Belek atau kotoran yang keluar dari mata sebenarnya wajar kalau terjadi di waktu tertentu seperti pagi hari. Namun, ketika mata mengeluarkan kotoran dalam jumlah banyak atau belekan, kondisi ini perlu jadi perhatian Teman Mata.
Di waktu tertentu, anak-anak akan mengalami belekan dalam beberapa hari. Meskipun sebagian besar belekan penyebabnya tidak berbahaya, namun Teman Mata harus waspada dengan penyebab lainnya.
Ada penyebab mata belekan pada anak tertentu yang harus segera ditangani karena berbahaya bagi penglihatan. Biar lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut!
Penyebab Mata Belekan Pada Anak

Secara umum, ada lima penyebab mata belekan yang dapat terjadi pada anak yakni:
1. Konjungtivitis
Konjungtivitis atau penyakit mata merah merupakan peradangan pada membran transparan yang melapisi bagian depan dan kelopak mata. Masalah ini lebih sering terjadi pada balita dan anak-anak.
Biasanya, konjungtivitis menyebabkan belekan karena virus, bakteri, maupun zat alergen masuk ke mata saat mereka menggosoknya. Selain belekan, penyakit ini menimbulkan gejala lain contohnya mata berair, mata kering, sensitif dengan cahaya, sampai nyeri mata.
Meskipun termasuk penyakit yang mudah menular, konjungtivitis pada anak bisa sembuh sendiri setelah 2 minggu tanpa obat. Namun, jika gejala berlanjut atau bertambah parah, Teman Mata bisa memeriksakan si kecil ke dokter untuk diberi tetes mata atau antibiotik.
2. Saluran Air Mata Tersumbat
Penyumbatan saluran air mata merupakan kondisi yang terjadi ketika sesuatu menghalangi cairan air mata untuk mengalir ke luar. Umumnya, kondisi ini terjadi pada anak-anak ketika masih kecil atau bayi.
Penyakit ini terjadi karena anak memiliki selaput yang masih berkembang, infeksi, cedera, atau penyempitan saluran air mata. Anak yang menderita ini biasanya mengalami belekan, mata berair, penglihatan kabur, hingga kemerahan.
Pada tahap awal, dokter akan menyarankan untuk menggunakan antibiotik dan pijat hingga anak berumur satu tahun. Apabila penyakit terus berlanjut, umumnya dokter akan melakukan prosedur pembedahan sederhana.
3. Ada Objek Tersangkut di Mata
Berbagai benda kecil seperti debu, bulu, atau serbuk dapat tertiup dan masuk ke mata. Kalau tidak dikeluarkan, mata akan bereaksi dengan mengeluarkan belek hingga nanah akibat infeksi.
Kondisi ini dapat menyebabkan belekan dan anak akan mengalami gejala khusus, yaitu tidak mau membuka mata. Nggak jarang juga, mereka mengeluhkan ada suatu benda yang tersangkut di mata mereka.
Kalau Teman Mata menduga ada objek yang tersangkut di mata, kamu bisa segera membawanya ke dokter. Walaupun masalah ini terlihat mudah diatasi, namun iritasi yang terjadi bisa menimbulkan dampak serius.
4. Selulitis
Selulitis merupakan infeksi serius pada lapisan jaringan yang ada di dalam maupun sekitar mata. Tanpa pengobatan, selulitis dapat menyebar ke area tubuh lain akan dapat mengancam penglihatan.
Tak hanya belek, anak dengan selulitis akan mengalami mata sangat nyeri, merah, hingga bengkak. Selain itu, terkadang muncul garis merah di sekitar mata hingga kesulitan untuk melihat.
5. Stye (Bintitan)
Stye, bintitan, atau tembel merupakan bintik berupa benjolan merah yang sakit dan terlihat seperti jerawat. Kondisi ini terjadi ketika folikel rambut yang ada di kelopak mata terinfeksi bakteri pada kelenjar penghasil minyak.
Sebagian besar anak maupun dewasa yang mengalami bintitan akan hilang dengan sendirinya. Namun, pada beberapa kasus, bintitan bisa berubah menjadi benjolan keras yang sering disebut kalazion.

Gejala Mata Belekan
Seperti yang sudah MiBost bahas sebelumnya, keluarnya belek dari mata sebenarnya menjadi tanda dari berbagai penyakit mata. Namun, nggak jarang akan muncul gejala lain saat anak belekan, seperti:
- Nyeri mata,
- Menggosok mata secara terus-menerus,
- Tidak mau atau tidak bisa membuka mata,
- Ada pembengkakan di mata,
- Wajah membengkak,
- Muncul garis merah pada kulit di sekitar mata,
- Bulu mata saling menempel setelah tidur,
- Anak menjadi lebih sensitif dengan cahaya.
Namun, ketika Teman Mata melihat gejala yang lebih parah, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter, ya. Kamu perlu waspada kalau anak mengalami gejala berikut:
- Nyeri hebat pada mata,
- Terasa nyeri saat menggerakkan bola mata,
- Demam di atas 40 derajat Celcius,
- Demam pada anak berusia kurang dari 12 minggu,
- Kelopak mata sangat merah atau bengkak,
- Penglihatan menjadi kabur.
Penanganan Belekan Pada Anak

Untuk mengatasi belekan, pengobatan yang dilakukan tergantung pada penyebab keluarnya cairan dari mata. Kalau ada benda masuk ke mata dan menyebabkan belekan, kamu bisa menggunakan air garam untuk membilasnya perlahan.
Tapi kalau bendanya cukup besar atau tidak dapat dikeluarkan, sebaiknya Teman Mata membawa si kecil ke dokter. Bukan cuma itu, kompres hangat seringkali meredakan gejala bintitan maupun saluran mata yang tersumbat.
Jika kompres air hangat tidak membantu, sebaiknya bawa si kecil ke dokter karena ada kemungkinan anak mengalami infeksi. Dokter akan merekomendasikan beberapa pengobatan misalnya:
- Antibiotik untuk infeksi bakteri,
- Steroid untuk infeksi virus atau alergi yang tidak sembuh-sembuh,
- Operasi untuk saluran air mata yang tersumbat dan tidak sembuh dengan sendirinya.
Biar si kecil nggak belekan lagi, Teman Mata wajib jaga kesehatan mata anak. Kamu bisa membatasi screen time, tidur cukup, lebih aktif di luar ruangan, memakai kacamata pelindung, dan melakukan check up mata rutin.
Selain itu, kesehatan mata anak bisa dijaga dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi setiap harinya. Si kecil perlu mengonsumsi nutrisi tertentu, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, lutein, zeaxanthin, omega-3, dan zinc yang bagus untuk kesehatan mata.
Berbagai zat gizi ini dapat ditemukan di sayur-sayuran, buah-buahan, telur, ikan berlemak, dan daging sapi. Nah, buat Teman Mata yang ingin perlindungan ekstra untuk anak, si kecil boleh minum Eyebost Essential.
Vitamin mata Eyebost terbuat dari 100% bahan alami, sudah mendapatkan izin edar dari BPOM, dan memiliki sertifikat halal MUI. Suplemen ini boleh dikonsumsi anak-anak minimal usia 2 tahun.
Asalkan dengan dosis dan pemakaian yang tepat, Eyebost bakal bantu jaga kesehatan mata dan penglihatan si kecil. Jangan tunggu sakit dulu, konsumsi Eyebost rutin buat jaga matamu!


