Banyak orang yang menyepelekan dan menganggap pemeriksaan mata (medical check up) tidak penting. Bukan cuma itu, banyak yang mengira kalau medical check up hanya dilakukan orang yang berkacamata atau memiliki penyakit mata.
Padahal, sejak bayi hingga lansia kita disarankan melakukan cek kesehatan mata secara berkala, lho! Biar Teman Mata lebih kenal soal medical check up mata, yuk simak artikel berikut!
Apa Itu Medical Check Up Mata?

Teman Mata pasti pernah mendengar istilah medical check up untuk keperluan sekolah, kerja, atau syarat lainnya. Biasanya, medical check up yang dilakukan untukmemeriksa tingkat kesehatan berbagai bagian tubuh, termasuk masa.
Pada medical check up mata, peserta akan menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh pada bagian mata. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tubuh, mendeteksi potensi penyakit, dan mencegah risiko kesehatan di masa depan.
Untuk tes ini, sebenarnya Teman Mata bisa melakukannya sedini mungkin. Medical check up mata dapat dilakukan mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Jadi, kamu nggak harus menunggu keperluan tertentu untuk melakukannya.
Tahapan Medical Check Up Mata

Saat medical check up mata, ada serangkaian tes yang akan dilakukan yaitu:
1. Tes Ketajaman Penglihatan
Umumnya, pemeriksaan pertama yang dilakukan dalam medical check up mata adalah tes ketajaman penglihatan. Biasanya, dokter akan memeriksa dengan menggunakan bagan Snellen, poster dengan kombinasi alfabet dan angka dengan ukuran besar hingga kecil.
Nantinya, dokter meminta kita untuk menyebutkan huruf atau angka yang semakin mengecil dari atas ke bawah. Tes ini berguna untuk memeriksa seberapa baik penglihatan kita dan mendeteksi kelainan refraksi yaitu astigmatisme, rabun jauh, rabun dekat, dan mata tua.
2. Tes Lapang Pandang
Pada evaluasi ini, peserta akan diukur seberapa luas area yang dapat dilihat mata ketika fokus pada titik pusat. Jenis tes ini dapat mendeteksi bintik buta (skotoma) yang seharusnya tidak ada di mata.
Apabila muncul bintik buta, artinya ada indikasi seseorang terkena penyakit mata atau gangguan otak yang memengaruhi penglihatan. Selain itu, tes ini juga dapat menilai batas penglihatan akibat masalah kelopak mata, seperti ptosis dan kelopak mata kendur.
3. Tes Gerakan dan Keselarasan Bola Mata
Apakah Teman Mata pernah melakukan tes mata dengan menggunakan jari maupun pensil? Kalau iya, berarti kamu pernah melakukan tes yang menguji gerakan, keselarasan, dan kekuatan otot pada bola mata.
Pada pemeriksaan ini, dokter akan meminta pasien untuk menutup dan membuka mata secara bergantian. Setelah itu, peserta harus mengikuti gerakan jari maupun pensil dan untuk mengecek apakah mata bergerak dengan benar ke segala arah tanpa menggerakkan kepala.
4. Pemeriksaan Konjungtiva
Setelah melalui tiga tes awal, dokter bakal memeriksa selaput bening yang menutupi bagian putih dan kelopak mata (konjungtiva). Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi adanya infeksi, benda asing, iritasi, dan kelainan di mata.
Untuk melakukan tes ini, dokter akan memakai alat seperti lampu celah maupun penlight untuk memeriksa mata. Mereka kemudian menarik kelopak mata bawah ke bawah dan membalik kelopak mata atas.
5. Pemeriksaan Tekanan Intraokular
Di tahap terakhir, tes yang dilakukan adalah tonometri untuk mengukur tekanan intraokular yang ada di dalam mata. Biasanya, dokter menggunakan alat khusus bernama tonometer untuk melakukan tes ini.
Jenis evaluasi ini berguna untuk mendeteksi dini glaukoma, penyakit yang dapat meningkatkan tekanan intraokular dan menyebabkan kebutaan. Pada mata normal, tekanan intraokular yang dimiliki biasanya antara 10-21 mmHg.
Waktu untuk Medical Check Up Mata sesuai Usia

Sekarang, Teman Mata sudah tahu tes yang akan dilakukan ketika melakukan medical check up mata. Meskipun terlihat sepele, namun kamu disarankan untuk melakukannya beberapa kali untuk mencegah penyakit mata dan gangguan penglihatan.
Berikut waktu yang ideal untuk melakukan medical check up sesuai dengan usia:
| Usia | Waktu untuk Medical Check Up Mata |
| Bayi dan balita (0-24 bulan) | Pemeriksaan mata pertama dilakukan antara usia 6-9 bulan |
| Anak-anak pra-sekolah (2-5 tahun) | Satu kali pemeriksaan mata antara usia 2-5 tahun |
| Anak-anak usia sekolah (6-19 tahun) | Medical check up mata sebaiknya dilakukan setiap tahun |
| Dewasa awal hingga menengah (20-39 tahun) | Pemeriksaan mata dilakukan setiap 2-3 tahun sekali |
| Dewasa menengah dan pra-lansia (40-64 tahun) | Disarankan melakukan medical check up setiap 2 tahun sekali |
| Lanisa (65 tahun ke atas) | Cek mata lengkap dilakukan setiap satu tahun sekali |
Bagi Teman Mata yang memiliki gangguan refraksi, sebaiknya kamu melakukan medical check up setiap satu tahun sekali. Untuk pasien dengan penyakit mata, biasanya disarankan untuk melakukan tes sesuai dengan petunjuk dokter.
Sekarang, Teman Mata sudah tahu jenis pemeriksaan dan waktu yang tepat untuk medical check up. Apalagi, tes ini sangat penting untuk mencegah berbagai gangguan dan penyakit mata kronis.
Selain melakukan check up, kamu juga harus menjaga kesehatan mata sebaik mungkin. Pastikan Teman Mata menggunakan kacamata hitam saat aktivitas outdoor untuk menghindari dampak buruk sinar matahari ke mata.
Tak hanya itu, kamu perlu menggunakan kacamata pelindung saat berolahraga, bekerja, atau sedang berinteraksi dengan bahan kimia. Nggak lupa juga untuk beristirahat dan meminimalkan screen time untuk mengurangi efek sinar biru (blue light).
Teman Mata juga disarankan untuk mengonsumsi vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, dan zeaxanthin yang mendukung kesehatan mata. Berbagai nutrisi ini bisa kamu dapatkan dari suplemen mata Eyebost.
Vitamin mata ini bisa kamu konsumsi tiap hari dan aman untuk anak-anak hingga lansia. Jadi, sekali beli, Eyebost bisa dikonsumsi keluarga di rumah!
Yuk jaga kesehatan matamu dan keluarga dengan rutin konsumsi Eyebost.


