Bulan Ramadan menjadi momen yang ditunggu-tunggu karena di waktu ini, kita akan panen pahala dan bulan penuh berkah serta ampunan. Namun, bagi orang yang sedang menderita penyakit tertentu, terkadang pasien diharuskan mengonsumsi obat.
Sebenarnya, ada beberapa jenis obat yang dapat membatalkan puasa maupun tidak. Selain itu, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengatur konsumsi obat agar bisa puasa sebulan penuh.
Kalau kamu mau tau aturan konsumsi obat selama puasa Ramadan, yuk ikuti artikel berikut!
Bolehkah Minum Obat saat Puasa Ramadan?

Saat bulan Ramadan, ada pasien yang harus mengonsumsi obat secara rutin saat menjalankan puasa. Makanya, banyak orang yang bertanya, apakah boleh minum obat saat sedang puasa Ramadan?
Sayangnya, obat minum seperti tablet, kapsul, atau sirup termasuk jenis obat yang membatalkan puasa. Jenis obat ini masuk melalui saluran pencernaan yang menjadi salah satu larangan ketika berpuasa.
Selain obat minum, obat yang dimasukkan melalui dubur seperti obat pencahar juga termasuk golongan obat yang membatalkan puasa. Oleh karena itu, penggunaan obat minum dan obat pencahar disarankan untuk dilakukan setelah berbuka sampai saat sahur.
Sementara itu, ada beberapa jenis obat yang boleh digunakan karena tidak membatalkan puasa yaitu obat oles (topikal), obat tetes mata, dan obat kumur. Obat oles tentu tidak membatalkan puasa karena sifatnya tidak dimasukkan ke bagian tubuh tertentu.
Untuk obat tetes mata, meskipun terkadang ada rasa pahit di tenggorokan, namun jenis obat ini tidak masuk ke tenggorokan. Obat kumur pun tidak membatalkan puasa asalkan digunakan secara hati-hati dan tidak tertelan, baik sengaja maupun tidak.
Berbeda dengan jenis obat lain, obat suntik bisa membatalkan puasa maupun tidak, tergantung dengan cara penggunaannya. Obat suntik yang tidak membatalkan puasa adalah yang hanya berisi obat kimia atau anti-virus dan disuntikkan tidak melalui pembuluh darah.
Lalu, obat suntik yang dapat membatalkan puasa adalah obat yang mengandung suplemen, makanan pengganti, atau cairan pengganti contohnya infus. Obat suntik yang langsung dimasukkan melalui pembuluh darah juga termasuk obat yang membatalkan puasa.
Jadwal Minum Obat selama Puasa Ramadan

Setelah membahas hukum minum obat saat puasa, mungkin Teman Mata akan bertanya, bagaimana kalau kita harus minum obat? Nah, untuk jadwal minum obat selama puasa Ramadan ternyata sudah ada aturannya.
1. Penggunaan Obat saat Bulan Puasa
Biasanya, ada tiga aturan penggunaan obat yang harus dilakukan yaitu obat diminum setelah makan, sebelum makan, dan diminum tengah malam. Ketika bulan puasa, aturannya menjadi sedikit berbeda dibandingkan hari biasanya.
Kalau ada obat yang diminum sebelum makan, Teman Mata harus mengonsumsinya sekitar 30 menit sebelum makan besar, baik saat berbuka puasa maupun sahur. Sedangkan untuk obat sesudah makan, kamu bisa meminumnya 5-10 menit setelah makan besar.
Lalu untuk obat yang diminum tengah malam, Teman Mata bisa bangun terlebih dahulu dan mengisi perut dengan makanan ringan seperti biskuit. Setelah itu, obat baru bisa diminum dan kembali tidur.
2. Jadwal Minum Obat
Mirip seperti cara penggunaan obat, jadwal minum obat pun ada penyesuaian jika pasien masih ingin berpuasa di siang hari. Buat obat yang dikonsumsi 1 kali sehari, tidak ada perbedaan saat puasa maupun tidak.
Nah, untuk obat yang diminum 2 kali sehari, disarankan untuk diminum pada saat sahur dan berbuka puasa. Kemudian obat yang diminum 3-4 kali sehari disarankan untuk diganti dengan obat sejenis lainnya yang waktu minumnya panjang.
Namun, apabila tidak bisa, pasien harus membaginya menjadi 3 waktu antara buka puasa hingga sahur. Waktu minum obat yang disarankan untuk obat 3 kali minum adalah pukul 18.00, 23.00, 04.00 atau atau setiap 5 jam sekali.
Bagi Teman Mata yang harus minum obat 4 kali sehari, kamu bisa mengonsumsinya pada pukul 18.00, 22.00, 01.00, dan 04.00 atau 3 jam sekali. Tetapi, obat yang diminum 4 kali sehari biasanya tidak dianjurkan saat berpuasa, terutama untuk penggunaan antibiotik.
Namun, penggunaan dan jadwal ini bukan aturan pakem yang harus dilakukan. Biar lebih aman, kamu harus berkonsultasi dengan dokter atau apoteker untuk perubahan jadwal minum agar obat dapat bekerja maksimal dan tidak berdampak negatif bagi tubuh.
3. Aturan untuk Obat Khusus
Selain beberapa ketentuan yang sudah MiBost tulis, ada beberapa aturan lain untuk obat khsuus yaitu:
Obat Maag
Buat obat maag yang diminum sehari sekali, sebaiknya diminum di malam hari sebelum tidur. Tapi, kalau obat maag yang dikonsumsi 2 kali sehari, kamu bisa minum obat malam hari sebelum tidur dan saat sahur.
Obat Anti-hipertensi
Untuk obat anti-hipertensi, umumnya obat jenis ini diminum 1 kali sehari. Buat waktu konsumsinya, obat anti-hipertensi bisa diminum saat sahur agar dapat mengendalikan tekanan darah di siang hari.
Obat untuk Diabetes
Bagi Teman Mata yang menderita diabetes, obat yang diminum 1 kali sehari disarankan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa untuk mengontrol gula darah. Sementara itu, obat yang dipakai 2 kali sehari dapat diminum saat berbuka puasa dan malam hari sebelum tidur.
Obat Penurun Kolesterol
Jika Teman Mata mengonsumsi obat penurun kolesterol, jenis obat ini dapat dikonsumsi pada pukul 19.00-21.00 atau menjelang tidur malam. Namun, pastikan kamu berkonsultasi dengan dokter lebih lanjut, ya untuk pemakaiannya.
Eyebost Bantu Penuhi Nutrisi Nata

Setelah kita bahas tuntas soal hukum minum obat saat puasa dan cara bagi jadwal minumnya, Teman Mata jangan sampai lupa untuk menjaga kesehatan mata, ya. Soalnya, secara tidak langsung, puasa akan berpengaruh pada kesehatan mata kita.
Selama bulan Ramadan, pola makan dan minum kita berubah drastis. Akibatnya, tubuh bisa jadi dehidrasi karena kekurangan cairan saat puasa. Hasilnya, mata jadi kering dan kurang nutrisi selama Ramadan.
Biar mata nggak kering dan tetap jernih saat puasa, kamu bisa jaga asupan untuk mata dengan rutin konsumsi Eyebost. Apalagi, suplemen ini mengandung eye complex dari bahan alami pilihan yang aman untuk tubuh.
Soal keamanan, kamu nggak perlu khawatir karena Eyebost sudah mendapatkan izin edar BPOM dan sertifikasi halal MUI. Jadi, kamu bisa mengonsumsinya di malam hari sesuai dengan aturan konsumsi.
Jangan biarkan mata lelah ganggu ibadahmu, yuk kasih nutrisi terbaik buat matamu dengan Eyebost!


