Apakah Periksa Mata di Bulan Puasa Lebih Akurat? Simak Penjelasan Berikut!

Sebagai orang yang berkacamata atau memiliki masalah penglihatan, ada momen yang membuat Teman Mata harus melakukan pemeriksaan mata di bulan puasa. Lalu, Teman Mata mungkin bertanya, apakah periksa mata saat puasa hasilnya lebih akurat atau sebaliknya?

Pertanyaan ini biasanya muncul karena adanya perubahan pola makan dan minum yang membuat kondisi tubuh berbeda selama puasa. Nah, biar tahu jawabannya, yuk ikuti artikel berikut ini.

Apakah Periksa Mata di Bulan Puasa Hasilnya Akan Lebih Akurat?

Periksa Mata di Bulan Puasa Hasilnya Akan Lebih Akurat

Teman Mata yang mendapatkan jadwal periksa mata saat puasa Ramadan pasti bingung akan melakukannya tau tidak. Soalnya, banyak orang yang berpikir, apakah periksa mata di bulan puasa hasilnya lebih akurat?

Nah, soal keakuratan, puasa Ramadan bisa berpengaruh maupun tidak pada hasil pemeriksaan mata. Apabila mata dalam kondisi yang baik maka hasilnya pun akan lebih akurat dan baik daripada biasanya.

Namun, ada juga orang yang harus menjaga kesehatan secara lebih hati-hati saat puasa. Biasanya, orang dengan diabetes, retinopati diabetik, edema makula diabetik, katarak, dan glaukoma dapat berpengaruh pada pemeriksaan mata.

Pada orang dengan diabetes dan komplikasi di mata, puasa dapat memengaruhi kadar gula darah. Puasa terkadang membuat gula darah turun drastis sehingga menyebabkan hipoglikemia.

Saat terjadi hipoglikemia, pandangan mata akan lebih buram dan kabur daripada biasanya sehingga memengaruhi pemeriksaan mata. Makanya, orang dengan diabetes kurang direkomendasikan untuk melakukan periksa mata saat puasa.

Di sisi lain, pasien yang menderita glaukoma sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika ingin berpuasa. Pada pagi hari, tekanan intraokular cenderung meningkat, baik orang dengan mata sehat apalagi yang memiliki glaukoma.

Kondisi ini terjadi karena asupan cairan dan makanan selama sahur dapat meningkatkan tekanan intraokular. Makanya, jika pasien glaukoma ingin puasa, salah satu rekomendasi yang harus dilakukan adalah membatasi asupan cairan untuk mencegah kondisi tersebut.

Tahapan Pemeriksaan Mata

Tahapan Pemeriksaan Mata

Dalam pemeriksaan mata, biasanya ada beberapa tahapan tes yang akan dilakukan oleh dokter, yaitu:

1. Tes Ketajaman Penglihatan

Dalam tes ketajaman penglihatan, dokter akan memeriksa seberapa baik penglihatan Teman Mata dan mendeteksi kelainan refraksi. Umumnya, pasien yang mengalami rabun dekat, rabun jauh, mata silinder, dan mata tua akan kesulitan pada bagian tes ini.

Biasanya, dokter dapat menggunakan beberapa metode. Namun, cara paling umum yang digunakan adalah dengan menggunakan bagan Snellen.

Di bagan itu, biasanya ada huruf, angka, maupun simbol yang berukuran besar dan semakin ke bawah semakin mengecil. Nantinya, dokter akan meminta untuk menyebutkan huruf dan simbol yang ada di bagian.

2. Tes Gerakan dan Keselarasan

Pada pemeriksaan ini, dokter atau tenaga kesehatan biasanya menggunakan jari maupun pensil untuk menguji gerakan, keselarasan, dan kekuatan otot pada bola mata. Tes ini berfungsi untuk mendeteksi kelainan otot mata, masalah saraf, maupun gangguan mata lainnya.

Ketika melakukan tes ini, dokter meminta pasien untuk membuka dan menutup mata secara bergantian. Mata satu per satu akan ditutup dan diuji secara terpisah kemudian kedua mata diuji bersamaan.

Mata yang terbuka akan diarahkan untuk melihat pensil maupun jari yang bergerak. Tes tipe ini akan mendeteksi apakah mata sejajar dengan benar, bergerak dengan benar, dan dapat bergerak ke segala arah tanpa menggerakkan kepala.

3. Tes Lapang Pandang

Saat evaluasi tes ini, penglihatan setiap bagian lapang pandang pada dua bola mata masing-masing akan diperiksa. Dokter memeriksa seberapa luas area yang dapat dilihat mata ketika fokus pada titik pusat.

Tes ini dapat mendeteksi celah atau bintik buta (skotoma) yang seharusnya tidak ada di mata. Jika ada, seseorang kemungkinan pasien menderita penyakit mata atau gangguan otak yang memengaruhi penglihatan.

4. Tes Tekanan Intraokular

Dalam tahap akhir, dokter mengecek tekanan cairan yang ada di dalam mata atau biasa disebut tes tonometri. Umumnya, tenaga kesehatan menggunakan alat khusus bernama tonometer untuk melakukan tes ini.

Tes untuk evaluasi ini berguna untuk mendeteksi glaukoma yang menjadi penyakit penyebab peningkatan tekanan intraokular. Apabila tidak ditangani dengan tepat, glaukoma dapat menyebabkan kebutaan permanen penderitanya.

5. Tes Buta Warna

Teman Mata pasti pernah melakukan tes buta warna untuk pemeriksaan mata saat mengurus SIM, ujian masuk kerja, dan keperluan lainnya. Jenis pemeriksaan ini memang sering dilakukan untuk mendeteksi dini kemungkinan adanya buta warna.

Dokter maupun tenaga kesehatan akan memberikan berbagai gambar untuk mengidentifikasi simbol, huruf, dan angka. Gambar tersebut terbuat dari dua warna yang terdiri dari titik-titik kecil yang terhubung.

6. Pemeriksaan Konjungtiva

Saat melakukan pemeriksaan ini, dokter akan memeriksa selaput tipis dan bening yang menutupi area putih mata atau konjungtiva. Tes ini bermanfaat untuk mendeteksi adanya benda asing, infeksi, sampai kelainan di mata.

Nantinya, dokter menggunakan alat seperti penlight maupun lampu celah untuk memeriksa mata. Mereka akan menarik kelopak mata bagian bawah ke bawah dan membalik kelopak mata atas.

Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan Mata?

Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan Mat

Sekarang, Teman Mata mungkin bingung waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan mata. Sebenarnya, kamu bisa cek mata kapanpun, baik saat puasa maupun tidak. Yang pasti, ketika ada perubahan penglihatan, sebaiknya segera periksa mata.

Apalagi, kamu mengalami perubahan yang terjadi dalam jangka waktu lama, seperti susah melihat tulisan kecil, susah membedakan warna, sakit kepala setelah beraktivitas, dan mata sering terasa lelah.

Gejala yang MiBost sebutkan bisa jadi pertanda adanya gangguan penglihatan, baik sebagian maupun total. Bahkan, gejala yang timbul termasuk kondisi darurat medis yang butuh pertolongan dengan cepat.

Selain itu, Teman Mata yang memiliki kriteria berikut disarankan lebih rutin melakukan pemeriksaan:

  • Berusia di atas 60 tahun,
  • Mengalami atau memiliki riwayat obesitas,
  • Memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes dan tekanan darah tinggi,
  • Mempunyai riwayat penyakit mata dalam keluarga,
  • Menggunakan kacamata atau lensa kontak karena gangguan refraksi,
  • Pernah melakukan operasi mata, menderita cedera mata, atau kerusakan mata akibat penyakit tertentu misalnya stroke.

Nah, sebelum terlambat, tentunya Teman Mata perlu melakukan pencegahan agar mata tidak mudah iritasi. Selain rutin melakukan periksa mata, kita harus menjaga kebersihan tubuh, menggunakan kacamata, menghindari kebiasaan buruk, dan mengonsumsi makanan bergizi.

Makanya, kita disarankan untuk mengonsumsi vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, dan zeaxanthin yang bagus untuk mata. Kalau nggak mau repot, Teman Mata bisa mengonsumsi Eyebost sebagai suplemen mata yang mengandung eye complex.

Vitamin dari Eyebost terbuat dari 100% bahan alami, sudah mendapatkan izin edar dari BPOM, dan sertifikat halal MUI. Saat bulan Ramadan seperti saat ini, Eyebost juga sangat mudah dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping.

Jangan biarkan iritasi mata hanggu ibadah puasamu, yuk rawat mata dengan Eyebost mulai sekarang!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Anggie
Online
|
//
Konsultasi