Sering Ganti Kacamata Tapi Tetap Buram, Awas Gejala Katarak!

Mata buram merupakan salah satu gejala dari berbagai gangguan penglihatan dan penyakit mata. Terkadang, kita beranggapan kalau mata buram adalah gejala gangguan refraksi, seperti mata minus.

Nah, pasien gangguan refraksi biasanya akan dibantu dengan penggunaan kacamata untuk mengoreksi penglihatan. Namun, apa jadinya kalau sudah sering ganti kacamata tapi tetap buram?

Kalau kondisinya seperti ini, bisa jadi pasien mengalami katarak. Buat penjelasan lebih lanjut, kamu bisa simak artikel berikut ini, ya!

Kenapa Sering Ganti Kacamata Tidak Menyelesaikan Masalah?

Kenapa Sering Ganti Kacamata

Normalnya, kacamata dengan resep yang tepat akan membantu orang dengan gangguan refraksi. Biasanya, alat bantu penglihatan ini digunakan pada pasien rabun jauh (mata minus), rabun dekat (hipermetropi), mata tua (presbiopi), atau astigmatisme (silinder).

Dokter Ainul dalam Alodokter menyebur, mata yang masih buram setelah menggunakan kacamata terjadi karena beberapa penyebab yang bisa terjadi. Mata kita mungkin sedang terjadi proses adaptasi setelah menggunakan kacamata.

Di sisi lain, terkadang ada masalah teknis pada kacamata, seperti pengukuran tajam penglihatan mata yang kurang tepat. Resep kacamata yang salah pun bisa membuat mata tetap buram meski sudah sering dipakai.

Selain itu, terkadang ada gangguan refraksi selain mata minus yang perlu dikoreksi. Pada beberapa pasien, mata bisa mengalami dua gangguan refraksi sekaligus, misalnya mata minus dan silinder.

Jadi, kalau Teman Mata sering ganti kacamata namun tidak menyelesaikan masalah, sebaiknya periksakan diri ke dokter mata, ya. Buat pasien yang punya gangguan refraksi, disarankan untuk cek mata rutin setiap 1-2 tahun sekali.

Sering Ganti Kacamata Tapi Tetap Buram Bisa Jadi Gejala Katarak

Waspada Katarak

Nah, kalau Teman Mata sudah mengganti kacamata berkali-kali dan menggunakan ukuran yang pas, sebaiknya hati-hati. Bisa jadi, mata yang buram bukan karena kelainan refraksi pada mata, tapi menjadi gejala dari penyakit katarak.

Mata buram merupakan salah satu gejala umum yang terjadi pada pasien katarak. Hal ini dapat muncul karena katarak menyebabkan lensa mata menjadi keruh. Seringkali, orang tidak menyadari gejala ini dan banyak yang mengira matanya hanya mengalami gangguan refraksi.

Padahal, buram akibat gangguan refraksi dan katarak berbeda, lho! Apalagi kalau Teman Mata dapat memperhatikannya dengan lebih cermat.

Pada pasien dengan gangguan refraksi, biasanya mereka akan merasa buram yang cukup spesifik. Penderita mata minus akan mengalami mata buram dan sulit fokus pada objek-objek jauh, sementara pasien mata plus kebalikannya, sulit fokus pada objek yang dekat.

Berbeda dengan mata minus atau plus, orang dengan mata silinder melihat objek menjadi buram pada jarak berapapun. Tak hanya itu, astigmatisme juga membuat penglihatan menjadi berbayang dan sangat silau bila terkena cahaya.

Sementara itu, penglihatan buram pada penderita katarak akan terasa kabur, berkabut, atau seperti ada lapisan tipis. Kalau diibaratkan, pasien katarak akan melihat lingkungan sekitar mirip ketika melihat dari jendela yang kotor.

Mengenal Katarak dan Gejalanya

Gejala Katarak

Sebelumnya, MiBost sudah membahas sedikit soal katarak. Lalu, sebenarnya apa sih katarak itu?

Jadi, katarak merupakan area keruh yang terbentuk pada lensa mata. Lensa yang awalnya bening berubah menjadi keruh karena adanya kerusakan bertahap pada protein di lensa. Kondisi ini dapat terjadi karena genetik, lingkungan, maupun usia (penuaan).

Jenis penyakit ini memang umum ditemui di Indonesia dan seluruh dunia. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 17% orang di seluruh dunia menderita katarak dan mengalami masalah penglihatan.

Orang-orang yang sudah lanjut usia (lansia), merokok, minum alkohol, dan terpapar sinar matahari terus menerus lebih berisiko terkena katarak. Orang dengan diabetes, pernah operasi mata, atau menggunakan kortikosteroid jangka panjang juga berisiko tinggi terkena penyakit ini.

Selain mata buram, seringkali katarak diikuti dengan gejala lain, yaitu:

  • Terlalu sering ganti resep kacamata
  • Penglihatan ganda
  • Perubahan pada cara melihat warna, seperti warna tampak pudar atau tidak secerah biasanya
  • Terlalu sensitif dengan sinar matahari atau lampu
  • Mengalami silau berlebih
  • Melihat lingkaran cahaya atau garis-garis di sekitar lampu
  • Kesulitan melihat di malam hari
  • Membutuhkan cahaya lebih terang untuk membaca.

Sayangnya, penyakit ini tidak menimbulkan rasa sakit meskipun katarak termasuk kondisi yang berbahaya. Katarak yang tidak mendapatkan penanganan tepat akan berisiko tinggi mengalami ablasio retina, kondisi ketika retina terlepas dari posisinya.

Karena katarak termasuk penyakit mata yang berbahaya, sebaiknya Teman Mata harus mencegahnya sedini mungkin. Memang, sebagian besar pasien menderita katarak karena umur. Namun, ada beberapa langkah kesehatan yang dapat mencegah katarak.

Kamu bisa tidak merokok, melindungi mata dari sinar matahari, dan rutin memeriksa mata. Soalnya, asap rokok dari tembakau dan sinar ultraviolet matahari dapat meningkatkan risiko katarak.

Selain itu, kamu juga bisa mengonsumsi nutrisi yang baik untuk mata, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, dan zeaxanthin. Nah, buat memenuhi kebutuhan nutrisi mata tiap hari, kamu bisa rutin konsumsi Eyebost!

Vitamin dari Eyebost bisa dikonsumsi mulai anak-anak hingga dewasa. Buat pasien dengan penyakit tertentu juga tak perlu khawatir. Eyebost dibuat dari 100% bahan alami, sudah memiliki izin edar dari BPOM, dan halal MUI.

Jaga kejernihan penglihatanmu mulai hari ini, ayo rawat mata dengan Eyebost!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Anggie
Online
|
//
Konsultasi