Kesehatan

Astigmatisme Silinder: Pengertian, Penyebab, Gejala, Jenis, dan 3 Cara Mengatasinya

/

by Shaffi Kareem


Kalau kita membicarakan mata, punya dua mata saja tidak cukup. I mean, hal ini bukan soal punya dua bola mata saja melainkan fungsinya pun harus baik.

Tidak dapat dipungkiri bahwa gangguan penglihatan banyak terjadi. Fenomena ini merupakan penurunan kualitas mata yang ditandai dengan beragam gejala, salah satunya penglihatan ganda pada astigmatisme silinder.

Tahukah kalian apa itu astigmatisme silinder?

Artikel kali ini akan membahas mengenai apa itu astigmatisme silinder, berikut dengan penyebab, gejala, jenis-jenis, dan apakah kondisi ini bisa disembuhkan.

Here we go!

Pengertian Astigmatisme Silinder

Mungkin kamu sudah sering dengan istilah yang satu ini. Ya, mata silinder atau yang disebut juga dengan astigmatisme silinder.

Tetapi, definisinya apa sih?

Baca Juga: Visus Mata Itu Apa? Ini 5 Jenis Tes Visus Mata yang Wajib Dilakukan Secara Berkala

Jadi, astigmatisme silinder adalah gangguan penglihatan yang mengakibatkan penderitanya mengalami penglihatan ganda atau diplopia. Tidak heran kalau orang yang mengalaminya seringkali mengeluhkan pusing atau sakit kepala.

Menurut National Institutes of Health, kasus pertama astigmatisme silinder dilaporkan pada awal tahun 1800 oleh Thomas Young, dan lensa silinder pertama digunakan oleh George Airy pada tahun 1825.

Astigmatisme silinder merupakan salah satu dari empat jenis kelainan refraksi. Pengertian kelainan refraksi sendiri adalah gangguan penglihatan yang terjadi ketika cahaya yang dibiaskan ke dalam mata tidak jatuh tepat di retina.

Posisi cahaya bervariasi dan inilah yang membedakan setiap jenisnya. Misalnya, cahaya yang jatuh di depan retina mengakibatkan miopi atau rabun jauh, meanwhile cahaya yang jatuh di belakang retina menyebabkan hipermetropi atau rabun dekat.

Sedangkan pada astigmatisme silinder, cahaya jatuh dengan tidak beraturan sehingga terjadilah penglihatan ganda yang mana benda-benda tampak berbayang seolah-olah dua terdapat dua benda.

Meskipun fenomena ini terbilang lazim, namun bukan berarti boleh disepelekan ya, teman mata. Penanganan perlu dilakukan sesegera mungkin untuk mengembalikan fungsi penglihatan yang terganggu.

For your information, kelainan refraksi, termasuk astigmatisme silinder yang tidak ditangani berpotensi menyebabkan kehilangan penglihatan atau kebutaan permanen dan mata malas.

Penyebab Astigmatisme Silinder

Astigmatisme silinder tidak ujug-ujug terjadi nih, teman mata. Seperti halnya pada ungkapan “ada asap, maka ada api”, kelainan refraksi yang satu ini dipicu oleh kondisi tertentu.

Dalam sebuah studi berjudul Etiology of Astigmatism, astigmatisme silinder disebabkan oleh banyak faktor. Berikut di bawah ini merupakan deretan penyebab astigmatisme silinder yang paling lazim menurut para ahli, yaitu: 

  • Keratoconus
  • Keratoconus posterior
  • Keratoglobus
  • Pellucid marginal degeneration
  • Dellen
  • LASIK
  • Photorefractive keratectomy
  • Pterygium
  • Ptosis 
  • Kalazion
  • Tumor
  • Masuknya benda asing pada mata
  • Luka yang menusuk ke dalam mata
  • Rheumatic ulcer
  • Shield ulcer
  • Mooren ulcer
  • Microbial keratitis
  • Herpetic keratitis
  • Band-shaped keratopathy
  • Vortex keratopathy
  • Edema kornea
  • Basement membrane dystrophy
  • Lattice dystrophy
  • Penggunaan lensa kontak
  • Cacat produk pada lensa kontak
  • Post keratoplasty astigmatism
  • Suture induced astigmatism
  • Katarak yang berhubungan dengan luka
  • Radial keratotomy
  • Trabeculectomy
  • Prosedur shunt pada glaukoma
  • Haemangioma kapiler

Gejala Astigmatisme

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, astigmatisme silinder yang dibiarkan berpotensi menyebabkan mata malas (ambliopia) bahkan kehilangan penglihatan permanen.

Kendati demikian, ada sebagian orang yang bahkan tidak menyadari bahwa mereka mengalami kondisi tersebut. Oleh sebab itu, mengetahui manifestasi klinis untuk astigmatisme (gejala) sangat penting nih, teman mata.

Melansir dari laman Healthline, gejala utama astigmatisme dapat berupa:

  • Penglihatan buram
  • Penglihatan ganda
  • Penglihatan buruk pada malam hari
  • Mata lelah
  • Iritasi mata
  • Sakit kepala
  • Sering menyipitkan mata

Jenis-Jenis Astigmatisme

Selama ini, kita hanya mengenal astigmatisme sebagai mata silinder saja. Padahal kalau ditilik lebih jauh, astigmatisme silinder terdiri dari banyak jenis, lho.

Sebagian besar, jenis-jenis astigmatisme dibedakan menjadi tiga kategori, seperti:

1. Berdasarkan meridian utama

Meridian diartikan sebagai kemampuan pembiasan cahaya yang terjadi di dalam mata. Nah, berdasarkan meridian utama, astigmatisme silinder terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Astigmatisme regular. Astigmatisme regular terjadi ketika kelengkungan pada salah satu sisi kornea lebih besar ‘ketimbang’ sisi lainnya. Hal ini kemudian mengakibatkan adanya orientasi dan perbedaan refraksi yang konstan.
  • Astigmatisme irregular. Kondisi ini terjadi ketika semua permukaan kornea tidak rata. Umumnya, penyebabnya adalah cedera yang menyebabkan luka pada area kornea. Lensa kontak lebih disarankan dalam proses pengobatan.

2. Berdasarkan letak garis fokus dan orientasi

Selain meridian utama, astigmatisme silinder juga dibedakan berdasarkan letak garis fokus dan orientasinya. Setidaknya, ada lima jenis yang telah dikemukakan oleh para ahli, di antaranya meliputi:

  • Astigmatisme miop simpleks. Astigmatisme jenis ini memiliki dua garis fokus. Kondisi ini terjadi ketika salah satu garis fokus jatuh tepat di retina, sementara garis yang lain jatuh di depan retina.
  • Astigmatisme miop kompositus. Berbeda dengan jenis sebelumnya, astigmatisme miop kompositus memiliki dua garis fokus yang jatuh di depan retina.
  • Astigmatisme hipermetrop simpleks. Astigmatisme jenis hipermetrop simpleks hampir serupa dengan miop simpleks. Fenomena ini terjadi ketika salah satu garis fokus jatuh di retina, sedangkan garis fokus lainnya jatuh di belakang retina.
  • Astigmatisme hipermetrop kompositus. Astigmatisme atau silinder jenis hipermetrop kompositus ditandai dengan jatuhnya dua garis fokus di belakang retina.
  • Astigmatisme mikstus. Astigmatisme mikstus atau mixed astigmatism adalah silinder yang memiliki dua garis fokus dengan letak yang berbeda. Satu garis fokus jatuh di depan retina dan garis fokus lainnya jatuh di belakang retina.

3. Berdasarkan orientasi meridian utama

Tidak hanya meridian utama dan garis fokusnya saja, tipe astigmatisme silinder selanjutnya digolongkan berdasarkan orientasi meridian utamanya.

Setidaknya, ada tiga jenis astigmatisme yang masuk ke dalam kategori ini, seperti:

  • Astigmatisme with-the-rule. Astigmatisme ini terjadi saat meridian vertikal merupakan kekuatan pembiasan yang paling besar. Umumnya, astigmatisme ini banyak dialami oleh anak-anak.
  • Astigmatisme against-the-rule. Berbanding terbalik dengan with-the-rule, astigmatisme against-the-rule memiliki kekuatan terbesar pada meridian horizontalnya.
  • Astigmatisme oblik. Pada astigmatisme oblik, kekuatan pembiasan paling besar berada pada derajat yang lebih spesifik yaitu antara 45° dan 135°.

Cara Mengatasi Astigmatisme

Agar tidak semakin parah, astigmatisme harus ditangani dengan tepat. Prosedur yang dilakukan bertujuan untuk mengoreksi gangguan penglihatan yang dialami, khususnya penglihatan buram dan ganda.

Secara garis besar, ahli medis menyarankan tiga prosedur penanganan astigmatisme silinder, yaitu:

1. Lensa koreksi

Astigmatisme masuk ke dalam salah satu jenis kelainan refraksi yang mengakibatkan penderitanya mengalami gangguan pada penglihatan. Umumnya, kondisi ini bisa ditangani dengan penggunaan lensa koreksi berupa kacamata dan lensa kontak atau softlens.

Sebelum memesan kacamata, kamu wajib melakukan pemeriksaan sehingga ahli medis mengetahui kekuatan refraksi kedua matamu nih, teman mata. Setelah itu, barulah kamu bisa memesan kacamata di optik pilihanmu.

2. Orthokeratology 

Orthokeratology atau yang sering disebut juga dengan ortho-K adalah prosedur yang dilakukan dengan penggunaan lensa kontak yang cenderung lebih kaku daripada lensa kontak pada umumnya.

Ortho-K digunakan untuk mengoreksi bentuk kelengkungan kornea yang tidak rata (astigmatisme irregular). Pun, penggunaannya hanya sementara, misalnya saat tidur saja.

Sudah banyak testimoni yang membuktikan manfaat ortho-K. Kebanyakan dari mereka mengalami peningkatan kualitas penglihatan pada saat lensa tersebut dilepaskan.

3. Operasi refraksi

Ahli medis mungkin akan menyarankan operasi refraksi ketika kamu mengalami astigmatisme parah. Prosedur ini dilakukan untuk memperbaiki bentuk kornea dengan penggunaan laser atau pisau kecil khusus.

Prosedur operasi refraksi menjadi cara menyembuhkan astigmatisme yang lumayan menjanjikan nih, teman mata.

Adapun beberapa jenis operasi refraksi yang umum dilakukan, seperti Laser-Assisted in Situ Keratomileusis (LASIK), Laser-Assisted Subepithelial Keratectomy (LASEK), Photorefractive Keratectomy (PRK), Small Incision Lenticule Extraction (SMILE). Dan Epi-LASIK.

Itulah pembahasan mengenai astigmatisme atau mata silinder yang kita gali pada artikel kali ini. Ternyata, mata silinder sangat kompleks ya, teman mata, baik itu penyebab, gejala, jenis, maupun cara pengobatannya.

Sama halnya seperti mata minus dan plus, memiliki mata silinder agak merepotkan nih karena berisiko mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain mempertimbangkan prosedur penanganan astigmatisme, menjaga mata juga tidak kalah penting, lho.

Jagalah kesehatan mata dengan menerapkan pola hidup sehat seperti makan makanan bergizi tinggi, stay hydrated, tidur 7-8 jam sehari, olahraga rutin 30 menit per hari, be wise dalam penggunaan gawai, dan minum vitamin Eyebost.

Vitamin Eyebost adalah vitamin mata berbahan dasar madu yang dikombinasikan dengan bahan-bahan alami berkhasiat tinggi seperti ekstrak wortel, bunga marigold, dan buah bilberry.

Vitamin mata digadang-gadang menjadi vitamin mata terbaik sebab kandungan antioksidan lutein (lutein eye complex), antosianin, polifenol, dan flavonoid, serta vitamin A, C, dan E yang berfungsi menjaga penglihatan selalu jernih, tajam, fokus, dan mencegah gangguan mata.

Kamu tidak perlu khawatir karena madu Eyebost aman dikonsumsi setiap hari oleh semua usia mulai dari anak-anak usia 2 tahun sampai lansia tanpa efek samping sedikitpun. Selain itu, rasanya juga manis dan segar, jadi dijamin anak-anak pasti suka, deh!

Yuk, jaga mata kita dengan Eyebost!

Ingat mata, ingat Eyebost!


Share on:

ISFJ type of human.

Satu pemikiran pada “Astigmatisme Silinder: Pengertian, Penyebab, Gejala, Jenis, dan 3 Cara Mengatasinya”

Tinggalkan komentar

logo eyebost

Eyebost adalah vitamin mata alami yang diracik menggunakan bahan pilihan terbaik, eyebost membuat mata jadi jernih.

Kontak Kami

eyebostofficial@gmail.com

+6281327850411

Jl. Raya Mayjen Sungkono No.KM 5, Dusun 1, Blater, Kec. Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53371

Jam Pelayanan

Senin – Jum'at: 08.00 am – 16.00 pm

Sabtu: 08.00 am – 14.00 pm

Minggu: Slow Respon

Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Kamel
Online
|
//
Konsultasi