan

Bintitan atau yang dalam istilah medis disebut dengan herdeolum merupakan suatu kondisi di mana terjadi peradangan atau inflamasi pada kelopak mata.

Umumnya, bintitan disebabkan oleh infeksi bakteri, baik infeksi pada kelopak bagian luar maupun kelopak bagian dalam.

Seringkali, masyarakat sulit untuk membedakan kalazion dengan bintitan karena gejala ditunjukkan hampir serupa.

Akan tetapi, keduanya tentu berbeda, ya! Menurut American Academy of Ophthalmolgy, perbedaan keduanya dapat dilihat dari nyeri tidaknya benjolan pada kelopak mata.

Perlu diketahui bahwa benjolan pada bintitan menimbulkan nyeri, kemerahan, dan berisi cairan eksudat berupa nanah.

Kebanyakan kasus bintitan disebabkan oleh infeksi pada akar bulu mata. Sementara itu, benjolan kalazion biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri.

Berbeda dengan bintitan, benjolan pada chalazion bukan disebabkan oleh infeksi bakteri, melainkan tersumbatnya kelenjar minyak bernama meibomian.

Pada dasarnya, kelenjar ini berperan untuk memproduksi minyak yang digunakan untuk melumasi mata dan mencegah mata kering.

Bagaimana Cara Mengobati Kalazion?

Kalazion bukanlah penyakit mata serius yang dapat menyebabkan kebutaan tiba-tiba. Namun tidak mustahil bahwa penderitanya akan mengeluhkan fungsi penglihatan terganggu sebab apabila benjolan membesar akan sangat mungkin menekan bola mata.

Sebenarnya, gangguan mata tersebut dapat sembuh dengan sendirinya bahkan tanpa penobatan tertentu. Namun, akan lebih baik apabila chalazion diberi pengobatan untuk mencegahnya bertambah parah.

Dilansir dari laman Healthline, ada beberapa rekomendasi pengobatan kalazion antara lain seperti:

1. Kompres Hangat

Kompres hangat dikategorikan sebagai pengobatan konservatif yang dilakukan untuk mengobati kalazion. Dalam sebuah studi berjudul Conservative Therapy for Chalaia: Is It Really Effective? Acta Opththalmol disebutkan bahwa kompres hangat dilakukan selama 15 menit satu kali sesi.

Agar lebih maksimal, kompres hangat dilakukan setidaknya 2-4 kali sehari dengan cara menempelkan kain yang telah dicelupkan ke dalam air hangat di atas kelopak mata untuk melancarkan kelenjar minyak yang terseumbat.

Cara ini terbilang efektif untuk menyembuhkan chalazion dalam kurun waktu 1 bulan.

2. Memijat Kelopak Mata

Selain kompres hangat, kalazion dapat diatasi dengan cara memijat kelopak mata dengan lembut. Cara ini dilakukan dengan harapan bahwa kelenjar meibomian yang tersumbat akan lancar kembali dan benjolan mengempis.

Memijat kelopak mata dapat dibantu dengan shampoo bayi untuk memudahkan proses pemijatan. Shampoo bayi dipilih karena tidak menimbulkan perih apabila terkena mata serta memiliki kandungan yang gentle.

Cara ini sama efektifnya dengan kompres hangat. Perlu diingat bahwa selalu pastikan tangan bersih saat menyentuh area mata.

3. Pemberian Kortikosteroid

Kortikosteroid adalah obat yang biasa digunakan untuk mengobati inflamasi atau peradangan seperti pada penyakit lupus, alergi, asma, eksim, dan sebagainya.

Namun, kortikosteroid juga biasanya diresepkan oleh dokter mata untuk mengobati penyakit mata kalazion.

Penggunaan obat ini tidak boleh sembarangan sebab dalam dosis yang tinggi, kortikosteroid dapat mneurunkan aktivitas sistem imun tubuh.

Bagaimanapun, pemberian kortikosteroid untuk mengatasi chalazion dapat diberikan melalui injeksi atau suntikan.

4. Tindak Bedah Operasi

Kalazion tak kunjung sembuh?

Apabila kalazion terus berkembang dan tidak sembuh selama berbulan-bulan, tandanya gangguan mata tersebut butuh penanganan khusus. Dokter mata mungkin akan merekomendasikan pengobatan berupa operasi.

Cara ini dilakukan untuk mencegah benjolan membesar yang berisiko menekan bola mata. Meskipun bukan termasuk ke dalam operasi besar, prosedur operasi melibatkan pemberian obat anestesi kepada pasiennya.

Prosedur ini memakan waktu sekitar 45 menit dari mulai anestesi hingga penjahitan selesai.

Kelenjar meibomian merupakan kelenjar yang bertugas untuk memproduksi minyak yang digunakan untuk melumasi kelopak mata dan mencegah mata kering.

Oleh karenanya, kita harus menjaga kesehatan mata agar terhindar dari gangguan mata seperti kalazion.

Adapun beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah chalazion, seperti:

  • Selalu mencuci tangan sebelum menyentuk area mata untuk menghindari masuknya virus, bakteri, dan jamur
  • Jagalah kebersihkan lensa kontak dengan rutin mengganti cairan khusus
  • Ikuti instruksi dokter apabila memiliki kondisi khusus yang dapat meningkatkan risiko terkena kalazion

Kalazion Apakah Berbahaya?

Untuk jenis penyakit mata ini sebenarnya tidak berbahaya, karena penyakit mata kalazion dapat sembuh dengan sendirinya, cara mengobati kalazion diatas dapat diterapkan agar mempercepat proses penyembuhannya.

Di samping itu, kita harus menjaga kesehatan mata guna memastikan fungsi penglihatan tetap optimal dan maksimal.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi terutama kaya akan vitamin A, C, beta-karoten, lutein, zeaxanthin, serta omega-3.

Selain itu, pastikan untuk selalu stay hydrated dengan memenuhi asupan cairan harian yaitu minimal 8 gelas sehari, berolahraga secara rutin, istirahatkan mata sejenak dari paparan layar gadget, dan dapat dibarengi juga dengan mengonsumsi vitamin mata seperti Eyebost.

Vitamin mata Eyebost digadang-gadang menjadi vitamin mata yang ampuh untuk menjernihkan penglihatan dan mencegah tejadinya gangguan mata sebab terkandung dari ekstrak bilberry, wortel, bunga marigold, madu asli, dan flavour blueberry.

Eyebost baik dikonsumsi setiap hari oleh anak-anak di atas usia 2 tahun hingga lansia, bahkan penderita diabetes sekalipun.

Terlebih lagi, apabila pekerjaan kita mengharuskan untuk menghabiskan banyak waktu di depan layar laptop. Sayangilah mata dengan Eyebost. Ingat mata, ingat Eyebost!


Share on:

ISFJ type of human.

Tinggalkan komentar

logo eyebost

Eyebost adalah vitamin mata alami yang diracik menggunakan bahan pilihan terbaik, eyebost membuat mata jadi jernih.

Kontak Kami

eyebostofficial@gmail.com

+6281327850411

Jl. Raya Mayjen Sungkono No.KM 5, Dusun 1, Blater, Kec. Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53371

Jam Pelayanan

Senin – Jum'at: 08.00 am – 16.00 pm

Sabtu: 08.00 am – 14.00 pm

Minggu: Slow Respon

Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Kamel
Online
|
//
Konsultasi