Kesehatan

Retinoblastoma, Kanker Mata pada Anak

/

by Shaffi Kareem


Kanker merupakan ancaman yang sangat mengerikan bagi setiap orang. Meskipun kanker dapat disembuhkan, namun banyak dari kasus ini yang berujung pada kematian.

Selain itu, penyakit kronis yang satu ini dapat menyerang setiap orang di segala usia, tidak terkecuali anak-anak.

Masa kanak-kanak adalah masa yang sangat menyenangkan. Menyaksikan mereka tumbuh, berlari, belajar, dan bermain bersama kawan-kawannya menjadi hal yang tidak ternilai harganya bagi para orangtua.

Namun, para orangtua pun harus waspada bahwa ada jenis kanker yang mengancam anak-anak yaitu retinoblastoma.

Jenis kanker yang satu ini menyerang bagian retina mata dan menyebabkan fungsi mata terganggu dan berisiko mengakibatkan vision loss atau kehilangan penglihatan.

Parahnya, sel kanker pun dapat menyebar ke berbagai organ tubuh yang lain. Untuk ulasan lebih lanjut mengenai retinoblastoma, yuk simak penjelasan di bawah ini!

Apa Itu Retinoblasoma?

Sampai detik ini, telah ditemukan beragam jenis kanker yang menyerang setiap bagian tubuh manusia mulai dari otak hingga organ dalam tubuh seperti paru-paru.

Namun, tahukah kalian bahwa ada salah satu jenis kanker yang menyerang mata bernama retinoblastoma?

Retinoblastoma adalah jenis kanker yang menyerang retina. Pada dasarnya, retina merupakan bagian mata yang terbentuk dari jaringan saraf yang berfungsi untuk menangkap cahaya yang masuk dari bagian depan mata.

Cahaya tersebut kemudian difokuskan dan sinyal dikirim ke otak sehingga mata dapat melihat suatu benda.

Jenis kanker retinoblastoma terjadi ketika sel di retina tumbuh secara abnormal dan berkembang dengan cepat dan menyebabkan kerusakan pada jaringan di sekitarnya.

Apabila tidak segera ditangani, sel kanker tidak hanya merusak mata, namun merusak organ tubuh yang lain.

Sayangnya, banyak dari kasus retinoblastoma menyerang anak-anak. Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dari begitu banyak jenis kanker, kanker yang banyak menyerang anak-anak di Indonesia adalah retinoblastoma dan leukimia.

Penyebab Retinoblastoma

Hampir semua jenis kanker memiliki penyebab yang sama, begitu pun juga dengan retinoblastoma. Kanker yang dikenal dengan kanker anak-anak ini disebabkan oleh adanaya mutasi sel di retina. Kondisi ini menyebabkan sel terus berkembang secara abnormal.

Sel-sel yang berkembang tersebut kemudian merusak jaringan yang sehat dan lama kelamaan membentuk tumor.

Tidak sampai di situ, tumor yang perkembangannya di luar kendali dinamakan kanker, dan apabila terjadi pada retina mata, maka kondisi ini disebut dengan retinoblastoma.

Selain itu, retinoblastoma dapat diturunkan oleh orangtua ke anak-anaknya. Apabila salah satu orangtua memiliki gen yang mengandung sel mutasi tersebut, sangat mungkin bahwa sel tersebut akan diturunkan ke anaknya sejak masa di dalam kandungan.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, disebutkan bahwa retinblastoma keturunan biasanya terjadi pada kedua mata (bilateral).

Di samping itu, kanker retina yang dibiarkan tanpa adanya pengobatan serius dapat berkembang ke organ tubuh yang lain seperti otak dan tulang belakang dan dimakan dengan fase metastasis.

Bagaimanapun, mutasi sel yang mengakibatkan kanker belum diketahui secara pasti apa penyebabnya.

Cari tahu juga nih, penyakit mata yang jangan disepelekan, entropion!

Gejala Retinoblastoma

Semua orangtua pasti menginginkan bahwa anak-anaknya tumbuh dengan sehat dan aktif seperti anak-anak pada umumnya.

Setiap hari, mereka pasti mengusahakan untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya, tidak peduli meskipun harus meletakkan kepala di kaki dan kaki di kepala.

Dalam usahanya menjaga kesehatan anak, para ibu dan ayah harus membekali diri dengan ilmu parenting, termasuk perihal macam-macam penyakit yang mengancam kesehatan anak. Salah satunya adalah retinoblastoma.

Dilansir dari laman National Health Service, adapun beberapa gejala retinoblastoma, seperti:

  • Terdapat pantulan berwarna putih pada bagian pupil mata
  • Mata juling atau squint
  • Perubahan warna pada iris mata
  • Mata merah akibat peradangan
  • Penglihatan buruk
  • Kornea mata membesar

Bagaimana Pengobatan Retinoblastoma?

Pada umumnya, kanker merupakan penyakit yang harus diberi pengobatan sesegera mungkin untuk mencegah kanker mencapai fase metastasis.

Apa itu metastasis? Jadi, metastasis adalah fase di mana sel kanker sudah berkembang da menyebar ke organ tubuh yang lain.

Namun, ibu dan ayah tidak perlu khawatir sebab pengobatan kanker saat ini sudah berkembang pesat dan peluang untuk sembuh sudah relatif tinggi asalkan sel kanker terdeteksi sejak dini dan segera melakukan pengobatan sesaat setelah kanker terdiagnosis.

Untuk penanganannya, pengobatan retinoblastoma dilakukan berdasarkan tahap tumor yang dapat berupa intraocular (kanker mata masih berada di dalam mata sepenuhnya) dan extraocular (sel kanker tersebar ke berbagai bagian mata dan tubuh).

Selain itu, penanganan kanker pada retina juga dilakukan berdasarkan ukuran tumornya. Namun, secara umum, pengobatan retinoblastoama dapat dilakukan melalui tindakan seperti:

1. Tindakan Laser

Biasanya, tindakan lanser dilakukan untuk mengobati tumor berukuran kecil. Sebelum tindakan dimulai, pasien akan diberikan anestesi sehingga mereka tidak akan merasakan sakit atau merasakan ketidaknyamanan sebab kebanyakan pasiennya merupakan anak-anak.

Ada beragam jenis tindakan laser, di antaranya seperti thermotherapy dan photocoagulation. Kedua jenis laser tersebut bertujuan untuk menghancurkan atau mematikan sel yang berkembang secara abnormal di retina.

2. Cryotherapy

Cryotherapy adalah pengobatan yang dilakukan dengan cara membekukan jaringan untuk membekukan sel kanker agar tidak berkembang luas.

Tindakan ini disebut juga dengan terapi beku sebab menggunakan zat yang memberikan sensasi dingin bernama cryogens, seperti nitrogen cair, carbon dioxide snow, dan dimethyl ether dan propane (DMEP).

Adapun prosedur lain dalam cryotherapy yaitu dengan memasukkan pasien ke dalam ruangan khusus yang diberikan aliran udara dingin.

Namun, sayang sekali bahwa prosedur ini belum tersedia di Indonesia dan kebanyakan baru dilakukan di negara-negara maju.

3. Radiotherapy

Radiotherapy atau radiation therapy adalah prosedur yang dilakukan untuk mematikan sel kanker, termasuk pada retinoblastoma.

Prosedur ini dilakukan dengan cara memancarkan radasi dengan dosis yang tinggi untuk mematikan sel kanker dan mencegahnya berkembang lebih jauh.

Apabila ukuran tumor tidak terlalu besar, maka akan dipasangkan sebuah alat bernama plaque yang biasanya terbuat dari emas.

Alat ini dijatih pada bagian mata di mana tumor tersebut berada untuk melindungi bagian mata yang lain dari radiasi tersebut. Pada plaque, dipasangkan radiation seed yang memancarkan radiasi tinggi.

4. Chemotherapy

Istilah kemoterapi mungkin bukan hal yang asing lagi di telinga kita. Prosedur pengobatan ini dilakukan pada hampir semua jenis kanker untuk mencegah perkembangan dan penyebaran sel kanker. Kendatipun, kemoterapi biasanya dilakukan saat sel kanker sudah menyebar ke organ tubuh lain.

In general, prosedur kemoterapi dilakukan dengan mengkombinasikannya dengan prosedur lain seperti operasi, terapi hormon, imunoterapi, radioterapi, dan lain sebagainya.

Namun, adapun efek samping kemoterapi seperti demam, muntah, diare, gusi berdarah, dan lain-lain.

Dalam prosesnya, dokter akan memberikan obat-obatan kepada pasien yang diberikan melalui infus atau diminum secara langsung.

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa terus dampingi pasien saat menjalani kemoterapi sebab prosedur ini bukan hal yang mudah untuk dijalani.

5. Tindak bedah operasi

Untuk tumor yang berukuran sangat besar dan berada di posisi yang cukup sulit untuk dijangkau, mungkin dokter akan menyarankan untuk melakukan tindakan operasi, seperti enucleation.

Tahukah kalian apa itu enucleation?

Enucleation adalah prosedur yang dilakukan dengan mengambil seluruh bola mata dan hanya menyisakan otot mata saja.

Selain itu, dokter mungkin akan memasangkan bola mata implan yang dijahitkan dengan otot mata supaya mata implan dapat bergerak.

Setelah membaca ulasan di atas, kita sebagai orangtua harus meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan kita terhadap penyakit mata yang satu ini, ya!

Sebab kanker mata ini dapat mengancam masa depan anak-anak kita. Oleh karenanya, yuk kita jaga kesehatan mata anak dengan mengonsumsi vitamin mata Eyebost.

Eyebost adalah vitamin mata yang diformulasikan dengan ekstrak wortel, bilberry, bunga marigold, madu asli, dan flavour blueberry yang kaya akan senyawa lutein, beta-karoten, vitamin A, C, serta antioksidan.

Vitamin mata ini merupakan pilihan yang tepat untuk memastikan mata anak tetap sehat. Ingat mata, ingat Eyebost!


Share on:

ISFJ type of human.

Tinggalkan komentar

logo eyebost

Eyebost adalah vitamin mata alami yang diracik menggunakan bahan pilihan terbaik, eyebost membuat mata jadi jernih.

Kontak Kami

eyebostofficial@gmail.com

+6281327850411

Jl. Raya Mayjen Sungkono No.KM 5, Dusun 1, Blater, Kec. Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53371

Jam Pelayanan

Senin – Jum'at: 08.00 am – 16.00 pm

Sabtu: 08.00 am – 14.00 pm

Minggu: Slow Respon

Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Kamel
Online
|
//
Konsultasi