Di masa kini, hampir semua kegiatan kita pasti akan menggunakan komputer, smartphone, tablet, atau gadget lain untuk bekerja dan belajar. W alaupun bermanfaat banget, tapi Teman Mata harus lebih peduli dengan kesehatan mata.
Soalnya, berbagai gadget yang kita pakai sehari-hari mengandung blue light atau sinar biru yang berbahaya bagi mata. Selain dari gadget, kita juga terpapar sinar biru dari matahari dan lampu LED.
Biar mata tetap sehat, MiBost bakal kasih insight soal apa itu sinar biru sampai cara mencegah kerusakan mata dari sinar biru.
Mengenal Sinar Biru
Cahaya biru adalah kategori cahaya tampak yang memancarkan warna biru dengan panjang gelombang 380-550 nanometer dan punya energi tinggi. Biasanya, cahaya ini dipancarkan dari matahari, layar komputer, laptop, televisi, ponsel, sampai tablet.
Jenis cahaya ini memang punya beberapa manfaat, contohnya meningkatkan kewaspadaan, membantu memori dan fungsi kognitif, plus bisa bikin mood jadi lebih baik. Terlepas dari manfaatnya, kita nggak bisa menghindari dampak buruk dari cahaya biru.
Kornea dan lensa mata kita enggak bisa melindungi mata dari paparan cahaya biru dalam jumlah besar. Apalagi, sekarang banyak orang yang melihat layar dengan jarak sangat dekat dan dalam waktu yang sangat lama.
Bayangin aja, selama lockdown Covid-19 kemarin, 32,4% dari 407 responden studi pakai gadget selama 9-11 jam per hari. Bahkan 15,5% dari mereka menatap layar selama 12-14 jam sehari.
Kebiasaan buruk seperti ini yang membuat banyak ilmuwan khawatir soal kerusakan mata karena paparan cahaya biru terus menerus dari layar
Efek Cahaya Biru ke Mata

Teman Mata harus waspada dengan efek cahaya biru ke mata karena sering menatap gadget dalam waktu yang lama. Ini daftarnya:
1. Mata Lelah
Pakai gadget yang lama dan jaraknya deket banget sama mata bisa bikin mata cepet capek. Kondisi ini terjadi karena pas kita liat layar, mata cenderung lebih jarang berkedip daripada biasanya.
Meskipun kedengarannya sepele, tapi jarang berkedip bikin mata jadi kurang lembap. Bukan cuma itu, mata jadi kering, iritasi, bahkan bisa sampai sakit kepala kalau kebiasaan ini dilakukan setiap hari.
2. Menganggu Pola Tidur
Kalau Teman Mata insomnia atau susah tidur di malam hari, bisa jadi penyebabnya gara-gara kebanyakan lihat gadget! Kita yang lihat layar selama berjam-jam ternyata bikin tubuh nggak melepaskan melatonin, hormon yang bikin manusia ngantuk sebanyak biasanya.
Akhirnya, siklus tidur terganggu dan bisa memicu risiko berbagai penyakit berbahaya, misalnya kanker payudara dan prostat. Selain itu, gangguan tidur juga bisa memicu kadar gula darah tinggi yang berakhir dengan diabetes.
3. Meningkatkan Risiko Degenerasi Makula Terkait Usia
Selain bikin mata jadi gampang lelah, paparan cahaya biru yang intens dikhawatirkan bisa merusak sel retina. Kalau kondisi ini terus terjadi, risiko terkena penyakit degenerasi terkait usia (AMD) bisa meningkat.
Buka cuma AMD, kerusakan retina bisa menyebabkan katarak, kanker mata, sampai adanya pertumbuhan tidak normal di lapisan bening di atas bagian putih mata. Apalagi, anak-anak yang kena cahaya biru lebih berisiko merusak mata karena mereka lebih banyak menyerap jenis cahaya ini.
Kandungan untuk Melindungi Mata dari Sinar Biru
Karena gadget udah nggak bisa dipisahkan dari keseharian kita, solusinya Teman Mata bisa melakukan kebiasaan yang baik buat mata. Coba lakukan strategi 20/20/20, menjaga mata tetap lembap, sampai pakai kacamata anti cahaya biru.
Selain itu, asupan tertentu dari makanan, minuman, atau suplemen bisa dikonsumsi untuk menghindari dampak buruk dari blue light. Sejauh ini, dua kandungan alami ini punya manfaat buat mengurangi dampak buruk dari sinar biru:
1. Lutein
Lutein merupakan jenis pigmen organik yang ngasih warna kuning sampai merah yang ada di produk hewani (telur) ataupun tanaman. Nutrisi ini sering disebut sebagai “vitamin mata” karena ternyata secara alami ada lutein di makula dan retina manusia.
Dari sebuah studi di tahun 2022, peneliti menemukan kalau lutein termasuk kandungan yang bisa menghalangi cahaya biru ke mata. Kalau cahaya biru bisa diblokir, risiko AMD, retinopati diabetik, ablasi retina, dan uveitis bisa menurun.
2. Zeaxanthin
Mirip dengan lutein, zeaxanthin juga termasuk pigmen organik dan sama-sama ditemukan di mata manusia. Bedanya, zat gizi ini ada di sayuran berdaun hijau dan punya sifat larut dalam lemak.
Zeaxanthin bekerja sebagai penyaring cahaya biru yang dihasilkan dari matahari, layar elektronik, maupun lampu LED.Kalau cahaya biru bisa disaring, mata bakal lebih tajam plus fungsi makula kita akan meningkat.
Eyebost untuk Melindungi Mata dari Sinar Biru

Teman Mata yang sehari-hari jadi digital worker, gamers, sering belajar dan kuliah online, atau kegiatan lain yang bikin mata harus menatap gadget lebih dari 8 jam disarankan buat mengonsumsi suplemen.
Buat suplemen mata, MiBost saranin pilih Eyebost karena mengandung lutein dan zeaxanthin yang bisa membantu menyaring cahaya biru dari gadget. Dua kandungan ini ada di bahan utama Eyebost, yaitu di ekstrak bunga marigold dan wortel.
Ditambah ekstrak buah bilberry dan madu hutan asli yang kaya antioksidan, Eyebost bukan cuma bisa membantu menyaring cahaya biru, tapi meningkatkan kesehatan mata secara keseluruhan.
Dikemas dalam bentuk kapsul dan cair, Teman Mata tinggal pilih suplemen mana yang bisa dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan. MiBost saranin buat Teman Mata yang lebih dari 8 jam lihat layar komputer atau smartphone minum Eyebost Essential Pro yang lebih ampuh. Ingat mata, ingat Eyebost!


