Pada orang yang sudah lanjut usia (lansia), katarak termasuk salah satu penyakit mata yang sering terjadi. Seiring bertambahnya usia, katarak akan membuat lensa mata semakin rusak dan penglihatan buram.
Lalu pada tahap tertentu, dokter biasanya akan menyarankan untuk melakukan operasi. Namun, tidak sedikit orang yang menunda operasi katarak hingga waktunya sangat lama.
Meskipun terlihat seple, namun menunda operasi katarak terlalu lama dapat berbahaya bagi pasien. Untuk meminimalkan risikonya, yuk ketahui bahaya menunda operasi katarak pada artikel berikut!
Kapan Pasien Direkomendasikan untuk Operasi Katarak?

Seseorang yang menderita katarak akan mengalami penglihatan yang kabur, buram, dan berkabut, atau seperti melihat dari jendela yang kotor. Penglihatan seperti ini tentu akan mengganggu dan terasa tidak nyaman.
Namun, tidak semua pasien katarak disarankan untuk melakukan operasi secepat mungkin. Biasanya, dokter akan melihat terlebih dahulu tingkat keparahan dan perkembangan katarak tiap pasien.
Pada tahap awal gejala katarak muncul, dokter akan merekomendasikan untuk memakai kacamata atau lensa kontak. Meskipun begitu, katarak biasanya memburuk seiring waktu dan perlu operasi.
Pasien yang direkomendasikan untuk melakukan operasi adalah ketika katarak sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika pasien sudah merasa seperti ini, operasi katarak pada satu maupun dua mata akan segera dilakukan.
Selain itu, pasien yang memiliki penyakit mata lain seperti degenerasi makula terkait usia dan retinopati terkait diabetes juga disarankan melakukan operasi. Mereka disarankan melakukan operasi karena dokter akan melihat dan menangani kondisi selain katarak.
Namun, operasi katarak yang dilakukan tidak menjamin bisa memulihkan penglihatan akibat penyakit lain. Jika katarak sudah diatasi, selanjutnya dokter akan beralih menangani penyakit penyerta lainnya.
Mengapa Katarak Tidak Boleh Dibiarkan Terlalu Lama?

Untuk pasien pada tahap awal, pasien mungkin bisa menunda operasi hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Biasanya, mereka tidak segera melakukan operasi karena tidak terlalu memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Walaupun begitu, katarak yang dibiarkan terlalu lama juga berbahaya bagi penglihatan dan diri sendiri. Katarak akan semakin mengeras seiring perkembangannya dan menjadi lebih susah ketika dioperasi.
Selain itu, katarak yang sangat parah juga berisiko menyebabkan masalah mata lain seperti peradangan atau tekanan tinggi di dalam mata. Apabila katarak mulai memengaruhi penglihatan, penyakit ini dapat menurunkan kualitas hidup pasien.
Risiko Serius Jika Menunda Operasi Katarak
Pasien yang sudah direkomendasikan untuk operasi sebaiknya segera mempertimbangkan risiko serius jika menunda operasi katarak berikut:
1. Meningkatkan Risiko Jatuh dan Kecelakaan
Orang dengan katarak tiga kali lebih berisiko jatuh daripada mereka yang punya mata sehat. Sayangnya, masalah ini bisa dialami semua pasien katarak, baik yang masih tahap awal maupun sudah parah.
Katarak dapat mengganggu persepsi kedalaman dan kemampuan untuk melihat kontras. Padahal, dua hal tersebut merupakan kunci agar tubuh kita dapat bergerak dengan aman dan tidak mudah terjatuh.
Sebuah studi terbaru pada 2024 menemukan, pasien katarak lebih mungkin mengalami patah tulang dibandingkan penyakit mata lain, misalnya glaukoma dan degenerasi makula terkait usia). Apalagi, patah tulang yang terjadi di berbagai area termasuk pinggul, tulang belakang, dan wajah.
2. Operasi yang Lebih Sulit dan Berisiko
Ketika seseorang terkena katarak, lensa mata akan menjadi lebih padat dan keras. Kalau kondisi ini sudah terjadi, lensa mata akan lebih sulit diangkat saat operasi katarak berlangsung. Akhirnya, dokter terpaksa menggunakan lebih banyak energi ultrasonik untuk memecah katarak.
Padahal, penggunaan teknologi ultrasonik berlebih dapat menyebabkan kerusakan pada sel endotel kornea, risiko ruptur kapsul posterior, dan bisa melemahkan zonula. Selain itu, operasi menjadi lebih kompleks, butuh keterampilan teknis tambahan, dan waktu pemulihan yang lebih lama.
3. Memperburuk Kesehatan Mental
Apakah Teman Mata pernah mengira kalau operasi katarak dapat memperburuk kesehatan mental? Sayangnya, katarak yang tidak diobati dapat meningkatkan risiko seseorang terkena depresi.
Peningkatan risiko depresi disebabkan oleh berkurangnya aktivitas dan interaksi sosial yang menyebabkan rendah diri. Selain itu, penderita yang kesulitan untuk beraktivitas juga dapat menyebabkan 26% gangguan kecemasan (anxiety disorder) pada pasien.
Nah, sekarang Teman Mata sudah tahu kan, apa saja bahaya menunda operasi katarak terlalu lama? Makanya, buat kamu yang tidak terkena katarak, sebaiknya mulai mencegahnya sedini mungkin.
Katarak bisa dicegah dengan tidak merokok, menggunakan kacamata hitam atau kacamata pelindung, dan rutin melakukan cek kesehatan mata. Selain itu, mata bakal sehat kalau didukung nutrisi yang mencukupi.
Teman Mata disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan zat gizi yang baik untuk mata, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, dan zeaxanthin. Nah, berbagai nutrisi ini terdapat di sayur-sayuran, buah-buahan, maupun produk hewani.
Tapi, biar nutrisinya lebih maksimal, kamu bisa mengonsumsi vitamin mata dari Eyebost! Suplemen ini mengandung eye complex yang diambil dari bahan alami, jadi produk ini cocok untuk dikonsumsi dewasa hingga lansia yang ingin mencegah katarak.
Apalagi, Eyebost sudah punya izin edar resmi dari BPOM dan sertifikat hahal MUI. Yuk cegah katarak sedini mungkin. Vitamin mata dari Eyebost siap temani harimu agar penglihatan tetap cerah!



