6 Jenis Autoimun Mata yang Perlu Diwaspadai, Ini Gejala dan Pengobatannya

Teman Mata pasti sudah nggak asing lagi dengan penyakit autoimun. Sekarang ini, sudah ada lebih dari 100 jenis autoimun yang dapat menyerang jaringan maupun organ tubuh manusia.

Namun, pernahkah kamu mendengar penyakit autoimun yang menyerang mata? Yap, beberapa jenis autoimun memang dapat menyerang mata, memengaruhi penglihatan, bahkan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.

Biar Teman Mata lebih waspada, yuk simak artikel berikut!

Apakah Autoimun Menyerang Mata?

Gejala Mata Autoimun

Penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi sel, justru malah merusak jaringan sehat. Kondisi ini termasuk kronis, harus dikelola, dan gejala-gejalanya bisa terjadi seumur hidup.

Sejauh ini, ada lebih dari 100 penyakit autoimun yang berhasil diidentifikasi dan dapat memengaruhi hampir semua jaringan atau organ. Nah, pertanyaan selanjutnya, apakah autoimun dapat menyerang mata?

Sayangnya, beberapa jenis autoimun dapat menyerang mata dan penglihatan kita. Beberapa autoimun yang dapat berpengaruh ke mata adalah lupus, penyakit graves, sindrom sjogren, uveitis, optik neuritis.

Apa Saja Gejala Mata Autoimun?

Ada beberapa gejala umum dari autoimun yang menyerang mata, yaitu:

  • Mata kering dan merah
  • Penglihatan menjadi buram atau kabur
  • Nyeri saat menggerakkan mata
  • Kehilangan penglihatan tepi
  • Mata menjadi lebih sensitif dengan cahaya
  • Terasa seperti ada pasir di mata
  • Mata berair
  • Sulit untuk melihat
  • Muncul bintik mengambang (floaters)
  • Mendadak mengalami rabun senja.

Kalau Teman Mata mengalami beberapa gejala ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata ya. Soalnya, beberapa autoimun di mata kalau nggak ditangani dengan segera bisa berakibat fatal.

Penyebab Autoimun pada Mata

Penyebab Autoimun pada Mata

Hingga saat ini, para ahli belum mengetahui secara pasti penyebab gangguan autoimun pada manusia. Namun, ilmuwan menduga, autoimun dapat disebabkan beberapa faktor, yaitu:

1. Obat-obatan Tertentu

Jenis-jenis obatan tertentu dapat menyebabkan perubahan dalam tubuh yang membingungkan sistem kekebalan tubuh (imun). Apabila tidak dikonsumsi dengan benar, obat-obatan seperti antibiotik, statin, dan obat tekanan darah dapat menyebabkan autoimun.

2. Genetik

Teman Mata tahu nggak kalau beberapa penyakit autoimun diturunkan dalam keluarga? Jadi, kalau salah satu keluargamu punya riwayat autoimun, kamu juga berisiko lebih tinggi terkena gangguan ini.

Selain itu, orang yang punya gen tertentu lebih mungkin mengalami gangguan autoimun. Namun, meskipun genetik berperan cukup kuat, namun faktor genetik bukan satu-satunya penyebabnya, ya.

3. Infeksi

Mikroorganisme seperti virus dan bakteri dapat memicu perubahan yang menyebabkan sistem imun menyerang jaringan sehat. Salah satu virus yang dapat membuat autoimun adalah Covid-19.

Penyakit Mata Yang Timbul Akibat Autoimun

Beberapa penyakit mata yang dapat disebabkan oleh gangguan autoimun antara lain:

1. Uveitis

Uveitis merupakan peradangan pada lapisan tengah mata atau uvea. Kondisi ini bisa terjadi karena infeksi, cedera, peradangan, maupun penyakit autoimun yang terjadi di salah satu atau kedua mata sekaligus.

Penderita uveitis akan merasakan mata merah, penglihatan kabur, sensitif dengan cahaya, hingga bentuk pupil berubah. Apabila tidak ditangani dengan tepat, uveitis dapat menyebabkan kehilangan penglihatan hingga kebutaan.

2. Episkleritis

Episkleritis merupakan istilah medis untuk peradangan, iritasi, dan kemerahan pada episklera. Biasanya, orang yang sedang mengalami penyakit ini akan berpengaruh pada satu mata, meskipun tidak menutup kemungkinan bisa terjadi di kedua mata.

Kondisi ini sebenarnya cukup jarang terjadi namun dapat terjadi secara tiba-tiba. Jenis penyakit ini dapat diobati dengan obat tetes mata mengandung kortikosteroid dan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID).

3. Sindrom Sjogren

Sindrom sjogren merupakan gangguan sistem kekebalan tubuh yang membuat mata dan mulut menjadi kering. Penyakit ini termasuk salah satu kategori autoimun yang bersifat kronis karena merusak kelenjar yang memproduksi dan menjaga kelembapan dalam tubuh.

Umumnya, pasien akan merasakan mata sangat kering, mata perih, terbakar, penglihatan kabur, hingga terlalu sensitif dengan cahaya (fotofobia). Dokter akan memberikan tetes air mata, pelembap, hingga disarankan melakukan terapi hormon atau operasi mata. 

4. Optik Neuritis

Optik neuritis merupakan jenis penyakit saraf yang dapat menyebabkan nyeri hingga kehilangan penglihatan. Masalah ini dapat terjadi ketika peradangan memengaruhi sinyal yang berjalan melalui saraf optik, yang menghubungkan mata dan otak.

Ketika pasien menderita optik neuritis, dokter spesialis mata dan dokter spesialis saraf akan melakukan serangkaian tes. Untuk pengobatannya, mereka akan memberikan obat anti-inflamasi steroid dan mengobati penyebab yang mendasarinya.

5. Penyakit Graves

Penyakit graves merupakan penyakit autoimun seumur hidup yang membuat tiroid memproduksi terlalu banyak hormon. Pada mata, pasien akan mengalami gejala seperti mata melotot, penglihatan ganda, mata berpasir, sensitif dengan cahaya, hingga sakit mata.

Selain menyerang mata, gangguan autoimun ini dapat berpengaruh ke kulit. Pasien penyakit graves akan mendapatkan sejumlah perawatan, yakni beta-blocker, obat anti-tiroid, terapi radioiodin, dan tiroidektomi. 

6. Lupus

Lupus termasuk penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan di seluruh tubuh, termasuk mata. Dari banyaknya komplikasi yang terjadi, sekitar 50% penderita lupus mengalami gangguan pada mata.

Gejala komplikasi lupus di mata biasanya berupa mata kering, mata merah, gangguan saraf mata, dan adanya luka pada kelopak mata. Penyakit ini dapat menimbulkan peradangan, menyumbat pembuluh darah ke saraf, bahkan kebutaan.

6 autoimun mata yang perlu diwaspadai

Penatalaksanaan dan Pengobatan Autoimun Mata

Ada berbagai pengobatan umum yang digunakan untuk mengatasi autoimun yang menyerang mata. Berikut beberapa caranya:

1. Menggunakan Obat-obatan

Pasien dengan autoimun yang menyerang mata biasanya akan diresepkan obat-obatan seperti golongan steroid untuk mengurangi peradangan. Steroid yang diberikan dapat berupa tetes mata, suntikan, maupun pil.

Selain itu, dokter akan memberikan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) dan imunosupresan. Keduanya berfungsi untuk mengurangi nyeri dan menekan respons autoimun berlebihan.

2. Terapi Biologis

Tidak hanya menggunakan obat-obatan, terkadang dokter menyarankan untuk melakukan terapi biologis pada pasien autoimun. Jenis terapi ini melawan autoimun dalam bentuk obat yang dimodifikasi secara genetik untuk melawan penyakit.

3. Pola Hidup Sehat untuk Kesehatan Mata

Untuk pasien autoimun yang menyerang mata, mereka juga disarankan untuk melakukan pola hidup sehat selain mengonsumsi obat dan terapi. Pola hidup sehat secara tidak langsung membantu mengelola gangguan autoimun yang memengaruhi mata.

Contohnya, pola makan yang kaya makanan anti-inflamasi berguna untuk mengelola peradangan agar tidak semakin meluas. Pasien biasanya akan mengonsumsi makanan utuh, mengurangi makanan olahan dan gula, dan menambah sajian dengan protein rendah lemak.

Selain dari makanan, pasien juga harus meningkatkan kualitas tidur, tidak begadang, dan memiliki durasi tidur yang cukup. Pola hidup seperti ini mampu membantu meningkatkan respons imun yang sehat sekaligus meredakan inflamasi berlebih.

Nah, sekarang Teman Mata sudah tahu, kan kalau autoimun bisa menyerang mata? Bahkan kalau nggak dikelola dengan baik, pasien terancam kehilangan penglihatan total. Biar mata tetap sehat, kamu bisa mendukungnya dengan konsumsi vitamin mata, seperti dari Eyebost.

Eyebost membantu mendukung kesehatan mata karena diperkaya dengan vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, dan zeaxanthin. Kelima nutrisi tersebut didapatkan dari bahan alami pilihan yang bantu cerahkan harimu.

Lindungi matamu dari dalam, berikan dukungan nutrisi yang tepat dengan Eyebost setiap hari!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Anggie
Online
|
//
Konsultasi