Apa yang terlintas di pikiran kalau bicara soal kebutaan? Teman Mata pasti membayangkannya sebagai seseorang yang tidak bisa melihat sama sekali. Padahal, buta itu banyak banget jenisnya dan nggak semuanya buta total.
Teman Mata yang menderita mata minus, plus, hingga silinder ternyata juga termasuk sebagai jenis kebutaan, lho! Biar lebih tahu soal jenis-jenis kebutaan, yuk simak artikel ini!
Penyebab Kebutaan

Ada berbagai macam penyebab kebutaan yang dapat terjadi pada seseorang, yaitu:
1. Cedera Mata
Seseorang yang terkena cedera mata atau trauma okular sangat berisiko mengalami kebutaan. Biasanya, orang yang mengalami kebutaan akibat cedera mata biasanya hanya akan memengaruhi satu mata saja.
Meskipun hanya memengaruhi satu mata, namun apabila lukanya terlalu parah dapat mengakibatkan kebutaan total. Cedera mata yang mengakibatkan kebutaan dapat disebabkan karena luka bakar kimia, racun, kembang api, kecelakaan, olahraga, atau terkena kembang api.
2. Infeksi
Penyakit menular, baik pada mata maupun tidak dapat menyebabkan hilangnya penglihatan. Apabila tidak ditangani dengan benar, penyakit ini justru dapat menyebabkan kebutaan pada penderitanya.
Beberapa penyakit mata yang perlu diwaspadai adalah trakoma, endoftalmitis, keratitis, dan uveitis. Sementara itu, penyakit lain yang komplikasinya dapat menyebabkan kebutaan adalah sitomegalovirus, histoplasmosis, rubella, herpes zoster, sifilis, dan toksoplasmosis.
3. Penyakit Mata Kronis
Selain penyakit menular, ada pula penyakit mata tidak menular yang dapat menyebabkan kebutaan. Beberapa kondisi ini dapat berkembang secara perlahan namun dapat berakibat fatal.
Teman Mata harus waspada dengan berbagai penyakit mata kronis, seperti retinitis pigmentosa, degenerasi makula terkait usia, retinopati prematuritas, katarak, glaukoma, dan mikroftalmos.
4. Komplikasi Penyakit
Berbagai penyakit kronis, seperti stroke, diabetes, dan kanker dapat menyebabkan kebutaan di mata. Stroke dapat menghalangi aliran darah ke otak dan memengaruhi penglihatan kita.
Sementara itu, diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan retinopati diabetik yang dapat berujung kebutaan. Untuk kanker, Teman Mata harus waspada dengan kanker mata pada anak atau retinoblastoma.
5. Kekurangan Nutrisi
Pola makan yang buruk hingga kekurangan nutrisi tertentu dapat menyebabkan kehilangan penglihatan, lho! Orang yang kekurangan vitamin A dapat menyebabkan rabun senja hingga kebutaan.
Tidak hanya vitamin A, Teman Mata sebaiknya mengonsumsi nutrisi lain untuk mendukung penglihatan yang sehat. Zat gizi yang bagus untuk mata antara lain vitamin B, C, E, dan berbagai macam mineral.
Jenis-jenis Kebutaan
Setelah tahu penyebab, gejala, dan ciri-ciri kebutaan, Teman Mata bakal mengenal lebih dalam soal jenis-jenis kebutaan berikut:
1. Buta Total
Buta total merupakan kondisi ketika mata tidak dapat mendeteksi cahaya sama sekali, meskipun kelopak mata kita terbuka. Bahkan, jenis kebutaan ini tidak bisa dibantu dengan kacamata maupun lensa kontak.
Meskipun terdengar sangat mengerikan, namun kasus buta total akibat gangguan mata tertentu cukup jarang terjadi. Hanya sekitar 15% orang dengan gangguan mata yang mengalami kebutaan total.
2. Buta Parsial
Sebenarnya, buta parsial bukan berarti “buta” dalam artian yang sebenarnya. Orang yang mengalami kondisi ini masih memiliki sebagian penglihatan atau sering disebut penglihatan rendah (low vision).
Buta parsial dapat terjadi pada penglihatan pusat maupun tepi. Namun, orang yang mengalami penglihatan rendah cenderung sulit untuk diobati. Mereka cenderung memiliki masalah penglihatan yang membuat mereka sulit melakukan aktivitas sehari-hari.
Karena susah melihat dengan jelas, mereka akan menggunakan kacamata, lensa kontak, dan obat-obatan, atau operasi apabila diperlukan untuk mendukung penglihatan.
3. Buta Bawaan
Mirip seperti namanya, kondisi ini merujuk pada penglihatan buruk yang sudah dimiliki sejak lahir. Penyebabnya beragam, seperti kondisi mata dan retina terkait keturunan atau karena cacat lahir.
Selain itu, buta bawaan juga dapat terjadi karena kondisi medis tertentu, seperti komplikasi dari campak atau penggunaan obat mata tradisional yang berbahaya bagi kesehatan janin.
4. Buta karena Nutrisi
Istilah buta nutrisi menggambarkan hilangnya penglihatan karena defisiensi atau kekurangan vitamin A. Defisiensi vitamin A yang terus berlanjut dapat menyebabkan komplikasi berupa kerusakan di permukaan depan mata atau xerophthalmia.
Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan 250.000 hingga 500.000 anak setiap tahunnya mengalami kebutaan akibat kekurangan vitamin A. Bahkan, setengah dari jumlah tersebut meninggal dalam waktu 12 bulan setelah kehilangan penglihatan.

Gejala Mata Mengalami Kebutaan
Seseorang yang mengalami kebutaan akan mengalami berbagai gejala. Namun, gejala yang dirasakan antara orang dewasa dan bayi atau anak-anak seringkali berbeda.
Ciri-ciri Mata Mengalami Kebutaan pada Orang Dewasa
Secara umum, orang dewasa yang mengalami kebutaan pada sebagian penglihatannya akan mengalami beberapa gejala, yaitu:
- Penglihatan kabur
- Ketidakmampuan melihat bayangan
- Kesulitan melihat di malam hari
- Hanya bisa melihat bayangan
- Sakit mata
- Terlalu peka terhadap cahaya (fotofobia)
- Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba
- Muncul bintik mengambang di mata (floaters)
- Muncul bintik hitam secara tiba-tiba.
Ciri-ciri Mata Mengalami Kebutaan pada Bayi dan Anak-anak
Berbeda dari orang dewasa, gejala kebutaan pada bayi dan anak-anak sering kali tidak terlihat secara jelas. Oleh karena itu, Teman Mata yang melihat ciri-ciri kebutaan pada anak dan bayi berikut harus lebih waspada:
- Menggosok mata terus menerus
- Sensitivitas berlebihan terhadap cahaya (fotofobia)
- Sulit memfokuskan mata
- Mata kemerahan yang kronis
- Keluar air mata terus menerus
- Pupil putih
- Kesulitan mengikuti objek dengan mata
- Gerakan mata terlihat tidak normal setelah usia 6 bulan.
Apakah Mata Buta Bisa Disembuhkan?

Kalau Teman Mata bertanya soal apakah mata buta bisa disembuhkan, jawabannya tergantung dengan kondisi yang dialami masing-masing individu. Saat ini, sekitar 80% gangguan penglihatan dapat dicegah atau disembuhkan.
Orang yang menderita kebutaan parsial karena kesalahan refraksi, seperti mata minus, plus, dan silinder masih bisa disembuhkan. Biasanya, gangguan penglihatan ini dapat diperbaiki dengan kacamata, lensa kontak, dan bedah refraktif.
Selain itu, kebutaan karena kekurangan vitamin A juga masih dapat diobati. Untuk penderita defisiensi vitamin A, biasanya dokter akan memberikan suplemen vitamin A dalam dosis tinggi untuk mengatasi kebutaan.
Namun, masih ada 20% kasus kebutaan yang tidak dapat disembuhkan dengan cara apapun. Kondisi ini dapat terjadi ketika penderita mengalami kehilangan penglihatan secara bertahap hingga mengalami buta total.
Umumnya, kebutaan yang tidak dapat disembuhkan disebabkan oleh penyakit degeneratif, seperti gangguan degenerasi retina, retinitis pigmentosa, degenerasi makula, dan sindrom Usher.
Nah, meskipun sebagian besar kebutaan dapat diobati, namun Teman Mata juga harus waspada. Soalnya, masih ada penyakit mata penyebab kebutaan yang seharusnya bisa dicegah sedini mungkin.
Untuk meningkatkan kesehatan mata, ada berbagai cara yang dapat dilakukan, yaitu berhenti merokok, mengonsumsi makanan dengan gizi sembang, hingga memakai kacamata pelindung. Beberapa zat gizi yang penting untuk mata adalah vitamin A, C, E, lutein, zeaxanthin, dan seng (chopper).
Biar pencegahannya makin maksimal, Teman Mata bisa mengonsumsi suplemen dengan eye complex seperti produk dari Eyebost. Dua produk dari Eyebost terbuat dari bahan alami berkualitas tinggi yang diproses dengan teknologi modern.
Ekstrak buah bilberry, marigold, dan wortel di Eyebost mengandung vitamin A, C, E, lutein, dan zeaxanthin yang terbukti secara ilmiah untuk mencegah gangguan penglihatan. Jadi, Teman Mata bisa mencegah kebutaan dengan rutin konsumsi Eyebost setiap hari dan menjaga pola hidup sehat!


