Siapa sih yang nggak mau tampil kece dengan mata yang terlihat lebih “hidup” atau berwarna berkat softlens? Tapi, kalau cara pakainya asal-asalan, ada risiko infeksi mata yang siap mengintai.
Yap, penggunaan softlens yang tidak tepat bisa menyebabkan infeksi, bahkan berisiko kehilangan penglihatan. Kalau Teman Mata termasuk yang suka pakai lensa kontak setiap hari, yuk mulai lebih peduli sama kebersihan lensa kontakmu!
Di artikel ini, MiBost bakal kasih 5 langkah pencegahan infeksi akibat softlens. Ikuti terus artikel ini, ya!
Penyebab Infeksi Akibat Lensa Kontak
Infeksi yang terjadi akibat pemakaian lensa kontak dapat terjadi karena bakteri, virus, maupun parasit. Yuk simak penjelasan MiBost berikut ini:
1. Bakteri
Di dalam tubuh kita, setiap hari ada jutaan bakteri tumbuh dan hidup di kulit, mulut, hingga hidung. Namun, ketika bakteri ini berpindah ke lensa kontak dan ada luka di mata, kombinasinya justru berbahaya dan menyebabkan infeksi.
Berbagai jenis bakteri yang menyebabkan infeksi adalah Staphylococcus aureus (bintitan) dan Pseudomonas aeruginosa (keratitis). Jika tidak segera ditangani, infeksi bakteri ini dapat cepat menyebar dan pasien berisiko mengalami kebutaan permanen.
2. Parasit
Apakah Teman Mata sudah tahu kalau infeksi akibat softlens dapat terjadi ketika lensa bersentuhan dengan air? Walaupun terlihat bersih, air bisa membawa parasit yang sangat kecil yaitu Acanthamoeba.
Hewan ini hidup di air, termasuk di air keran, kolam renang, dan pemandian air panas. Mikroorganisme ini dapat menginfeksi mata ketika air bersentuhan langsung dengan lensa kontak.
Sayangnya, ketika Acanthamoeba menginfeksi mata, pasien akan menderita keratitis parasit. Apabila penyakit ini sudah terjadi, mata akan sangat sulit diobati hingga ada kemungkinan untuk melakukan transplantasi kornea.
Pertanda Infeksi Akibat Softlens

Kalau Teman Mata melihat ada tanda infeksi akibat softlens, sebaiknya segera hentikan pemakaiannya. Jika gejala terus memburuk, sebaiknya segera menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Berikut beberapa gejala infeksi akibat softlens:
- Mata kemerahan
- Pembengkakan di mata
- Air mata berlebih
- Ada cairan lengket dan kental yang keluar dari mata
- Penglihatan kabur
- Mata terlalu sensitif dengan cahaya
- Muncul rasa gatal, terbakar, atau seperti ada sesuatu yang mengganjal di mata
- Nyeri atau rasa sakit di mata
- Adanya kemerahan yang tidak biasa di mata.
Cara Merawat Mata Ketika Menggunakan Softlens

Agar tidak terjadi infeksi, Teman Mata harus tahu cara merawat mata ketika menggunakan softlens berikut ini:
1. Rutin Mencuci Tangan
Sebelum menyentuh lensa kontak, Teman Mata wajib mencuci tangan di air mengalir dan pakai sabun, ya. Setelah itu, pastikan tanganmu benar-benar kering dengan menggunakan handuk bersih.
Setelah cuci tangan, jangan sampai ada sisa-sisa sabun, ya. Soalnya, sisa sabun bisa berpindah ke lensa kontak dan dapat mengiritasi mata. Cara ini berguna untuk mencegah infeksi akibat softlens.
2. Selalu Membersihkan Softlens dan Wadahnya
Ketika menggunakan softlens, apakah kamu tipe yang membersihkan lensanya saja atau sampai wadahnya? Kalau hanya lensanya saja, sebaiknya hentikan kebiasaan ini karena wadahnya juga harus dicuci.
Wadah untuk lensa kontak harus dicuci dengan cairan khusus untuk membersihkan softlens. Selain itu, jangan gunakan air maupun air liur untuk membersihkan lensa kontak dan wadahnya karena mengandung kuman.
3. Jangan Sampai Softlens Terkena Air
Apakah Teman Mata sudah tahu kalau softlens tidak boleh terkena air, termasuk air hujan? Meskipun terlihat bersih, air dapat mengandung kuman maupun bakteri yang dapat menyebabkan infeksi.
Makanya, sebisa mungkin jaga softlens agar tidak terkena air, ya. Jangan sampai lensa kontak dipakai saat berenang, mandi, berendam, maupun ketika hujan. Jika diperlukan, gunakan kacamata khusus saat beraktivitas di air.
4. Lepaskan Lensa Sebelum Tidur
Sebelum tidur, jangan lupa untuk melepas softlens, ya. Orang yang memakai lensa kontak semalaman dapat berisiko terkena infeksi mata. Tak hanya itu, lensa yang kita pakai juga menghalangi oksigen ke mata.
5. Ganti Lensa dan Wadahnya Secara Berkala
Sekarang, coba ingat-ingat kapan terakhir kali kamu mengganti lensa kontak dan wadahnya. Kamu harus memperhatikan jenis softlens yang dipakai karena waktu penggantiannya bisa berbeda-beda.
Ada lensa kontak yang harus diganti dua minggu sekali karena bahannya cenderung cepat menumpuk protein, sedangkan yang lainnya dapat bertahan hingga dua bulan. Mengganti lensa dan wadahnya secara rutin dapat mencegah perkembangbiakan bakteri.
Nah, sekarang Teman Mata sudah tahu kan bagaimana cara mencegah infeksi akibat softlens? Kamu tinggal menggunakan berbagai perawatan yang tepat dan berusaha melindungi mata secara maksimal.
Buat perlindungan mata, kamu bisa rutin mengonsumsi suplemen mata Eyebost. Vitamin ini mengandung eye complex yang diambil dari berbagai bahan alami seperti ekstrak bilberry, wortel, dan marigold.
Karena terbuat dari bahan alami, kamu nggak perlu khawatir keamanannya karena 100% aman, sudah ada izin edar dari BPOM, dan sertifikat halal MUI. Yuk jaga kesehatan matamu dari sekarang dengan rutin konsumsi Eyebost!



