7 Cara Cegah Iritasi Mata Ringan saat Ramadan, Yuk Ikuti Tipsnya!

Teman Mata pernah nggak sih, lagi khusyuk mengaji atau saat scrolling nunggu bedug, tiba-tiba mata terasa perih, kering, dan mengganjal? Sensasi seperti ini pasti rasanya nggak nyaman banget.

Apalagi, saat puasa tubuh kita memang lebih rawan dehidrasi yang bikin kelembapan mata jadi berkurang. Nah, buat Teman Mata yang ingin mengatasi atau mencegah iritasi mata ringan tanpa bikin puasa batal, Mibost punya tipsnya, lho!

Yuk, kita sama-sama bahas bahas tips sederhana menjaga kesehatan mata supaya aktivitas Ramadan kamu tetap lancar dan nggak terganggu mata iritasi!

Faktor Risiko Iritasi Mata Ringan dan Cara Mencegahnya

Faktor Risiko Iritasi Mata Ringan dan Cara Mencegahnya

1. Alergi

Apakah Teman Mata pernah merasa mata gatal, kering, dan nyeri tanpa sebab yang jelas? Kalau iya, bisa jadi kamu alergi terhadap suatu benda, misalnya debu, bulu hewan, jamur, atau serbuk sari.

Alergi terhadap benda tertentu memang menimbulkan reaksi di bagian tubuh tertentu, termasuk mata. Teman Mata yang punya riwayat alergi dalam keluarga sebaiknya melakukan tes alergi agar iritasi mata bisa segera diatasi.

Untuk mengatasinya, dokter biasanya akan memberikan anti-alergi berupa antihistamin yang dapat meredakan gejalanya. Jika ingin mengatasinya, sebisa mungkin Teman Mata menghindari benda yang membuat kamu alergi.

2. Penggunaan Lensa Kontak

Bagi orang yang rutin menggunakan lensa kontak, kamu harus rutin untuk membersihkannya, ya. Soalnya, lensa kontak yang jarang atau tidak dibersihkan dengan benar dapat menyebabkan iritasi.

Lensa kontak yang tidak bersih kemungkinan ada kotoran asing yang dapat menyebabkan infeksi. Selain itu, menggunakan lensa kontak semalaman juga dapat menyebabkan luka pada mata yang disebut ulkus kornea.

Buat pencegahannya, Teman Mata harus rajin membersihkan lensa kontak dan wadahnya dengan cairan khusus. Bukan cuma itu, kamu harus cuci tangan sebelum memakai, melepas, dan membersihkan lensa agar tidak ada bakteri dari tangan.

Perhatikan juga waktu pemakaian lensa kontak yang aman yaitu maksimal 14-16 jam dalam sehari. Kamu juga harus mengganti lensa kontak sesuai petunjuk pemakaian yang ada di kemasan produk.

3. Ketegangan Mata Digital

Bagi orang yang punya screen time lebih dari 8 jam per hari, matamu akan lebih rentan terkena iritasi. Kondisi ini dapat terjadi karena mata membutuhkan fokus yang lama saat menatap layar komputer.

Kamu mungkin akan mengalami gejala seperti mata perih, gatal, kering, dan berair. Tak hanya itu, kondisi ini terkadang menimbulkan gejala di bagian tubuh lain contohnya sakit kepala, nyeri leher, dan nyeri punggung.

Buat mengatasinya, tentu Teman Mata perlu mengurangi screen time secara bertahap dan memakai tetes air mata. Kalau susah untuk dicegah, coba lakukan aturan 20-20-20, atur jarak dan posisi duduk, sampai memakai kacamata yang tepat.

Pastikan juga kamu mengistirahatkan mata sesekali dan punya kualitas tidur yang baik, ya. Masalah ini juga bisa diatasi dengan nutrisi yang tepat untuk mata, seperti minum Eyebost yang mengandung eye complex!

4. Faktor Eksternal

Terkadang, beberapa benda yang ada di lingkungan sekitar dapat mengiritasi mata. Debu, asap, bulu mata, kotoran, dan air kolam yang mengandung klorin bisa membuat mata jadi gatal dan tidak nyaman.

Perbedaannya iritasi yang disebabkan faktor eksternal akan menyebabkan sensasi 

seperti ada pasir atau butiran..

5. Infeksi

Infeksi yang disebabkan bakteri, jamur, atau virus di yang terjadi di mata dapat menyebabkan iritasi. Jenis infeksi yang biasanya menyerang mata adalah konjungtivitis, blefaritis, bintitan, dan uveitis.

Kondisi ini termasuk hal yang umum terjadi dan banyak infeksi terjadi karena pemakaian lensa kontak yang tidak tepat. Namun, Teman Mata juga harus hati-hati karena beberapa jenis infeksi termasuk berbahaya dan harus segera ditangani.

Untuk mencegah kondisi ini, kamu harus menjaga kebersihan, menggunakan kacamata pelindung, dan menghindari pasien infeksi mata. Selain itu, jangan sampai berbagi barang dengan pasien dan buang kosmetik jika kamu terkena infeksi.

Pengobatan Iritasi Mata saat Puasa

Pengobatan Iritasi Mata saat Puasa

Ketika mata terkena iritasi, kamu bisa melakukan pengobatan rumahan dulu yaitu:

  • Kompres mata dengan air hangat,
  • Membilas mata dengan air,
  • Menggunakan obat tetes mata buatan yang dijual bebas. Jenis obat ini dapat melembapkan mata,
  • Mengonsumsi antihistamin atau obat alergi yang bisa didapatkan tanpa resep. Obat ini dapat meredakan sensasi gatal dan bengkak karena alergi.

Iritasi mata ringan biasanya akan hilang dalam waktu singkat, sekitar 1-2 hari. Namun, infeksi yang lebih serius dapat sembuh dalam waktu lebih lama dan berlangsung 1-2 minggu. Kalau mata iritasi lebih dari 48 jam, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter, ya.

Saat iritasi memerlukan perawatan khusus, dokter akan memberikan berbagai bentuk pengobatan seperti:

  • Antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri pada mata,
  • Meresepkan pembersih kelopak mata untuk mengobati blefaritis maupun mata kering,
  • Obat tetes mata resep untuk alergi atau mata kering.

Tips Mencegah Iritasi Mata Saat Puasa

Tips Mencegah Iritasi Mata Saat Puasa

Sebelum terlambat, Teman Mata bisa melakukan berbagai tips mencegah iritasi mata saat puasa berikut ini:

  • Hindari berbagi make up atau skincare dengan orang lain,
  • Memeriksa tanggal kedaluwarsa produk make up dan skincare,
  • Membatasi screen time sedini mungkin dan lebih sering beristirahat,
  • Lindungi mata dengan menggunakan kacamata hitam untuk mengindari iritan dari lingkungan,
  • Tetap berada di dalam ruangan ketika kualitas udara buruk,
  • Menggunakan pelembap udara (humidifier) jika udara di rumah kering,
  • Sering mencuci tangan, terutama sebelum dan sesudah memasang lensa kontak.

Nah, kalau Teman Mata sudah melakukan tips dari MiBost, jangan lupa juga untuk tetap menjaga nutrisi, ya. Nutrisi yang cukup akan menjaga kesehatan mata secara keseluruhan, termasuk menjaga mata tetap jernih.

Berbagai nutrisi yang dibutuhkan mata antara lain vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, dan zeaxanthin. Kabar baiknya, lima kandungan ini bisa kamu dapatkan kalau rutin mengonsumsi Eyebost.

Eyebost terbuat dari tiga bahan alami pilihan yang mengandung eye complex, lima nutrisi penting yang dibutuhkan mata. Selain itu, Eyebost 100% aman karena mengandung bahan alami, ada izin edar dari BPOM, dan sertifikat halal MUI.

Apalagi, Eyebost bisa dikonsumsi ketika Ramadan dengan beberapa penyesuaian. Eyebost Essential bisa diminum saat berbuka puasa, malam sebelum tidur, dan ketika sahur. Sementara itu, Eyebost Essential Pro cukup diminum 1 kali sehari sebelum tidur.

Yuk jaga fokus ibadah dan mata tetap jernih saat Ramadan dengan Eyebost!

Infografis Cegah Iritasi Mata Ringan saat Ramadan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Anggie
Online
|
//
Konsultasi