Mengenal Degenerasi Makula: Jenis, Gejala, Hingga Nutrisi yang Tepat untuk Memperlambat Perkembangannya

Pernahkah Teman Mata sadar, di balik mata kita yang tajam, ternyata ada satu titik super kecil yang bertanggung jawab biar kita bisa membaca atau mengenali wajah dengan jelas? Yap, bagian krusial bernama makula, area kecil berwarna kekuningan yang ada di pusat retina.

Meskipun punya peran penting untuk mata, sayangnya banyak orang yang nggak paham untuk menjaga kesehatannya. Padahal, ada satu penyakit yang dapat mengancam penglihatan kita bernama degenerasi makula.

Biar lebih tahu dan aware soal penyakit ini, yuk kita belajar bareng-bareng biar bisa deteksi gejalanya sejak dini!

Apa Itu Degenerasi Makula (AMD)?

Degenerasi makula adalah penyakit mata kronis akibat adanya kerusakan pada bagian tengah retina (makula). Kondisi ini yang sering disebut AMD ini sangat memengaruhi penglihatan sentral yang membuat penderitanya kesulitan melihat benda yang ada tepat di depannya.

Meskipun kehilangan penglihatan sentral, pasien dengan penyakit ini masih tetap bisa melihat benda di sampingnya. Masalah ini dapat terjadi pada satu maupun dua mata dengan tingkat keparahan yang berbeda.

Sayangnya, gangguan penglihatan ini bersifat progresif yang berarti kondisinya dapat memburuk seiring berjalannya waktu. Degenerasi makula adalah penyebab utama kehilangan permanen pada orang di atas 50 tahun.

Penyakit ini termasuk umum terjadi dan menjadi salah satu penyebab utama kehilangan penglihatan. Di Amerika Serikat, diperkirakan sekitar 20 juta orang menderita penyakit ini. Secara global, diperkirakan sekitar 288 juta orang akan menderita degenerasi makula pada 2040.

Jenis Degenerasi Makula: Kering vs Basah 

Jenis Degenerasi Makula

Secara umum, ada dua jenis degenerasi makula yang terjadi pada pasien, yaitu:

Degenerasi Makula Kering (Atrofik)

Jenis degenerasi makula ini menyebabkan endapan protein kuning kecil (drusen) yang terbentuk di bawah makula. Endapan tersebut kemudian menyebabkan makula semakin kering dan tipis.

Pada tahap awal, beberapa drusen kecil mungkin tidak menyebabkan kehilangan penglihatan. Namun, seiring bertambahnya usia, endapan ini juga ikut bertambah, baik dari ukuran maupun jumlahnya.

Oleh karena itu, pasien dengan AMD kering akan kehilangan penglihatan sentral secara bertahap. Seiring memburuknya kondisi, sel-sel peka cahaya akan mati dan dapat mengalami bintik buta di tengah penglihatan.

Degenerasi Makula Basah (Eksudatif)

Degenerasi makula basah terjadi ketika pembuluh darah abnormal berkembang di bawah retina dan makula. Kondisi ini membuat pembuluh darah yang tidak stabil tumbuh di bagian makula.

Pembuluh darah ini kemudian bocor serta mengeluarkan darah dan cairan yang mengganggu penglihatan. Pada tingkatan yang lebih parah, AMD basah dapat membentuk jaringan parut yang menyebabkan kehilangan penglihatan sentral secara permanen.

Pada kasus tertentu, orang dengan degenerasi makula kering dapat berubah menjadi bentuk basah. Namun, berbeda dengan bentuk basah, AMD basah membuat pasiennya kehilangan penglihatan sentral secara cepat dan total.

Siapa yang Berisiko Terkena Degenerasi Makula?

Jika berbicara mengenai risiko, orang dengan usia di atas 50 tahun memang lebih rentan terkena penyakit ini. Namun, ada juga orang yang menderita penyakit ini dengan usia lebih muda karena beberapa faktor.

Tidak hanya akibat usia, berikut adalah orang yang berisiko terkena degenerasi makula:

  • Memiliki riwayat keluarga dengan degenerasi makula,
  • Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan,
  • Merokok,
  • Memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi),
  • Sering mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh,
  • Berasal dari ras kulit putih,
  • Mengalami cedera kepala,
  • Menderita infeksi tertentu,
  • Memiliki pola makanan yang minim nutrisi untuk mata.

Gejala Degenerasi Makula yang Perlu Segera Ditangani

Gejala Degenerasi Makula

Sayangnya, banyak pasien dengan AMD tidak menunjukkan gejala sampai penyakitnya sudah parah. Namun, ada beberapa gejala pada sebagian pasien yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Penglihatan berkurang dalam kondisi cahaya yang redup,
  • Adanya perubahan ketika melihat warna misalnya menjadi lebih pudar,
  • Penglihatan menjadi lebih kabur dan rendah,
  • Garis lurus yang terlihat menjadi melengkung atau bergelombang,
  • Melihat bintik kosong atau bintik gelap di bidang pandang.

Pengobatan Medis untuk Degenerasi Makula Stadium Lanjut

Pada orang dengan AMD kering, biasanya dokter menyarankan untuk konsumsi suplemen nutrisi. Sementara itu, orang dengan AMD basah, ada beberapa yang dapat dilakukan yaitu dengan obat-obatan dan terapi.

1. Obat-obatan untuk AMD Basah

Berbagai jenis obat yang dapat digunakan adalah suntikan anti-vascular endothelial growth factor (anti-VEGF). Pengobatan ini dilakukan dengan membius mata kemudian menyuntikkan obat ke dalam vitreus untuk memperbaiki penglihatan.

Sayangnya, pasien yang pernah mendapatkan obat jenis ini dapat kambuh di kemudian hari meskipun sudah pernah berobat. Beberapa jenis obat golongan anti-VEGF adalah aflibercept, ranibizumab, bevacizumab, faricimab-svoa, dan brolucizumab. 

2. Terapi Fotodinamik untuk AMD Basah

Jenis terapi ini menggunakan kombinasi obat dan laser untuk menghancurkan pembuluh darah tambahan di mata. Biasanya, dokter akan menggabungkan terapi fotodinamik dengan suntikan anti-VEGF.

Sayangnya, ada risiko komplikasi yang dapat terjadi ketika melakukan dua pengobatan ini. Risikonya antara lain infeksi mata, ablasi retina, kerusakan struktural pada mata, katarak muncul lebih cepat, hingga kehilangan penglihatan yang parah.

Tips Gaya Hidup untuk Memperlambat Degenerasi Makula 

Bagi pasien degenerasi makula, ada beberapa gaya hidup sehat yang berguna untuk memperlambat degenerasi makula, yaitu:

  • Berhenti merokok,
  • Mempertahankan berat badan yang sehat,
  • Aktif secara fisik dengan rutin berolahraga,
  • Menjaga tekanan darah dan kolesterol agar lebih sehat,
  • Mengonsumsi makanan yang berasal dari nabati dan lemak sehat (diet Mediterania).

Selain itu, apabila pasien sudah mengalami gangguan penglihatan, dokter akan menyarankan untuk menggunakan alat bantu. Cara ini memang tidak dapat memperlambat penyakit. Namun, alat bantu dapat mempermudah pasien untuk melihat.

Beberapa alat bantu yang dapat digunakan adalah kaca pembesar, kacamata, dan software berupa audio yang dapat membantu seseorang memaksimalkan penglihatannya.

Formula AREDS2: Nutrisi Andalan untuk AMD

Nutrisi Andalan untuk AMD

Selain tips yang sudah disebutkan MiBost, banyak dokter spesialis mata merekomendasikan suplemen dengan nutrisi khusus untuk pasien dengan AMD. Bahkan, nutrisi ini sudah diteliti secara ilmiah.

National Eye Institute (NEI) Amerika Serikat pernah meneliti mengenai pengaruh kombinasi vitamin dan suplemen dalam memperlambat perkembangan AMD. Dua penelitian ini kemdian disebut sebagai Age-Related Eye Disease Study atau AREDS dan  AREDS2.

Di dalam dua penelitian ini, ada berbagai zat gizi yang dapat memperlambat perkembangan AMD kering. Nutrisi yang dimaksud adalah vitamin C, vitamin E, lutein, zeaxanthin, zinc, dan tembaga.

Berbagai nutrisi ini berguna untuk memperlambat bahkan menghentikan kehilangan penglihatan sentral. Sebagai nutrisi andalan untuk AMD, zat gizi yang ada dalam penelitian ini sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk multivitamin dan mineral agar hasilnya lebih maksimal.

Peran Lutein dan Zeaxanthin dalam Melindungi Makula

Sekilas, MiBost udah jelasin kalau lutein dan zeaxanthin adalah dua nutrisi yang baik untuk pasien degenerasi makula. Lalu, apa saja peran dua zat gizi ini?

Lutein untuk Melindungi Makula

Lutein merupakan pigmen organik yang ada dalam tumbuhan. Biasanya, lutein terdapat dalam buah, sayuran, atau tumbuhan dengan warna kuning hingga jingga. Uniknya, retina dan makula kita ternyata terdapat lutein dalam konsentrasi tinggi, lho!

Sebuah penelitian pada 2018 menemukan, konsumsi lutein dapat membantu melindungi mata dari degenerasi makula. Bukan cuma itu, sebuah tinjauan yang terbit pada 2019 juga menunjukkan hasil yang mirip.

Studi ini dilakukan pada pasien AMD yang mengonsumsi 10-20 mg lutein setiap hari selama 6 bulan. Hasilnya, pasien yang mengonsumsi suplemen lutein mengalami peningkata ketajaman penglihatan dan kepadatan pigmen makula.

Nah, nutrisi ini banyak terdapat dalam berbagai makanan kita sehari-hari. Beberapa bahan makanan yang tinggi lutein adalah kacang polong, jagung, kuning telur, bayam, alpukat, hingga brokoli.

Zeaxanthin, Kandungan yang Berguna untuk Menghambat AMD

Mirip seperti lutein, zeaxanthin adalah pigmen organik yang ada di dalam tumbuhan dan makula. Bahkan, perbedaan antara keduanya hanya pada tingkat atom, bentuk terkecil dari sebuah benda.

Sebuah studi pada 2022 menemukan, suplemen lutein dan zeaxanthin yang dikonsumsi secara teratur dapat memperlambat perkembangan degenerasi makula stadium lanjut. Penelitian ini dilakukan pada hampir 4.000 orang selama 10 tahun.

Tidak hanya itu, zeaxanthin dikenal karena memiliki sifat antioksidan yang dapat melindungi mata dari kerusakan akibat sinar matahari. Buat sumber makanannya, zeaxanthin biasanya terdapat dalam sayuran berdaun hijau, paprika, telur, hingga bunga marigold.

Suplemen untuk Penderita Degenerasi Makula

Suplemen untuk Penderita Degenerasi Makula

Nah, sekarang Teman Mata sudah tahu pentingnya nutrisi untuk pasien AMD. Bahkan sudah ada penelitian yang mendukung bukti ini. Jadi, tidak hanya dari makanan, penderita degenerasi makula juga dapat mengonsumsi suplemen untuk mendukung kesehatan mata.

Dari studi yang pernah dilakukan, akan lebih baik jika pasien degenerasi makula mengonsumsi suplemen yang terdiri dari berbagai vitamin dan mineral. Kandungan-kandungan ini memiliki sifat antioksidan yang dapat memberikan perlindungan pada mata.

Bicara soal suplemen, tentunya MiBost merekomendasikan Eyebost sebagai vitamin mata terbaik untuk Teman Mata dan keluarga. Memang, Eyebost tidak dapat 100% menyembuhkan penyakit mata ini.

Namun, dengan konsumsi rutin, Eyebost dapat melindungi mata dari risiko penyakit mata terkait usia, termasuk degenerasi makula. Soalnya, Eyebost adalah vitamin mata yang mengandung lutein dan zeaxanthin, dua nutrisi yang bagus untuk melindungi mata.

Ditambah, Eyebost terbuat dari bahan alami, sudah berlabel BPOM, dan mendapatkan sertifikat halal dari MUI. Jadi soal keamanan dan kehalalan produk, Eyebost sudah terbukti berkualitas dan aman dikonsumsi.

Dengan konsumsi rutin dan melakukan pola hidup sehat, Eyebost siap jaga mata dan penglihatanmu!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Assistant Avatar
CS Anggie
Online
Halo! 👋 Aku Mibost. Ada yang bisa saya bantu tentang vitamin mata Eyebost?

Silakan isi data diri untuk memulai konsultasi dengan Konsultan kami:

Scroll to Top