Teman Mata pasti sudah tidak asing dengan vitamin A. Nutrisi yang satu ini memang terkenal sebagai salah satu kandungan yang bagus untuk menjaga kesehatan mata dan penglihatan manusia.
Karena vitamin A penting untuk tubuh, kita harus menjaga asupannya agar tidak kekurangan maupun kelebihan. Biar kamu lebih paham soal zat gizi ini, yuk simak penjelasan lengkap soal vitamin A untuk mata berikut ini!
Apa Peran Vitamin A dalam Fungsi Penglihatan?
Vitamin A adalah salah satu jenis vitamin yang sangat berguna bagi tubuh, terutama untuk penglihatan. Nutrisi ini termasuk vitamin larut lemak dan dapat disimpan dalam jaringan lemak untuk digunakan di lain waktu.
Bagi penglihatan manusia, kandungan ini dibutuhkan untuk mengubah cahaya yang masuk ke mata menjadi sinyal listrik. Selanjutnya, sinyal-sinyal ini nantinya akan dikirim ke otak untuk menjadi “gambar penglihatan” yang biasa kita lihat.
Di sisi lain, tubuh juga menggunakan vitamin A untuk membuat pigmen agar retina berfungsi dengan baik. Untuk situasi tertentu, vitamin A membantu mendukung penglihatan dalam kondisi rendah cahaya atau malam hari.
Zat gizi ini bisa menjaga kelembapan kornea karena vitamin A membantu mendukung produksi air mata. Ditambah, vitamin A memiliki sifat antioksidan kuat yang dapat mencegah kerusakan oksidatif pada mata.
Dalam jangka panjang, konsumsi vitamin A yang cukup untuk mata membantu mencegah penyakit mata terkait usia. Beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan minum vitamin ini adalah katarak dan degenerasi makula terkait usia (AMD).
Sebuah studi terkenal mengenai penyakit mata terkait usia (AREDS) menemukan, suplemen dengan antioksidan (termasuk vitamin A) dapat menurunkan risiko terkena AMD lanjut hingga 25 persen.
Perbedaan Vitamin A (Retinol) dan Beta Karoten untuk Mata

Secara umum, ada dua jenis vitamin A yang biasa ditemui yaitu retinol dan beta-karoten. Untuk tahu perbedaannya, simak penjelasan MiBost berikut ini:
Retinol
Retinol merupakan salah satu jenis retinoid, turunan vitamin A yang sering digunakan dalam berbagai produk suplemen dan industri kecantikan. Golongan nutrisi ini termasuk larut lemak yang berasal dari produk hewani, misalnya telur, ikan, hati, dan susu.
Suplemen mata yang mengandung retinol biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, menjaga kesehatan mata, dan mencegah kekurangan vitamin A. Bagi mata kita, retinol berguna untuk mendukung penglihatan.
Selain baik untuk kesehatan mata, retinol bermanfaat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, mempercepat regenerasi kulit, dan meningkatkan daya ingat. Meskipun begitu, ada beberapa catatan penggunaan retinol.
Untuk retinol oral (dikonsumsi dengan cara minum), suplemen retinol dosis tinggi harus dikonsumsi dengan pengawasan dokter. Tak hanya itu, penggunaan retinol dalam bentuk apapun tidak boleh diberikan pada ibu hamil.
Beta-Karoten
Tidak hanya retinol, bentuk lain dari vitamin A adalah beta-karoten atau provitamin A. Berbeda dengan retinol yang ada dalam hewan, beta-karoten merupakan pigmen organik yang membentuk warna oranye hingga kuning pada tumbuhan, buah, dan sayuran.
Karena termasuk pigmen organik, ketika dimakan, beta-karoten akan diubah oleh tubuh menjadi vitamin A. Meskipun memiliki bentuk yang berbeda dengan retinol, beta-karoten punya manfaat yang mirip.
Suplemen beta-karoten dapat meningkatkan kesehatan mata, kulit, dan otak. Untuk kesehatan mata, nutrisi ini dapat mendukung kesehatan mata dan menurunkan risiko AMD hingga 35 persen.
Tak hanya itu, beta-karoten sering dimanfaatkan untuk mengurangi gejala nyeri, gatal, dan kemerahan di kulit akibat paparan sinar matahari. Zat gizi ini juga tergolong aman dikonsumsi ibu hamil dan menyusui dalam jumlah tertentu.
Tanda-Tanda Kekurangan Vitamin A yang Perlu Diwaspadai

Sayangnya, vitamin A termasuk nutrisi yang jarang diperhatikan. Padahal, kekurangan vitamin A dapat berdampak buruk pada tubuh, kulit, hingga mata. Kondisi ini bisa berbahaya bagi anak-anak hingga dewasa.
Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan rabun senja, kehilangan penglihatan, bahkan menyebabkan kebutaan. Tidak berhenti di situ, kondisi ini bisa memicu kulit kering dan bersisik, ketidaksuburan, keterlambatan pertumbuhan pada anak-anak, dan masalah pada sistem imun.
Nah, agar Teman Mata lebih waspada, kamu harus tahu berbagai tanda awal kekurangan vitamin A berikut ini:
1. Kulit Menjadi Kering
Kalau kulitmu mendadak kering dan muncul masalah lainnya, ini bisa jadi tanda kekurangan vitamin A. Soalnya, kekurangan vitamin A bisa membuat kulit menjadi kering, muncul eksim, gatal, dan meradang.
Jenis nutrisi ini berguna untuk membentuk, memperbaiki, dan melawan peradangan pada kulit. Jadi, saat tubuh kekurangan vitamin A, produksi sebum dan regenerasi sel di kulit akan menurun menjadi kering.
2. Mata Kering
Selain kulit yang kering, tanda kekurangan vitamin A lainnya adalah mata menjadi lebih kering daripada biasanya. Vitamin A merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan oleh mata kita.
Kandungan ini berperan memproduksi air mata sekaligus menjaga kelembapan mata. Sayangnya, apabila dibiarkan terus menerus, tidak hanya mata kering tetapi dapat menimbulkan komplikasi berupa kebutaan total atau kematian kornea.
3. Rabun Senja
Rabun senja atau nyctalopia adalah kondisi ketika pasien kesulitan melihat dalam lingkungan yang redup atau gelap. Kondisi ini menjadi salah satu indikasi seseorang mengalami kekurangan vitamin A yang parah.
Biasanya, orang yang mengalami rabun senja akan kesulitan ketika melihat wajah, mengemudi, dan butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri di ruang gelap. Selain itu, beberapa gejala yang mungkin muncul adalah sakit kepala, nyeri mata, mual, munrth, dan penglihatan kabur.
Berapa Kebutuhan Vitamin A Harian untuk Mata Sehat?
Agar kebutuhan vitamin A terpenuhi, Teman Mata harus mencukupi angka kecukupan gizi (AKG) harian vitamin A. Jumlah AKG harian vitamin A menyesuaikan pada kondisi masing-masing.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 28 Tahun 2019, orang dewasa hingga lansia berjenis kelamin laki-laki dianjurkan mengonsumsi vitamin A 650-700 microgram (mcg) per hari.
Sementara itu, perempuan dewasa hingga lansia disarankan memenuhi 600 mcg vitamin A per hari. Bagi ibu hamil, kelompok ini wajib mengonsumsi 900 mcg vitamin A tiap hari dan ibu menyusui harus memenuhi 950 mcg vitamin A tiap hari.
Vitamin A untuk Anak: Dosis dan Panduan Khusus

Untuk bayi dan anak-anak, dosis vitamin A yang diberikan dilakukan dengan panduan khusus dan berbeda dari orang dewasa. Soalnya, vitamin A termasuk nutrisi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
Vitamin A pada anak bermanfaat untuk merangsang sel darah putih, membentuk kekebalan tubuh, mencegah kerusakan organ, hingga mendukung fungsi organ vital (paru-paru, jantung, dan ginjal).
Tak hanya itu, vitamin tipe ini berguna untuk menjaga penglihatan, merangsang regenerasi kulit, dan meningkatkan kesehatan tulang serta gigi. Makanya, kebutuhan vitamin A untuk si kecil wajib tercukupi.
Berdasarkan Permenkes No 28 Tahun 2019, berikut dosis vitamin A per hari untuk bayi dan anak-anak:
- Bayi usia 0-5 bulan: 375 mcg/hari,
- Bayi usia 6-11 bulan: 400 mcg/hari,
- Balita usia 1-3 tahun: 400 mcg/hari,
- Anak usia 4-6 tahun: 450 mcg/hari,
- Anak usia 7-9 tahun: 500 mcg/hari,
- Anak usia 10-12 tahun: 600 mcg/hari,
- Remaja usia 13-15 tahun: 600 mcg/hari,
- Remaja perempuan usia 16-18 tahun: 600 mcg/hari,
- Remaja laki-laki usia 16-18 tahun: 700 mcg/hari.
Selain AKG vitamin A yang sudah MiBost sebutkan, bayi dan balita juga memperoleh suplementasi vitamin A dari pos pelayanan terpadu (posyandu). Biasanya, bayi dan balita akan mendapatkannya dua kali dalam setahun, yaitu pada Februari dan Agustus untuk mencegah kekurangan vitamin A.
Untuk bayi usia 6-11 bulan, mereka akan diberi vitamin A kapsul biru dosis 100.000 international unit (IU) satu kali dalam setahun. Bagi balita usia 12-59 bulan, vitamin A yang diberikan berupa kapsul merah dosis 200.000 IU setiap dua kali dalam setahun.
Namun, Teman Mata tidak boleh memberikan vitamin dosis tinggi sembarangan ke bayi dan anak-anak, ya. Vitamin A dosis tinggi hanya boleh diberikan oleh layanan kesehatan yang sudah mendapatkan izin dari pemerintah, seperti posyandu dan puskesmas.
Sumber Makanan Terkaya Vitamin A

Kalau Teman Mata ingin mencukupi kebutuhan vitamin A, kamu bisa mengonsumsi berbagai sumber makanan terkaya vitamin A berikut ini:
1. Hati Sapi
Mirip seperti hati manusia, hewan banyak menyimpan vitamin A di dalam hati mereka. 3 ons atau 85 gram hati sapi mengandung 6.582 mcg vitamin A dan dapat memenuhi 731% angka AKG harian.
Bukan cuma itu, hati sapi juga kaya protein dan berbagai nutrisi lain, misalnya vitamin (B2 dan B12), zat besi, asam folat, dan tembaga. Kalau Teman Mata kurang suka hati sapi, cobalah beralih menggunakan hati domba atau sosis berbahan hati.
2. Minyak Hati Ikan Kod
Minyak yang berasal dari hati ikan ini terkenal karena sering dipakai sebagai bahan suplemen penambah nafsu makan anak. Padahal, minyak hati ikan kod termasuk sumber vitamin A yang baik bagi tubuh.
Satu sendok makan minyak hati ikan kod mengandung 4.080 mcg vitamin A. Di sisi lain, bahan alami ini tinggi asam lemak omega-3, kandungan yang bagus untuk menambah kelembapan pada mata.
3. Ubi Jalar
Ubi jalar atau ubi cilembu dikenal karena rasanya yang manis dan sumber karbohidrat kompleks yang baik untuk tubuh. Tapi, Teman Mata sudah tahu belum, kalau tanaman umbi-umbian ini kaya vitamin A?
Satu buah ubi jalar utuh yang dipanggang bersama kulitnya mengandung 1.403 mcg vitamin A. Artinya, satu ubi jalar yang dimakan sudah mencukupi 156% AKG vitamin A dalam bentuk beta-karoten.
4. Bayam
Seperti sayuran berdaun hijau lainnya, bayam kaya vitamin dan mineral. Setiap setengah cangkir bayam yang sudah direbus mengandung 573 mcg vitamin A. Untuk AKG, nutrisinya sudah cukup untuk memenuhi 64% kebutuhan vitamin A harian.
Tak hanya itu, bayam menyediakan 17% zat besi dan 19% magnesium dari AKG harian. Teman Mata bisa mengombinasikan bayam dengan sayuran, buah, dan protein lain untuk memenuhi kebutuhan vitamin A.
5. Labu Kuning
Teman Mata sudah tahu belum? Satu potong labu kuning mengandung 488 mcg vitamin A. Jumlah ini ternyata dapat mencukupi 54% AKG vitamin A per hari. Sayuran ini tinggi vitamin A karena kaya beta-karoten, pigmen alami yang membuat labu berwarna jingga.
Bukan cuma itu, labu termasuk sumber antioksidan yang baik untuk tubuh. Labu kuning atau pumpkin mengandung vitamin C, lutein, dan zeaxanthin. Berbagai nutrisi ini tentu akan sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit mata dan menjaga kesehatan penglihatan.
6. Wortel
Wortel memang terkenal sebagai salah satu makanan yang tinggi vitamin A, meskipun bukan yang tertinggi. Sayuran jingga ini kaya akan beta-karoten, bentuk vitamin A yang baik untuk kesehatan mata.
Setengah cangkir wortel mentah mengandung 459 mcg vitamin A dan sudah mencukupi 51% dari AKG. Ditambah, wortel tidak memiliki banyak kalori dan diet friendly. Satu wortel besar hanya mengandung sekitar 29 kalori, membuatnya menjadi camilan ringan dan sehat.
7. Melon Kuning
Buah-buahan yang satu ini sering dikonsumsi saat cuaca sedang panas karena banyak air dan menyegarkan. Tak hanya itu, melon kuning termasuk buah-buahan yang punya kandungan vitamin A cukup tinggi.
Setengah cangkir melon kuning mengandung 135 mcg vitamin A atau setara dengan 15% dari AKG. Melon jenis ini juga sumber vitamin C yang memiliki sifat antioksidan dan dapat menangkal radikal bebas.
Bahaya Kelebihan Vitamin A (Hipervitaminosis A)
Meskipun vitamin A sangat penting untuk tubuh, tapi jangan sampai mengonsumsinya secara berlebihan, ya. Soalnya, vitamin A yang dikonsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan keracunan yang disebut hipervitaminosis A.
Hipervitaminosis A terjadi ketika seseorang memiliki kadar vitamin A terlalu tinggi dalam tubuh. Ada dua jenis kelebihan vitamin A yang dapat terjadi yaitu hipervitaminosis A kronis dan akut.
Hipervitaminosis A kronis terjadi ketika kadar vitamin A menumpuk secara perlahan dalam tubuh, sedangkan hipervitaminosis A akut timbul ketika seseorang mengonsumsi vitamin A dalam jumlah banyak dalam beberapa jam.
Gejala yang dialami pun cukup berbeda. Hipervitaminosis A akut kemungkinan mengalami gejala seperti mengantuk, mual, sakit perut, perasaan tertekan di otak, muntah, hingga mudah marah.
Sementara itu, berbagai gejala hipervitaminosis A kronis antara lain luka di mulut, pembengkakan tulang, kuku retak, nyeri tulang, kerontokan rambut, hingga mengalami infeksi pernapasan.
Untuk menanganinya, dokter menyarankan untuk menghentikan konsumsi suplemen vitamin A dosis tinggi. Sebagian besar pasien akan pulih dalam beberapa minggu. Namun, bagi pasien yang mengalami komplikasi kerusakan ginjal dan hati, masalah ini ditangani secara terpisah.
Bolehkah Konsumsi Suplemen Vitamin A? Panduan Aman

Sekarang, Teman Mata sudah paham kalau kita nggak boleh kelebihan maupun kekurangan vitamin A. Bukan cuma itu, kita juga harus mengatur asupannya agar tetap tercukupi untuk mencegah penumpukan dalam tubuh.
Sekarang, mungkin kamu akan bertanya, apakah boleh konsumsi suplemen vitamin A? Jawabannya tentu boleh asalkan sesuai dengan dosis, aturan, dan cara konsumsi setiap produknya.
Agar vitamin A tetap aman dan tercukupi, langkah pertama adalah dengan memperhatikan dosis yang sudah MiBost sebutkan sebelumnya. Jadi, jika ingin membeli suplemen, pastikan produk yang kamu minum angkanya sudah sesuai dengan kebutuhan harian.
Kedua, karena vitamin A larut dalam lemak, minum suplemennya bersamaan dengan lemak sehat, contohnya alpukat, ikan berlemak, dan kacang-kacangan. Cara ini dilakukan untuk membantu penyerapan vitamin A dalam tubuh.
Ketiga, kamu bisa memilih suplemen vitamin A sintetis maupun organik, tergantung dengan preferensi. Kalau Teman Mata suka suplemen yang natural dan terbuat dari bahan alami, cobalah untuk memilih suplemen organik.
Biasanya, suplemen vitamin A organik terbuat dari tumbuhan, sayuran, atau buah yang mengandung beta-karoten. Keunggulan produk ini adalah dapat dikonsumsi hampir semua usia, termasuk anak-anak, lansia, bahkan ibu menyusui.
Nah, kalau kamu lagi cari suplemen dari bahan alami untuk mata, tentu Eyebost jawabannya! Eyebost mengandung vitamin A berbentuk beta-karoten yang berasal dari ekstrak wortel dan marigold.
Ditambah, Eyebost mengandung multivitamin dan kaya antioksidan dari bahan alami, yaitu vitamin (C dan E), lutein, dan zeaxanthin. Berbagai zat gizi ini sangat berguna untuk menunjang kesehatan mata, mendukung fungsi penglihatan, dan menjaga kelembapan mata.
Eyebost juga sudah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta sertifikat halal Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jangan tunda lagi, yuk jaga mata indahmu mulai sekarang dengan Eyebost!


