Berapa Durasi Screen Time Yang Baik? Berikut Rincian Sesuai Kategori Usia

Di era yang serba digital seperti sekarang ini, hampir semua kegiatan kita pasti membutuhkan gadget untuk membantu pekerjaan. Apalagi, sekarang banyak pekerja digital yang bisa melihat layar 8-12 jam per hari.

Meskipun tidak langsung berbahaya untuk mata, namun durasi screen time tinggi akan memengaruhi kesehatan mata dan penglihatan. Lalu, berapa durasi screen time yang baik dan ideal untuk mata?

Yuk cari tahu jawabannya di artikel ini, ya!

Apa Itu Screen Time?

Apa Itu Screen Time

Waktu layar atau sering disebut screen time merupakan durasi ketika kita beraktivitas di depan layar, seperti menonton televisi, bekerja di komputer, atau bermain video game. Dalam waktu tersebut, tubuh cenderung menetap, tidak aktif secara fisik, dan sedikit energi yang dipakai.

Meskipun terlihat mirip, secara umum ada empat jenis screen time yang biasa dilakukan, yaitu screen time pasif, interaktif, edukatif, dan produktif. Berikut perbedaannya:

Screen Time Pasif

Saat kita melihat layar untuk keperluan konsumtif, artinya Teman Mata memiliki screen time dengan tujuan pasif. Biasanya, kegiatan yang dilakukan adalah bermain video game, melihat ponsel, atau menonton televisi.

Jenis screen time ini sebenarnya yang perlu dibatasi karena dapat berdampak pada aktivitas sosial. Selain itu, screen time pasif dipercaya dapat mengurangi imajinasi dan kreativitas pada anak-anak.

Screen Time Interaktif

Screen time interaktif merupakan waktu ketika seseorang berinteraksi dengan dunia nyata melalui aplikasi. Contoh screen time interaktif adalah kita menggunakan aplikasi untuk identifikasi tanaman.

Meskipun memiliki efek yang positif, sayangnya sebagian besar manusia terkadang tidak memiliki banyak waktu untuk menggunakan screen time interaktif. Mereka umumnya akan menggunakannya hanya ketika membutuhkan bantuan saja.

Screen Time Edukatif

Screen time edukatif merupakan kegiatan menatap layar yang digunakan untuk tujuan pendidikan dan literasi. Biasanya, kegiatan ini dilakukan saat pembelajaran atau kursus, baik online maupun offline.

Contoh screen time edukatif adalah membaca e-book, mengikuti kelas atau kursus, dan menonton video pembelajaran. Selain itu, membaca jurnal maupun artikel ilmiah juga termasuk jenis screen time edukatif.

Screen Time Produktif

Buat Teman Mata yang sehari-hari menatap layar untuk bekerja atau belajar, waktu di depan layar termasuk sebagai screen time produktif. Biasanya, jenis screen time ini berguna untuk mengembangkan skill dengan durasi yang cukup lama.

Untuk pelajar, screen time produktif untuk belajar dan kursus bisa memakan waktu lebih dari 5 jam tiap hari. Sementara itu, pekerja membutuhkan waktu lebih dari 8 jam untuk bekerja di depan layar.

Hubungan Screen Time dengan Kesehatan Mata

Hubungan Screen Time dengan Kesehatan Mata

Orang dengan screen time yang lama akan memengaruhi kesehatan mata kita. Beberapa kondisi yang dapat terjadi akibat terlalu lama menatap layar adalah:

Ketegangan Mata Digital

Ketegangan mata digital atau digital eye strain (DES) merupakan sejumlah gejala yang terjadi ketika mata kelelahan menatap layar. Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan membuat mata menjadi tidak nyaman.

Beberapa gejala ketegangan mata digital adalah mata kering, mata berair, sakit kepala, hingga penglihatan kabur. Gejala ini muncul karena mata terlalu bekerja keras saat menatap layar yang memancarkan cahaya.

Akibatnya, mata menjadi lebih jarang berkedip dan harus menyesuaikan diri dengan cahaya yang masuk ke mata. Kalau tidak diimbangi dengan istirahat, ketegangan mata digital akan rawan muncul kembali.

Mata Kering

Terlalu banyak menatap layar membuat mata menjadi lebih kering dan terasa tidak nyaman. Seperti yang MiBost terangkat sebelumnya, saat menatap layar, mata kita lebih sedikit berkedip dan menjadi lebih kering.

Masalah ini memang bisa diatasi dengan istirahat dan menggunakan air mata buatan. Namun, kalau terlalu sering kering dan terjadi dalam waktu yang lama, organ penglihatan ini berisiko terkena penyakit mata kering.

Meningkatkan Risiko Terkena Rabun Dekat

Miopia atau rabun dekat merupakan gangguan pada mata yang dikaitkan dengan penggunaan layar dalam waktu lama, terutama pada anak-anak dan remaja. Para peneliti memprediksi, akan ada 740 juta anak-anak dan remaja yang mengalami rabun dekat pada 2040.

Di sisi lain, ilmuwan menemukan, risiko miopia meningkat tajam jika anak-anak atau remaja menatap layar dalam waktu yang lama, intens, dan dilakukan setiap hari. Biasanya, mereka yang memiliki screen time lebih dari 4 jam sehari 97% berisiko terkena rabun dekat.

Berapa Durasi Screen Time yang Ideal Menurut Makar Kesehatan Mata?

Durasi Screen Time yang Ideal

Untuk menghindari dampak negatif dari penggunaan screen time berlebih, Teman Mata bisa menggunakan pedoman durasi screen time ideal berikut ini:

  • Anak di bawah usia 18 bulan tidak disarankan menatap layar atau menggunakan gadget sama sekali,
  • Anak usia 18-24 bulan memiliki batas maksimal screen time 1 jam dengan resolusi tinggi dan pendampingan orang tua,
  • Anak usia 2-5 tahun disarankan memiliki screen time maksimal 1 jam dalam sehari,
  • Anak usia lebih dari 6 tahun maksimal memiliki screen time selama 1,5 jam dalam sehari,
  • Remaja dengan usia lebih dari 12 tahun maksimal punya screen time selama 2 jam sehari untuk penggunaan hiburan,
  • Usia dewasa disarankan untuk mempunyai screen time 257 menit atau sekitar 4 jam 17 menit.

Screen time yang sudah MiBost sebutkan sebaiknya dilakukan, ya, terutama untuk usia anak-anak dan remaja. Durasi screen time ideal untuk anak memang sudah direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

infografis screen time ideal

Mengapa Durasi Ini Perlu Dipatuhi?

Terlalu lama menatap layar, baik pada anak-anak maupun dewasa memiliki dampak negatif. Beirkut penjelasannya.

Dampak Screen Time Berlebih pada Anak

Pembatasan screen time pada anak-anak tentu bukan tanpa tujuan. Balita hingga anak-anak yang terlalu banyak waktu di depan layar cenderung memiliki beberapa dampak negatif pada perkembangan mereka.

Mereka cenderung kurang memiliki keterampilan motorik halus, kosakata yang kurang, kognitif dan kreativitas yang berkurang, hingga mengalami penipisan korteks. Oleh karena itu, sebaiknya anak-anak disarankan untuk aktif beraktivitas fisik dan motorik.

Terlebih, sebuah penelitian di Kanada pada 2018 menemukan, anak usia 2-3 tahun yang menonton televisi selama 2,4-3,6 jam sehari memiliki hasil tes perkembangan yang lebih buruk daripada anak yang menonton layar kurang dari durasi itu.

Bukan hanya menganggu perkembangan saja, screen time berlebih pada anak juga meningkatkan risiko rabun jauh. Semakin lama anak-anak menghabiskan waktu di depan layar, kemungkinan terkena miopia juga semakin tinggi.

Dampak Screen Time Berlebih pada Dewasa

Meskipun orang dewasa memiliki toleransi screen time lebih tinggi daripada anak-anak, namun bukan berarti terbebas dari dampak negatifnya. Orang dewasa pun rentan terkena masalah apabila setiap hari berada di depan layar lebih dari 4-8 jam.

Mereka rawan terkena sindrom penglihatan komputer (CVS) dengan gejala seperti mata tidak nyaman, penglihatan kabur, sensitif dengan cahaya, hingga sakit kepala. Tak hanya itu, orang yang terlalu lama menatap layar komputer rawan nyeri punggung dan leher.

Apalagi, studi pada 2021 menyatakan, orang dewasa usia 18-25 tahun dengan screen time berlebih dapat menyebabkan penipisan korteks serebral. Akibatnya, pengambilan keputusan dan pemecahan masalah akan cukup berdampak.

Dalam studi lain, orang dewasa yang menonton televisi 5 jam atau lebih per hari meningkatkan risiko terkena penyakit demensia, stroke, atau parkinson. Orang dewasa juga lebih rentan terkena insomnia dan menganggu jam tidur karena terlalu sering menatap layar.

Cara Mengistirahatkan Mata Setelah Screen Time Panjang

Mengistirahatkan Mata Setelah Screen Time Panjang

Buat Teman Mata yang tidak bisa menghindari screen time panjang karena pekerjaan atau belajar, MiBost punya solusinya. Kamu bisa melakukan beberapa cara agar mata tidak mudah lelah dan meminimalkan dampak negatif.

Saat menatap layar dalam waktu lama, usahakan untuk beristirahat panjang selama 15 menit setiap dua jam sekali. Selama istirahat tersebut, usahakan Teman Mata jangan melihat layar apapun, ya.

Selain itu, kamu bisa melakukan teknik 20-20-20 saat menatap layar dalam waktu lama. Jadi, setiap 20 menit, Teman Mata disarankan untuk melihat sesuatu yang berjarak 20 kaki (6,1 meter) selama 20 detik.

Nah, biar mata gak gampang lelah, kamu juga harus memenuhi kebutuhan nutrisi untuk mata. Salah satu kandungan yang bisa meningkatkan kinerja visual yang optimal sekaligus mengurangi ketegangan mata adalah ekstrak bilberry.

Kandungan ini memiliki dua antioksidan yang bagus untuk mata, yaitu antosianin dan polifenol yang dapat mengendalikan peradangan dan melindungi mata dari stres oksidatif. Ditambah, ekstrak bilberry juga mengandung lutein dan zeaxanthin 

Manfaat dari ekstrak bilberry bisa Teman Mata dapatkan dengan rutin mengonsumsi Eyebost. Bukan cuma bilberry saja, Eyebost mengandung ekstrak marigold dan wortel yang punya berbagai nutrisi baik untuk mata.

Apalagi, Eyebost Essential bisa diminum mulai anak usia 2 tahun hingga lansia. Tapi, kalau kamu butuh perlindungan maksimal, Eyebost Essential Pro bisa jadi pilihan yang tepat!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Anggie
Online
|
//
Konsultasi