Puasa bukan sekadar menjalankan ibadah, namun juga menjadi momentum emas untuk detoksifikasi tubuh. Tentunya, efek ini dapat berdampak pada kesehatan mata kita secara keseluruhan.
Meskipun punya dampak positif bagi mata, namun apakah puasa memiliki dampak pada kesehatan mata, terutama bagi penderita glaukoma? Nah, buat Teman Mata yang penasaran dengan jawabannya, yuk simak artikel berikut.
Pengaruh Puasa Bagi Penderita Masalah Glaukoma

Teman Mata pasti sudah tahu kalau puasa memang membawa banyak manfaat kesehatan seperti mengontrol kolesterol, sebagai detoks untuk tubuh, hingga meningkatkan mood dan suasana hati.
Tapi, kamu pasti akan bertanya, apakah ada manfaat puasa untuk mata? Secara umum, puasa Ramadan dapat memberikan efek detoksifikasi pada mata kita. Namun, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai, termasuk untuk penderita glaukoma.
Sebuah penelitian pada 2021 menyebut, puasa Ramadan dapat meningkatkan tekanan intraokular pada mata. Peningkatan ini terjadi pada pukul 16.00 pada pasien glaukoma yang berpuasa.
Meskipun kenaikannya cenderung sedikit, namun penderita glaukoma yang sudah memiliki tekanan intraokular tinggi harus waspada. Apabila tidak dikontrol, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan saraf mata permanen hingga kebutaan.
Namun, di sisi lain, bagi orang yang tidak memiliki masalah glaukoma, puasa sangat baik untuk mata. Dokter spesialis mata dari Universitas Indonesia, Widya Artini Wiyogo dalam Tempo.co menyebut, puasa membuat tubuh menghentikan pola makan dengan gula berlebih.
Pasalnya, penderita diabetes sangat rentan mengalami glaukoma. Tidak hanya itu, glaukoma akibat diabetes akan sangat sulit ditangani daripada pasien glaukoma yang tidak terkena diabetes.
Cara Menjaga Kesehatan Mata bagi Pasien Glaukoma saat Puasa
Pasien glaukoma disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan puasa Ramadan. Biasanya, pasien disarankan untuk membatasi asupan cairan dan makanan saat sahur.
Selain itu, pasien glaukoma wajib mengonsumsi obat penurun tekanan bola mata dan menggunakan obat tetes mata secara rutin. Kabar baiknya, tetes mata termasuk salah satu jenis obat yang tidak membatalkan puasa.
Umumnya, obat tetes mata untuk glaukoma digunakan 1-3 kali sehari, tergantung dengan resep dari dokter. Namun, kalau Teman Mata masih ragu untuk memakainya saat puasa, kamu bisa menanyakannya kepada dokter spesialis mata.
Penggunaan obat tetes mata untuk pasien glaukoma harus terus dikontrol karena memunda atau melewatkan obat dapat menyebabkan tekanan bola mata. Terlebih, perubahan pola tidur saat Ramadan membuat pasien bisa lupa memakai obat.
Selain itu, pasien glaukoma disarankan untuk mengoonsumsi makanan sehat saat sahur maupun berbuka puasa. Berbagai nutrisi contohnya vitamin A, vitamin B6, vitamin C, protein, zinc, dan kalium berguna untuk menstabilkan kadar air mata.
Enam kandungan tersebut bisa kamu temukan di sayuran berdaun hijau gelap (sawi, bayam, brokoli), ikan berlemak (salmon, ikan kembung, ikan sarden), daging merah, hingga kacang-kacangan.
Tips Mata Tetap Sehat saat Puasa

Buat Teman Mata yang ingin menjaga mata selama puasa, yuk ikuti tips berikut ini:
1. Tetap Terhidrasi
Cukup minum air putih selama puasa memang menjadi hal sederhana yang berpengaruh ke tubuh dan mata kita. Apalagi, ketika puasa, tubuh tidak akan mengonsumsi cairan selama belasan jam.
Meskipun begitu, kita tetap harus minum 1,5 hingga 2 liter air setiap harinya. Dengan hidrasi yang baik, mata akan lembap dan terhindar dari mata kering. Kalau kamu susah minum, coba minum 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur.
2. Kurangi Screen Time
Terkadang, puasa bikin kita banyak waktu luang dan waktunya hanya dihabiskan dengan scroll media sosial atau menonton film. Padahal, menatap layar terlalu lama membuat mata kering karena kita jadi jarang berkedip.
Buat mengurangi efeknya, kamu bisa lebih sering berkedip meskipun sedang menatap layar. Selain itu, kalau susah dihindari, gunakan teknik 20-20-20 agar mata tidak mudah lelah dan kering.
3. Istirahat Cukup
Di malam hari, ada banyak kegiatan Ramadan yang kita lakukan seperti tadarus, kajian, hingga itikaf. Akhirnya, jam tidur di malam hari selama Ramadan cenderung lebih sebentar daripada hari biasanya.
Meskipun terlihat sepele, namun kurang tidur dapat memperburuk mata kering dan lebih mudah lelah. Jadi, usahakan Teman Mata tetap tidur malam selama 7-8 jam setiap malam agar kesehatan mata tetap terjaga.
4. Berhenti Merokok
Merokok menjadi salah satu kegiatan yang tidak boleh dilakukan selama puasa. Nah, kebiasaan ini sebaiknya diteruskan ketika malam hari karena merokok dapat memperburuk kesehatan mata.
Penggunaan tembakau meningkatkan risiko katarak, degenerasi makula, hingga kerusakan saraf optik. Untuk jangka pendek, merokok dapat menyebabkan mata kering karena asapnya bersifat iritan.
5. Jaga Nutrisi
Menjaga kesehatan mata selama bulan Ramadan bukan cuma soal mengistirahatkan pandangan, tapi juga soal nutrisi dari dalam. Agar mata tetap sehat, tubuh kita butuh berbagai nutrisi untuk mata seperti omega-3, vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, dan zeaxanthin.
Kandungan ini bisa kamu temukan dalam sayuran hijau, ikan, telur, dan kacang-kacangan. Tapi, kalau kamu mencari cara yang lebih praktis dan lengkap, Eyebost adalah solusinya!
Eyebost mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, dan zeaxanthin dari tiga bahan alami pilihan. Apalagi, vitamin mata ini aman dikonsumsi mulai usia 2 tahun hingga lanjut usia (lansia).
Untuk Teman Mata yang menderita glaukoma, Eyebost juga 100% aman karena terbuat dari bahan alami, punya izin edar BPOM, dan halal MUI. Jadi, kamu bisa menggunakannya utnuk membantu menjaga kesehatan mata secara menyeluruh.
Jangan biarkan mata lelah menghambat kekhusyukan ibadahmu. Yuk, rutin minum Eyebost agar penglihatan tetap jernih sampai hari kemenangan tiba!


