Zaman sekarang, rasanya mustahil kalau dalam sehari kita nggak menatap layar gadget selama berjam-jam. Walaupun sudah terbiasa, namun kebiasaan ini nggak baik untuk kesehatan mata kita.
Salah satu cara untuk mengatasi dampak sinar biru adalah dengan memakai kacamata anti-radiasi. Tapi, mungkin sekarang Teman Mata akan bertanya, apakah
Cara Kerja Kacamata Anti Radiasi

Buat kamu yang sudah pakai kacamata, pasti nggak asing dengan kacamata dengan lensa anti-radiasi. Kacamata jenis ini berguna untuk menyaring cahaya biru (blue light) yang ada di layar digital, seperti laptop, ponsel, televisi, atau gadget lainnya.
Secara umum, ada tiga cara kerja kacamata anti-radiasi. Pertama, lensa jenis ini memiliki lapisan tipis yang dapat memantulkan gelombang elektromagnetik. Lapisan bermuatan ion ini nantinya akan bekerja seperti cermin dengan membelokkan radiasi agar tidak menembus lensa.
Cara kerja kedua yaitu kacamata anti-radiasi dapat menyerap radiasi dengan mengubahnya menjadi energi panas yang sangat kecil. Namun, untuk mendapatkan cara kerja ini, kacamata harus menggunakan material tertentu dan belum semua lensa anti-radiasi memakainya.
Terakhir, kacamata tipe ini bekerja dengan cara menghilangkan pantulan cahaya pada permukaan lensa. Hasilnya, cahaya lebih banyak masuk ke lensa, visual lebih tajam, dan menyingkirkan cahaya lain yang tidak diperlukan seperti pantulan lampu atau layar.
Kacamata Anti Radiasi Apakah Efektif?

Setelah tahu cara kerjanya, Teman Mata pasti akan bertanya, apakah menggunakan kacamata anti-radiasi efektif untuk kegiatan sehari-hari? Jawabannya tergantung dengan seberapa lama kamu berada di depan layar.
Menggunakan kacamata anti-radiasi termasuk cara yang efektif untuk melindungi mata dari cahaya biru. Namun, kalau Teman Mata termasuk pekerja digital dengan screen time lebih dari 8 jam, kacamata anti-radiasi saja nggak cukup untuk perlindungan sehari-hari.
Beberapa penelitian menunjukkan, kacamata anti-radiasi tidak meringankan gejala kelelahan mata akibat penggunaan perangkat digital. Jadi, buat kamu yang punya screen time tinggi, kamu nggak bisa mengandalkan kacamata saja.
Perlindungan Mata dari Sinar Biru
Sekarang, Teman Mata sudah tahu kalau memakai kacamata anti-radiasi saja nggak cukup untuk melindungi mata dari sinar biru. Agar perlindungan mata lebih efektif, kamu bisa melakukan beberapa cara berikut:
1. Kurangi Screen Time
Salah satu cara yang paling efektif untuk melindungi mata dari blue light adalah dengan mengurangi screen time. Sebisa mungkin, kamu menurunkan waktu melihat gadget secara bertahap.
Kalau masih susah dilakukan, kamu bisa beristirahat secara teratur dengan menggunakan aturan 20-20-20. Dalam aturan ini, Teman Mata diharuskan beristirahat tiap 20 menit lalu fokus dengan benda berjarak 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.
2. Manfaatkan Filter di Gadget
Di ponsel atau laptop kita ada fitur untuk filter layar untuk membantu menyaring cahaya biru yang keluar dari gadget. Beberapa fitur yang sering dipakai adalah night mode atau mode malam dan eye comfort shield.
Pengaturan ini akan menurunkan kecerahan layar, mengubah warnanya menjadi lebih hangat, atau mengubah tema menjadi lebih gelap. Cara ini dapat mengurangi kelelahan mata akibat penggunaan perangkat digital.
3. Mengurangi Penggunaan Gadget di Malam Hari
Kalau kamu masih sering menggunakan gadget di malam hari, sebaiknya kurangi mulai sekarang, ya. Soalnya, cahaya biru dari layar dapat memengaruhi kualitas tidur dan berpotensi memicu insomnia.
Cobalah untuk tidak melihat gadget setidaknya 3 jam sebelum tidur. Cara ini berguna untuk membantu mencegah cahaya biru memengaruhi pelepasan meletonin, hormon yang berfungsi agar tidur lebih nyenyak.
Nutrisi Mata Pekerja Kantoran

Selain melakukan beberapa cara yang sudah MiBost sebutkan, kamu bisa mengonsumsi nutrisi tertentu untuk mencegah dampak buruk blue light. Berikut beberapa kandungan yang bisa kamu konsumsi:
1. Lutein
Lutein merupakan pigmen organik yang terkait dengan vitamin A dan beta-karoten. Uniknya, kandungan ini secara alami ada di makula dan retina manusia, lho! Makanya, vitamin ini akan sangat berguna untuk mendukung kesehatan mata.
Kandungan ini berguna untuk mencegah penyakit mata, terutama degenerasi makula terkait usia (AMD). Lutein termasuk sebagai antioksidan alami yang bisa mencegah peradangan dan stres oksidatif di mata.
Untuk mendapatkan lutein, kamu bisa mengonsumsi berbagai sayuran, misalnya brokoli, kacang polong, peterseli, dan paprika merah. Tidak hanya itu, buah-buahan seperti alpukat, jeruk, dan anggur merah juga termasuk makanan kaya lutein.
2. Zeaxanthin
Kandungan lain yang dapat berguna untuk melindungi mata dari sinar biru adalah zeaxanthin. Mirip dengan lutein, zeaxanthin adalah pigmen organik yang sama-sama ditemukan di mata manusia.
Bedanya, zat gizi ini berguna sebagai penyaring cahaya biru sekaligus pelindung jaringan mata dari penyakit kronis. Kalau cahaya biru dapat disaring, penglihatan akan lebih tajam dan fungsi makula meningkat.
Vitamin Mata untuk Perlindungan Blue Light
Dari penjelasan MiBost, Teman Mata sudah tahu pentingnya menjaga kesehatan mata, terutama kalau kamu punya screen time tinggi. Jika kamu ingin yang maksimal, kamu bisa rutin mengonsumsi vitamin mata.
Nah, ngomongin soal suplemen, tentunya MiBost saranin buat rutin konsumsi Eyebost. Vitamin mata yang satu ini mengadung lutein dari ekstrak marigold dan zeaxanthin dari ekstrak wortel.
Apalagi, Eyebost juga dilengkapi vitamin lain, yaitu vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan beberapa antioksidan. Ditambah, suplemen ini terbuat dari bahan alami yang diproses menggunakan teknologi modern.
Untuk konsumsinya juga sangat mudah. Kalau Teman Mata ingin vitamin tanpa rasa pahit, cukup konsumsi Eyebost Essential 1 kali sehari. Tapi, kalau kamu ingin suplemen mata yang praktis, Eyebost Essential Pro bisa diminum 3 kali sehari.
Jangan biarkan blue light menghambat produktivitas. Jaga kesehatan mata dengan Eyebost!


