Kamu pasti pernah mendengar banyak mitos soal bintitan, misalnya bintitan karena sering mengintip dan menular lewat tatapan mata. Maklum saja, soalnya bintitan termasuk penyakit mata yang sering kita temui sehari-hari.
Tapi, saking banyaknya mitos yang beredar, terkadang kita sulit membedakan antara yang fakta atau mitos. Nah, biar kamu nggak salah paham dan bintitan lebih cepat sembuh, yuk simak fakta dan mitos seputar mata bintitan berikut ini!
Benarkah Bintitan Karena Kebanyakan Ngintip?

Teman Mata pasti pernah mendengar kalau bintitan terjadi karena seseorang terlalu banyak mengintip. Menurutmu, apakah informasi ini termasuk mitos atau fakta?
Jawabannya, bintitan tidak terjadi karena kebanyakan ngintip, ya. Secara ilmiah, bintitan terjadi karena adanya infeksi bakteri di kelenjar penghasil minyak yang ada di kelopak mata manusia.
Umumnya, bakteri Staphylococcus aureus menjadi mikroorganisme yang memicu terjadinya bintitan di kelenjar kelopak mata. Sementara itu, bintitan berisi nanah akibat peradangan karena bakteri.
Fakta dan Mitos Mata Bintitan Lainnya

Selain bintitan terjadi karena mengintip, ada berbagai fakta dan mitos lain soal penyakit ini. Berikut daftarnya:
1. Bintitan Bisa Menular Lewat Tatapan Mata
Kalau ada orang yang sedang bintitan, banyak orang yang menghindarinya karena katanya, bintitan bisa menular lewat tatapan mata. Padahal, kondisi ini tidak menular dengan saling berpandangan.
Tapi, kalau kamu berinteraksi secara fisik dengan pasien seperti tangan yang bersentuhan atau menggunakan benda bersamaan, bisa jadi kamu tertular. Jadi sebaiknya kamu rutin mencuci tangan karena bakterinya bisa berpindah ke tanganmu.
2. Bintitan Sembuh dalam Waktu yang Lama
Apakah Teman Mata pernah mendengar kalau bintitan termasuk penyakit yang sembuh dalam waktu lama? Padahal, anggapan ini termasuk mitos, lho! Faktanya, bintitan termasuk kondisi yang dapat sembuh dalam waktu 1-2 minggu.
Asalkan dengan perawatan yang tepat, bintitan bisa sembuh lebih cepat. Kamu bisa menggunakan perawatan rumahan maupun obat-obatan resep seperti antibiotik maupun steroid.
3. Saat Bintitan, Tidak Dianjurkan Memakai Lensa Kontak
Teman Mata sudah tahu belum, lensa kontak bisa menyebabkan bintitan? Pasien yang tidak menggunakan lensa kontak dengan benar atau tidak membersihkannya secara rutin bisa menyebabkan bintitan.
Makanya, dokter keluarga dari Amerika Serikat, Matthew Goldman dalam Cleveland Clinic menyarankan, sebaiknya tidak menggunakan lensa kontak saat bintitan. Saat mata bengkak hindari memakai lensa kontak dapat menyebabkan iritasi semakin parah.
4. Kompres Hangat Dapat Membantu Mengatasi Bintitan
Orang-orang zaman dulu sering mengompres air hangat untuk mengatasi bintitan. Meskipun terlihat kurang efektif, namun cara ini ternyata termasuk perawatan mandiri untuk bintitan, lho!
Untuk mengatasinya, tempelkan kain hangat, bersih, dan lembap, dan terinfeksi selama 10-15 menit. Kamu bisa melakukannya selama beberapa kali selama mata masih bengkak. Pastikan kain yang digunakan selalu bersih dan tidak dipakai orang lain untuk mencegah penyebaran penyakit.

Apa yang Harus Kita Lakukan Jika Mengalami Bintitan
Kalau kamu sedang mengalami bintitan, yuk ikuti saran MiBost berikut ini:
1. Mengompres Mata
Langkah pertama yang bisa dilakukan ketika bintitan muncul adalah dengan rutin mengompres mata. Selain menggunakan air hangat, kamu juga bisa memanfaatkan teh celup, terutama teh hijau.
Bahan ini dikenal memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat mengurangi peradangan. Tak hanya itu, teh hijau berpotensi memiliki efek terapeutik untuk penyakit mata tertentu, seperti mata kering.
2. Gunakan Sampo Bayi
Saat bintitan, terkadang akan muncul kotoran mata yang mengeras dan susah dibersihkan. Untuk membersihkan area mata, coba manfaatkan sampo bayi atau sabun lembut yang bebas bahan kimia keras, pewangi, atau pewarna.
Encerkan sampo atau sabun ke dalam air hangat lalu oleskan dengan lembut ke kelopak mata. Kamu bisa memanfaatkan kapas atau kain lap bersih, ya. Saat mengoleskannya, jangan digosok atau dikerok karena dapat menimbulkan iritasi.
3. Memakai Obat yang Dijual Bebas
Jika mata terasa nyeri saat bintitan, obat pereda nyeri yang dijual bebas bisa kamu manfaatkan sementara. Biasanya, jenis pereda nyeri yang bisa dibeli di toko obat adalah asetaminofen atau ibuprofen untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
Tapi, kalau nyerinya makin parah dan intens, sebaiknya segera periksa ke dokter, terutama dokter spesialis mata, ya. Nantinya, dokter akan meresepkan beberapa obat agar bintik di mata cepat sembuh.
4. Jangan Memakai Make Up Mata Dulu
Teman Mata yang terbiasa menggunakan make up di mata sebaiknya dihindari dulu, ya. Make up yang dipakai saat bintitan justru dapat memperlambat proses penyembuhan dan berpotensi menyebabkan iritasi dan infeksi.
Selain itu, bersihkan juga brush make up dan ganti semua eye shadow, mascara, atau eyeliner yang dipakai sebelum bintitan. Cara ini dilakukan agar bakteri tidak berpindah ke make up dan bisa bikin bintitan di lain hari.
5. Hindari Menyentuh atau Memencet Bintik Mata
Terkadang kita akan terasa gemas dan ingin memencet bintik mata agar segera sembuh. Soalnya, kita nggak tahu bakteri yang ada di tangan kita akan memicu peradangan lain atau tidak.
Bukan cuma itu, memencet bintitan tidak akan mempercepat penyembuhan, tetapi membuat infeksinya semakin parah. Dalam beberapa kasus, kadang mata atau jaringan di sekitarnya malah mengalami kerusakan lebih lanjut.
6. Perhatikan Ketika Harus Menemui Dokter
Kalau bintitan yang bertambah parah atau tidak sembuh lebih dari dua minggu, sebaiknya segera temui dokter, ya. Selain itu, segera ke layanan kesehatan kalau kamu mengalami beberapa gejala ini:
- Mata bengkak sampai tertutup
- Nanah atau darah keluar dari benjolan
- Ada luka lepuh di kelopak mata
- Penglihatan memburuk
- Kelopak mata terasa panas
- Bintik di kelopak mata terus muncul.


