Apakah Teman Mata pernah menjauhkan ponsel atau mencondongkan kepala agar tulisan bisa terbaca? Bagi orang yang punya mata tua (presbiopi), setiap hari mereka harus menggunakan kacamata baca untuk mengatasi gangguan penglihatan.
Meskipun kacamata termasuk salah satu cara untuk mengoreksi penglihatan, namun ada beberapa cara agar kamu bebas melihat tanpa menggunakan alat bantu. Di artikel ini, MiBost akan membahas serba-serbi presbiopi dan kasih tahu cara agar kamu bebas kacamata baca.
Ikuti terus artikel ini, yuk!
Mengenal Presbiopi

Presbiopi merupakan istilah medis untuk kondisi ketika mata kehilangan kemampuan untuk mengubah fokusnya. Kondisi ini termasuk salah satu dari lima jenis gangguan refraksi yang terjadi pada mata manusia.
Presbiopi umumnya mulai berkembang sekitar usia 40 tahun dan akan memburuk hingga pertengahan usia 60 tahun. Masalah ini merupakan bagian dari proses penuaan alami dan tidak termasuk penyakit mata.
Sama seperti kelainan refraksi lainnya, presbiopi termasuk salah satu gangguan yang sangat umum terjadi. Secara global, diperkirakan ada 1,8 miliar orang yang menderita presbiopi pada 2015.
Untuk diagnosisnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti tes kelainan refraksi. Selain itu, dokter akan menggunakan tetes mata khusus agar dapat memeriksa bagian dalam mata untuk mendiagnosis gangguan ini.
Penyebab Presbiopi

Seseorang yang mengalami presbiopi disebabkan karena perubahan pada mata yang berkaitan dengan usia. Seiring berjalannya waktu, lensa mata yang awalnya fleksibel menjadi lebih kaku dan kesulitan untuk memfokuskan cahaya.
Akibatnya, mata menjadi kurang fokus pada objek dengan jarak dekat. Makanya, orang dengan presbiopi cenderung memiliki penglihatan mirip dengan miopia, yaitu penglihatan buram ketika melihat benda dari jarak dekat.
Umumnya, gejala presbiopi akan muncul ketika seseorang mulai berusia 40 tahunan. Uniknya tanda-tanda presbiopi dapat mereda dengan sendirinya pada pertengahan usia 60 tahunan.
Selain karena faktor usia, ada beberapa orang yang berisiko mengalami presbiopi yaitu:
- Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti antihistamin (anti-alergi), anti-depresan, dan obat diuretik,
- Mengidap kondisi medis tertentu, contohnya anemia, diabetes, multiple sclerosis, penyakit kardiovaskular, atau myasthenia gravis,
- Mengalami rabun jauh karena kondisi ini dapat mempercepat gejala presbiopi,
- Pernah mengalami cedera mata atau trauma benda tumpul,
- Rutin mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang melebihi batas,
- Pernah menjalani operasi yang dilakukan di bagian dalam mata,
- Mengonsumsi makanan yang tidak sehat.
Jadi, buat Teman Mata yang berisiko mengalami presbiopi, kamu bisa rutin melakukan konsultasi dengan dokter, ya. Apalagi, cek kesehatan mata bakal penting banget buat Teman Mata yang sudah berusia di atas 40 tahun.
Gejala Presbiopi
Seseorang yang mengalami presbiopi biasanya akan mengalami beberapa gejala berikut:
- Butuh lebih banyak cahaya saat membaca,
- Penglihatan kabur pada jarak baca normal,
- Membaca sesuatu dengan jarak baca sejauh lengan tangan,
- Sakit kepala ketika melakukan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian,
- Mata menjadi lebih sering tegang,
- Mata terasa perih atau lelah,
- Kesulitan membaca tulisan kecil,
- Sering menyipitkan mata.
Sekilas, presbiopi memang mirip dengan rabun jauh atau hipermetropi. Namun, hipermetropi merupakan kelainan refraksi yang terjadi sejak lahir. Sementara itu, presbiopi akan berkembang ketika seseorang sudah memasuki lanjut usia (lansia).
Perbedaan lain dari dua kondisi ini adalah orang yang mengalami presbiopi akan sulit fokus pada objek dekat dan cenderung menjauhkan benda agar terlihat jelas. Sementara itu, orang dengan hipermetropi memiliki penglihatan dekat yang kabur.
Apa itu Kacamata Baca?

Teman Mata yang mengalami presbiopi biasanya akan disarankan untuk mengoreksi penglihatan. Umumnya, dokter akan menyarankan untuk menggunakan kacamata baca sebagai langkah awal.
Kacamata baca adalah jenis kacamata tanpa resep yang dijual dan dapat dibeli bebas di toko. Biasanya, jenis kacamata ini sudah diberi kekuatan lensa (dioptri) tertentu untuk mengatasi rabun jauh, rabun dekat, astigmatisme, maupun presbiopi.
Nah, selain menggunakan kacamata baca, penderita presbiopi juga dapat menggunakan kacamata bifokal, trifokal, maupun multifokal (lensa progresif).
Kacamata bifokal merupakan kacamata dengan dua resep berbeda dalam satu kacamata yang sama. Bagian atas memiliki resep untuk jarak jauh sedangkan bagian bawah untuk membantu melihat objek dari jarak dekat.
Nah, untuk kacamata trifokal, alat ini digunakan untuk mengoreksi penglihatan jarak dekat, menengah, dan jauh. Untuk lensa progresif, jenis lensanya mirip dengan bifokal. Bedanya, kacamata dengan lensa ini tidak memiliki garis pemisah yang terlihat jelas di kacamata.
Bagaimana Cara agar Bebas Kacamata Baca?

Untuk mengobati presbiopi, satu-satunya cara yang bisa dilakukan agar bebas kacamata baca adalah dengan melakukan operasi. Sejauh ini, ada tiga prosedur operasi yang dapat dilakukan oleh pasien presbiopi.
Tiga jenis operasi ini dilakukan dengan metode monovisi yaitu satu mata dikoreksi untuk penglihatan jarak jauh, sedangkan mata lainnya dikoreksi penglihatan jarak dekat. Berikut operasi agar penderita presbiopi bebas kacamata baca:
1. Operasi LASIK
Laser in-situ keratomileusis (LASIK) merupakan operasi mata yang menggunakan laser untuk memperbaiki gangguan refraksi. Meskipun menggunakan kata operasi, namun pasien bisa langsung pulang setelahnya dan melakukan rawat jalan.
Jenis operasi ini akan mengubah bentuk kornea mata sehingga cahaya dapat mengenai retina dengan tepat. Setelah operasi, biasanya pasien hanya membutuhkan kacamata dalam situasi tertentu, seperti saat mengemudi di malam hari atau membaca.
2. Operasi PRK
Operasi keratektomi fotorefraktif (PRK) adalah operasi mata menggunakan laser yang mirip dengan LASIK. Bedanya, LASIK menggunakan sayatan untuk membuka kornea mata sedangkan PRK mengangkat seluruh kornea sehingga dapat tumbuh secara alami.
Prosedur pembedahan ini biasanya dilakukan pada pasien yang ingin mengatasi gangguan refraksi namun tidak bisa memakai metode LASIK. Pasien juga bisa langsung pulang setelah melakukan operasi.
3. Operasi SMILE
Small Incision Lenticule Extraction (SMILE) adalah pembedahan menggunakan laser yang dapat membentuk kembali kornea seperti semula. Umumnya, operasi ini dilakukan kepada pasien di atas 22 tahun, memiliki kornea sehat, dan sedang tidak berada dalam kondisi khusus.
Karena memakai laser, operasi SMILE hanya membutuhkan waktu selama beberapa detik dan pasien dapat beraktivitas setelah 1-2 hari operasi.

Cara Mencegah Presbiopi
Sayangnya, presbiopia tidak bisa 100% dicegah karena termasuk proses penuaan alami di tubuh manusia. Namun, kamu tetap bisa melakukan berbagai langkah ini untuk melindungi kesehatan mata:
1. Menggunakan Kacamata Hitam
Meskipun kelihatan sepele, ternyata memakai kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan penting banget buat kesehatan mata! Jenis kacamata ini bisa melindungi mata kita dari paparan sinar UVA dan UVB.
Dalam jangka panjang, sinar UVA dan UVB dapat merusak permukaan mata, kornea, bahkan lensa mata kita. Apabila terus dibiarkan, kerusakan ini dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis, seperti katarak hingga degenerasi makula.
Buat perlindungan maksimal, kamu bisa memilih kacamata hitam yang memberikan perlindungan 100% sinar UV dan tahan benturan. Kalau masih terasa silau, kamu bisa memilih kacamata hitam yang terpolarisasi agar permukaan reflektif seperti air tidak memantul.
2. Pilih Kacamata yang Tepat
Kalau Teman Mata sudah punya gangguan refraksi lain, bukan berarti kamu bisa terbebas dari presbiopi, ya. Sebaiknya, kamu menggunakan kacamata atau lensa kontak yang sesuai dengan resep dokter.
Selain itu, kamu juga harus menggunakan kacamata pelindung ketika melakukan kegiatan yang berisiko, seperti saat bekerja dengan bahan kimia atau olahraga. Langkah ini berguna untuk mencegah mata dari cedera mata yang dapat meningkatkan risiko presbiopi.
3. Mengonsumsi Nutrisi yang Baik untuk Mata
Tak hanya mencegah dari luar, kamu juga bisa mencegah presbiopi dari dalam dengan mengonsumsi nutrisi yang baik untuk mata. Teman Mata dianjurkan makan makanan yang mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, dan zeaxanthin.
Berbagai zat gizi ini ada dalam sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, hingga protein hewani. Nah, kalau Teman Mata ingin perlindungan yang maksimal, kamu bisa rutin konsumsi Eyebost sebagai suplemen untuk mata.
Eyebost mengandung eye complex yang bagus untuk mendukung kesehatan mata. Ditambah, Eyebost terbuat dari bahan alami yang 100% aman untuk Teman Mata, tak terkecuali bagi yang punya penyakit lain seperti diabetes.
Soal keamanan nggak perlu khawatir karena Eyebost sudah terdaftar di BPOM dan memiliki sertifikat halal MUI. Jangan tunggu mata menua dan lelah, saatnya rawat mata dengan Eyebost!


