Kesehatan

5+ Cara Mengobati & Mencegah Fotokeratitis, Imbas dari Paparan Sinar Ultraviolet!

/

by Shaffi Kareem


Bagi kita yang bermukim di daerah tropis, salju adalah suatu kebahagiaan tersendiri. Mulai dari membentuk manusia salju (snow man), bermain ski, merebahkan diri di atas tumpukan salju, bahkan hingga mencoba memakan salju yang turun dari langit.

Terbiasa dengan suhu dan kelembabab di daerah tropis, kita harus memperhatikan beberapa hal saat mengunjungi daerah bersalju nih, misalnya menjaga mata.

Tapi, apa sih hubungan salju dengan mata? Ternyata, salju putih yang terkena paparan sinar matahari dapat memicu terjadinya fotokeratitis.

Apa itu keratitis? Gangguan mata ini terjadi akibat paparan sinar matahari yang membuat mata kita menjadi silau dan tidak nyaman.

Kondisi ini lumayan umum terjadi karena hampir tidak mungkin bagi kita untuk menghindari sinar matahari.

Oleh sebab itu, kita perlu tahu nih, mulai dari gejala, penyebab, cara mengatasi hingga mencegah fotokeratitis. Jadi, simak terus ulasan di bawah ini ya!

Fotokeratitis

Fotokeratitis itu apa sih? Photokeratitis atau fotokeratitis adalah gangguan mata yang terjadi ketika mata terus menerus terpapar ultraviolet (UV) yang berasal dari sinar matahari, layar gadget, maupun beberapa alat buatan yang memancarkan jenis sinar tersebut.

Fotokeratitis kerap kali dianggap sebagai sunburn pada mata sehingga menyebabkan nyeri mata yang menyakitkan.

Adapun bagian-bagian mata yang terdampak fotokeratitis adalah kornea (selaput tipis yang meindungi bagian depan mata) dan konjungtiva (selaput yang melindungi sklera).

Baca Juga: Pelebaran Pupil Abnormal, Tidak Boleh Disepelekan, Midriasis, Ketahui Yuk!

Snow blindness adalah salah satu jenis fotokeratitis yang umumnya terjadi di daerah bersalju seperti Kutub Utara dan Kutub Selatan yang mana kedua wilayah tersebut.

Selain karena minimnya perlindungan terhadap sinar UV, pancaran sinar matahari yang memantul ke salju yang berwarna putih akan menimbulkan silau yang menyakitkan mata.

Penyebab Fotokeratitis

Basically, sinar matahari mengandung UV-A, UV-B, dan UV-C, yang mana UV-A dan UV-B merupakan sinar yang dapat merusak mata dan penglihata kita.

Sementara itu, sinar UV-C dapat diserap oleh lapisan ozon (O3) sehingga tidak menyebabkan kerusakan pada mata.

Dalam jangka waktu singkat maupun lama, jenis sinar ini akan menyebabkan gangguan pada mata. Akan tetapi, sinar UV bukan hanya berasal dari sinar matahari aja lho!

Dilansir dari laman Cleveland Clincic, ada beberapa sumber sinar UV yang dapat menyebabkan fotokeratitis, seperti:

  • Sinar matahari yang dipantulkan melalui salju, air, es, pasir, dan semen ke dalam mata
  • Sinar laser
  • Lampu yang digunakan pada tanning bed
  • Arc welding atau alat las
  • Melihat gerhana matahari dengan mata telanjang tanpa alat khusus

Gejala Fotokeratitis

Untuk lebih memahami apa itu fotokeratitis, kita perlu mengetahui gejala yang muncul pada mata saat seseorang terkena gangguan tersebut yang kelak dapat membantu kita dalam proses pendeteksian awal.

Nyeri mata bukan satu-satunya gejala fotokeratitis. Gejala ini pun seringkali tidak ternotis sebelum terjadi kerusakan pada bagian-bagian mata seperti kornea dan konjungtiva.

Menurut American Academy of Ophthalmology, terdapat beberapa gejala fotokeratitis, di antaranya adalah:

  • Nyeri pada mata
  • Sensitif terhadap cahaya atau fotofobia
  • Mata merah
  • Mata berair
  • Penglihatan buram
  • Sensasi berpasir pada mata
  • Pembengkakan pada mata
  • Sakit kepala
  • Pupil mengecil
  • Kelopak mata sering berkedip
  • Terdapat lingkaran cahaya pada bidang penglihatan
  • Kehilangan penglihatan sementara

Apakah Fotokeratitis Berbahaya?

Tidak seperti katarak dan glaukoma, fotokeratitis tidak berbahaya sebab bukan termasuk gangguan mata serius. umumnya, gejala-gejala yang muncul akan membaik dengan sendirinya dalam kurun waktu 24-48 jam.

Akan tetapi, semakin sering atau semakin lama mata kita terpapar sinar ultraviolet, maka gejala yang muncul pun akan semakin parah. Pada fase tersebut, kamu membutuhkan penanganan oleh ahli medis atau dokter spesialis mata.

Sementara itu, fotokeratitis berbahaya apabila mata terpapar sinar UV terus menerus dan berhasil masuk hingga ke retina sebab dapat mengakibatkan komplikasi seperti katarak dan degenerasi makula.

Di samping itu, ptergia dan pingueculae merupakan contoh lain komplikasi yang mungkin akan ditimbulkan. Gangguan tersebut diakibatkan oleh pertumbuhan jaringan pada permukaan mata secara abnormal.

Cara Mengobati Fotokeratitis

Kamu tidak perlu khawatir apabila terkena fotokeratitis karena umumnya gejalanya akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa jam hingga beberapa hari. As long as langsung diberi pengobatan dan melakukan hal-hal yang dapat meringankan gejalanya, maka semua akan aman terkendali.

Pengobatan fotokeratitis pun sangat mudah, mulai dari pengobatan yang dilakukan secara mandiri maupun menggunakan perawatan medis. Adapun beberapa cara mengobati photokeratitis antara lain seperti:

1. Hindari berada di ruangan dengan cahaya terlalu terang

Tidak disarankan untuk kamu yang menderita fotokeratitis untuk menghabiskan waktu di dalam ruangan yang memiliki cahaya terlalu terang. Sinar ultraviolet yang dipantulkan ke lantai dapat masuk ke dalam mata kita dan mengancam kesehatan mata.

Oleh sebab itu, alangkah baiknya kamu berada di ruangan yang minim cahaya hingga gejalanya membaik. Opsi lainnya adalah tutuplah sebagian jendela menggunakan tirai untuk meminimalisir masuknya cahaya.

2. Hindari penggunaan softlens

Fotokeratitis mengindikasikan adanya luka pada bagian permukaan mata, lebih tepanya pada kornea dan konjungtiva. Oleh karenanya, mata tidak boleh melakukan kontak langsung dengan benda asing, misalnya softlens atau lensa kontak.

Disarankan untuk kamu agar tidak menggunakan softlens saat mata sedang mengalami iritasi. Anggap saja kalau mengistirahat mata dari penggunaan softlens seperti memberikan waktu untuk mata bernapas sejenak.

3. Kompres dingin

Salah satu gejala fotokeratitis adalah adanya swelling atau pembengkakan yang terjadi pada kelopak mata. Untuk meredakannya, kamu bisa menggunakan kompres dingin sampai gejalanya berkurang.

Caranya pun terbilang mudah. Pertama, siapkan kain lembut yang dicelupkan ke dalam wadah atau baskom berisi air dingin. Kemudian, peras kain tersebut dan letakkan di atas mata tertutup selama beberapa menit. Lakukan beberapa kali dalam sehari.

4. Tetes mata buatan

Tetes mata buatan atau yang disebut juga dengan artificial tears adalah obat yang menyerupai obat tetes mata pada umumnya. Obat jenis ini berfungsi untuk meredakan mata kering dan iritasi akibat paparan matahari, angin, gadget, dan sebagainya.

Artificial tears bekerja dengan cara melubrikasi permukaan mata. Dalam sebuah studi berjudul Artificial Tears: A Systematic Review disebutkan bahwa obat tetes mata buatan berperan penting dalam abrasi kornea dan penyembuhan luka pada mata.

5. Tetes mata antibiotik

Pada dasarnya, penggunaan antibiotik adalah untuk mengatasi inflamasi atau peradangan akibat bakteri. Obat jenis ini tersedia dalam beberapa bentuk, mulai dari tablet atau pil (obat oral), suntik/injeksi, ataupun obat tetes mata.

Sayangnya, obat jenis ini tidak terjual di pasaran dan harus diresepkan oleh dokter secara langsung. Oleh karenanya, kamu hanya bisa mendapatkan obat ini sesuai dengan rekomendasi dokter spesialis mata.

6. Hindari mengucek mata

Fotokeratitis menyebabkan mata menimbulkan nyeri pada mata dan ada sensasi berpasir pada mata yang mungkin akan membuat kamu kurang nyaman. Meskipun demikian, hindari mengucek mata apalagi secara berlebihan.

Mengucek mata daopat mengakibatkan mata semakin teriritasi sehingga gejalanya akan semakin sulit untuk hilang. Berhati-hatilah saat menyentuh area mata dan pastikan tangan kita higienis saat menyentuhnya.

Meskipun gejalanya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari, namun kita perlu memahami perihal DOs and DON’Ts saat mengalami fotokeratitis. Adapun beberapa hal yang kamu perlu perhatikan, seperti:

  • Gunakan pelindung mata seperti sunglasses atau snow goggles

Sunglasses (kacamata hitam) dan snow goggles (kacamata khusus di area bersalju) sebaiknya digunakan untuk mencegah fotokeratitis karena dapat menyerap 99% sinar ultraviolet.

  • Gunakan helm las

Kamu sebaiknya menggunakan helm las atau welding helmet apabila kamu diharuskan untuk bekerja dan terus menerus berhadapan dengan percikan api dan cahaya yang sangat terang.

  • Lakukan pemeriksaan mata secara berkala

Dapat dikatakan bahwa pemeriksaan mata atau eye exam merupakan upaya pencegahan fotokeratitis yang dapat mendeteksi gangguan mata bahkan saat gejalanya belum kita rasakan. Semakin dini penyakit mata terdeteksi, maka semakin cepat pengobatan dapat dilakukan.

  • Konsumsi vitamin mata

Vitamin mata seperti Eyebost dapat membantu menjaga kesehatan mata kamu. Vitamin mata ini terbuat dari ekstrak bilberry, wortel, bunga marigold, dan madu asli yang kaya akan vitamin A, C, lutein, betakaroten, dan antioksidan yang dapat mencegah terjadinya fotokeratitis.

Konsumsilah Eyebost setiap hari untuk memastikan mata kamu selalu sehat dan terhindar dari berbagai gangguan mata. Tunggu apalagi? Yuk, konsumsi Eyebost sekarang juga! Ingat mata, ingat Eyebost!


Share on:

ISFJ type of human.

Tinggalkan komentar

logo eyebost

Eyebost adalah vitamin mata alami yang diracik menggunakan bahan pilihan terbaik, eyebost membuat mata jadi jernih.

Kontak Kami

eyebostofficial@gmail.com

+6281327850411

Jl. Raya Mayjen Sungkono No.KM 5, Dusun 1, Blater, Kec. Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53371

Jam Pelayanan

Senin – Jum'at: 08.00 am – 16.00 pm

Sabtu: 08.00 am – 14.00 pm

Minggu: Slow Respon

Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Kamel
Online
|
//
Konsultasi