Teman Mata sudah tahu belum, kalau di dalam mata kita, ada jutaan saraf yang penting untuk penglihatan kita? Meskipun tidak terlihat, jaringan ini punya peran sangat penting, yaitu untuk mengirim pesan visual dari mata ke otak.
Karena perannya sangat penting, pasti banyak orang yang berpikir, apakah saraf mata bisa rusak seperti organ lainnya? Di artikel ini, MiBost akan membahas soal penyebab saraf mata rusak dan cara untuk mencegahnya.
Penyebab Saraf Mata Rusak

Secara umum, penyebab saraf mata rusak terbagi menjadi dua, yaitu karena adanya penyakit, gangguan, kondisi tertentu atau mengalami cedera.
Penyakit, gangguan, dan kondisi yang menyebabkan saraf mata rusak adalah glaukoma, neuritis optik, atrofi saraf optik, neuropati optik, kompresi saraf optik, infeksi mata, dan kanker mata.
Beberapa penyakit yang menyerang saraf mata, seperti glaukoma, neuropati optik, atrofi optik, dan papiladema merupakan kondisi serius yang harus segera ditangani. Walaupun begitu, ada penyakit tertentu, misalnya glioma saraf mata yang masih dapat disembuhkan dengan penanganan tepat.
Selanjutnya, orang dengan kondisi kesehatan tertentu, contohnya tekanan darah tinggi, diabetes, memiliki gumpalan darah, dan penyakit graves dapat menyebabkan saraf mata rusak. Penggunaan obat-obatan untuk penyakit jantung dan radang sendi pun dapat merusak saraf di mata.
Sementara itu, cedera yang membuat saraf mata rusak dalam dunia medis disebut neuropati optik traumatik. Kondisi ini bisa berbeda-beda tiap pasien, mulai dari ringan hingga berat dan dapat menyebabkan kebutaan.
Ciri-ciri Gangguan Saraf Mata Rusak
Sebenarnya, tidak semua gangguan saraf mata menunjukkan gejala yang jelas, atau bahkan tanpa gejala. Namun, saraf mata yang rusak dapat memunculkan beberapa gejala dan ciri-ciri, baik di mata maupun bukan.
Berikut ciri-ciri gangguan saraf mata rusak yang biasanya terjadi di mata:
- Kehilangan penglihatan sebagian maupun total
- Penglihatan kabur
- Kemerahan
- Penglihatan ganda
- Iritasi di mata
- Buta warna
- Nyeri parah di mata
- Sulit melihat warna
- Sakit mata
- Sulit untuk fokus
- Penglihatan warna melemah
- Pupil membesar
- Cacat lapang pandang
- Buta senja (niktalopia).
Sementara itu, ada juga beberapa gejala gangguan saraf mata rusak yang timbul di bagian tubuh lainnya. Ini daftarnya:
- Mual
- Muntah
- Demam
- Sakit kepala
- Pusing
- Kelelahan
- Nyeri sendi
- Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
Gejala yang sudah dijelaskan merupakan gambaran umum dan bisa berbeda-beda tiap orangnya. Selain itu, gejala yang dialami juga dapat berlangsung lama maupun muncul secara mendadak dan tiba-tiba.
Cara Mencegah Saraf Mata Rusak

Sebelum terlambat, Teman Mata bisa melakukan beberapa cara untuk mencegah saraf mata dengan beberapa hal berikut:
- Melakukan pemeriksaan mata secara teratur meskipun tidak menggunakan kacamata atau lensa kontak
- Mempunyai berat badan yang sehat dan ideal agar terhindar dari diabetes dan hipertensi
- Memastikan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang
- Mengonsumsi berbagai zat gizi yang dibutuhkan saraf, yaitu vitamin B1, B6, B12, dan mineral tembaga
- Berhenti merokok dan vaping
- Melindungi kepala dengan memakai alat pelindung, seperti helm
- Menggunakan kacamata keselamatan saat beraktivitas yang berpotensi membahayakan mata.
Kalau soal nutrisi, Teman Mata bisa mengonsumsi berbagai makanan yang mengandung vitamin B1, B6, B12, dan tembaga. Jika ingin perlindungan maksimal, konsumsi suplemen untuk mata akan membantu.
Soal suplemen, MiBost saranin buat minum Eyebost secara rutin setiap harinya. Produk ini mengandung vitamin A, C, E, lutein, dan zeaxanthin yang dapat mencegah stres oksidatif di mata.
Hasilnya, kesehatan mata secara keseluruhan meningkat dan terhindar dari berbagai penyakit, termasuk saraf mata yang rusak. Mulai sekarang, yuk konsumsi Eyebost untuk mata yang lebih sehat dan jernih!


