Apakah Teman Mata pernah mendengar soal gangguan lapang pandang pada mata? Meskipun masih cukup asing di telinga, bukan berarti kondisi ini dapat disepelekan dan tidak perlu diwaspadai, ya.
Gangguan lapang pandang yang terjadi karena penyakit kronis, seperti adanya kerusakan pada otak bisa menjadi permanen. Bukan hanya itu, kondisi ini juga akan menganggu aktivitas sehari-hari kalau tidak ditangani dengan tepat.
Kali ini, MiBost akan menjelaskan serba-serbi gangguan lapang pandang yang Teman Mata harus ketahui. Yuk simak penjelasan berikut.
Apa Itu Gangguan Lapang Pandang?

Gangguan lapang pandang (hemianopsia atau hemianopia) adalah kebutaan parsial atau kehilangan penglihatan pada separuh atau sebagian lapang pandang. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata sekaligus.
Secara umum, ada empat jenis gangguan lapang pandang yang dapat dialami pasien, yaitu:
1. Hemianopsia bitemporal
Hemianopsia merupakan cacat lapang pandang yang memengaruhi kedua mata secara bersamaan. Kondisi ini menyebabkan hilangnya penglihatan di bagian luar (temporal) dari lapang pandang.
Gangguan ini umumnya muncul karena kerusakan atau kompresi kiasma optik, yaitu tempat saraf optik dari masing-masing mata bersilangan. Orang yang menderita kondisi ini akan mengalami kehilangan penglihatan, kesulitan dengan penglihatan malam, dan mata tegang atau tidak nyaman.
2. Hemianopsia homonim
Penyakit hemianopia homonim adalah kondisi yang membuat seseorang hanya melihat satu sisi, baik kanan maupun kiri dari bidang visual masing-masing mata. Sebanyak 42-89% dari kaus hemianopsia homonim terjadi karena adanya penyakit, cedera, atau gangguan di otak.
Umumnya, kondisi ini terjadi karena adanya pukulan, pendarahan otak, atau stroke ringan di otak. Selain itu, adanya infeksi, tumor, autoimun, migrain, hingga epilepsi juga bisa memicu penyakit ini.
Sayangnya, hemianopsia homonim tidak dapat dicegah dan terjadi secara tiba-tiba. Namun, Teman Mata bisa menurunkan risikonya, seperti kontrol secara rutin, menggunakan perlengkapan keselamatan untuk kepala, dan mencegah stroke dengan melakukan gyaa hidup sehat.
3. Hemianopsia superior dan inferior
Hemianopsia superior adalah kondisi saat seseorang kehilangan penglihatan di bagian atas masing-masing mata. Hampir mirip, pasien hemianopsia inferior kehilangan penglihatannya di bagian bawah setiap lapang pandang.
Meskipun punya posisi gangguan yang berbeda, namun hemianopsia superior dan inferior memiliki gejala yang sama. Pasien sering menggerakkan kepala untuk mengimbangi penglihatan, merasa ada benda yang muncul tiba-tiba, atau sering menabrak atau tersangdung sesuatu.
Penyebab Gangguan Lapang Pandang
Penyakit gangguan lapang pandang secara umum disebabkan karena adanya gangguan atau kerusakan pada otak. Namun, penyebab umum dari kondisi ini adalah pasien yang menderita stroke.
Selain itu, beberapa penyebab gangguan lapang pandang lain adalah tumor, alzheimer, demensia, atau epilepsi. Gangguan ini juga dapat terjadi karena adanya cedera kepala traumatis di beberapa bagian otak.
Otak sangat memengaruhi mata karena semua bagiannya punya peran yang berbeda-beda dalam penglihatan dan pemrosesan visual. Gangguan lapang pandang dapat bersifat sementara dan bisa sembuh atau justru menjadi permanen, tergantung pada penyebabnya.
Gejala Gangguan Lapang Pandang
Beberapa orang yang mengalami gangguan lapang pandang mungkin tidak merasa mereka sedang mengalaminya. Hal ini dapat terjadi karena hemianopsia membuat penglihatan tampak hilang pada satu mata dan tidak memperhatikan gejala lainnya.
Padahal, gangguan lapang pandang memiliki berbagai gejala lain, yaitu:
- Kesusahan berjalan dalam garis lurus
- Sering memutar kepala dari sisi yang mengalami hemianopsia
- Halusinasi visual
- Sering menabrak ketika berjalan
- Kesusahan mengemudi
- Kesulitan menemukan awal atau akhir baris teks
- Kesulitan menemukan atau mengambil benda di atas meja.

Pemeriksaan Gangguan Lapang Pandang
Hemianopsia dapat dideteksi dengan tes lapang pandang. Teman Mata akan diminta fokus pada satu titik pada layar lalu ada lampu yang ditampilkan di atas, bawah, kiri, kanan dari titik itu.
Dari pemeriksaan ini, kalau memang ditemukan adanya gangguan, pasien disarankan untuk melakukan tes Magnetic Resonance Imaging (MRI). Pemindaian ini akan mendeteksi apakah ada kerusakan otak pada area yang bertugas untuk penglihatan.
Setelah melakukan pemeriksaan, dokter akan memberikan berbagai terapi dan pengobatan untuk mengatasinya. Di beberapa kasus, gangguan lapang pandang dapat membaik. Tapi kalau sudah ada kerusakan otak, hemianopsia bersifat permanen namun dapat dibantu dengan beberapa terapi.
Pengobatan Gangguan Lapang Pandang
Terapi yang biasanya digunakan untuk mengatasi gangguan ini adalah terapi pemulihan penglihatan (VRT), kacamata bantu perluasan, terapi pemindaian, dan melakukan beberapa strategi membaca.
Selain itu, langkah lain yang dapat dilakukan seperti mencari pendamping agar tidak mudah menabrak, duduk di bioskop dengan posisi yang terkena gangguan, menggunakan simulator mengemudi, dan konsultasi dengan pihak yang berwajib.
Pencegahan gangguan lapang pandang mirip dengan cara kita mencegah risiko penyakit stroke. Teman Mata disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat yang rendah lemak jenuh, garam, kolesterol.
Selain itu, batasi asupan alkohol dan berhentilah merokok. Mengatur berat badan ideal dan rutin beroloahraga bisa menjadi cara lain untuk mencegah penyakit stroke yang dapat datang kapan saja. Teman Mata juga bisa mengonsumsi suplemen untuk merawat mata agar tetap sehat.
Untuk menjaga kesehatan mata, Teman Mata bisa mengonsumsi Eyebost secara rutin setiap hari. Eyebost akan menjaga ketajaman dan fokus mata agar terhindar dari berbagai gangguan mata.
Eyebost juga diproduksi dari bahan alami pilihan yang diolah dengan teknologi modern untuk generasi yang aktif dan produktif. Apalagi, kemasannya yang praktis dan bisa dikonsumsi anak-anak hingga lansia membuat Eyebost menjadi vitamin mata pilihan keluarga.


