Bagi Teman Mata yang beragama Islam, sebentar lagi kita akan menjalankan ibadah puasa Ramadan. Tentunya, momen ini akan sangat dinanti karena hanya datang satu tahun sekali dan banyak pahala yang bisa diambil di bulan suci.
Secara medis, banyak penelitian sudah menunjukkan berbagai manfaat puasa Ramadan untuk tubuh. Namun, meskipun memiliki banyak manfaat, ada beberapa kondisi khusus yang harus diperhatikan, terutama pasien diabetes.
Nah, biar lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut ini!
Puasa Selama Ramadan Memberikan Efek Positif pada Kesehatan

Teman Mata yang mengikuti puasa saat bulan Ramadan akan merasakan berbagai efek positif berikut ini:
1. Mengontrol Kolesterol Jahat
Saat puasa Ramadan, banyak orang yang berniat untuk beribadah, menahan nafsu, sekaligus menurunkan berat badan. Ternyata, puasa selama satu bulan penuh dapat memengaruhi profil lipid.
Rutin berpuasa dapat menurunkan kolesterol jahat atau LDL dalam darah sekligus meningkatkan kolestrol baik atau HDL. Dalam jangka panjang, penurunan LDL dapat mencegah penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke.
2. Mengendalikan Nafsu Makan
Menjalankan puasa saat Ramadan memberikan perubahan positif pada gaya hidup dan sistem pencernaanmu. Ketika hari biasa, tubuh terbiasa makan berlebih, tidak teratur, dan kurang memperhatikan nutrisi.
Sementara itu, ketika bulan suci datang, tubuh terbiasa untuk makan lebih sedikit. Hal ini membuat sistem pencernaan beristirahat dan berat badan menurun. Apabila terus dilakukan, puasa dapat mengurangi nafsu makan lebih dari ketika kita diet.
3. Sebagai Detoksifikasi pada Tubuh
Puasa selama sebulan tidak hanya mengurangi cadangan lemak dalam tubuh, tetapi juga membersihkan tubuh dari racun berbahaya di timbunan lemak. Apalagi, sistem penecernaan bekerja lebih baik selama puasa.
Hasilnya, tubuh akan melakukan detoksifikasi secara alami tanpa menggunakan suplemen khusus. Setelah Ramadan, tubuh kita juga diberikan kesempatan untuk melanjutkan gaya hidup yang lebih sehat.
4. Meningkatkan Suasana Hati dan Mental
Ketika puasa, selain tidak makan dan minum, kita juga diminta untuk menahan hawa nafsu dan amarah. Ternyata, cara ini juga berdampak untuk meningkatkan suasana hati dan mental kita, lho!
Puasa dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak yang baru. Kondisi ini dapat mempertajam respons terhadap informasi sehingga lebih tahan stres, lebih mudah beradaptasi, dan meningkatkan suasana hati serta daya ingat.
5. Pengaruh Kesehatan Mata saat Puasa
Secara umum, puasa Ramadan dapat memberikan efek detoksifikasi pada mata. Namun, apabila kita tidak menjaga asupan yang penting, mata dapat mengalami beberapa kondisi tertentu.
Saat puasa, kondisi yang sering terjadi pada mata adalah mata kering akibat penurunan produksi air mata atau kurang hidrasi. Selain itu, pasien glaukoma dan diabetes juga memerlukan konsultasi ke dokter untuk berpuasa.
Puasa berpotensi meningkatkan tekanan intraokuler pada pagi hari. Sementara itu, diabetes dapat menyebabkan penurunan gula darah (hipoglikemia) dan memicu perubahan penglihatan seperti buram dan sulit fokus.
Penderita Diabetes Tetap Bisa Berpuasa dengan Aman

Bagi muslim, puasa Ramadan termasuk ibadah wajib bagi yang mampu menjalankannya. Di sini, Teman Mata pasti akan bertanya, apakah penderita diabetes masih bisa berpuasa seperti biasanya?
Dokter spesialis penyakit Cornelia Wahyu Danawati dalam laman resmi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan, pasien diabetes masih diperbolehkan untuk berpuasa selama Ramadan.
Namun, ia menyarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter dulu satu bulan sebelum berpuasa. Cara ini dilakukan untuk menyesuaikan dosis obat dan mengatur pemenuhan nutrisi selama puasa.
Untuk pembagian nutrisi, buka puasa dengan 10% kalori, setelah sholat maghrib mengonsumsi 40% kalori, snack maksimal 10% kalori, dan sahur 40% kalori. Pembagian ini akan membuat asupan yang masuk ke tubuh lebih seimbang.
Tak hanya itu, apabila pasien mengalami keringat dingin atau merasa drop dengan gula darah di bawah 60-70 mg/dL, sebaiknya puasa dibatalkan. Kondisi ini perlu diperhatikan karena pasien terkadang mengalami hipoglikemia.
Selain itu, pasien disarankan untuk tetap memeriksa gula darah saat puasa agar diabetes tetap terkontrol. Cara ini juga tidak membatalkan puasa karena hanya menggunakan sedikit darah untuk tesnya.
Soal makanan, pasien diabetes disarankan untuk mengonsumsi makanan yang sehat seperti beras merah, sayuran, ikan, ayam tanpa kulit, susu, dan kacang-kacangan.
Untuk makanan yang dihindari, pasien sebaiknya mengurangi makan daging merah, makanan cepat saji, karbohidrat sederhana, dan makanan tinggi gula.
Penderita Diabetes Perlu Tetap Waspada terhadap Potensi Gangguan Mata akibat Komplikasinya

Meskipun pasien diabetes bisa puasa dengan beberapa syarat dan tips, namun tetap harus waspada dengan komplikasi diabetes, ya. Diabetes tidak hanya dapat membahayakan sistem kardiovaskular, ginjal, atau saraf, tetapi juga memicu penyakit mata kronis.
Berbagai penyakit mata yang terjadi akibat komplikasi diabetes adalah retinopati diabetik, edema makula diabetik, katarak, dan glaukoma. Penyakit-penyakit ini tidak terjadi begitu saja, tetapi muncul perlahan atau terjadi secara tiba-tiba akibat kadar gula darah tidak terkontrol.
Retinopati diabetik dapat berkembang pada pasien diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Risikonya dapat meningkat seiring lamanya pasien menderita diabetes dan dapat menyebabkan kebutaan.
Sementara itu, edema makula diabetik terjadi akibat gula darah tinggi yang merusak pembulih darah kecil di retina. Kondisi ini termasuk penyakit serius dan pada tahap awal, gejala sering tidak terlihat meskipun bisa menyebabkan kehilangan penglihatan.
Di sisi lain, gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan katarak di usia muda. Komplikasi ini yang menyebabkan lensa mata keruh ini terjadi karena adanya penumpukan sorbitol di lensa mata.
Tak hanya itu, orang dewasa dengan diabetes dua kali lebih berisiko terkena glaukoma daripada yang tidak memiliki kadar gula tinggi. Diabetes dapat merusak pembuluh darah di mata dan menyebabkan stres oksidatif.
Nah, bagi Teman Mata yang menderita diabetes atau tidak, jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan mata selama puasa. Kamu bisa mengonsumsi nutrisi yang baik untuk mata seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, zeaxanthin, dan lutein.
Berbagai nutrisi ini dapat kamu temukan dalam vitamin mata Eyebost, lho! Soalnya Eyebost dilengkapi dengan eye complex yang diambil dari bahan alami, sehingga aman untuk Teman Mata yang menderita diabetes.
Buat kamu yang punya masalah gula darah tinggi, Eyebost Essential maupun Eyebost Essential Pro sama-sama bisa dikonsumsi dengan aman. Namun, kalau kamu ingin efek yang lebih terasa dan tanpa gula, Eyebost Essential Pro cocok buat kamu!
Yuk kita sama-sama jaga ibadah puasa agar lebih nyaman dan nikmat dengan rutin konsumsi Eyebost!


