Apa Itu Peradangan Pasca Operasi Mata? Ini Penjelasan dan Penanganannya

Operasi mata merupakan salah satu prosedur medis yang dilakukan untuk memperbaiki masalah penglihatan atau penyakit mata. Umumnya, operasi mata dikerjakan untuk pasien yang menderita katarak, lasik, glaukoma, dan transplantasi kornea.

Pasca operasi mata, terkadang akan timbul peradangan yang cukup umum terjadi, terutama pada operasi katarak. Biasanya, peradangan akan bersifat ringan dan dapat membaik seiring berjalannya waktu.

Peradangan yang bersifat ringan merupakan respons tubuh terhadap cedera pasca operasi dan merupakan bagian dari proses penyembuhan. Namun, ada juga peradangan pasca operasi mata yang berbahaya dan memerlukan penanganan medis segera. 

Sekarang, MiBost akan menjelaskan bagaimana peradangan bisa terjadi di mata setelah tindakan operasi.

Apa Saja Bentuk Peradangan Pasca Operasi Mata?

Penyebab Mata Merah Seperti Berdarah

Peradangan yang terjadi pasca operasi mata punya persentase yang cukup besar. Komplikasi berupa peradangan yang terjadi setelah operasi mata katarak dapat dialami 9 dari 156 kasus (5,7 persen) di New York, Amerika Serikat.

Umumnya, komplikasi ini bentuknya bisa beragam, seperti infeksi, edema makula pasca operasi, hingga endoftalmitis. Biasanya, komplikasi ini terjadi pada orang yang memiliki masalah mata lain atau kondisi serius, seperti punya riwayat uveitis.

Berikut adalah bentuk peradangan pasca operasi mata yang memungkinkan untuk terjadi, terutama pada operasi katarak:

1. Inflamasi ringan

Bagi pasien yang mengalami inflamasi (peradangan) ringan, kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan dan wajar terjadi. Kondisi ini akan membaik dengan perawatan medis, seperti tetes steroid dan obat tetes mata anti-inflamasi.

Pada periode ini, pasien akan mengalami sedikit pembengkakan dan kemerahan di mata pasca operasi. Namun apabila peradangan terus terjadi, pasien harus waspada dengan infeksi tingkat lanjut yang dapat memicu endoftalmitis.

2. Endoftalmitis

Endoftalmitis merupakan peradangan dan infeksi serius pada cairan di dalam mata. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri atau jamur akibat adanya trauma mata, misalnya karena kecelakaan atau menjalani operasi mata.

Beberapa gejala yang timbul akibat endoftalmitis adalah nyeri mata parah, kehilangan penglihatan, terlalu peka dengan cahaya terang (fotofobia), kelopak mata bengkak, mata berair, dan mata merah. Gejala ini umumnya timbul dalam waktu satu minggu setelah prosedur.

Meskipun jarang terjadi pada pasien pasca operasi katarak, kondisi ini harus segera mendapatkan pertolongan medis. Endoftalmitis yang tidak ditangani dapat mengancam penglihatan dan berisiko mengalami kebutaan.

3. Edema Makula

Edema makula merupakan kondisi ketika bagian tengah retina atau disebut makula mengalami pembengkakan akibat penumpukan cairan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh mata, terutama akibat trauma pasca operasi maupun peradangan lain, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.

Gejala umum yang dialami pasien dengan edema makula adalah penglihatan menjadi bergelombang, warna terlihat pudar, dan warna yang terlihat pudar.

Kondisi ini pada awalnya hanya menyulitkan pasien untuk membaca, menyetir, atau kegiatan lain yang membutuhkan penglihatan ke depan. Namun pada kondisi yang serius, pasien perlu mendapatkan penanganan medis untuk mencegah buram atau buta permanen.

Cara Merawat Peradangan Pasca Operasi Mata

Setelah melakukan operasi mata, dokter akan memberikan beberapa perawatan umum dan khusus pada pasien. Cara ini dilakukan untuk mencegah inflamasi akut atau infeksi yang parah pada mata.

Secara umum, berikut beberapa cara merawat peradangan pasca operasi mata yang diberikan oleh dokter:

Perawatan Umum untuk Peradangan Pasca Operasi Mata

Biasanya, dokter akan memberikan perawatan berikut untuk mencegah maupun mengatasi peradangan pasca operasi mata:

1. Menggunakan Obat Tetes Mata

Dokter akan memberikan tetes mata setelah operasi sebagai cara untuk mencegah infeksi, mengurangi peradangan, dan menjaga mata tetap lembap. Saat menggunakan obat jenis ini, pasien harus mengikuti petunjuk pemakaian yang diberikan dokter.

Selain itu, pastikan untuk tangan tetap bersih sebelum meneteskan obat ke mata. Pasien juga harus memperhatikan agar ujung botol tidak menyentuh mata untuk mencegah kontaminasi bakteri.

2. Tidak Menggosok atau Menyentuh Mata

Salah satu hal terpenting setelah operasi mata adalah tidak menggosok atau menyentuh mata meskipun terasa gatal dan sakit. Menggosok mata justru dapat menyebabkan infeksi, mengganggu lokasi operasi, dan bisa membuka luka sayatan.

Jika pasien merasa gatal atau sakit pasca operasi, biasanya akan disarankan untuk memakai obat tetes mata atau pereda nyeri. Selain itu, menggunakan kacamata juga membantu mencegah mata agar tidak tergesek kulit.

3. Jangan Sampai Mata Terkena Air

Selama 24-72 jam pertama pasca operasi, pasien akan diminta untuk berhati-hati agar air tidak terkena mata. Air yang masuk ke mata akan meningkatkan risiko infeksi atau iritasi hingga mata pulih dari operasi.

Untuk mandi, biasanya dokter akan menyarankan untuk berhati-hati dan menghindari beberapa tempat dengan banyak air, seperti kolam renang atau tempat sauna.

Perawatan Khusus saat Terjadi Peradangan Berat

Ketika mata mengalami peradangan setelah operasi, beberapa perawatan yang biasanya diberikan adalah menggunakan tetes mata anti-inflamasi. Umumnya, dokter akan memberikan obat golongan steroid maupun non-steroid.

Selain itu, dokter akan memberikan suntikan antibiotik sebagai penanganan pada kasus infeksi ringan setelah operasi. Tetapi kalau pasien sudah mengalami endoftalmitis yang parah, dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi tambahan yang disebut vitrektomi.

Dalam prosedur ini, dokter akan membuang material yang dapat menular ke mata. Kemungkinan dokter juga akan mengangkat gel bening di tengah mata atau vitreus untuk menghentikan penyebaran infeksi.

Kesehatan Mata dan Suplemen

Mata merupakan aset berharga yang harus dijaga sebaik mungkin dari berbagai gangguan. Untuk menunjangnya, Teman Mata bisa mengonsumsi suplemen khusus mata dengan kandungan vitamin A, E, lutein, dan zeaxanthin.

Lutein dan zeaxanthin merupakan karotenoid yang dapat memberikan efek perlindungan pada mata. Sebagai antioksidan yang kuat, lutein akan mencegah penyakit mata yang dapat menyebabkan hilangnya penglihatan dan melindungi mata dari cahaya biru (blue light).

Sementara itu, zeaxanthin dapat melindungi mata dari kerusakan akibat sinar ultraviolet (UV) matahari dan radikal bebas. Di sisi lain, kandungan ini juga mampu mengurangi risiko penyakit degenerasi makula terkait usia.

Vitamin A dibutuhkan tubuh untuk membuat mata lebih peka terhadap cahaya dan membantu melihat lebih jelas di malam hari. Mirip seperti lutein dan zeaxanthin, alpha tocopherol dalam vitamin E merupakan antioksidan yang dapat melawan radikal bebas.

Berbagai kandungan tersebut dapat ditemukan dalam suplemen mata dengan kualitas tinggi, seperti pada produk Eyebost. Baik Eyebost Essential maupun Eyebost Essential Pro, keduanya mengandung lutein, zeaxanthin, vitamin A, dan E.

Keempat kandungan tersebut didapatkan dari berbagai bahan alami, yaitu madu hutan asli, ekstrak buah bilberry, marigold, dan wortel. Terlebih, Eyebost diproduksi menggunakan teknologi modern yang cocok untuk generasi aktif dan produktif.

Kedua vitamin mata Eyebost aman dikonsumsi karena memiliki izin edar dari BPOM dan sertifikat halal dari MUI. Teman Mata bisa mendapatkan Eyebost Essential dengan harga Rp 95.000 dan Eyebost Essential Pro di harga Rp 99.000 dengan pemesanan lewat website maupun official store di e-commerce.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Anggie
Online
|
//
Konsultasi