Sekarang ini, Teman Mata banyak menemui anak dengan mata minus rendah hingga tinggi. Maklum saja, dalam 20 tahun terakhir, jumlah anak dengan rabun jauh meningkat secara signifikan.
Pada 2021, diperkirakan sekitar 165 juta anak di seluruh dunia mengalami mata minus. Bahkan, jumlah anak dengan miopia diperkirakan terus meningkat menjadi 275 juta anak pada 2050.
Sementara itu, menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) 3,6 juta anak di Indonesia mengalami kelainan refraksi. Sayangnya, 3 dari 4 anak dengan kelainan refraksi belum mendapatkan koreksi dari kacamata.
Karena jumlahnya meningkat signifikan, apakah Teman Mata pernah bertanya, kira-kira apa penyebab mata minus anak bertambah? Nah, biar lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut!
Penyebab Mata Minus Anak Bertambah

Ada berbagai penyebab mata minus anak bertambah yang perlu diwaspadai, di antaranya:
1. Kacamata Kurang Sesuai
Ketika memeriksakan mata ke dokter, anak akan mendapatkan rekomendasi kekuatan lensa sesuai dengan minus yang dimiliki. Namun, seringkali dokter maupun optik akan mengurangi kekuatan lensanya.
Contohnya, ketika anak memiliki mata -2,5 dioptri, beberapa dokter dan optik akan meresepkan lensa dengan -2,25 atau -2,0 dioptri. Akhirnya, koreksi menjadi kurang optimal, penglihatan kurang jelas, dan miopia memburuk.
2. Memakai Kacamata Setiap Hari
Pada anak dengan minus rendah, kacamata hanya perlu dipakai sesekali untuk aktivitas tertentu, seperti menonton TV atau berolahraga. Untuk pekerjaan ringan misalnya menulis atau pekerjaan rumah, anak-anak dengan minus rendah belum membutuhkannya.
Menggunakan kacamata setiap hari untuk anak dengan minus rendah justru bisa memperburuk matanya. Namun, ketentuan ini nggak berlaku pada anak dengan miopia sedang hingga tinggi, karena mereka tetap perlu kacamata untuk jarak dekat dan jauh.
3. Faktor Pertumbuhan
Dalam masa pertumbuhan, semua bagian tubuh pada anak akan ikut berkembang, termasuk mata. Karena mata anak juga ikut berkembang, tak jarang rabun jauh yang dialaminya juga akan semakin memburuk.
Miopia cenderung memburuk dan berkembang selama masa remaja. Namun, perkembangan ini akan mencapai titik stabil ketika seseorang berusia 20 tahun. Pada usia ini, mata berhenti tumbuh dan minus cenderung stagnan.
4. Kurang Waktu Bermain
Optometris dari Australia, Dr. Russel Lazarus dalam optometrist.org menyebut, kurang waktu bermain menyebabkan miopia memburuk. Kondisi ini akan semakin memburuk kalau anak hanya menghabiskan waktu bermain di luar ruangan selama 1-2 jam per hari.
Waktu bermain di luar ruangan sangat penting untuk anak-anak dengan miopia. Selain bisa meningkatkan skill sosial dan motorik, kegiatan ini memberi otot mata kesempatan untuk rileks dan beristirahat dari aktivitas yang membutuhkan fokus.
5. Menggunakan Gadget Terlalu Lama
Teman Mata pasti sudah tidak asing dengan anggapan kalau anak-anak yang terlalu lama bermain gadget cenderung punya mata minus. Penggunaan perangkat digital yang berkepanjangan dapat memberikan tekanan berlebih pada kemampuan fokus anak.
Akibatnya, mata akan cenderung lebih mudah lelah dan minus semakin memburuk. Makanya, Teman Mata sebagai orang dewasa perlu membatasi penggunaan gadget anak per hari, terutama kalau si kecil sudah punya mata minus.

Cara Mencegah Mata Minus Anak Bertambah
Untuk mencegah mata minus anak bertambah parah, Teman Mata bisa melakukan berbagai langkah pencegahan ini:
1. Memakai Obat Tetes Mata
Pada anak-anak dengan rabun jauh, obat tetes mata atropin mungkin akan membantu mencegah minus bertambah. Obat ini digunakan untuk melebarkan pupil, mengatasi nyeri, dan dapat mengendurkan otot pupil.
Obat tetes mata atropin dosis rendah yang diberikan pada anak selama 2-3 tahun dapat memperlambat perkembangan miopia. Jenis obat ini kemungkinan dapat mencegah mata memanjang yang dapat memperburuk miopia.
Umumnya, dokter akan memberikan perawatan ini untuk anak-anak berusia 5-18 tahun. Atropin harus diteteskan setiap malam sebelum tidur dan dapat menimbulkan efek samping, seperti kemerahan atau gatal di sekitar mata.
2. Menggunakan Lensa Kontak
Selain memakai obat tetes mata, anak-anak juga dapat menggunakan lensa kontak khusus untuk mencegah mata minus bertambah. Berikut rinciannya
Lensa Kontak Defokus Perifer
Lensa kontak defokus perifer merupakan lensa kontak jenis multifokal dengan area fokus yang berbeda. Alat bantu ini biasanya digunakan oleh anak-anak berusia 6-12 tahun dengan rabun jauh.
Jenis lensa kontak ini dapat mengoreksi penglihatan jarak jauh sekaligus mengaburkan penglihatan tepi anak. Biasanya, pencegahan miopia memburuk dengan cara ini lebih efektif pada anak dengan orang tua yang memiliki rabun dekat dan rabun jauh.
Walaupun begitu, tidak semua kasus miopia pada anak bisa diperlambat dengan cara ini. Terkadang, ada risiko infeksi pada mata kalau lensa kontak kotor atau tidak dibersihkan secara rutin.
Ortho-K
Lensa kontak lain yang dapat dipakai anak untuk mencegah mata minus bertambah adalah ortokeratologi atau Ortho-K. Namun, berbeda dengan lensa kontak lainnya, alat ini hanya dipakai anak ketika tidur di malam hari.
Lensa Ortho-K berguna untuk mengoreksi penglihatan jarak jauh yang kabur di siang hari. Jenis lensa ini akan meratakan kornea saat tidur dan besoknya, cahaya yang melewati karena sudah dibentuk ulang agar jatuh di retina.
Sayangnya, efeknya hanya bertahan sementara dan ketika berhenti, kornea akan kembali ke bentuk semula dan miopia akan menetap. Selain itu, tipe lensa ini lebih sulit dipasang dan pasien harus rutin kontrol ke dokter.
3. Menerapkan Pola Hidup Sehat
Kalau si kecil nggak ingin minusnya bertambah, kamu bisa membiasakan berbagai pola hidup sehat untuk mata. Sebaiknya, batasi waktu penggunaan layar sesuai dengan screen time yang ideal.
Saat melihat layar atau membaca, usahakan mereka berada di tempat yang terang dan tidak remang-remang ya. Untuk membatasi screen time, ajak anak untuk beraktivitas di luar ruangan dengan teman sebaya, peliharaan, atau orang dewasa lain.
Nah, untuk perlindungan mata, biasakan anak agar memakai kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan. Ketika olahraga atau melakukan kegiatan berisiko, pastikan anak terindungi dengan menggunakan kacamata pelindung.
4. Mengonsumsi Nutrisi yang Baik untuk Mata
Bukan cuma mencegah dari luar, si kecil bisa mencegah mata minus bertambah dari dalam dengan mengonsumsi makanan tertentu. Berbagai jenis nutrisi seperti vitamin A, vitamin C, dan lutein bagus untuk menjaga kesehatan mata.
Vitamin A merupakan antioksidan alami yang dapat menjaga permukaan mata dan penglihatan yang sehat. Sementara itu, vitamin C adalah antioksidan yang berguna untuk melindungi mata dari radikal bebas.
Untuk lutein, nutrisi ini berperan sebagai sunscreen alami untuk mata karena mampu menyaring cahaya biru (blue light) yang dapat merusak retina. Berbagai zat gizi ini bisa didapatkan dari sayuran, buah-buahan, dan protein hewani.
Nah, biar perlindungannya maksimal, si kecil bisa mengonsumsi vitamin mata dari Eyebost, lho! Eyebost Essential bisa diminum mulai anak usia 2 tahun sedangkan Eyebost Essential Pro dapat dikonsumsi minimal anak usia 12 tahun.
Apalagi, Eyebost terbuat dari bahan alami, sudah mendapatkan izin edar dari BPOM, dan sertifikat halal MUI. Ditambah, Eyebost Essential dilengkapi dengan madu dan ekstrak buah bilbery dengan rasa manis, si kecil pasti doyan!
Untuk anak usia 2-3 tahun, Eyebost Essential bisa dikonsumsi 1 kali sehari sebanyak ¼ sendok teh dan dilarutkan dalam air hangat. Buat anak usia 3-12 tahun, Eyebost Essential dapat dikonsumsi 1 kali sehari sebanyak ½ sendok teh/
Kalau ingin mengonsumsi Eyebost Essential Pro, vitamin ini dapat diminum 2-3 kali sehari sebanyak 1 kapsul sesudah makan. Jangan tunggu mata minus bertambah, yuk konsumsi Eyebost untuk asupan nutrisi terbaik buat si kecil!


