Teman Mata sudah tahu belum, kalau diabetes disebut sebagai penyakit silent killer? Padahal, menurut data dari International Diabetes Federation, pada 2021, ada 19,7 juta pasien diabetes yang ada di Indonesia.
Bahkan, Indonesia menduduki peringkat lima sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia. Tubuh dengan kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan komplikasi ke berbagai organ tubuh kita, termasuk ke mata dan penglihatan.
Salah satu penyakit mata akibat gula darah tinggi yang wajib diwaspadai adalah katarak diabetes. Di artikel ini, yuk lebih tahu soal katarak diabetes, mulai dari pengertiannya hingga pengobatannya.
Pengertian Katarak Diabetes

Katarak diabetes merupakan kondisi yang ditandai dengan kekeruhan lensa mata karena gula darah tinggi. Penyakit ini termasuk sebagai salah satu komplikasi diabetes yang tidak terkontrol dengan baik.
Sama seperti penderita katarak lainnya, pasien katarak diabetes juga mengalami penurunan penglihatan. Mereka akan melihat lingkungan sekitar seperti melihat dari jendela kotor, terasa buram dan tidak jelas.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), 32 2 persen pasien diabetes di atas usia 45 tahun menderita katarak. Apabila tidak ditangani dengan tepat, penderita katarak diabetes berisiko kehilangan penglihatan bahkan kebutaan.
Penyebab Katarak Diabetes
Seperti yang MiBost jelaskan sebelumnya, penyebab utama katarak diabetes adalah akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol pada tubuh. Padahal, diabetes yang tidak terkontrol dapat terjadi karena beberapa faktor.
Pasien yang sudah lama mengidap diabetes, kadar glukosa yang sangat tinggi, dan memiliki edema makula lebih rentan terkena katarak diabetes. Selain itu, faktor tertentu seperti riwayat keluarga, cedera mata, operasi mata, dan suntikan berulang.
Di sisi lain, pasien diabetes yang banyak menghabiskan waktu di bawah sinar matahari tanpa kacamata pelindung pun berisiko terkena katarak diabetes. Pada kasus yang cukup jarang terjadi, pasien yang mengonsumsi obat seperti kortikosteroid berisiko terkena penyakit ini.
Tak hanya itu, orang yang sudah mendapatkan terapi insulin pun masih berisiko terkena katarak diabetes. Kondisi ini dapat terjadi karena insulin terkadang menyebabkan gula darah tidak stabil.

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Katarak?
Ketika seseorang memiliki kadar gula darah yang tidak terkontrol, kondisi ini akan berpengaruh ke seluruh tubuh, termasuk mata. Lensa mata akan mendapatkan nutrisi dari humor aqueous, cairan yang mengisi bagian depan mata.
Humor aqueous menyediakan oksigen dan glukosa, dua sumber energi sederhana untuk aktivitas sel-sel tubuh. Namun, ketika gula darah tidak terkontrol, glukosa di humor aqueous dan di lensa juga meningkat.
Saat kadar glukosa di lensa tinggi, kondisi ini akan menyebabkan lensa membengkak dan memengaruhi kejernihan penglihatan. Di sisi lain, lensa memiliki sorbitol, enzim yang dapat mengubah glukosa menjadi zat.
Sorbitol yang menumpuk di lensa dapat memengaruhi sel dan protein alami yang ada di mata. Akhirnya, kondisi ini akan menyebabkan lensa menjadi kurang jernih dan bertambah buram. Lama kelamaan, kondisi ini akan membentuk katarak dan membuat mata tampak buram.
Apakah Penderita Diabetes Boleh Menjalani Operasi Katarak?

Bagi pasien katarak, dokter biasanya akan menyarankan untuk melakukan operasi pengangkatan lensa. Nantinya, dokter akan mengganti lensa yang sudah rusak dengan lensa buatan yang sehat.
Lalu, pasti ada pertanyaan, apakah penderita diabetes boleh menjalani operasi katarak? Untuk pertanyaan itu, jawabannya tentu saja boleh, ya. Namun, dokter tidak akan langsung menyarankan untuk operasi katarak diabetes.
Kalau katarak masih dalam kondisi yang ringan, dokter mungkin tidak menyarankan untuk segera melakukan operasi. Terkadang, kacamata dengan resep yang tepat masih bisa membantu penglihatan yang kabur.
Namun, kalau katarak semakin memburuk, penglihatan yang kabur akan memengaruhi kualitas hidup. Di saat seperti inilah biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan tindakan operasi pengangkatan lensa.
Operasi katarak termasuk operasi ringan yang hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit hingga satu jam. Walaupun begitu, ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan oleh pasien.
Dokter akan mempertimbangkan penyakit mata terkait diabetes lain pada pasien, seperti ada tidaknya glaukoma atau retinopati diabetik. Jika pasien memiliki kondisi lain, mungkin mereka masih mengalami kabur ringan meskipun sudah melakukan operasi.
Sebelum melakukan operasi, pasien juga harus mengontrol kadar gula darah agar tidak terlalu tinggi. Kadar glukosa yang tinggi dapat memengaruhi penyembuhan luka, meningkatkan risiko infeksi, sekaligus dapat menyebabkan pendarahan.
Kalau pasien hanya menderita katarak diabetes, operasi ini termasuk memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Setelah menjalani operasi, pasien tetap wajib menjaga kadar gula darah agar katarak baru tidak terbentuk lagi.
Apakah Eyebost Aman untuk Penderita Diabetes?

Sekarang, Teman Mata mungkin akan bertanya, apakah Eyebost aman untuk penderita diabetes? Secara umum, Eyebost bisa dikonsumsi penderita diabetes asalkan sesuai dengan cara minumnya.
Eyebost Essential mengandung madu yang memiliki indeks glikemik (GI) yang lebih rendah daripada gula putih. Madu memiliki GI di angka 50, sementara gula putih di angka 80. Apalagi, madu mengandung fruktosa yang lebih mudah dicerna dan tidak terlalu memengaruhi gula darah.
Teman Mata yang memiliki katarak dan diabetes masih bisa mengonsumsi Eyebost Essential. Vitamin mata ini dapat diminum 1 kali sehari sebanyak 1 sendok makan yang dilarutkan dalam 200 ml air setelah makan.
Kalau kamu masih ingin mengonsumsi Eyebost yang tidak menggunakan pemanis, kamu bisa minum Eyebost Essential Pro secara rutin. Eyebost Essential Pro dibuat dari ekstrak bahan alami yang dikemas tanpa tambahan gula sedikitpun.
Produk ini mengandung bahan yang tinggi antioksidan, vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, dan zeaxanthin yang bagus untuk mencegah penyakit mata akibat diabetes. Terlebih, konsentrasi kandungan yang ada di Eyebost Essential Pro lebih tinggi dan ampuh untuk mata.
Untuk cara minumnya, Eyebost Essential Pro bisa dikonsumsi 3 kali sehari sebanyak 1 kapsul per konsumsi setelah makan. Kalau kamu sedang mengonsumsi obat, Eyebost Essential Pro dapat diminum 1 jam setelah obat diminum.
Nah, sekarang Teman Mata pasti sudah lebih paham soal bahaya diabetes yang dapat menyebabkan katarak di mata. Kamu bisa memakai kacamata hitam, tidak merokok, dan melakukan pemeriksaan secara teratur.
Teman Mata juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang sehat setiap hari, terutama makanan yang memiliki nutrisi penting untuk mata. Sebisa mungkin, kamu mengonsumsi makanan mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, dan zeaxanthin.
Apabila dikonsumsi secara rutin, berbagai nutrisi ini dapat mencegah penyakit mata kronis akibat diabetes, seperti katarak dan glaukoma. Biar nutrisinya maksimal, kamu bisa rutin minum suplemen mata dari Eyebost.
Dua produk dari Eyebost terbuat dari bahan alami pilihan yang mengandung eye complex untuk menunjang kesehatan mata. Terlebih, dua produk dari Eyebost dijamin 100% halal karena sudah memiliki sertifikat halal MUI dan izin edar dari BPOM.
Jangan biarkan diabetes menganggu penglihatanmu, yuk jaga kesehatan mata setiap hari dengan Eyebost!


