Kesehatan

Apa Itu Hifema? Yuk, Kenali 3 Penyebabnya!

/

by Shaffi Kareem


Mata sehat adalah impian semua orang. Mulai dari penglihatan yang jernih, fokus, dan tajam yang memudahkan kita untuk melihat semua hal di dunia ini tanpa halangan dan hambatan.

Akan tetapi, pada kenyataannya, gangguan mata mengancam kesehatan dan fungsi mata kita.

Gangguan mata dengan tingkat keparahan rendah hingga tinggi, tetap saja menimbulkan ketidaknyamanan pada mata dan penglihatan.

Salah satu gangguan mata adalah hifema. Istilah medis yang satu ini mungkin jarang didengar dan diketahui oleh orang awam.

Hifema adalah suatu gangguan atau penyakit mata yang ditandai dengan mata merah. Namun, perlu diketahui bahwa mata merah di sini bukan akibat debu atau polusi, melainkan pecahnya pembuluh darah.

Membayangkannya saja sudah ngeri ya, sobat. Untuk penjelasan selanjutnya, simak pembahasan di bawah ini ya!

Apa Itu Hifema?

Hyphema atau yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan hifema adalah suatu kondisi di mana pembuluh darah mata mengalami kebocoran dan darah berkumpul pada suatu ruang di mata bagian depan.

Ruang ini nampak seperti kubah transparan yang terletak di antara kornea dan iris.

Pada kondisi ini, pupil mungkin mengalami gangguan ketika darah tersebut menutupi bagian pupil sehingga sebagian atau seluruh penglihatan penderitanya akan terganggu.

Selain mengganggu penglihatan, hifema menimbulkan rasa nyeri pada mata.

Penderitanya harus segera melaukan pengobatan agar kondisi ini dapat ditangani oleh dokter, sebab dapat menyebabkan gangguan penglihatan secara permanen.

Bahkan, bukan tidak mungkin bahwa hifema dapat menyebabkan penderitanya kehilangan penglihatan apabila dibiarkan begitu saja.

Penyebab Hifema

Hifema atau pecahnya pembuluh darah mengakibatkan darah berkumpul pada mata penderitanya dan dapat dilihat menggunakan mata telanjang tanpa harus menggunakan alat atau kamera khusus.

Ketahui Juga Yuk: Kanker Mata Melanoma, Yang Ternyata Mematikan!

Kondisi ini diakibatkan oleh beberapa hal, menurut Dr. Havriza Vitresa, SpM (K), adapun penyebab hifema, seperti:

1. Traumatik

Salah satu penyebab terjadinya kondisi ini adalah adanya trauma mata akibat benda tajam maupun tumpul, sehingga kondisi ini seringkali disebut juga dengan hifema traumatik.

Trauma tersebut menyebabkan robeknya pembuluh darah pada perifer iris atau badan siliaris bagian depan (anterior).

Robekan tersebut kemudian membuat darah dari pembuluh darah bocor keluar dan berkumpul pada mata bagian depan.

Bagiamanapun, trauma mata atau blunt eye merupakan penyebab paling umum pada kasus gangguan mata ini.

Dalam sebuah studi berjudul Traumatic Hyphema in A Defined Population disebutkan bahwa insiden ini terjadi pada 12 dari 100.000 populasi, dan 70% di antaranya terjadi pada anak-anak.

Selain itu, kondisi ini seringkali terlihat pada laki-laki berusia 10-20 tahun  akibat cedera atau olahraga, seperti:

  • Baseball
  • Basketball
  • Softball
  • Sepak bola
  • Paintball guns
  • Airsoft guns
  • Cedera akibat airbag

2. Spontan

Biasanya, kondisi ini juga dapat terjadi secara spontan akibat adanya penyakit yang menjangkit mata bagian dalam atau intraokular.

Penyakit-penyakit ini kemudian mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dan keluarnya darah. Adapun beberapa penyakit intraokular yang menyebabkan hifema spontan, yaitu:

  • Rubeosis iridis. Kondisi ini ditandai dengan adanya pembuluh darah baru pada permukaan iris yang tumbuh secara abnormal.
  • Tumor intraokular. Tumor jenis ini tumbuh dan berkembang di dalam bola, seperti retinoblastoma.
  • Tumor iris. tumor iris merupakan tumor atau jaringan yang tumbuh secara abnormal pada bagian iris mata, misalnya kanker mata melanoma.
  • Keratouveitis. Gangguan mata ini ditandai dengan peradangan pada kornea dan uvea (iris, badan siliaris, dan koroid).
  • Leukimia. Memiliki nama lain kanker darah, leukimia adalah suatu kondisi di mana tubuh memproduksi sel darah putih secara berlebihan dan menyerang sumsum tulang belakang.
  • Hemofilia. Penyakit ini biasanya diturunkan dala keluarga (ibu ke anak laki-laki) yang ditandai dengan kelainan pembekuan darah.

3. Obat-Obatan

Selain akibat trauma mata dan penyakit intraokular, seseorang yang terkena gangguan mata hifema mungkin disebabkan oleh penggunaan obat-obatan.

Salah satunya adalah jenis obat antiplatelet. Akan tetapi, apa itu obat antiplatelet?

Antiplatelet adalah golongan obat yang digunakan untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah, misalnya aspirin dan warfarin.

Biasanya, obat jenis ini digunakan oleh orang yang memiliki gangguan pada penyumbatan pembuluh darah, seperti stoke, anteri perifer, dan jantung koroner.

Gejala Hifema

Hifema merupakan salah satu gangguan mata yang cenderung mudah untuk dideteksi bahkan tanpa menggunakan alat bantuan.

Hal ini disebabkan karena hifema memiliki gejala yang umumnya mudah dikenali. Dilansir dari laman Healthline, adapun gejala hifema antara lain seperti:

  • Terdapat darah yang berkumpul pada mata bagian depan
  • Sensitif terhadap cahaya atau fotofobia
  • Nyeri pada mata
  • Penglihatan buram atau terblok (akibat darah yang terkumpul di antara kornea dan iris)

Komplikasi Hifema

Pada umumnya, hifema akan menyebabkan terganggunya penglihatan sehingga fungsi penglihatan tidak optimal yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Akan tetapi, kondisi ini juga dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan kesehatan mata.

Dilansir dari laman Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), disebutkan bahwa ada beberapa gangguan mata yang merupakan bentuk komplikasi hifema apabila tidak segera ditangani oleh dokter mata, di antaranya adalah:

1. Perdarahan Sekunder

Perdarahan sekunder adalah terjadinya perdarahan kedua atau lanjutan (rebeleeding) yang mana ditandai dengan adanya darah baru berwarna merah segar di atas darah lama yang berwarna lebih gelap.

Di saming itu, perlu diketahui bahwa perdarahan sekunder dapat terjadi pada hari kedua hingga hari ketujuh setelah trauma terjadi.

Hal tersebut perlu di waspadai sebab perdarahan sekunder dapat menjadi indikasi adanya komplikasi seperti:

  • Peningkatan tekanan pada bola mata
  • Corneal blood staining
  • Atrofi saraf optik
  • Sinekia anterior perifer

2. Glaukoma

Mungkin banyak dari kita yang sudah familiar dengan istilah yang satu ini. Glaukkoma adalah suatu gangguan mata yang disebabkan oleh adanya kerusakan pada saraf optik.

Ternyata, glaukoma adalah salah satu komplikasi hifema, lho!

Kondisi ini mungkin saja terjadi karena hyphema dapat menyebabkan peningkatan tekanan pada bola mata atau yang disebut juga dengan Tekanan Intra Okuler (TIO), yang mana tingginya TIO dapat menekan saraf otpik dan memicu kerusakan.

3. Sinekia Anterior Perifer

Peripheral Anterior Synechiae (PAS) atau yang disebut juga dengan sinekia anterior perifer adalah suatu kondisi di mana iris mata menempel pada kornea.

Biasanya, gangguan mata ini terjadi pada penderita hifema dengan periode panjang yaitu sekitar 9 hari atau lebih.

Gangguan mata PAS akibat hyphema disebabkan karena terdapat iritasi parah akibat trauma pada mata, iritasi kimia akibat darah yang merember di bilik atau ruang mata bagian depan.

Atau adanya darah yang membeku pada bagian depan mata sehingga membentuk jaringan parut dan menutup sudut terdebut.

4. Pewarnaan Kornea

Pewarnaan kornea disebut juga dengan corneal blood staining. Komplikasi hifema yang satu ini banyak terjadi pada penderita yang mengalami hifema total selama 6 hari.

Bagaimanapun, persentase terjadinya corneal blood staining akibat hifema sebanyak 2-11% yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti:

  • Kondisi endotel kornea awal
  • Trauma bedah pada endotel
  • Peningkatan tekanan pada bola mata yang berkepanjangan
  • Kondisi lapisan endotel yang terkena bekuan darah

5. Atrofi Saraf Optik

Gangguan mata ini dapat disebabkan oleh meningkatnya tekanan intra okuler (TIO) baik kronis maupun akut yang mneyebabkan terjadinya penyusutan saraf optik. Gangguan mata ini dapat merusak saraf optik dan berisiko pada kehilangan penglihatan.

Pada kasus hifema, komplikasi berupa atrofi saraf optik terjadi apabila tekanan intra okuler (TIO) atau tekanan pada bola mata meningkat sebanyak 50 mmHg selama 5 hari, atau 35 mmHg selama 7 hari.

Pengobatan Hifema

Pengobatan pada hyphema, khususnya pada hifema traumatik bertujuan untuk menurunkan risiko terjadinya rebleeding atau perdarahan sekunder, membersihkan kebocoran darah pada hyphema, memperbaiki kerusakan pada jaringan, dan meminimalisir terjadinya trauma atau cedera jangka panjang.

Akan tetapi, pada umumnya, pengobatan hifema dilakukan dengan cara:

  • Penggunaan tetes mata. Obat tetes mata steroid digunakan untuk mengurangi inflamasi, dan dilating drop untuk mengurangi nyeri mata.
  • Menggunakan pelindung mata. Penutup atau pelindung mata harus selalu digunakan untuk meminimalisir terjadinya trauma berkelanjutan.
  • Istirahat total. Penderita hyphema sangat direkomendasikan untuk menghabiskan lebih banyak waktunya untuk beristirahat. Hal ini bertujuan untuk mengurangi pergerakan yang mungkin dapat meningkatkan tekanan intra okuler.
  • Membatasi pergerakan mata. Untuk mencegah terjadinya perdarahan sekunder, maka perlu dilakukan pembatasan pergerakan mata.
  • Posisikan kepala lebih tinggi dari badan. Pada saat tidur, sebaiknya posisi kepala dinaikkan sekiranya 40° (derajat) utnuk membantu tubuh menyerap darah yang terhambat di mata bagian depan.
  • Memeriksa tekanan bola mata secara setiap hari. Selama mengalami hifema, penderitanya sebaiknya memeriksakan tekanan intra okuler (TIO) untuk menghindari terjadinya komplikasi yang dapat memperparah kondisi mata.
  • Terapi bedah. Apabila hifema tidak merespon pengobatan yang diberikan, maka terapi bedah akan disarankan oleh dokter mata. Tindakan ini bertujuan untuk mencuci bilik mata bagian depan dari darah yang bocor supaya penglihatan menjadi jernih kembali.

Hyphema harus diatasi dengan segera supaya tidak menimbulkan komplikasi. Cara pengobatan di atas harus dibarengi juga dengan pola hidup yang sehat. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi vitamin mata seperti Eyebost.

Vitamin mata ini diperkaya dengan lutein, vitamin A, vitamin C, dan antioksidan yang berasal dari ekstrak wortel, bilberry, bunga marigold, flavour blueberry, serta madu asli.

Semua kandungan tersebut sangat baik untuk menjaga kesehatan mata dan meringankan gejala gangguan mata seperti pada hifema.

Tunggu apalagi? Yuk rutin konsumsi Eyebost! Ingat mata, ingat Eyebost!


Share on:

ISFJ type of human.

Tinggalkan komentar

logo eyebost

Eyebost adalah vitamin mata alami yang diracik menggunakan bahan pilihan terbaik, eyebost membuat mata jadi jernih.

Kontak Kami

eyebostofficial@gmail.com

+6281327850411

Jl. Raya Mayjen Sungkono No.KM 5, Dusun 1, Blater, Kec. Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53371

Jam Pelayanan

Senin – Jum'at: 08.00 am – 16.00 pm

Sabtu: 08.00 am – 14.00 pm

Minggu: Slow Respon

Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Kamel
Online
|
//
Konsultasi