Muncul Selaput Mata Mirip Katarak, Apakah Berbahaya?

Pernahkah kamu melihat adanya selaput tipis berwarna merah muda di pojok mata? Banyak orang mengira kondisi ini sebagai katarak, padahal keduanya adalah masalah kesehatan mata yang sangat berbeda.

Selaput mata ini dikenal dengan pterygium atau “mata bersayap”. Artikel ini akan membahas tuntas apa itu pterygium, apakah kondisi ini berbahaya, serta cara tepat untuk mencegahnya agar penglihatan Anda tetap nyaman dan terjaga.

Apa Itu Pterygium? Kenapa Disebut Selaput Mata?

Pterygium adalah jaringan yang tumbuh dan menonjol pada konjungtiva, selaput tipis dan jernih di permukaan mata. Pterygium diambil dari dua kata bahasa Yunani yaitu pteryx yang berarti “sayap” dan pterygion yang memiliki makna “sirip.”

Sama seperti kata aslinya, pterygium biasanya berbentuk segitiga atau mirip seperti sayap. Selain itu, jaringan ini biasanya berwarna putih, kemerahan, atau terlihat seperti punya pembuluh darah di dalamnya. 

Kalau MiBost menyebutnya pterygium, mungkin Teman Mata masih asing dengan penyakitnya. Soalnya, kebanyakan orang menyebut pterygium sebagai selaput mata. Padahal, kondisi ini sebenarnya bukan bagian dari selaput mata, lho!

Jadi, kenapa pterygium disebut selaput mata? Jawabannya tentu karena bentuknya. Jaringan atau daging yang tumbuh ini menonjol pada bagian putih mata, mirip seperti selaput. Makanya, banyak orang yang salah mengira kalau pterygium adalah selaput mata.

Kenapa Pterygium Lebih Sering Terjadi di Indonesia?

Kenapa Pterygium Lebih Sering Terjadi di Indonesia

Ada fakta unik nih yang kamu harus tahu soal kondisi mata ini. Pterygium ini sering disebut sebagai “mata peselancar” karena banyak peselancar mengalami pertumbuhan jaringan di sekitar konjungtiva.

Bukan cuma itu, pterygium termasuk sebagai gangguan pada mata yang cukup sering ditemui di daerah tropis, termasuk Indonesia. Dalam sebuah jurnal yang terbit pada 2002, sekitar 13% dari 1.210 orang dewasa yang tinggal di Riau, Sumatra mengalami pterygium.

Meskipun belum ada penelitian yang lebih luas, namun riset ini menemukan kalau pterygium termasuk kondisi yang cukup umum terjadi di Indonesia. Lalu, kenapa pterygium sering terjadi di Indonesia?

Indonesia merupakan negara tropis yang berada dekat dengan garis khatulistiwa. Akibatnya, intensitas sinar ultraviolet (UV) dari matahari relatif tinggi sepanjang tahun. Apalagi, Indonesia hanya memiliki dua musim sehingga paparannya lebih tinggi dibandingkan negara sub-tropis.

Paparan sinar UV secara terus menerus dapat merusak jaringan mata dan memicu pterygium. Ditambah, faktor-faktor lain seperti udara yang kering, angin, dan debu dapat meningkatkan risiko seseorang terkena pterygium.

Makanya, kalau diperhatikan lebih teliti, kondisi ini bukan cuma menyerang peselancar, tetapi juga petani, nelayan, dan pekerja lapangan lainnya. Soalnya, dua faktor utama ini memang menjadi pemicu pterygium yang hampir setiap hari kita temui.

Gejala Pterygium yang Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal, pasien mungkin tidak merasa ada pertumbuhan jaringan di matanya. Bukan cuma itu, pterygium umumnya termasuk jaringan non-kanker yang tidak berbahaya dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Namun, seiring berjalannya waktu, pterygium semakin bertumbuh dan dapat mencapai lensa mata. Kalau sudah seperti ini, mata akan terganggu karena lensa terhalang oleh selaput putih ini.

Di sisi lain, terkadang pterygium dapat menyebabkan iritasi pada mata. Beberapa kondisi ini dapat memunculkan gejala yang perlu diwaspadai, contohnya:

  • Mata merah,
  • Mata berair,
  • Mata kering,
  • Ada sensasi seperti ada sesuatu di mata,
  • Gatal-gatal,
  • Perih,
  • Nyeri,
  • Mengalami konjungtivitis yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan.

Kalau pterygium sudah menimbulkan gejala, sebaiknya pasien segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata. Soalnya, pterygium memiliki beberapa tingkatan, mulai dari ringan hingga parah.

Stadium Pterygium: dari Ringan hingga Parah

Stadium Pterygium dari Ringan hingga Parah

Ada empat tahapan pterygium yang harus diwaspadai pasien, yaitu:

Tahap Awal (Stadium 1)

Pada tahap awal, muncul bercak kecil dan datar di bagian putih mata atau dekat hidung. Pterygium yang tumbuh biasanya akan menimbulkan kemerahan maupun iritasi ringan di mata.

Tahap Berkembang (Stadium 2)

Di tahap selanjutnya, pterygium akan terus bertumbuh hingga melewati tepi kornea atau limbus. Pasien biasanya akan merasa matanya lebih kering, terasa berpasir, dan sensitif terhadap cahaya.

Tahap Berkembang Hingga Kornea (Stadium 3)

Untuk tahap ini, jaringan tumbuh ini meluas sampai ke kornea dan bisa menyebabkan mata silinder atau astigmatisme. Penglihatan pasien menjadi kabur dan terasa silau jika melihat di malam hari.

Tingkat Lanjut (Stadium 4)

Pada tahap akhir, pterygium sudah meluas hingga mengancam atau menutupi sumbu penglihatan. Buat pasien yang sudah sampai tahap ini, dokter menyarankan untuk melakukan operasi karena penglihatan menurun dan sering terjadi kemerahan.

Apakah Pterygium Bisa Sembuh Sendiri Tanpa Operasi?

Pterygium yang menimbulkan gejala memang bisa diobati dengan obat tetes mata, baik yang dijual bebas maupun golongan steroid. Tetapi, obat-obatan ini hanya meredakan gejala dan tidak bisa menghilangkan pterygium.

Pterygium juga tidak dapat sembuh sendiri dan harus melakukan operasi untuk menghilangkannya. Nantinya, dokter akan menggunakan anestesi khusus mata untuk melakukan pembedahan.

Operasi pterygium termasuk cukup ringan dan membutuhkan waktu sekitar satu jam. Setelah operasi, pasien akan menggunakan penutup mata selama beberapa hari untuk pemulihan. Secara keseluruhan, pasien butuh waktu 4-6 minggu agar mata benar-benar pulih.

Tidak hanya itu, pasien harus menggunakan antibiotik dan tetes mata steroid untuk mencegah pterygium tumbuh kembali. Jadi, meskipun sudah diangkat, pterygium masih bisa kambuh lagi walaupun kemungkinannya cukup kecil, sekitar 2-15%.

Kapan Pterygium Harus Dioperasi?

Sebenarnya, tidak semua pterygium harus segera dilakukan operasi. Sebagian besar pterygium tumbuh cukup lambat dan tidak mengganggu mata. Namun, jika sudah menyebar, menyebabkan masalah lain, dan masuk stadium akhir, pterygium harus dioperasi.

Pterygium yang dioperasi biasanya terjadi karena beberapa hal, yaitu:

  • Sudah mencapai kornea mata,
  • Dapat menarik kornea dan mengubah bentuknya,
  • Menyebabkan astigmatisme atau mata silinder,
  • Menyebabkan jaringan parut pada kornea,
  • Dapat memegaruhi penglihatan,
  • Alasan kosmetik atau pasien tidak menyukai bentuknya.

Karena pterygium masih bisa tumbuh kembali, dokter spesialis mata tidak dapat sembarangan melakukan operasi. Terlebih jika jaringan yang tumbuh masih kecil dan tidak menimbulkan gejala lain.

Cara Mencegah Pterygium dan Kekambuhan

Cara Mencegah Pterygium-

Untuk mencegah pterygium, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan yaitu:

1. Hindari Pemicu dari Lingkungan

Sinar matahari, angin, debu, dan asap adalah penyebab utama pterygium. Meskipun cukup sulit dihindari, kamu bisa mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama jika matahari sedang sangat terik.

Menghindari beberapa pemicu lingkungan ini juga dapat membantu mencegah pterygium kambuh atau menjadi lebih parah. Jadi, sebisa mungkin hindari faktor utama yang menyebabkan kondisi ini, ya.

2. Gunakan Kacamata Hitam dan Topi

Kalau Teman Mata wajib beraktivitas di luar rumah, kamu bisa menggunakan kacamata hitam dan topi sebagai pelindung. Kamu bisa memakainya dari pagi hingga sore hari, meskipun cuaca sedang berawan.

Pilihlah kacamata hitam dengan lensa yang dapat menyaring sinar UV. Selain itu, topi dapat menjadi perlindungan tambahan untuk mata, terutama untuk radiasi yang datang dari atas kepala kita.

3. Lembapkan Mata

Iritasi lingkungan berupa debu, angin, dan polusi membuat mata kita menjadi lebih kering. Sayangnya, kita cukup sulit menghindari faktor ini, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Nah, untuk mencegah mata kering, kamu bisa menggunakan obat tetes untuk melembapkan mata. Cara ini dapat mencegah pterygium karena sindrom mata kering berpotensi memperparah perkembangan pterygium.

Nutrisi Antioksidan untuk Mencegah Kerusakan Jaringan Mata

Nah untuk mencegah kerusakan jaringan mata seperti pterygium, kita tetap butuh nutrisi kaya antioksidan. Kamu bisa mengonsumsi beberapa nutrisi antioksidan ini untuk mencegah kerusakan jaringan mata:

1. Vitamin A

Vitamin A, terutama jenis beta-karoten memiliki sifat antioksidan yang dapat melindungi sel dari radikal bebas. Untuk mata, vitamin A dapat membantu memperlambat penurunan penglihatan.

Nutrisi yang mengandung antioksidan ini dapat mencegah kerusakan jaringan mata, terutama penyakit akibat bertambahnya usia. Pastikan Teman Mata mengonsumsi 600-650 RE vitamin A untuk dewasa dan 900-950 RE vitamin A saat hamil dan menyusui.

2. Vitamin C

Vitamin C memiliki peran untuk melindungi mata dari kerusakan oksidatif akibat sinar UV. Padahal, kerusakan oksidatif adalah faktor utama kerusakan jaringan pada tubuh, termasuk di mata.

Tentunya, kandungan ini sangat dibutuhkan untuk mencegah pterygium yang dapat muncul akibat paparan sinar matahari. Apalagi, seiring bertambahnya usia, konsentrasi vitamin C di mata akan berkurang. Oleh karena itu, nutrisi ini bisa didapatkan dari makanan dan suplemen yang dikonsumsi sehari-hari.

3. Vitamin E

Salah satu bentuk vitamin E, alpha-tocopherol memiliki sifat antioksidan yang sangat kuat. Mirip seperti vitamin C, zat gizi ini dapat membantu melawan radikal bebas yang merusak jaringan di seluruh tubuh.

Terkadang, radikal bebas dapat merusak protein di mata yang menyebabkan munculnya katarak pada lensa mata. Agar nutrisinya terserap maksimal, vitamin E dapat dikonsumsi setelah makan makanan yang mengandung lemak sehat.

4. Lutein dan Zeaxanthin

Lutein dan zeaxanthin adalah pigmen alami yang biasanya ada dalam sayuran, buah, maupun tumbuhan. Kedua nutrisi ini ternyata juga terdapat dalam lensa dan retina mata manusia, lho!

Sebagai antioksidan, lutein dan zeaxanthin membantu mengurangi kerusakan oksidatif pada retina. Selain itu, keduanya bisa menyerap cahaya biru yang ada dalam sinar matahari maupun gadget yang kita pakai sehari-hari.

5. Zinc

Zinc atau seng merupakan mineral yang membantu menjaga kesehatan retina dan struktur protein di mata. Zat gizi ini membantu perpindahan vitamin A dari hati ke retina untuk memproduksi melanin, pigmen yang melindungi mata dari sinar UV.

Apabila dikonsumsi dengan nutrisi lain, zinc sangat berguna untuk mencegah kerusakan jaringan di mata. Menurut Asosiasi Optometris Amerika Serikat (AOA), konsumsi 50-80 mg zinc per hari bersama vitamin (A, C, E) dapat memperlambat perkembangan degenerasi makula terkait usia (AMD).

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pterygium

Pertanyaan Umum tentang Pterygium

Apakah pterygium bisa sembuh dengan obat tetes?

Obat tetes mata tidak dapat menyembuhkan atau menghilangkan pterygium sepenuhnya. Jenis obat ini hanya berguna untuk melembapkan mata, meredakan peradangan, dan mengurangi kemerahan.

Apakah pterygium berbahaya?

Sebagian besar pterygium tidak berbahaya dan bukan kanker. Namun, gangguan ini bisa mengganggu penampilan, menyebabkan iritasi, dan berpotensi menurunkan penglihatan.

Benarkah pterygium bisa menyebabkan kebutaan?

Dalam kondisi yang sangat parah dan jarang terjadi, pterygium dapat menyebabkan kebutaan. Masalah ini dapat terjadi jika jaringan tumbuh hingga menutupi seluruh kornea atau menyebabkan jaringan parut. Namun, sebagian besar pterygium tidak menyebabkan kebutaan.

Apakah katarak dan pterygium itu sama?

Katarak dan pterygium adalah dua penyakit yang berbeda. Katarak adalah kekeruhan lensa yang menyebabkan gangguan penglihatan. Tidak ada jaringan tumbuh yang menutupi mata seperti pterygium.

Sementara itu, pterygium adalah pertumbuhan jaringan pada konjungtiva. Pada pasien pterygium, lensanya masih bening dan masih bisa melihat. Meskipun begitu, kedua penyakit ini sama-sama berpotensi menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Bisakah stres menyebabkan pterygium?

Stres yang dapat menyebabkan pterygium adalah stres oksidatif akibat radikal bebas. Jadi, kalau stres yang dimaksud adalah stres psikologis dan mental, masalah ini tidak dapat menyebabkan pterygium.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Assistant Avatar
CS Anggie
Online
Halo! 👋 Aku Mibost. Ada yang bisa saya bantu tentang vitamin mata Eyebost?

Silakan isi data diri untuk memulai konsultasi dengan AI Chatbot kami:

Scroll to Top