Apa Itu Katarak Kortikal? Kenali 10 Penyebab yang Harus Diwaspadai

Teman Mata yang peduli dengan kesehatan mata pasti nggak asing dengan katarak, penyakit mata yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Banyak orang yang mewaspadai penyakit ini karena katarak dapat bersifat kronis dan ada risiko kebutaan.

Dari sekian banyak jenis katarak, apakah kamu pernah mendengar soal katarak kortikal? Jenis katarak ini memang cukup jarang dibahas, meskipun sama-sama berbahaya seperti tipe yang lain.

Biar Teman Mata lebih paham soal apa itu katarak kortikal, yuk simak penjelasan berikut!

Apa itu Katarak Kortikal?

Penyebab Katarak Kortikal

Katarak kortikal merupakan kondisi ketika serat-serat di tepi luar lensa menjadi keruh, rusak, dan menggumpal. Katarak jenis ini terjadi akibat kandungan air yang lebih tinggi daripada kandungan lain dan protein yang menggumpal di mata.

Jenis katarak ini umumnya mulai terbentuk setelah usia 40 tahun. Namun, sebagian besar orang Amerika Serikat yang menderita katarak kortikal mengalaminya setelah usia 80 tahun. Selain itu, pasien yang sudah pernah operasi katarak juga rentan terkena penyakit ini.

Kasus katarak kortikal termasuk cukup umum di dunia. Katarak kortikal menyumbang sekitar 22,9% dari seluruh kasus katarak terkait usia yang terjadi di dunia. Walaupun cukup umum, penyakit ini berkembang secara perlahan dan mengganggu penglihatan.

Katarak kortikal dimulai ketika ada area berbentuk segitiga atau garis-garis kabur yang ada di tepi lensa mata. Seiring perkembangannya, katarak dapat menyebar ke pusat mata. Jenis penyakit ini dapat terjadi sendiri maupun bersamaan dengan katarak nuklear.

Penyebab Katarak Kortikal

Dampak Katarak Kortikal Pada Penglihatan

Penyebab paling umum katarak kortikal adalah karena proses penuaan alami yang dapat mengubah struktur lensa mata. Selain itu, kelainan genetik dapat menyebabkan katarak jenis ini meskipun kasusnya sangat jarang terjadi.

Selain itu, katarak kortikal dapat terjadi pada orang yang memiliki riwayat penyakit atau kebiasaan buruk. Berikut daftarnya:

  • Memiliki riwayat keluarga dengan katarak
  • Mengalami diabetes
  • Pernah menderita cedera mata
  • Mengonsumsi obat golongan kortikosteroid
  • Menjalani terapi radiasi
  • Pernah menjalani operasi mata untuk mengobati glaukoma atau kondisi lain
  • Merokok
  • Sering mengonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Terlalu sering terpapar sinar matahari, terutama tanpa kacamata.

Di sisi lain, orang dengan rabun dekat (miopia) dan rabun jauh (hiperopia) juga berisiko mengalami katarak kortikal. Jadi, kalau Teman Mata termasuk orang yang termasuk orang yang berisiko atau mengalami gejala katarak kortikal, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Saat berkonsultasi, dokter spesialis mata akan melakukan pemeriksaan. Umumnya, mereka akan memeriksa struktur mata, fungsi mata, maupun menanyakan riwayat medis pasien.

Tak hanya itu, dokter akan melakukan pemeriksaan lampu cerah, pemeriksaan retina,  dan tes ketajaman visual. Setelah melakukan tes, apabila pasien terkena katarak kortikal, dokter akan memberikan perawatan sesuai tingkat keparahannya.

Dampak Katarak Kortikal Pada Penglihatan

Pada awalnya, katarak kortikal di tepi lensa tidak menyebabkan gangguan penglihatan. Namun, seiring berkembangnya katarak, lama kelamaan mata akan mengalami beberapa gejala, seperti:

  • Penglihatan kabur,
  • Kesulitan melihat di malam hari
  • Berkurangnya penglihatan warna (warna menjadi lebih muda daripada yang seharusnya)
  • Sensitif dengan cahaya,
  • Penglihatan ganda.

Gejala ini bahkan bisa muncul setelah katarak ada di mata selama bertahun-tahun. Kondisi ini terjadi karena katarak termasuk penyakit yang cenderung berkembang lambat, meskipun pada beberapa orang dapat berkembang dengan cepat.

Orang dengan penyakit tertentu, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan dislipidemia berisiko memiliki perkembangan katarak yang lebih cepat. Di sisi lain, katarak yang dibiarkan tanpa pengobatan dapat menyebabkan kebutaan total.

Katarak yang dibiarkan dapat menyebabkan protein lensa yang bocor masuk ke dalam mata. Akhirnya, tekanan intraokular meningkat, memicu reaksi inflamasi yang parah, dan dapat menyebabkan kebutaan.

Cara Menyembuhkan Katarak Kortikal

Cara Menyembuhkan Katarak Kortikal

Untuk menyembuhkan katarak kortikal, dokter biasanya akan melihat tingkat keparahan dan penyebabnya. Orang yang mengalami katarak kortikal ringan hanya memerlukan kacamata untuk memperbaiki gejalanya.

Namun, jika katarak kortikal terjadi karena kondisi lain, seperti menderita diabetes, biasanya dokter akan menyarankan untuk mengelola kondisi pemicunya dulu. Nantinya, dokter akan melihat perkembangan pasien, kataraknya membaik atau memburuk.

Bila katarak memburuk, mengalami gejala lebih parah, atau penglihatan terganggu, biasanya akan disarankan untuk melakukan operasi. Sama seperti jenis katarak lainnya, dokter mengangkat lensa yang keruh dengan lensa buatan.

Sayangnya, meskipun sudah menjalani operasi, terkadang pasien katarak masih bisa mengalami penglihatan keruh atau buram lagi. Hal ini terjadi ketika bagian mata yang menahan lensa di tempatnya (sering disebut kapsul) menjadi keruh.

Ketika kondisi ini terjadi, dokter akan melakukan kapsulotomi, prosedur medis dengan laser untuk memulihkan penglihatan. Nantinya, area yang keruh akan dihilangkan dan tidak mengganggu jaringan lain di mata.

Nah, sekarang Teman Mata sudah lebih tahu kan, kalau katarak kortikal itu nggak bisa disepelekan? Apalagi kalau terlambat ditangani, katarak kortikal dapat menyebabkan kebutaan pada mata.

Sebelum terlambat, mencegah tentunya jauh lebih baik daripada mengobati. Selain rutin cek mata, yuk mulai sayangi penglihatanmu dari dalam dengan rutin minum vitamin mata dari Eyebost.

Dibuat dari bahan alami yang mengandung eye complex, Eyebost siap bantu jaga mata kamu tetap jernih, sehat, dan siap menemanimu beraktivitas seharian. Jangan tunggu buram dulu, yuk rutin konsumsi Eyebost dari sekarang!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Anggie
Online
|
//
Konsultasi