Teman Mata pasti sudah tahu kalau diabetes termasuk kondisi kronis yang bisa memicu komplikasi. Pasien dengan diabetes bisa menderita penyakit lain seperti gagal ginjal, kerusakan saraf, stroke, hingga amputasi.
Tapi, pernahkah kamu mendengar kalau diabetes juga bisa berdampak ke mata? Yap, gula darah tinggi dan mata buram merupakan awal dari komplikasi penyakit yang harus diwaspadai.
Biar Teman Mata lebih waspada, yuk simak penjelasan kaitan diabetes dan mata buram di artikel ini!
Mata Buram karena Gula Darah

Dalam dunia medis, kadar gula darah tinggi disebut sebagai hiperglikemia. Ketika kondisi ini terjadi, glukosa dalam darah akan menumpuk karena tubuh kekurangan insulin untuk memprosesnya.
Akibatnya, proses ini menyebabkan perubahan cairan atau pembengkakan yang terjadi sementara di mata. Hasilnya, mata akan menjadi buram karena kadar gula dalam darah sedang tinggi.
Biasanya, mata buram akibat hiperglikemia bisa hilang setelah kadar gula darah menjadi normal. Tetapi, kalau kondisi ini terus terjadi dan tidak ditangani, ada efek jangka panjang lain yang dapat menyerang mata.
Gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah mata, lensa, saraf mata, dan makula. Dalam arti lain, pasien dengan diabetes berisiko mengalami retinopati diabetik, katarak, glaukoma, hingga edema makula.
Kesimpulannya, kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan mata buram dalam jangka pendek maupun panjang. Jadi, kalau pasien sudah mengeluhkan mata buram dan memiliki riwayat diabetes, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter spesialis mata.
Ciri Mata Diabetes

Pada tahap awal, seringkali mata yang terkena komplikasi diabetes tidak menunjukkan tanda yang spesifik, terutama retinopati diabetik. Namun, pada pasien komplikasi lain, seperti edema makula dan katarak, terkadang ada beberapa gejala yang muncul.
Beberapa gejala yang menjadi ciri mata diabetes adalah:
- Penglihatan kabur atau bergelombang,
- Melihat kilatan cahaya,
- Muncul area gelap,
- Kehilangan penglihatan,
- Ada floaters (bintik, garis, atau bentuk abstrak mengambang) yang menetap.
Ketika mata sudah buram dan ada berbagai tanda lain, segera konsultasi dengan dokter, ya. Selain itu, pasien juga perlu waspada dan rutin cek gula darah agar tetap terkontrol dan tidak melonjak.
Mencegah Glaukoma Diabetes
Sebelumnya, MiBost sudah menjelaskan kalau glaukoma termasuk salah satu komplikasi diabetes yang dapat terjadi di mata. Faktanya, menurut Organisasi Riset Glaukoma Amerika Serikat, orang dewasa dengan diabetes berisiko dua kali terkena glaukoma.
Diabetes dapat merusak pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk mata. Di bagian penglihatan kita, perubahan aliran darah dapat mempengaruhi nutrisi dan oksigen ke saraf optik.
Di sisi lain, diabetes dapat menyebabkan stres oksidatif dan dapat memicu timbulnya glaukoma. Akibatnya, mata menjadi lebih rentan rusak karena adanya tekanan tinggi di saraf mata pasien.
Glaukoma termasuk penyakit mata kronis yang merusak saraf dan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan. Ditambah, pasien glaukoma biasanya tidak mengalami gejala sama sekali.
Untuk mencegah glaukoma diabetes, Teman Mata bisa melakukan beberapa cara, seperti melakukan pemeriksaan menyeluruh dengan pelebaran pupil. Cara ini dapat mendeteksi glaukoma sedini mungkin.
Selain itu, konsultasikan dengan dokter spesialis mata kalau ada keluarga yang menderita glaukoma. Cara ini bertujuan untuk mencegah penyakit ini karena glaukoma dapat bersifat turun temurun dan muncul tanpa gejala.
Cara Menjaga Mata Penderita Diabetes

Bagi para penderita diabetes, ada berbagai tips yang dapat kamu lakukan agar mata dan penglihatan tetap sehat, yaitu:
1. Kelola Kadar Gula Darah
Cara paling penting bagi penderita diabetes agar mata tetap sehat adalah dengan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Pengelolaan yang konsisten lewat diet, pengobatan, dan pemantauan bisa menurunkan risiko komplikasi di mata.
2. Kendalikan Tekanan Darah dan Kolesterol
Teman Mata sudah tahu belum, kalau pasien diabetes juga berpotensi punya tekanan darah dan kolesterol tinggi? Ketiganya dapat memperburuk kerusakan mata dan memantau tekanan di pembuluh darah. Makanya, pasien diabetes harus rutin cek tekanan darah dan kolesterol.
3. Gunakan Kacamata Pelindung
Walaupun terlihat sepele, namun pasien diabetes disarankan untuk memakai kacamata hitam yang bisa menangkal sinar matahari. Alat ini dapat menurunkan risiko stres oksidatif akibat matahari yang memicu penyakit mata, terutama katarak.
4. Rutin Olahraga dan Berhenti Merokok
Melakukan olahraga yang rutin selama 150 menit per minggu adalah cara yang bagus untuk mata. Soalnya, saat olahraga, pembuluh darah mendapatkan suplai oksigen dan meningkatkan kolesterol baik.
Di sisi lain, merokok secara tidak langsung dapat meningkatkan kerusakan pada mata. Penderita diabetes yang merokok cenderung berisiko lebih tinggi terkena reitinopati diabetik daripada pasien diabetes yang tidak merokok.
5. Konsumsi Nutrisi yang Baik untuk Mata
Kalau sudah melakukan empat cara yang MiBost sebutkan, sekarang saatnya pasien mulai mengonsumsi vitamin yang berkualitas . Meskipun cara ini tidak dapat menyembuhkan penyakit, namun kandungan ini dapat membantu mendukung kesehatan mata.
Berbagai zat gizi seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, zeaxanthin, dan antioksidan lain dapat memenuhi nutrisi dengan mata. Kabar baiknya, kamu bisa mulai menjaga kesehatan mata dengan rutin konsumsi Eyebost.
Suplemen mata yang satu ini terbuat dari bahan alami yang diproses dengan teknologi tinggi. Ditambah, Eyebost sudah mengantongi izin edar dari BPOM dan sertifikat halal MUI, jadi nggak perlu khawatir lagi soal keamanannya.
Buat penderita diabetes, vitamin mata Eyebost Essential Pro lebih cocok dikonsumsi karena tidak mengandung gula dan aman dikonsumsi setiap hari. Yuk mulai jaga penglihatan dan kesehatan mata dengan Eyebost!


