Apakah Teman Mata pernah mendengar tumbuhan bernama pohon korejat? Bagi kebanyakan orang, nama tanaman ini memang masih asing di telinga. Namun, buat Teman Mata yang hobi dengan tanaman tradisional, pohon korejat kamu familiar dengan namanya.
Soalnya, tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai salah satu bahan untuk obat tradisional berbagai penyakit. Namun, benarkah pohon korejat ampuh mengobati penyakit mata, seperti mata minus hingga katarak?
Nah, di artikel ini, yuk kita cari tahu lebih dalam soal pohon korejat dan manfaatnya. Simak baik-baik, ya!
Mengenal Pohon Korejat dan Manfaatnya

Pohon korejat merupakan tanaman liar yang berasal dari Hindia Barat dan tersebar di daerah tropis, terutama Indonesia. Di berbagai daerah, Korejat punya berbagai sebutan, seperti Kitolod (Bahasa Sunda), Kendali (Bahasa Jawa), dan Lidah Payau (Bahasa Melayu).
Tanaman ini memiliki akar tunggang, batang tegak dengan tinggi hingga 60 cm, dan mempunyai getah putih dengan rasa tajam dan beracun. Daunnya pun terlihat unik, yaitu berbentuk lanset dengan permukaan kasar, ujung runcing, pangkat menyempit, dan menyirip.
Ketika tumbuh bunga, akan ada lima kelopak berwarna putih yang muncul dari ketiak daun. Terkadang, korejat juga berbuah yang berbentuk lonceng, meruncuk, merekah, dan punya biji banyak.
Flora ini akan tumbuh secara liar di pinggir saluran air, sungai, sekitar pagar rumah, ataupun sawah. Umumnya, flora ini dapat ditemui di dataran rendah hingga daerah pegunungan dengan ketinggian maksimal 1.100 mdpl.
Meskipun memiliki getah yang beracun, tanaman korejat punya berbagai senyawa kimia yang bermanfaat. Beberapa kandungan kimia yang ada dalam pohon ini adalah senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, polifenol, hingga tanin.
Bagaimana Cara Mengolah Pohon Korejat?
Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengolah pohon korejat. Umumnya, masyarakat memanfaatkan daun atau bunga korejat sebagai obat tradisional untuk mengatasi penyakit mata, diabetes, hingga gangguan pernapasan.
Cara pertama yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan teknik pengeringan. Daun korejat yang ada di sekitar rumah diambil, kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari, lalu disimpan untuk kemudian diseduh sebagai teh.
Selain itu, bunga korejat sering dimanfaatkan sebagai obat mata, terutama tets atau mengompres mata. Biasanya, bunga korejat akan direndam menggunakan air putih sebelum digunakan ke mata.
Untuk membantu menyembuhkan gangguan pernapasan, daun korejat yang masih fresh direbus hingga mendidih. Setelah itu, saring air rebusan dan ramuan diminum beberapa kali sehari.
Jadi, tidak ada cara yang pasti mengenai cara mengolah pohon korejat. Berbagai cara yang sudah MiBost sebutkan tergantung pada tujuan dan pengolahan masing-masing orang. Sebab, hingga saat ini, pohon korejat belum diolah dengan standar pabrik untuk penyakit tertentu.
Apakah Benar Pohon Korejat Ampuh Mengobati Penyakit Mata?

Sebelumnya, MiBost sudah menyebutkan kalau pohon korejat sering digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati penyakit mata. Beberapa sumber mengklaim, korejat dapat mengobati mata minus, plus, tumor mata, hingga katarak.
Dokter Singgih E Prasetyo dalam laman Alodokter menyebut, manfaat korejat untuk kesehatan masih perlu kajian lebih lanjut. Klaim ini juga belum didukung penelitian yang cukup memadai.
Soal mata minus, pohon korejat tidak dapat menyembuhkan mata minus atau dalam medis disebut miopia. Penderita rabun jauh dapat dikoreksi dengan penggunaan kacamata, lensa kontak, atau disembuhkan melalui operasi.
Senada dengan dokter Singgih, dokter spesialis mata, Florence Meilani dalam laman Kompas.com mengatakan, pohon korejat tidak dapat mengobati katarak di mata. Pasien yang sudah terlanjur menderita katarak hanya bisa disembuhkan dengan operasi katarak atau phacoemulsification.
Jadi, meskipun memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi, manfaat pohon korejat untuk mengobati penyakit mata belum terbukti secara ilmiah. Oleh karena itu, butuh penelitian lebih lanjut soal manfaat tanaman ini untuk keperluan medis.
Karena belum ada penelitian yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan, sebaiknya Teman Mata mengonsumsi makanan yang memang terbukti dapat meningkatkan kesehatan mata.
Ada berbagai nutrisi di makanan kita sehari-hari yang dapat meningkatkan kesehatan mata. Agar mata lebih sehat, Teman Mata disarankan untuk mengonsumsi vitamin A, C, E, lutein, zeaxanthin, dan seng (copper).
Berbagai buah, sayur, dan makanan lain yang mendukung kesehatan mata adalah wortel, kuning telur, biji bunga matahari, sayuran berdaun hijau, dan salmon. Selain itu, Teman Mata juga dapat mengonsumsi suplemen khusus mata seperti Eyebost.
Di dalam dua produk Eyebost, ada berbagai vitamin untuk mata yang sudah teruji secara ilmiah. Apalagi, Eyebost diproduksi dengan standar tinggi dan bahan terbaik. Jadi, Teman Mata tinggal konsumsi saja dan bisa merasakan manfaatnya.
Eyebost sudah mendapatkan izin edar dari BPOM dan sertifikat halal MUI yang sudah pasti 100% aman serta halal. Daripada repot-repot mengolah bahan yang belum terbukti secara ilmiah, yuk rutin konsumsi nutrisi untuk mata diikuti dengan kebiasaan baik, ya!


