Jangan Dikucek! Ini Cara Mengatasi Mata Perih Dampak Abu Vulkanik

Mengalami mata perih dampak abu vulkanik?

Saat erupsi, gunung api akan memuntahkan berbagai material, termasuk abu vulkanik yang bisa terbang hingga ratusan kilometer. Tidak seperti debu pada umumnya, benda ini memiliki partikel yang tajam yang memicu mata perih.

Di artikel ini, MiBost akan membahas soal dampak abu vulkanik untuk kesehatan mata. Selain itu, MiBost akan memberikan edukasi tentang cara menanganinya agar kondisinya tidak semakin parah.

Viral Mata Berdarah Kena Abu Vulkanik 

Usai erupsi gunung berapi, ada berbagai dampak pada tubuh, termasuk mata. Salah satunya dirasakan oleh warga asal Lampung, Khatrin Suci Saraswati. Melalui unggahannya di akun pribadi di TikTok, matanya terlihat merah seperti mengalami pendarahan di bagian dalam.

Dalam video tersebut, perempuan usia 30 tahun ini mengatakan matanya merah karena kelilipan abu vulkanik dan dikucek. Pagi hari setelah kemasukan abu vulkanik, matanya berdarah seperti dalam video.

Setelah memeriksakan diri, dokter menyebut pembuluh darah kecil di matanya pecah sehingga muncul warna merah darah. Kondisi ini memicu luka pada kornea dan berisiko infeksi atau mengganggu penglihatan jika tidak ditangani dengan tepat.

Ia merasa matanya agak mengganjal dan perih jika diberi obat tetes mata. Video yang diunggah pada 7 September 2026 ini ramai diperbincangkan di media sosial dan membuat warganet lebih hati-hati dengan dampak abu vulkanik.

Sejumlah Warga Mengalami Mata Perih Dampak dari Abu Vulkanik

Warga Mengalami Mata Perih Dampak dari Abu Vulkanik

Bukan cuma Khatrin, sejumlah warga mengeluhkan mata perih dampak abu vulkanik. Apalagi, material hasil erupsi Gunung Anak Krakatau ini menyebar di hari Minggu ketika orang beraktivitas di luar ruangan.

Warga yang sedang mengikuti car free day (CFD) di wilayah Bundaran HI Jakarta dan berbagai daerah lain mengalami mata perih. Dampak dari abu vulkanik semakin terasa setelah pukul 08.00 karena konsentrasi abu meningkat.

Salah satu pengunjung CFD Bundaran HI menyebut, efek mata perih sangat terasa ketika perjalanan menggunakan motor. Meskipun sudah menggunakan masker, namun banyak warga yang tidak memakai kacamata pelindung.

Tidak hanya itu, beberapa warga juga melaporkan dampak lain seperti batuk, pilek, hingga napas terasa berat. Oleh karena itu, ketika abu vulkanik muncul, kita diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan demi keselamatan.

Mata Anak Terpapar Abu Vulkanik

Bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga rentan terkena paparan abu vulkanik. Walaupun kelihatannya seperti debu biasa, partikel ini punya permukaan yang tajam dan berukuran sangat kecil.

Ciri-ciri debu seperti ini berisiko menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, mata, maupun kulit si kecil. Sama seperti orang dewasa, anak-anak yang terpapar abu vulkanik akan menunjukkan beberapa gejala.

Kalau abu masuk ke mata, mereka akan mengeluhkan mata perih, gatal, dan seperti ada pasir di dalam mata. Jika debu masuk ke saluran pernapasan, anak bisa mengalami batuk, pilek, hingga napas terasa berat.

Sementara itu, abu vulkanik yang terkena kulit memicu gatal-gatal, kemerahan, kering, dan perih. Efek ini terjadi akibat partikelnya yang tajam dapat merusak lapisan pelindung kulit (skin barrier).

Mata Terkena Abu Vulkanik, Kenapa Bisa Perih dan Gatal?

Kenapa Mata Perih saat Terkena Abu Vulkanik

Berbeda dengan debu pada umumnya, abu vulkanik terbentuk dari pecahan mineral, batuan, dan kaca vulkanik. Ukurannya sangat kecil, halus, namun jika diamati dari mikroskop, bentuknya tajam dan abrasif.

Abu vulkanik juga mengandung gas yang memicu iritasi seperti karbon monoksida (CO) dan sulfur dioksida (SOâ‚‚). Kombinasi dari berbagai bahan ini membuat abu vulkanik mengandung materi halus berupa PM10 dan PM2.5.

Ketika abu terlempar dan menempel pada tubuh manusia, benda ini dapat menembus jauh ke dalam tubuh manusia. Zat kimia di dalamnya dapat memperburuk iritasi dan peradangan pada tubuh, termasuk mata, pernapasan, dan kulit.

Itulah sebabnya abu vulkanik yang terkena mata akan terasa perih dan gatal. Ditambah, ketika tidak sengaja menepel dan digosok, risiko kornea tergores akan semakin tinggi daripada debu biasanya. 

Ditambah, abu vulkanik dapat menempel di permukaan atap rumah, kendaraan, tanah dan jalan raya. Selama masih ada angin, benda kecil ini berpotensi untuk terbang dan menempel pada tubuh kita.

Bagaimana Cara Mengatasi Iritasi Mata Akibat Abu Vulkanik?

Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin memberikan cara mengatasi mata perih dampak abu vulkanik. Ketika debu masuk ke mata, jangan kucek atau gosok mata meskipun terasa sedikit perih.

Sebaiknya, bersihkan dan bilas dengan air bersih. Jika perlu, gunakan obat tetes mata ketika mata terasa kering. Kemudian, bersihkan tubuh dan pakaian dari abu yang menempel setelah beraktivitas di luar ruangan.

Kalau mata masih terasa perih, kering, gatal, hingga berdarah, sebaiknya segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Nantinya, dokter umum maupun dokter spesialis mata akan membantu menangani mata iritasi akibat abu vulkanik.

Bahaya Abu Vulkanik bagi Mata dan Kulit

Bahaya Abu Vulkanik bagi Mata dan Kulit

Setidaknya, ada dua bahaya yang dapat terjadi apabila abu vulkanik terkena kulit atau mata yaitu:

1. Menyebabkan Konjungtivitis hingga Abrasi Kornea

Baik pada mata maupun kulit, abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi. Debu yang masuk ke mata menyebabkan konjungtivitis, peradangan pada selaput mata yang membuat indra penglihatan menjadi berair, perih, kering, nyeri, merah, hingga lebih sensitif dengan cahaya.

Pada kasus yang lebih parah, abu vulkanik yang masuk dan menggores mata dapat menimbulkan abrasi kornea hingga pecah pembuluh darah seperti yang dialami Katrin. Jika sudah seperti ini, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter mata.

2. Memicu Iritasi Kulit

Sementara itu, kulit yang terkena debu vulkanik dapat menimbulkan iritasi dan gatal. Kalau Teman Mata termasuk orang yang punya kulit sensitif atau kondisi khusus, material ini bisa menyebabkan dermatitis.

Dermatitis yang muncul akibat abu vulkanik terjadi akibat paparan debu yang bersifat asam dan partikelnya yang tajam. Selain itu, percampuran antara material dengan keringat akan memperparah kondisi kulit.

Lindungi Kesehatan Mata dengan Eyebost

Paparan abu vulkanik memang tidak boleh dianggap sepele, apalagi benda ini dapat menyebabkan iritasi pada mata. Tapi dengan penanganan yang tepat, Teman Mata bisa terhindar dari dampak abu vulkanik.

Nah, buat kamu yang ingin perlindungan ekstra, Eyebost jadi solusinya! Vitamin mata ini memang tidak dapat menyembuhkan iritasi akibat abu vulkanik. Namun, Eyebost akan melengkapi nutrisi dan menjaga kesehatan mata secara keseluruhan.

Eyebost terbuat dari bahan alami yang sudah memiliki izin resmi dari BPOM dan sertifikat halal MUI. Selain itu, Eyebost Essential bisa diminum mulai anak usia 2 tahun dan Eyebost Essential Pro dapat dikonsumsi minimal anak usia 12 tahun.

Yuk lindungi mata dan penglihatan sedini mungkin dengan Eyebost!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Assistant Avatar
CS Anggie
Online
Halo! 👋 Aku Mibost. Ada yang bisa saya bantu tentang vitamin mata Eyebost?

Silakan isi data diri untuk memulai konsultasi dengan AI Chatbot kami:

Scroll to Top