Muncul Bercak Merah pada Mata, Ini 10 Kemungkinan Penyebabnya

Dalam keadaan normal, umumnya mata berwarna putih pada bagian luar dan cokelat atau hitam pada bagian tengahnya. Namun, bagaimana kalau tiba-tiba muncul bercak merah pada mata?

Tentunya kondisi ini akan membuat Teman Mata khawatir dengan kondisi mata. Nah, sebelum kamu berpikiran negatif, yuk cari tahu seputar bercak merah yang muncul di mata.

Apakah Muncul Bercak Merah Pada Mata Berbahaya?

Bercak merah yang muncul pada mata sebenarnya cukup umum terjadi. Umumnya, bercak merah muncul di sklera atau bagian putih mata. Dalam dunia medis, bercak merah pada mata disebut sebagai perdarahan subkonjungtiva.

Walaupun namanya terdengar penyakit kronis, namun kondisi ini tidak selalu bersifat berbahaya. Bercak merah yang muncul bisa tidak berbahaya apabila disebabkan oleh tekanan darah meningkat, pengaruh obat, maupun kesalahan saat memakai lensa kontak.

Di sisi lain, bercak merah dapat disebabkan oleh kondisi berbahaya, seperti penyakit mata (retinopati diabetik), cedera mata, maupun penyakit kronis pada tubuh, seperti hipertensi (tekanan darah tinggi).

Kenapa Muncul Bercak Merah Pada Mata?

Muncul Bercak Merah Pada Mata

Biar lebih jelas, berikut penyebab muncul bercak merah pada mata:

Penyebab yang Tidak Berbahaya

Bercak merah yang muncul tidak berbahaya kalau disebabkan oleh tiga hal berikut:

1. Tekanan Darah Meningkat

Sebenarnya, kegiatan tertentu dapat meningkatkan tekanan darah sementara di tubuh. Kalau kondisi ini terjadi dalam waktu yang cukup lama, pembuluh darah kecil di mata (kapiler) dapat rusak.

Aktivitas yang dapat membuat kapiler rusak adalah bersin, batuk, muntah, buang air besar, melahirkan, dan mengangkat beban berat. Meskipun terlihat mengkhawatirkan, namun bercak merah yang timbul karena faktor ini biasanya akan sembuh sendiri dalam beberapa hari.

2. Kesalahan dalam Menggunakan Lensa Kontak

Terkadang saat memakai lensa kontak, kita nggak sadar kalau ada debu yang terjebak di belakangnya. Kalau tidak dibersihkan dengan cairan khusus, debunya akan terus menempel dan menyebabkan iritasi.

Saat mata iritasi, kadang-kadang kita akan refleks menggosoknya hingga menimbulkan bercak merah. Nah, kalau kondisi ini terjadi, Teman Mata tak perlu panik karena bercak yang timbul bukan karena penyebab yang berbahaya.

Segera lepaskan lensa kontak dan bersihkan dengan benar. Kalau lensa yang dipakai sudah terlalu lama, Teman Mata bisa menggantinya dengan yang baru. Untuk perlindungan ekstra, pakailah kacamata hitam untuk melindungi mata dari angin dan debu.

3. Penggunaan Obat Pengencer Darah

Beberapa orang dengan kondisi tertentu, seperti pasien jantung koroner, stroke, maupun emboli paru terkadang disarankan untuk mengonsumsi obat pengencer darah. Saat dikonsumsi, jenis obat ini membuat tubuh jadi lebih rentan terjadi perdarahan.

Umumnya, obat pengencer darah yang digunakan adalah apixaban, dabigatran, enoxaparin, heparin, maupun warfarin. Kalau bercak merah terjadi karena konsumsi obat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter, ya.

4. Episkleritis

Episkleritis merupakan peradangan pada jaringan tipis di antara konjungtiva dan sklera (episklera). Penyakit ini bersifat akut, yang artinya muncul secara tiba-tiba dan lebih sering terjadi pada wanita usia 47-60 tahun.

Walaupun begitu, episkleritis termasuk penyakit yang dapat disembuhkan meskipun dapat kambuh di kemudian hari. Dokter akan memberikan obat tetes mata kortikosteroid  dan obat anti-inflamasi agar penyembuhan lebih cepat.

5. Pinguecula

Pinguecula adalah penebalan jaringan yang terjadi pada lapisan luar mata. Kondisi ini umumnya terlihat seperti sesuatu yang menonjol, berwarna kuning, dan disebabkan oleh paparan sinar matahari atau iritasi jangka panjang.

Sebagian besar pinguecula tidak perlu diobati dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, kalau pasien merasa ada gejala yang tidak nyaman, dokter menyarankan untuk melakukan operasi.

6. Hemangioma Konjungtiva

Ketika ada gumpalan pembuluh darah yang terpelintir dan berkembang di bagian putih mata, kondisi ini disebut sebagai hemangioma konjungtiva. Pasien yang mengalami keadaan ini terjadi karena bawaan sejak lahir dan menghilang seiring pertumbuhan anak.

Dalam kasus yang lebih jarang terjadi, hemangioma konjungtiva muncul pada lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun. Walaupun kondisi ini tidak berbahaya, namun pasien dianjurkan untuk memeriksanya setahun sekali.

Penyebab yang Berbahaya

Penyebab Bercak Merah Pada Mata

Bukan cuma terjadi karena sesuatu yang tidak berbahaya, bercak merah juga dapat muncul karena kondisi berbahaya, yaitu:

1. Retinopati Diabetik

Retinopati diabetik adalah penyakit mata yang dapat melemahkan dan merusak pembuluh darah di retina. Penyakit ini muncul karena adanya komplikasi dari kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol.

Selain muncul bercak merah, pasien retinopati diabetik akan mengalami gejala lain, seperti penglihatan kabur, mengalami rabun senja, ada bintik buta, dan cacat lapang pandang. Kalau Teman Mata memiliki riwayat penyakit diabetes dan muncul bercak merah, segera periksakan ke dokter.

2. Cedera Mata

Saat mata tertusuk, terbentur, atau ada benda yang masuk ke mata, peristiwa ini akan menyebabkan pendarahan di mata. Tidak hanya trauma berat, trauma ringan seperti menggosok mata terlalu keras dapat membuat pembuluh darah kapiler pecah.

Jika cedera mata yang dialami cukup parah, sebaiknya Teman Mata segera memeriksakan diri ke dokter. Cara ini dilakukan untuk mendeteksi seberapa parah pembuluh darah yang pecah di mata.

3. Hifema

Hifema adalah istilah medis ketika darah terkumpul di bagian depan mata (perdarahan di mata). Kondisi ini disebabkan oleh robekan pada iris atau pupil yang biasanya ditimbulkan karena cedera maupun penyakit berbahaya, seperti kanker mata, leukemia, maupun hemofilia.

Berbeda dengan perdarahan pada subkonjungtiva, hifema memiliki tingkat keparahannya, dari derajat 0 hingga derajat 4 yang berisiko berubah menjadi glaukoma sudut tertutup. Dokter akan mengobati hifema sesuai dengan keparahannya.

4. Penyakit Sel Sabit

Penyakit sel sabit merupakan kelainan darah bawaan yang menyebabkan penderitanya mengalami anemia kronis dalam waktu lama. Dalam tubuh pasien, jumlah sel darah merah yang sehat akan turun drastis dan dapat menyebabkan nyeri hebat.

Penderita penyakit ini terkadang memiliki bintik, garis, atau bercak merah pada bagian putih mata mereka. Hal ini disebabkan karena sel darah merah berbentuk sabit dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah kecil.

Infografis Muncul Bercak Merah Pada Mata

Bagaimana Cara Mengatasi Muncul Bercak Merah Pada Mata?

Bercak merah yang disebabkan karena perdarahan subkonjungtiva tidak memerlukan pengobatan. Namun, Teman Mata dapat menggunakan tetes mata untuk meredakan iritasi yang terjadi pada mata.

Dokter mungkin akan meresepkan tetes mata antibiotik kalau bercak yang muncul disebabkan infeksi bakteri. Untuk mengatasinya di rumah, Teman Mata bisa mencoba beberapa cara ini:

  • Mengompres mata dengan air hangat
  • Tidak menggunakan lensa kontak untuk sementara waktu
  • Menghindari menggosok mata.

Namun, Teman Mata harus segera ke klinik atau rumah sakit kalau bercak merah terjadi karena cedera atau memiliki riwayat penyakit tertentu. Selain itu, Teman Mata harus waspada kalau bercak muncul dengan beberapa gejala, contohnya:

  • Nyeri mata
  • Sakit kepala
  • Keluar cairan di mata
  • Perdarahan di kedua mata
  • Penglihatan yang berubah
  • Perdarahan gusi
  • Memar di sekitar mata.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Anggie
Online
|
//
Konsultasi