Pernah nggak, pas bangun pagi atau lagi kerja, tiba-tiba mata terasa “berair” tapi bukan air biasa? Cairan ini lebih mirip lendir yang memanjang mirip seperti benang. Rasanya bikin risih, nggak nyaman, tapi tetap saja muncul lagi.
Nah, sebelum makin nggak nyaman, penting banget buat tahu apa sebenarnya penyebabnya dan bagaimana cara meredakannya. Soalnya, hal kecil kayak ini bisa jadi sinyal mata kamu butuh perhatian khusus.
Simak terus artikel ini biar tahu penyebab dan cara menangani mata berlendir seperti benang, ya!
Bagaimana Kondisi Mata Berlendir seperti Benang Putih?

Pada mata yang normal, kotoran yang keluar merupakan kotoran yang ikut keluar bersama dengan cairan. Biasanya, kotoran ini akan berwarna bening atau putih ketika kotoran sudah mengering.
Biasanya, kotoran mata seperti ini akan keluar di pagi hari setelah bangun tidur. Namun, kotoran mata yang normal dan tidak normal sangat berbeda, lho!
Umumnya, kotoran mata dengan jumlah yang terlalu banyak biasanya mengindikasikan suatu penyakit. Perbedaan lainnya terlihat saat kotoran mata mengering. Pada kondisi normal, belek akan lebih mudah dibersihkan, sementara pada penyakit tertentu, mereka akan mengeras seperti kerak.
Selain itu, kotoran ini akan terasa lengket, berwarna tidak biasa (misalnya hijau, kuning), bentuk tidak biasa (seperti benang, lengket, atau berbusa). Terkadang, jenis kotoran ini juga terlihat seperti nanah yang ada di sudut mata.
Mata berlendir seperti benang dapat disertai gejala lain, contohnya sakit mata, mata gatal, mata merah, kelopak mata bengkak. Tak jarang, pasien akan mengalami mata berpasir hingga penglihatan menjadi kabur.
Penyebab Mata Berlendir Seperti Benang
Ada berbagai penyebab mata berlendir yang harus diwaspadai, yaitu:
1. Konjungtivitis
Mata merah atau sering disebut konjungtivitis sekedar mata yang memerah karena iritasi ringan. Penyakit ini menyebabkan peradangan pada konjungtiva dan memicu keluar cairan seperti lendir.
Selain menyebabkan mata berlendir seperti benang, cairan yang keluar juga dapat meninggalkan kerak di mata. Umumnya, penyakit ini terjadi karena infeksi bakteri, virus, maupun alergi.
2. Keratitis
Keratitis merupakan peradangan pada kornea yang terjadi karena infeksi jamur, parasit, dan virus herpes simpleks. Tak hanya itu, orang yang menggunakan lensa kontak terlalu lama juga berisiko terkena keratitis
Kondisi ini termasuk umum dan dapat diobati, meskipun beberapa jenis keratitis dapat menular ke orang lain. Biasanya, dokter akan memeriksa pasien dengan beberapa tes, seperti pemeriksaan mata, kultur cairan mata, hingga uji pewarnaan fluorescein.
3. Blefaritis
Penyakit blefaritis merupakan peradangan pada kelopak mata, terutama pada bagian bawah dan tepi bulu mata. Pasien blefaritis umumnya akan mengeluarkan cairan lendir seperti benang yang sedikit berbusa.
Cairan ini dapat membuat kelopak mata lengket saat bangun tidur di pagi hari dan meninggalkan kerak. Masalah ini terjadi karena kondisi kulit tertentu, tungau di kelopak mata, atau kelenjar minyak yang tersumbat.
4. Bintitan
Orang yang sedang mengalami bintitan biasanya akan keluar lendir dan benjolan merah nyeri. Bintitan biasanya terjadi ketika kelenjar minyak tersumbat dan bakteri terperangkap di dalamnya.
Penyakit ini termasuk umum terjadi, dapat disembuhkan di rumah, dan tidak di rumah. Namun, pasien tidak disarankan untuk memecahkan bintitan karena berisiko menyebarkan infeksi ke mata lainnya.
5. Dakriosistitis
Saat sistem saluran air mata terjadi peradangan akibat infeksi bakteri, seseorang umumnya akan mengalami dakriosistitis. Penyumbatan dan infeksi ini dapat menyebabkan benjolan dan membuat mata lengket dan berair.
Nantinya, dokter akan memberikan pengobatan berupa salep, obat tetes, atau melalui suntikan. Tetapi, pada kasus dakriosistitis yang parah, dokter akan menyarankan melakukan operasi untuk meningkatkan aliran pada saluran mata.
6. Penyakit Mata Kering
Penyakit mata kering adalah kondisi kronis ketika mata tidak memproduksi air mata dalam kondisi yang cukup. Tak hanya itu, penyakit ini juga dapat terjadi apabila air mata menguap terlalu cepat.
Mata akan mengeluarkan lendir seperti benang, penglihatan kabur, mata berair, sampai sensitif dengan cahaya. Kalau sudah mengalami gejala seperti ini, Teman Mata bisa memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan pengobatan.
Cara Menghilangkan Lendir di Mata

Untuk menghilangkan lendir di mata, ada beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu:
1. Menggunakan Obat-obatan
Apabila mata berlendir karena infeksi, dokter mungkin akan meresepkan beberapa obat seperti antibiotik, antijamur, antivirus, atau antiparasit. Berbagai jenis obat ini akan diberikan sesuai dengan penyebab mata berlendir.
Obat-obatan yang diberikan biasanya berupa tetep mata maupun salep mata. Tidak hanya mengobati penyebabnya, beberapa obat-obatan tersebut juga dapat mengatasi nyeri mata.
2. Melakukan Perawatan di Rumah
Selain menggunakan obat-obatan, Teman Mata juga dapat melakukan perawatan mandiri yang bisa dilakukan di rumah seperti:
- Mengonsumsi antihistamin yang berguna untuk mengatasi lendir di mata akibat alergi,
- Air mata buatan untuk membantu melumasi dan melembapkan mata,
- Kompres air hangat maupun dingin untuk membersihkan dan menenangkan mata,
- Lebih sering melepas lensa kontak atau menggantinya dengan merek lain.
Namun, perawatan di rumah ini hanya bersifat tambahan dan tidak bisa mengatasi penyebabnya, ya. Teman Mata harus tetap memeriksakan diri ke dokter mata untuk mendapatkan obat resep dokter.
Setelah itu, kamu juga harus merawat kesehatan mata. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi nutrisi yang bagus untuk mata, termasuk minum suplemen dari Eyebost.
Eyebost mengandung eye complex dari berbagai nutrisi yang bagus untuk mata, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, dan zeaxanthin. Apalagi, Eyebost terbuat dari berbagai bahan alami yang aman buat semua usia.
Buat Teman Mata yang ingin menjaga kesehatan mata, yuk rutin konsumsi Eyebost sesuai dengan takarannya. Ingat mata, ingat Eyebost!


