Tahukah kamu kalau di mata kita ada jutaan serabut saraf optik yang terhubung satu dengan lainnya? Dari sekian banyak saraf di mata, apakah kamu pernah membayangkan bagaimana jika beberapa di antaranya bermasalah?
Tentunya, saraf mata yang bermasalah akan menjadi kondisi yang mengkhawatirkan. Jadi, sebelum terlambat, Teman Mata harus tahu gejala dan tanda saraf mata bermasalah. Simak terus di artikel ini, ya!
Penyebab Saraf Mata Bermasalah

Saraf mata yang bermasalah dapat disebabkan karena dua penyebab, yaitu akibat penyakit, kondisi medis tertentu, atau mengalami cedera di mata. Secara umum, ada lima penyakit yang membuat saraf mata bermasalah.
Beberapa penyakit tersebut adalah glaukoma, neuritis optik, atrofi optik, glioma saraf optik, papilaedema, hingga kanker mata. Sebagai catatan, penyakit ini termasuk kondisi serius yang harus segera ditangani agar pasien tidak kehilangan penglihatan.
Selain karena penyakit, saraf mata yang bermasalah dapat terjadi karena kondisi medis tertentu. Orang yang memiliki tekanan darah tinggi, penggumpalan darah, diabetes, dan penyakit graves berpotensi mengalami saraf mata yang bermasalah.
Teman Mata juga harus waspada dengan cedera yang membuat saraf mata menjadi bermasalah. Makanya, Teman Mata dihimbau untuk selalu melindungi mata dengan kacamata khusus ketika melakukan kegiatan tertentu.
Tanda Saraf Mata Bermasalah
Pasien yang mengalami saraf mata bermasalah akan muncul beberapa gejalanya. Sebenarnya, gejala ini tergantung pada jenis penyakit yang menyerang mata. Namun, ada juga yang tidak mengalami gejala sama sekali meskipun saraf matanya bermasalah.
Berikut tanda saraf mata bermasalah yang harus diwaspadai:
- Ada bintik buka di mata
- Iritasi
- Mata terasa nyeri
- Penglihatan menjadi kabur
- Mengalami rabun senja
- Penglihatan menjadi ganda
- Kehilangan penglihatan sebagian.
Selain di mata, terkadang pasien mengalami gejala di bagian tubuh lain, yaitu:
- Mual dan mutah
- Nyeri sendi
- Pusing
- Demam
- Kelelahan
- Sakit kepala
- Berat badan turun tanpa sebab.
Kalau beberapa tanda ini sudah muncul di mata, sebaiknya Teman Mata segera periksakan diri ke dokter, ya. Dikhawatirkan, gejala yang sudah muncul merupakan tanda dari penyakit mata tertentu.
Penyakit pada Saraf Mata

Saraf mata yang bermasalah biasanya menjadi tanda dari suatu penyakit. Ini beberapa penyakit saraf mata yang perlu diwaspadai:
1. Glaukoma
Glaukoma adalah penyakit yang menyebabkan tekanan di dalam bola mata meningkat karena adanya kerusakan saraf optik. Kondisi ini dapat merusak bagian-bagian penting dan sensitif yang ada di belakang mata.
Umumnya, glaukoma akan semakin memburuk dan berkembang secara bertahap. Penyakit ini termasuk salah satu kondisi yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan hingga kebutaan permanen.
2. Atrofi Optik
Atrofi optik merupakan hilangnya fungsi pada sebagian atau sebagian besar serabut saraf optik. Masalah ini terjadi akibat kerusakan jangka panjang pada serabut optik akibat kurang aliran darah, genetik, peradangan, infeksi, maupun cedera mata.
Pasien dengan atrofi optik akan mengalami berbagai gejala yang terjadi secara cepat, seperti penglihatan kabur, penglihatan tepi bermasalah, dan penglihatan warna yang berbeda. Sayangnya, penyakit ini termasuk kondisi yang tidak dapat disembuhkan dan dapat menyebabkan kebutaan.
3. Glioma Saraf Optik
Glioma saraf optik adalah tumor otak yang tumbuh lambat dan muncul di dalam atau sekitar saraf optik. Seiring bertambahnya waktu, tumor akan menekan saraf optik yang menyebabkan penglihatan memburuk.
Kondisi ini biasanya terjadi pada anak-anak dan 75% pasien glioma saraf optik berusia di bawah 10 tahun. Meskipun tumor ini termasuk sebagai kondisi yang serius, namun dengan penanganan yang tepat, penyakit ini punya tingkat kesembuhan tinggi.
4. Neuritis Optik
Neuritis optik merupakan penyakit saraf yang terjadi karena adanya peradangan yang merusak saraf optik. Pasien yang mengalami kondisi ini akan mengalami gejala yang cukup menonjol, seperti nyeri mata, kehilangan ketajaman penglihatan, hingga cacat lapang pandang.
Kondisi ini terjadi karena autoimun, infeksi, inflamasi, maupun penggunaan obat-obatan jenis tertentu. Jika tidak ditangani dengan tepat, orang yang menderita neuritis optik bisa kehilangan penglihatan secara permanen.
5. Papiledema
Papiledema merupakan pembengkakan pada kedua cakram optik mata karena peningkatan tekanan intrakranial. Kondisi ini termasuk sebagai keadaan darurat medis yang berpotensi mengancam jiwa.
Penderita papiledema umumnya mengalami sakit kepala, penglihatan ganda, mual, muntah, hingga penglihatan kabur sementara. Penyakit saraf ini lebih sering terjadi pada wanita, berusia 20-44 tahun, dan mengalami kelebihan berat badan maupun obesitas.
Cara Mengatasi Saraf Mata Bermasalah

Untuk mengatasi saraf mata yang bermasalah, Teman Mata bisa melakukan beberapa langkah ini:
1. Menggunakan Obat-obatan dari Dokter
Ketika dokter sudah mendiagnosis saraf mata sedang bermasalah, biasanya langkah awal yang akan diberikan yaitu memberikan obat-obatan. Perawatan umum yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan obat tetes mata, obat-obatan steroid, dan obat oral.
2. Melakukan Operasi
Seperti yang sudah Teman Mata jelaskan sebelumnya, kebanyakan saraf mata yang bermasalah adalah kondisi yang gawat. Makanya, terkadang dokter akan mengambil tindakan operasi untuk mengatasinya.
Biasanya, dokter akan menggunakan bedah laser untuk mencegah kerusakan bertambah parah. Biasanya, jenis operasi ini dilakukan pada pasien glaukoma agar tidak berkembang menjadi neuropati optik.
3. Mengonsumsi Makanan Sehat
Meskipun secara tidak langsung bisa menyehatkan mata, namun asupan yang bergizi sangat penting untuk kesehatan kita. Mengonsumsi makanan bergizi dapat mencegah berbagai masalah mata.
Untuk jenis nutrisinya, Teman Mata bisa mengonsumsi makanan dengan vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, zeaxanthin, dan seng. Kalau kamu masih kesulitan memenuhi asupan nutrisinya, Teman Mata bisa mengonsumsi suplemen mata seperti Eyebost.
Eyebost Essential dan Eyebost Essential Pro terbuat dari bahan alami yang mengandung eye complex, cocok untuk merawat dan menjaga kesehatan mata. Apabila dikonsumsi secara rutin, suplemen ini dapat mencegah saraf mata bermasalah.
Soal keamanannya, Teman Mata gak perlu khawatir karena Eyebost sudah mendapatkan izin edar dari BPOM dan sertifikat halal MUI. Terlebih, Eyebost Essential dapat dikonsumsi mulai anak usia 2 tahun hingga lansia.
Biar pandangan tetap jernih, Eyebost jadi andalan setiap hari!


