Teman Mata sedang mengalami mata merah, gatal, atau berair? Kalau iya harus hati-hati, nih! Beberapa gejala itu bisa jadi tanda kalau mata kita sedang mengalami infeksi.
Infeksi mata memang sering bikin panik karena bisa mengganggu penglihatan dan aktivitas sehari-hari. Tapi jangan khawatir, banyak dari infeksi ini sebenarnya umum terjadi dan bisa diobati dengan tepat.
Dalam artikel ini, MiBost akan membahas tuntas soal penyebab, jenis, hingga tips meredakan infeksi mata. Yuk kenali gejalanya biar Teman Mata bisa segera bertindak dan menjaga kesehatan mata tetap prima!
Mengapa Mata Bisa Mengalami Infeksi?
Teman Mata pasti bertanya “mengapa mata bisa mengalami infeksi?”. Secara umum, ada 4 penyebab mata bisa mengalami infeksi. Berikut rinciannya:
- Bakteri: Basil, Enterobacteriaceae, Haemophilus influenzae, Moraxella spp, Neisseria gonorrhoeae, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae.
- Jamur: Candida, Fusarium.
- Parasit: Acanthamoeba.
- Virus: Herpes simpleks tipe 1, Virus varicella zoster, Adenovirus.
Penyebab Infeksi Mata
Infeksi yang terjadi di mata dapat disebabkan karena beberapa faktor, yaitu karena bakteri, jamur, parasit, hingga virus. Berbagai mikro-organisme ini dapat masuk ke mata lewat beberapa cara, termasuk ketika ada cedera mata.
Beberapa bakteri yang menyebabkan infeksi mata antara lain bakteri Enterobacteriaceae,
Haemophilus influenzae, hingga Moraxella spp. Sementara itu, infeksi pada mata biasanya disebabkan 3 virus, yaitu herpes simpleks tipe 1, virus varicella zoster, dan adenovirus.
Untuk jamur, spesies Candida menyebabkan sekitar 66% kasus endoftalmitis setelah operasi transplantasi kornea. Lalu untuk kasus cedera mata karena aktivitas di luar ruangan, seperti terkena ranting atau tanaman, infeksi biasanya terjadi karena kontaminasi jamur Fusarium.
Bukan hanya itu, salah satu kebiasaan buruk yang menyebabkan infeksi pada mata adalah tidur dengan menggunakan lensa kontak. Infeksi pada mata juga sering terjadi pada orang yang tidak membersihkan lensa kontak dengan benar.
Jenis-jenis Infeksi Mata

Secara umum, ada 7 jenis infeksi mata yang sering ditemui. Ini daftarnya:
1. Mata merah (konjungtivitis)
Konjungtivitis merupakan peradangan pada lapisan membran bening yang menutupi bola dan kelopak mata bagian dalam. Jenis infeksi ini biasanya akan menimbulkan mata kemerahan, baik dalam jangka pendek (kurang dari 4 minggu) atau kronis (lebih dari 4 minggu).
Penyakit ini cukup umum ditemui karena 15-40% orang mengalami konjungtivitis karena alergi musiman. Selain mata memerah, ciri-ciri seseorang terkena konjungtivitis adalah kelopak mata tampak bengkak atau turun, mengeluarkan cairan (sekret), sensitif dengan cahaya (fotopobia), dan ada nyeri.
Meskipun sering terjadi pada waktu tertentu, namun Teman Mata harus berhati-hati karena penyakit ini termasuk menular ke orang lain. Hal ini dapat terjadi karena kondisi ini disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, dan parasit yang menyebar dengan sangat mudah.
2. Bintitan (Stye)
Penyakit stye atau mata bintitan adalah kondisi ketika benjolan merah muncul di bawah kelopak atau pangkal bulu mata. Kondisi ini terjadi karena kelenjar minyak di kelopak atau bulu mata terinfeksi bakteri staphylococcus.
Jenis penyakit ini mirip dengan jerawat yang ada di kulit dan nggak menular ke orang lain. Selain adanya benjolan, pasien akan merasa mata gatal, mata berair, adanya kotoran mata, dan terasa mengganjal atau ada sesuatu di mata.
Untuk mengobatinya, dokter akan memberikan obat berupa salep antibiotik untuk dioleskan ke mata. Kompres dengan air hangat selama 10-15 menit sebanyak 3-5 kali sehari juga akan membantu bintitan agar cepat kempes.
3. Endoftalmitis
Endoftalmitis merupakan peradangan dan infeksi serius pada cairan di dalam mata yang dapat mengancam penglihatan. Biasanya, orang yang menderita penyakit ini akan mengalami mata merah, sakit mata yang parah, mata berair, fotofobia, hingga kehilangan penglihatan.
Penyebab endoftalmitis ada beberapa macam, yaitu trauma mata, infeksi bakteri, jamur, atau parasit. Meskipun bisa disebabkan oleh organisme lain, tapi penyakit ini nggak bisa menular ke orang lain.
Pasien yang terkena endoftalmitis harus ditangani dengan segera agar tidak terjadi kebutaan. Dokter akan memberikan antibiotik atau anti-jamur atau kortikosteroid dalam bentuk tetes mata maupun suntikan.
4. Keratitis
Keratitis adalah peradangan atau infeksi pada kornea yang biasanya terjadi pada orang yang menggunakan lensa kontak. Penggunaan lensa yang terlalu lama, tidak dibersihkan, atau penyimpanan yang salah dapat meningkatkan risiko keratitis.
Beberapa jenis keratitis yang umum ditemui adalah keratitis herpes, bakteri, parasit, dan jamur. Biasanya, penyakit ini akan menimbulkan gejala seperti kemerahan pada mata, nyeri, fotofobia, penglihatan kabur, dan mata berair.
Meskipun terlihat sepele, namun keratitis yang tidak diobati dapat menyebabkan bekas luka pada kornea yang meningkatkan risiko kebutaan. Untuk penanganannya, dokter akan memberikan obat antibiotik, anti-virus, atau anti-jamur dalam bentuk tetes maupun tablet.
5. Selulitis
Penyakit selulitis merupakan infeksi bakteri atau jamur yang dapat menyerang kulit dan mata, terutama bagian kelopak dan bola mata. Gejala selulitis memang mirip dengan infeksi mata lainnya, namun pasien akan merasakan demam, kelelahan, dan susah menggerakkan mata secara normal.
Penanganan selulitis memerlukan obat berupa antibiotik untuk mencegah infeksi meluas. Kalau sudah terlanjur parah, pasien akan disarankan untuk operasi untuk menguras cairan dari infeksi di mata.
6. Uveitis
Uveitis adalah peradangan pada lapisan tengah mata atau uvea yang bisa memengaruhi salah satu atau kedua mata secara bersamaan. Uveitis umum terjadi pada dewasa dan risiko terkena penyakit ini meningkat seiring bertambahnya usia.
Orang yang sedang terkena uveitis bisanya mengalami fotofobia, konjungtiva bengkak, bentuk pupil berubah, dan adanya cairan putih terkumpul di bawah mata. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi, obat-obatan, maupun karena cedera.
Kalau tidak ditangani dengan tepat, uveitis bisa menyebabkan sejumlah komplikasi seperi katarak, edema makula kistoid, ablasio retina, glaukoma, hingga kerutan makula. Komplikasi yang sudah terlalu parah dapat menyebabkan kehilangan penglihatan dan kebutaan.
7. Blefaritis
Blefaritis merupakan istilah medis untuk peradangan dan iritasi yang terjadi pada kelopak mata. Biasanya, penyakit ini ditandai dengan kelopak mata yang menjadi merah atau berwarna gelap, bengkak, dan bersisik.
Selain itu, pasien akan merasakan mata yang perih, gatal, ada serpihan kulit di sekitar mata, berkedip berlebihan, hingga mata kering. Tidak hanya karena infeksi, blefaritis dapat disebabkan oleh jerawat, ketombe, hingga alergi.
Tips Sederhana untuk Meredakan Infeksi Mata

Untuk mengobati infeksi, dokter akan memberikannya sesuai dengan penyebab infeksi pada masing-masing penyakit. Pengobatan dapat berupa obat anti-infeksi dalam berbagai bentuk, seperti tetes mata, salep, atau tablet.
Selain mengikuti petunjuk penggunaan obat dari dokter, pasien dengan infeksi mata bisa mengikuti beberapa tips berikut agar cepat sembuh:
1. Kompres mata dengan air hangat
Asosiasi Dokter Mata Amerika Serikat (AAO) menyarankan menggunakan kompres air hangat untuk meredakan gejala konjungtivitis. Nggak hanya itu, cara ini juga mungkin dapat mengurangi penyumbatan pada stye dan meredakan blefaritis.
Cara ini dapat meredakan gejala mata kering karena membuka kelenjar yang membantu melumasi mata yaitu kelenjar meibomian. Untuk menggunakannya, tinggal celupkan kain bersih ke air hangat lalu peras dan tempelkan ke bagian mata yang sakit untuk mengurangi nyeri.
2. Gunakan tetes air mata agar tidak kering
Untuk Teman Mata yang sedang mengalami infeksi, cobalah untuk menggunakan tetes air mata buatan yang dijual bebas di apotik. Produk ini akan membantu melumasi mata, membersihkan alergen, dan mengurangi peradangan.
Namun yang perlu dicatat, barang ini tidak termasuk obat yang dapat meredakan infeksi mata. Tetapi penggunaan tetes air mata buatan bisa membantu meredakan gejala yang sedang dialami oleh pasien.
3. Ganti handuk, seprai, dan sarung bantal
Ketika sedang terkena infeksi mata, pasien harus rajin mengganti dan mencuci handuk, seprai, dan sarung bantal setiap hari. Terlebih, tips ini wajib dilakukan untuk orang dengan infeksi mata menular seperti konjungtivitis.
Benda-benda ini setiap hari akan bersentuhan dengan mata yang terinfeksi dan berpotensi menyebarkannya ke orang lain. Biar bersih banget, cucilah menggunakan air panas dan deterjen untuk membunuh bakteri yang tersisa.
Sekarang, Teman Mata sudah tahu, kan, kalau infeksi mata bisa berakibat fatal kalau enggak segera ditangani? Agar mata tetap sehat dan fokus, Eyebost cocok banget dikonsumsi secara rutin.
Apalagi, vitamin mata dengan kualitas tinggi ini dapat diminum mulai anak usia 12 tahun. Yuk jaga fokus dan kesehatan mata dengan Eyebost!


