Mata lelah karena seharian menatap layar laptop atau smartphone pasti kamu merasa nggak nyaman. Kalau sudah begini, kamu biasanya langsung ambil obat tetes mata atau lebih memilih rutin minum vitamin mata?
Meskipun sama-sama diandalkan untuk menjaga kesehatan penglihatan, nyatanya kedua produk ini punya cara kerja dan fungsi yang jauh berbeda. Yuk, kita bedah mana yang paling efektif dan pas untuk kebutuhan mata kamu!
Cara Kerja Suplemen Mata: Dari Dalam ke Luar
Seperti bagian tubuh lainnya, mata membutuhkan nutrisi tertentu agar berfungsi dengan optimal. Secara umum, ada delapan nutrisi yang dibutuhkan mata yaitu vitamin (A, C, E), lutein, zeaxanthin, omega-3, zinc, dan tembaga.
Sayangnya, banyak orang yang kurang memperhatikan nutrisi untuk mata sehingga mata lebih mudah bermasalah. Dalam jangka panjang, kekurangan nutrisi utnuk mata dapat memicu berbagai penyakit, seperti mata kering dan rabun senja.
Padahal, di satu sisi, kehidupan kita yang serba cepat dan instan membuat kita mengabaikan nutrisi dalam makanan. Nah, disinilah suplemen untuk mata penting untuk dikonsumsi sehari-hari.
Suplemen mata biasanya mengandung mutlivitamin dan mineral yang mendukung kesehatan penglihatan. Ketika dikonsumsi, zat gizi yang ada dalam suplemen akan digunakan secra tepat pada mata kita.
Ditambah, beberapa zat gizi ini dapat memberikan manfaat untuk mata, misalnya mendukung fungsi penglihatan, menjaga kelembapan mata, membantu mengurangi mata lelah, hingga mencegah penyakit mata akibat usia.
Meskipun begitu, suplemen mata tidak sama dengan obat mata yang secara langsung dapat mengobati keluhan dan gejala dari penyakit tertentu. Suplemen mata akan memberikan nutrisi yang cukup sehingga mata akan sehat dalam jangka panjang.
Cara Kerja Obat Tetes Mata: Respons Cepat Lokal

Berbeda dengan suplemen sebagai pendukung kesehatan, tetes mata termasuk obat kimia yang diproduksi dengan standar dan izin khusus. Obat berbentuk cairan ini digunakan sebagai respons cepat lokal untuk mata kita.
Jenis obat ini memiliki manfaat tertentu, tergantung dari kandungan yang tercantum dalam kemasan. Beberapa tetes mata dapat ditemukan secara bebas di apotek, sementara yang lainnya hanya boleh digunakan dengan resep dokter.
Umumnya, obat tetes mata digunakan untuk mengatasi keluhan yang harus ditangani segera, seperti mata kering, alergi, membunuh bakteri, hingga mengurangi rasa sakit pada mata.
Jadi, jika keluhannya harus ditangani dengan cepat, tetes mata adalah penanganan sementara yang tepat karena sangat efektif. Terlebih, tipe obat ini mudah digunakan dan aman karena hanya digunakan pada mata.
Perbedaan Utama Suplemen dan Obat Tetes Mataย
Dari penjelasan MiBost sebelumnya, sudah jelas ya kalau suplemen dan obat tetes mata adalah dua produk yang berbeda. Kalau kamu masih bingung, ini MiBost jelaskan secara lebih rinci.
1. Bentuk dan Cara Pakai
Seperti vitamin pada umumnya, suplemen dikemas dalam bentuk kapsul, tablet, atau sirup yang dikonsumsi secara oral. Sementara itu, tetes mata berbentuk cairan yang digunakan dengan cara meneteskan langsung ke permukaan bola mata.
2. Fungsi Utama
Suplemen bermanfaat untuk memberikan berbagai nutrisi pendukung dari dalam bagi kesehatan jangka panjang. Untuk tetes mata, golongan obat ini berfungsi untuk mengatasi gejala darurat atau spesifik, contohnya mata kering, iritasi, dan infeksi.
3. Kandungan Produk
Di pasaran, suplemen mata terbuat dari bahan alami maupun kimia yang mengandung multivitamin, mineral, dan ekstrak herbal. Di sisi lain, tetes mata umumnya berupa cairan steril, air garam (saline), pelumas, atau zat aktif obat maupun antibiotik.
4. Aturan Pakai
Perbedaan lain yang mencolok dari keduanya ada pada aturan pakai. Suplemen mata dapat dikonsumsi setiap hari untuk merawat mata, sedangkan obat tetes mata harus sesuai petunjuk produk maupun resep dokter dan bukan untuk jangka panjang.
5. Masa Simpan
Masa simpan suplemen biasanya sesuai dengan tanggal kedaluwarsa pada kemasan atau mengikuti period after open (PAO). Sementara itu, tetes mata biasanya harus digunakan dalam waktu 28-30 hari setelah dibuka untuk mencegah kontaminasi.
Untuk lebih mudahnya, Teman Mata bisa menyimak perbedaan utama suplemen dan obat tetes mata dalam tabel berikut.
| Poin Pembeda | Suplemen Mata | Obat Tetes Mata |
| Bentuk dan Cara Pakai | Berbentuk kapsul, tablet, atau sirup yang diminum (oral) | Berbentuk cairan yang diteteskan langsung ke mata |
| Fungsi Utama | Memberikan nutrisi pendukung dari dalam tubuh untuk kesehatan jangka panjang | Mengatasi gejala spesifik atau darurat, bersifat cepat, dan sementara |
| Kandungan Produk | Terbuat dari bahan alami maupun kimia yang mengandung multivitamin dan mineral | Berupa cairan steril, air garam (saline), pelumas, zat aktif obat, atau antibiotik |
| Aturan Pakai | Dapat dikonsumsi sehari-hari untuk memelihara kesehatan mata | Digunakan sesuai petunjuk kemasan atau resep dokter. Tetes mata hanya digunakan jangka pendek hingga gejala reda |
| Masa Simpan | Sesuai dengan tanggal kedaluwarsa atau period after open (PAO) | Harus dibuang setelah 28-30 hari dibuka untuk mencegah kontaminasi |
Kapan Sebaiknya Memilih Obat Tetes Mata?
Seperti penjelasan MiBost sebelumnya, tetes mata termasuk obat kimia yang harus digunakan secara tepat. Sebaiknya, gunakan jenis obat ini ketika muncul gejala spesifik atau darurat yang harus segera ditangani.
Gejala spesifik yang dapat ditangani obat tetes mata antara lain mata kering, iritasi akibat debu, maupun mata merah akibat alergi. Tipe obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri seperti konjungtivitis.
Bukan cuma itu, pada orang dengan kondisi khusus seperti pasca-operasi atau glaukoma, obat tetes mata juga dapat digunakan. Namun, pada orang dengan gejala yang darurat atau untuk penyakit kronis, tetes mata biasanya harus dengan resep dari dokter spesialis mata.
Nah, setelah gejalanya mereda, sebaiknya lihat lagi aturan penggunaan dalam kemasan maupun resep dokter. Teman Mata harus ingat kalau jenis obat ini hanya boleh dipakai jangka pendek.
Selanjutnya, jika keluhan masih ada, sebaiknya Teman Mata yang masih menggunakan tetes mata bebas resep segera memeriksakan diri. Nantinya, dokter spesialis mata akan memberikan obat lain sesuai dengan kondisi yang sedang dialami.
Kapan Suplemen Vitamin Mata Lebih Dianjurkan?

Suplemen mata dianjurkan sebagai salah satu cara untuk memenuhi asupan nutrisi harian. Apalagi buat Teman Mata yang sedang tidak suka makan sayur, buah, maupun beberapa jenis protein yang mengandung nutrisi untuk mata.
Selain itu, suplemen mata juga disarankan untuk diminum bagi orang yang memiliki indikasi kekurangan vitamin. Biasanya, suplemen mata akan memberikan nutrisi untuk mata dalam jumlah yang sedang hingga tinggi.
Kalau ingin lebih spesifik lagi, suplemen untuk vitamin mata dapat digunakan bagi pasien yang berisiko tinggi mengalami degenerasi makula. Beberapa penelitian menyebut, asupan suplemen mata dalam jumlah yang cukup dapat mencegah penyakit kronis ini.
Nah, kalau Teman Mata termasuk pekerja digital, punya screen time tinggi, dan mata terasa kering, suplemen mata cocok untukmu. Meskipun tidak langsung mengobati gejala seperti tetes mata, namun vitamin ini bisa membantu memberikan nutrisi dari dalam.
Bisakah Suplemen dan Tetes Mata Digunakan Bersamaan?
Secara medis, suplemen dan tetes mata dapat digunakan secara bersamaan. Dua jenis obat ini memiliki cara pakai dan cara kerja yang berbeda, sehingga keduanya tidak saling bersinggungan di dalam tubuh.
Suplemen akan bekerja setelah dicerna oleh lambung dan usus, lalu bekerja dari dalam tubuh. Sementara itu, tetes mata bekerja secara lokal atau hanya pada bagian mata saja. Makanya, meskipun sama-sama dapat mengatasi gejala tertentu, keduanya dapat digunakan bersamaan.
Jika pasien menggunakan lebih dari satu jenis tetes mata, pastikan beri jeda beberapa menit agar obat meresap. Cara ini juga dilakukan agar satu obat tetes dengan lainnya tidak saling berinteraksi.
Lalu untuk suplemen, pastikan produk yang kamu konsumsi sesuai dengan angka kecukupan gizi (AKG) harian atau dosis yang disarankan. Pastikan juga vitamin mengandung multivitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Perbandingan Harga Jangka Panjang

Secara harga, tetes mata memang lebih terjangkau dan efeknya bisa didapatkan secara instan. Saat ini, tetes mata untuk keluhan ringan seperti mata kering, merah, dan iritasi dijual dengan harga mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 60.000 per botol.
Tetapi, Teman Mata harus ingat ya kalau obat tetes mata hanya boleh dipakai untuk jangka pendek. Kalau ingin menjaga kesehatan mata jangka panjang, tentu suplemen bakal lebih hemat karena berguna sebagai pencegahan.
Saat ini, suplemen mata dijual dengan harga yang bervariasi, mulai dari belasan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Jadi, kamu bisa menyesuaikan antara bahan, kandungan, dan juga manfaatnya untuk mata.
Nah, ngomong-ngomong soal suplemen, kalau ditanya rekomendasi vitamin mata terbaik, tentu Eyebost jawabannya! Suplemen mata ini terbuat dari ekstrak bilberry, wortel, dan marigold yang baik untuk menunjang kesehatan mata.
Eyebost mengandung vitamin (A, C, E), lutein, dan zeaxanthin yang bisa memelihara kesehatan mata. Terlebih, Eyebost dapat dikonsumsi mulai anak-anak hingga dewasa yang dosisnya dapat disesuaikan.
Soal kemanannya, kamu nggak perlu khawatir! Eyebost sudah punya izin resmi dari BPOM dan sertifikat halal MUI. Jadi, sudah pasti suplemen mata terbaik ini 100% aman untuk dikonsumsi jangka panjang.
Yuk rutin minum Eyebost biar kamu jadi #GenerasiMataSehat


