Bisakah Mata Berdarah Akibat Main HP? Berikut Fakta dan Penjelasannya

Teman Mata pasti pernah melihat kabar yang menyebut main HP terlalu lama bisa menyebabkan mata berdarah. Biasanya, informasi ini akan tersebar melalui media sosial maupun melalui aplikasi pesan instan.

Tak jarang, berita seperti ini juga ditambahkan dengan foto seseorang dengan mata yang sangat merah seperti darah. Setelah menerima informasi seperti ini, Teman Mata harus mengecek kebenarannya.

Lalu, apakah bisa mata berdarah terjadi karena main HP? Biar kamu tahu kebenarannya, yuk simak artikel ini!

Benarkah Main HP Bisa Membuat Mata Berdarah?

mata berdarah

Teman Mata pasti pernah mendengar informasi kalau main HP terlalu sering bisa membuat mata berdarah. Namun, informasi ini ternyata tidak benar dan sudah dibantah oleh dokter mata, ya.

Dokter spesialis mata Gitalisa Andayani dalam Liputan6.com mengatakan, layar HP tidak dapat menyebabkan mata berdarah. Meskipun mengeluarkan sinar biru (blue light), cahaya dari gawai tidak membahayakan kornea, lensa, dan retina mata.

Namun, melihat gadget dari jarak dekat dapat menyebabkan mata lebih cepat lelah. Dalam istilah medis, kelelahan mata akibat terlalu lama menatap layar disebut digital eye strain dengan gejala seperti mata kering, berair, dan gatal.

Fakta Gadget dan Mata Berdarah

Fakta Gadget dan Mata Berdarah

Dari ahli yang berbeda, dokter spesialis mata Ferdiriva Hamzah dalam Kompas.com mengatakan, mata merah seperti warna darah disebut sebagai subconjunctival bleeding atau pendarahan subkonjungtiva.

Kondisi ini tidak berbahaya dan terjadi karena menggosok mata, kelainan darah, atau bersin dan batuk terlalu kencang. Selain itu, mata berdarah juga dapat terjadi akibat trauma benda tumpul atau karena kecelakaan.

Walaupun gadget tidak dapat menyebabkan mata berdarah, namun dokter Ferdiriva menyebut, screen time yang tinggi memang dapat menyebabkan gangguan pada mata. Pada anak-anak, terlalu lama bermain HP dapat meningkatkan risiko terkena rabun jauh (mata minus).

Bagi anak-anak, orang tua harus lebih tegas dalam menerapkan aturan maksimal penggunaan gawai. Pasalnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengatur batas penggunaan gadget untuk anak-anak.

Di sisi lain, penggunaan gadget terlalu lama dapat mengganggu siklus tidur dan ritme sirkadian. Cahaya biru yang ada dalam HP dapat menghalangi melatonin yang membuat tubuh mengantuk.

Tentang Mata Berdarah

Hal yang Harus Dilakukan Ketika Mata Berdarah

Dalam dunia medis, “mata berdarah” biasanya terjadi karena adanya pendarahan subkonjungtiva. Kondisi ini terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di mata lali berdarah di permukaan mata.

Saat mengalami ini, darah terperangkap di konjungtiva sehingga tidak bergerak dan tidak dapat dihapus dengan tisu. Meskipun warna mata akan terlihat merah, namun Teman Mata tak perlu khawatir.

Perdarahan jenis ini tidak memengaruhi penglihatan karena hanya terjadi di konjungtiva dan tidak sampai ke kornea. Sebagian besar kasus tidak memerlukan perawatan khusus oleh dokter mata.

Tanda Mata Berdarah

Biasanya, gejala mata berdarah adalah adanya bercak merah terang di bagian putih mata karena pembuluh darah kecil yang pecah. Selain itu, biasanya kondisi ini tidak menimbulkan gejala lainnya.

Pendarahan subkonjungtiva tidak menyebabkan nyeri dan tidak memengaruhi penglihatan. Karena tidak ada gejala lain, orang yang mengalami kondisi ini sering tidak menyadarinya. Mereka baru tahu “matanya berdarah” setelah melihat kaca atau ada orang yang memberi tahu.

Sebab Mata Berdarah

Sebab Mata Berdarah

Ada beberapa aktivitas yang bisa membuat mata menjadi berdarah. Biasanya, kegiatan ini dapat meningkatkan tekanan dengan cepat dan menyebabkan pembuluh darah pecah. Contoh aktivitas tersebut adalah:

  • Mengejan, seperti saat batuk, muntah, dan bersin
  • Mengangkat, mendorong, atau membungkuk ke depan
  • Menggosok mata terlalu keras
  • Cedera di kepala atau mata
  • Memakai lensa kontak
  • Mengonsumsi obat tertentu, misalnya obat pengencer darah dan obat kanker (interferon).

Tak hanya itu, beberapa penyakit tertentu dapat menyebabkan pendarahan subkonjugtiva yaitu diabetes, tekanan darah tinggi, dan gangguan pembekuan darah.

Namun, dalam beberapa kasus, kondisi ini juga menjadi salah satu gejala dari gangguan serius lainnya. Penyakit vaskular, asma berat, dan trauma mata yang parah bisa menyebabkan mata berdarah meskipun kasusnya sangat jarang terjadi.

Di sisi lain, orang berusia 65 tahun ke atas, sering memakai lensa kontak, dan pernah melakukan operasi mata adalah golongan yang berisiko terkena kondisi ini. Kalau Teman Mata salah satunya, kamu harus lebih hati-hati dan waspada, ya.

Hal yang Harus Dilakukan Ketika Mata Berdarah

Tentang Mata Berdarah

Karena kondisi ini sebagian besar tidak berbahaya, pendarahan subkonjungtiva tidak perlu penanganan khusus. Sebagian besar pembuluh darah yang pecah dapat sembuh dalam waktu dua minggu.

Meskipun begitu, bercak yang lebih besar bisa hilang lebih lama daripada bercak lainnya. Saat darah menghilang, masih ada kemungkinan warna mata akan berubah seperti memar atau memudar.

Jika mata merah terjadi akibat iritasi, kamu bisa memakai air mata buatan untuk meringankan gejala. Selain itu, kamu tidak perlu mengonsumsi atau memakai obat khusus mata karena bukan kondisi berbahaya.

Kapan Harus Periksa ke Dokter Mata?

Sebelumnya, MiBost sudah menjelaskan kalau pendarahan subkonjungtiva tidak berbahaya. Tetapi, kalau kamu mengalami gejala lain, seperti nyeri mata, segera periksakan diri ke dokter spesialis mata, ya.

Adanya nyeri di bagian mata merupakan salah tanda pasien mengalami kondisi lain yang lebih serius, contohnya penumpukan darah di depan iris atau hipema. Nantinya, dokter mata akan melakukan beberapa tes untuk mengidentifikasi penyebabnya.

Ketika mata berdarah sering kambuh, kamu juga harus memeriksakannya ke dokter, ya. Bisa jadi, mata berdarah merupakan tanda dari kondisi kesehatan lain yang harus segera ditangani oleh dokter.

Nah, untuk mencegah kondisi ini, kamu bisa melakukan beberapa cara, misalnya menjaga kebersihan lensa kontak, menggunakan kacamata pelindung, dan lebih berhati-hati. Untuk menjaga kesehatan mata secara maksimal, kamu bisa konsumsi Eyebost sebagai suplemen mata.

Eyebost mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, dan zeaxanthin yang kaya antioksidan. Ditambah, Eyebost terbuat dari bahan alami yang sudah punya izin edar dari BPOM dan sertifikat halal MUI.

Yuk jaga kesehatan matamu bersama vitamin mata Eyebost!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Anggie
Online
|
//
Konsultasi