Apa Perbedaan Mata Normal dan Glaukoma? Ini Visualisasi dan Penjelasannya

Glaukoma merupakan salah satu penyakit mata yang paling ditakuti karena bersifat kronis dan dan dapat menyebabkan kebutaan. Sayangnya, penyakit ini juga sering datang tanpa gejala yang jelas.

Meskipun begitu, ada beberapa pasien yang matanya secara visual terlihat berbeda daripada mata normal. Nah, biar lebih jelas, Teman Mata bisa menyimak infografis dan penjelasan berikut ini.

Gambar Mata Glaukoma vs Mata Normal

Perbedaan Mata Normal dan Mata Penderita Glaukoma

Secara umum, glaukoma sering tidak bergejala dan akan tandanya baru akan muncul ketika sudah sangat parah. Biar lebih jelas, berikut gambar mata glaukoma vs mata normal.

Pada penderita glaukoma, mereka akan merasakan mata merah, sakit mata, dan penglihatan kabur. Bukan hanya itu, gejala lain yang sering terlihat adalah pupil yang melebar dan kornea tampak berkabut.

Terkadang, pasien glaukoma akan muncul bintik hitam di pinggir mata atau lingkaran putih yang silau. Tanda seperti ini tentu tidak muncul pada mata normal.

Penjelasan Perbedaan Gambar Mata Glaukoma dan Mata Normal

Mata penderita glaukoma dan normal akan terlihat berbeda dalam beberapa hal. Berikut penjelasannya:

1. Tekanan Bola Mata

Perbedaan paling mencolok dari mata normal dan mata glaukoma ada pada tekanan matanya. Biasanya, dokter akan mengukur tekanan bola mata menggunakan alat khusus yang disebut tonometer.

Pada mata normal, tekanan intraokular cenderung lebih stabil dan sehat yaitu sekitar 10 hingga 21 milimeter merkuri (mmHg) dengan rata-rata sekitar 15 mmHg. Sementara itu, mata glaukoma biasanya lebih dari 21 mmHg.

2. Saraf Optik

Bukan hanya dari tekanan intraokular, perbedaan lain dari mata normal vs glaukoma adalah dari saraf optik. Pada mata normal, saraf optik akan tampak bulat dengan cup kecil yang ada di bagian tengah.

Sementara itu, pada pasien glaukoma, cup akan tampak melebar akibat kerusakan jaringan saraf. Terkadang, saking besarnya rasio cup yang ada, akan terlihat seperti ada cekungan yang dalam.

3. Perubahan Warna

Perubahan fisik lain yang bisa terlihat dari mata normal dan glaukoma adalah dari bentuk dan perubahan warna. Orang dengan mata normal akan terlihat jernih dan tidak ada pembengkakan sama sekali.

Di sisi lain, pasien glaukoma, terutama pada kasus serangan sudut tertutup akan mengalami perubahan pada mata. Mereka cenderung mengalami mata merah, pupil melebar, hingga kornea tampak berkabut.

4. Penglihatan Lapang Pandang

Meskipun tidak terlihat secara kasat mata, perbedaan lain dari mata penderita glaukoma dan normal adalah dari penglihatan lapang pandang. Pada mata glaukoma, mereka akan melihat seolah-olah ada area gelap di samping atau seperti terowongan.

Lalu, apabila glaukoma terjadi dalam stadium lanjut, pasien akan melihat dunia seperti melalui lubang kecil. Tak jarang, terowongan yang dimaksud akan semakin menyempit dan bagian gelapnya semakin banyak.

Jenis & Gejala Glaukoma yang Harus Diketahui

Jenis dan Gejala Glaukoma yang Harus Diketahui

Sekarang MiBost akan menjelaskan beberapa jenis dan gejala glaukoma yang harus diwaspadai.

Jenis Glaukoma

Secara umum, ada empat jenis glaukoma yaitu:

1. Glaukoma Sudut Terbuka 

Glaukoma sudut terbuka primer merupakan jenis yang paling umum terjadi pada pasien glaukoma. Orang yang mengalami glaukoma jenis ini akan mengalami saluran drainase mata yang tersumbat. 

Para ahli menduga, glaukoma sudut terbuka terjadi akibat penumpukan tekanan di mata. Seiring waktu, tekanan tersebut akan merusak saraf optik dan memengaruhi penglihatan. Sayangnya, pasien glaukoma jenis ini umumnya tidak mengalami gejala yang signifikan.

2. Glaukoma Sudut Tertutup 

Glaukoma sudut tertutup atau sering disebut glaukoma sudut sempit maupun glaukoma akut. Tipe glaukoma ini termasuk sebagai kondisi darurat medis yang harus segera ditangani oleh dokter spesialis mata.

Pasien dengan jenis glaukoma ini akan mengalami gejala yang cukup berat, seperti nyeri mata hebat, mata merah, mual, muntah, hingga penglihatan kabur. Jika dibiarkan begitu saja, glaukoma sudut tertutup dapat menyebabkan kebutaan hanya dalam hitungan hari.

3. Glaukoma Kongenital

Pada glaukoma kongenital, kondisi ini terjadi akibat adanya perubahan atau perbedaan yang terjadi selama perkembangan janin. Artinya, kategori glaukoma ini merupakan kondisi bawaan yang harus ditangani dengan operasi.

Meskipun begitu, glaukoma kongenital termasuk kategori glaukoma yang jarang terjadi, dengan perbandingan 1 dari 10.000 bayi yang lahir di Amerika Serikat. Jika bayi menderita glaukoma jenis ini, dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi sedini mungkin untuk mencegah kehilangan penglihatan.

4. Glaukoma Sekunder

Berbeda dengan glaukoma lainnya, tipe glaukoma sekunder terjadi karena pasien mengalami kondisi atau kejadian lain yang dapat meningkatkan tekanan mata. Umumnya, pasien mengalami cedera mata, uveitis, diabetes, atau mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Jenis glaukoma ini merupakan komplikasi dari penyakit yang diderita sebelumnya. Untuk menanganinya, dokter akan mengatasi penyebab utamanya terlebih dahulu sebelum menyembuhkan glaukomanya.

Gejala Glaukoma

Pada tahap awal, glaukoma mungkin tidak menimbulkan gejala apapun. Lebih parahnya lagi, gejalanya terkadang tidak muncul sampai penderitanya mengalami kerusakan permanen, seperti kebutaan.

Namun, pasien tertentu mengalami gejala yang lebih umum, yakni:

  • Mata terasa nyeri
  • Ada tekanan pada mata
  • Sakit kepala
  • Mata merah atau berair
  • Mengalami penglihatan ganda (diplopia)
  • Penglihatan rendah yang berkembang secara bertahap
  • Penglihatan kabur
  • Mempunyai bintik buta (skotoma)
  • Mengalami kelainan lapang pandang dengan ciri penglihatan seperti terowongan yang berkembang secara bertahap.

Pada beberapa jenis glaukoma, terutama glaukoma sudut tertutup, dapat menyebabkan gejala yang mendadak dan parah. Gejala glaukoma yang termasuk darurat dan wajib diwaspadai adalah:

  • Adanya penumpukan darah di depan iris mata (hipema)
  • Bola mata menjadi menonjol atau membesar (buphthalamos)
  • Mengalami mual dan muntah yang disertai nyeri atau tekanan pada mata
  • Muncul bintik-bintik mengambang (myodesopsia) secara tiba-tiba
  • Ada lingkaran cahaya berwarna pelangi di sekitar lampu
  • Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba
  • Mendadak melihat kilatan cahaya (fotopsia) dalam penglihatan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Yuk pesan eyebost sekarang di eyebost.id agar mata makin sehat dan jernih
//
CS Anggie
Online
|
//
Konsultasi