Mengenal Anatomi Lensa Mata: Struktur, Fungsi, dan Gangguannya

Pernah nggak sih Teman Mata berpikir, bagaimana caranya kerja kamera yang sering kita pakai sehari-hari? Ternyata, cara kerja kamera terinspirasi dari lensa mata kita sendiri, bagian kecil tapi sangat penting untuk penglihatan.

Lensa mata itu ibarat auto-focus dari tubuh manusia yang harus dirawat agar terhindar dari penyakit. Di artikel ini, Teman Mata akan lebih banyak belajar soal anatomi, struktur, fungsi, sampai gangguan di lensa mata.

Struktur Unik Lensa Mata

Lensa mata merupakan bagian mata yang berfungsi untuk memfokuskan dan meneruskan cahaya ke bagian lainnya. Kalau dilihat dari bentuknya, lensa adalah struktur bening dan melengkung yang tertanam jauh di dalam mata.

Organ penting mata ini terletak tepat di belakang pupil, yaitu titik gelap di tengah iris yang menjadi bagian berwarna pada mata. Lensa mata termasuk bagian mata yang lunak, transparan, dan terbungkus kapsul elastis.

Di dalam lensa mata, terdapat empat bagian yaitu kapsul lensa, epitel lensa, korteks lensa, dan nukleus lensa. Keempat bagian ini memiliki peran masing-masing.

Kapsul Lensa

Kapsul lensa merupakan membran (pembungkus) berwarna transparan yang melapisi seluruh bagian lensa mata. Bagian ini merupakan bagian terluar dari lensa yang punya tekstur halus dan sangat elastis.

Rata-rata, kapsul lensa punya ukuran sekitar 2-28 mikrometer. Pada mata manusia, kapsul lensa bertugas untuk memberi bentuk pada lensa sebagai respon terhadap tarikan selama akomodasi.

Epitel Lensa

Epitel lensa terletak di bagian depan lensa hingga mencapai bagian ekuator. Menariknya, bagian ini tidak ditemukan pada kapsul yang berada di belakang lensa.

Bagian ini hanya terdiri dari satu lapis sel, di mana sisi apikalnya menghadap ke dalam lensa, sedangkan sisi basal menempel langsung pada kapsul lensa.

Perannya cukup penting bagi mata karena menjadi pusat aktivitas metabolisme lensa. Pada epitel lensa, beberapa proses vital, mulai dari pembentukan DNA, RNA, protein, hingga lipid dilakukan.

Nukleus Lensa

Nukleus adalah serat lensa yang terbentuk paling awal. Kalau dilihat dari posisinya, nukleus berada di bagian tengah lensa. Bagian ini terbagi lagi menjadi beberapa lapisan, yaitu nukleus embrional, fetal, infantil, dan dewasa, yang dibedakan berdasarkan tahap usia serta serat-serat penyusunnya.

Korteks Lensa

Korteks adalah serat lensa yang terbentuk setelah nukleus dan terletak di bagian luar. Baik nukleus maupun korteks, keduanya tersusun dari lapisan-lapisan konsentris (lamellae) yang memanjang, dengan masing-masing serat memiliki inti berbentuk pipih.

Gangguan pada Lensa Mata

Gangguan pada Lensa Mata

Walaupun punya struktur unik, lensa mata bisa mengalami beberapa gangguan dan penyakit yang perlu diwaspadai berikut ini:

1. Katarak

Katarak merupakan kondisi adanya area keruhan yang terbentuk pada lensa mata. Orang yang menderita penyakit ini memiliki ciri khas yang dapat kita lihat, yaitu adanya lingkaran berwarna putih keruh di tengah mata.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 17% orang di seluruh dunia menderita katarak dan menyebabkan masalah penglihatan. Oleh karena itu, katarak termasuk penyakit yang sangat umum ditemui di seluruh dunia.

Pada pasien katarak, mereka seolah-olah melihat melalui “jendela yang kotor” dan akan memburuk seiring berjalannya waktu. Penyebab utama dari penyakit ini adalah karena rusaknya protein akibat faktor genetik maupun lingkungan.

Apabila sudah menderita katarak, satu-satunya pengobatan yang harus dilakukan adalah melakukan operasi. Selama operasi, dokter akan mengangkat lensa alami dan menggantinya dengan lensa buatan yang melekat permanen.

2. Kelainan Refraksi

Kelainan refraksi adalah kelainan pada bentuk alami mata yang membuat penglihatan secara kabur. Jenis gangguan ini sangat beragam, yaitu rabun jauh (miopia), rabun jauh (hiperopia), rabun jauh karena usia (presbiopia), dan mata silinder (astigmatisme).

Keempat jenis kelainan refraksi ini semuanya membuat mata sulit fokus pada objek, baik jarak dekat, jauh, maupun terlihat buram. Tipe gangguan mata ini juga dapat berkembang seiring bertambahnya usia, meskipun banyak yang sudah mengalaminya saat anak-anak maupun remaja.

Di seluruh dunia, banyak sekali orang yang mengalami kelainan refraksi dan sangat umum ditemui. Kalau Teman Mata termasuk salah satunya, dokter biasanya akan menyarankan untuk menggunakan kacamata maupun lensa kontak.

Namun, jika kondisinya sudah sangat buruk, pasien bisa melakukan operasi koreksi penglihatan. Dua jenis operasi yang disarankan adalah LASIK dan keratektomi fotorefraktif (PRK).

Cara Merawat Mata agar Tetap Sehat

Cara Merawat Mata

Buat menjaga lensa dan bagian mata lainnya, Teman Mata bisa melakukan beberapa cara ini:

1. Konsumsi Makanan Bergizi

Kesehatan mata yang baik dimulai dari makanan yang Anda konsumsi. Nutrisi seperti asam lemak omega-3, lutein , seng , serta vitamin C dan E dapat membantu mencegah masalah penglihatan terkait usia, seperti katarak dan degenerasi makula.

Teman Mata bisa mengonsumsi sayuran hijau, protein hewani dan nabati, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Kalau merasa masih kurang, kamu bisa rutin minum suplemen khusus mata, seperti Eyebost.

2. Rutin Olahraga

Teman Mata pernah mendengar anjuran berolahraga minimal selama 150 menit setiap minggu? Ternyata, selain bikin badan jadi sehat dan bugar, olahraga secara rutin bisa menjaga kesehatan mata, lho!

Berolahraga dapat meningkatkan aliran darah dan nutrisi ke seluruh tubuh, termasuk ke mata. Rutin olahraga dalam jangka panjang dapat mempercepat penyembuhan jaringan, mengurangi stres oksidatif, dan menurunkan risiko penyakit mata akibat berat badan tidak terkontrol.

3. Berhenti Merokok

“Mengonsumsi” tembakau atau merokok setiap hari dapat meningkatkan risiko katarak, kerusakan saraf optik, hingga degenerasi makula. Rokok termasuk benda yang buruk untuk mata karena mengandung bahan kimia yang merusak retina, lensa, hingga pembuluh darah.

Saran untuk berhenti merokok bukan hanya untuk orang yang memakai rokok konvensional saja, ya. Orang yang menggunakan rokok elektrik (vape) juga disarankan untuk berhenti dari kebiasaan buruk ini.

4. Gunakan Kacamata 

Meskipun terlihat sepele, kacamata merupakan salah satu benda penting yang dapat melindungi mata. Kacamata hitam dapat membantu melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet yang meningkatkan risiko degenerasi makula dan katarak.

Lalu, untuk Teman Mata yang suka berolahraga atau aktivitas di luar cukup ekstrem, kacamata keselamatan dapat melindungi mata dari cedera dan zat berbahaya. Untuk yang sering menatap layar komputer, gunakan kacamata dengan lensa khusus yang bisa menyaring cahaya biru.

5. Lakukan Pemeriksaan Rutin

Semua orang, mulai dari anak-anak sampai lansia, seharusnya rutin ke dokter untuk emlakukan cek mata. Anak-anak bisa mulai melakukan periksa mata awal di usia 6-9 bulan, dilanjutkan ketika usia 2-3 tahun, dan pemeriksaan pra-sekolah pada umur 5-6 tahun.

Pada orang dewasa dengan penglihatan bagus, ketika berusia 20-an, mereka disarankan untuk melakukan cek mata lengkap satu kali. Sementara ketika sudah berumur 30-an, cek mata dilakukan sebanyak dua kali.

Untuk lansia atau berusia 65 tahun ke atas, sebaiknya melakukan cek mata setiap 1-2 tahun sekali untuk deteksi dini penyakit. Orang dengan penyakit lain seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan riwayat penyakit mata keluarga juga harus rutin melakukan pemeriksaan mata.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Anggie
Online
|
//
Konsultasi