Teman Mata pasti pernah merasa kelopak mata tiba-tiba kering, gatal, bahkan sampai perih ketika disentuh. Ketika muncul gejala seperti ini, kadang kita berpikir mata sedang iritasi ringan saja.
Padahal, mata gatal bisa menjadi tanda eksim yang muncul di area sekitar mata. Kalau dibiarkan, rasa gatal bisa makin parah, mata tampak bengkak atau bersisik, sampai eksimnya bersifat akut.
Jadi, sebelum terlambat, Teman Mata harus tahu pengobatan eksim di kelopak mata dengan tepat di artikel ini. Ikuti terus, ya!
Apa Itu Eksim Kelopak Mata?

Eksim merupakan kondisi yang membuat kulit meradang dan skin barrier melemah, sehingga kulit menjadi kering, gatal, dan benjol-benjol. Jenis penyakit kulit ini termasuk dalam kelompok dermatitis.
Secara umum, ada berbagai jenis eksim yang ada di kulit yaitu dermatitis atopik, dermatitis kontak, eksim numular, maupun dermatitis seboroik. Nah, kondisi ini dapat muncul di hampir semua bagian kulit, termasuk di mata.
Eksim kelopak mata atau sering disebut periokular maupun dermatitis periorbital termasuk jenis dermatitis kontak. Semua orang dapat terserang eksim kelopak mata, terutama mereka yang mempunyai kulit sensitif, asma, riwayat eksim atopik, dan peradangan kulit lainnya.
Sesuai dengan namanya, jenis eksim ini akan membuat kelopak mata memerah, bersisik, bengkak, dan menebal. Tidak hanya itu, biasanya pasien akan merasakan beberapa gejala lain, seperti perasaan perih, terbakar, dan gatal.
Umumnya, gejala yang dialami pasien akan membaik setelah 1-2 hari. Namun, mereka butuh waktu 2-3 hari untuk pengobatan agar eksim benar-benar sembuh. Penyakit ini bukan bersifat keturunan dan tidak menular ke orang lain.
Penyebab Eksim di Kelopak Mata
Berdasarkan penyebabnya, eksim di kelopak mata terbagi menjadi dua jenis berupa dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi. Berikut penjelasannya:
1. Pemicu Fisik
Pada pasien dengan dermatitis kontak iritan, kondisi ini muncul karena beberapa pemicu fisik. Umumnya, pemicu fisik berupa faktor eksternal yang berkaitan dengan lingkungan sekitar yaitu:
- Suhu panas dan dingin yang ekstrem
- Kelembapan yang ekstrem
- Menggaruk atau menggosok mata.
2. Iritan Eksternal
Selain pemicu fisik, dermatitis kontak iritan dapat terjadi karena iritasi akibat benda tertentu, contohnya:
- Debu
- Kosmetik, terutama kosmetik mata (mascara, eyeliner, eye shadow, atau sunscreen)
- Sabun, pemutih, deterjen
- Bahan kimia tertentu seperti klorin
- Beberapa jenis logam
- Wol kasar
- Zat hidrofobik
- Tanaman tertentu, contohnya cabai dan poinsettia.
3. Reaksi Alergi Zat Tertentu
Di sisi lain, pasien yang mengalami dermatitis kontak alergi disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap suatu alergen. Singkatnya, penyakit ini bisa muncul akibat tubuh pasien alergi dengan suatu zat.
Beberapa hal yang dapat memicu reaksi alergi antara lain:
- Kosmetik
- Antibiotik topikal (oles)
- Pelembap, pembersih, dan krim cukur, maupun eye cream
- Sunscreen
- Bulu mata atau kuku palsu
- Tetes mata atau larutan lensa kontak dengan bahan tertentu
- Perhiasan yang terbuat dari emas maupun nikel
- Parfum, wewangian, dan minyak esensial
- Frame kacamata
- Benda-benda yang terbuat dari nikel, seperti pinset dan penjepit bulu mata
- Lateks, terutama yang ada pada kacamata, kateter, kondom, dan balon
- Tungau debu
- Serbuk sari
- Pewarna rambut.
Gejala Eksim di Kelopak Mata

Pasien yang mengalami eksim di kelopak mata akan mengalami beberapa gejala umum, meliputi:
- Ruam merah
- Perasaan pedas, perih, atau terbakar
- Kulit bersisik
- Mata bengkak
- Nyeri
- Gatal
- Melepuh.
Selain gejala yang sudah MiBost sebutkan, terkadang mata akan mengeluarkan cairan dan terasa sangat gatal. Kalau gejala ini muncul, bisa jadi eksim yang terjadi pada kelopak mata bersifat akut.
Apabila sudah muncul beberapa gejala eksim di kelopak mata, kamu bisa segera memeriksakan diri ke dokter, ya. Untuk kasus ini, sebaiknya Teman Mata berkonsultasi dengan dokter kulit atau dokter spesialis alergi.
Cara Pengobatan Eksim Mata
Dermatitis kelopak mata termasuk penyakit yang dapat diobati meskipun pasien bisa mengalami kekambuhan di lain waktu. Dokter akan memberikan beberapa obat, misalnya kortikosteroid oles, kortikosteroid oral, maupun inhibitor kalsineurin.
Krim kortikosteroid akan membantu meredakan sensasi sangat gatal yang timbul akibat eksim. Namun, kalau eksim cenderung lebih sering kambuh, terkadang dokter akan memberikan salep takrolimus untuk mengatasinya.
Kalau Teman Mata mengalami eksim akibat alergi, kamu bisa mendiskusikan zat pemicu alergi dengan dokter. Jenis dermatitis ini hanya dapat dihindari dengan cara mencegah alergen agar tidak ada di lingkungan sekitar kita.
Dengan pengobatan dan penanganan yang tepat, eksim di kelopak mata bisa sembuh dengan cepat. Teman Mata juga disarankan untuk melakukan beberapa tindakan pencegahan, seperti selalu menjaga kebersihan dan kelembapan kulit serta memenuhi nutrisi untuk mata.
Biar nutrisi mata tetap terjaga, kamu bisa mengonsumsi makanan yang bagus untuk kesehatan mata, seperti vitamin A, C, E, lutein, dan zeaxanthin. Kalau makanan sehari-hari belum mencukupi, kamu bisa konsumsi suplemen khusus mata dari Eyebost.
Saat ini, ada dua varian Eyebost yang bisa dikonsumsi yaitu Eyebost Essential dan Eyebost Essential Pro. Keduanya bisa dikonsumsi setiap hari dan 100% aman karena sudah mendapatkan izin edar dari BPOM dan sertifikat halal MUI.
Jangan sampai mata sakit, boost nutrisinya bareng Eyebost!


